Putri Empat Pangeran

Putri Empat Pangeran
Bab39


__ADS_3

hari ini adalah hari dimana perjamuan di istana akan di gelar.hal ini di lakukan selama setahun sekali di kerajaan jinsucha dengan di hadiri para utusan dari berbagai kerajaan tetangga maupun sebrang.sebagai ajang mempererat pertemanan ataupun hubungan kerjasama antar kerjaan.tentunya dengan kesepakatan dan cara yang berbeda di masing-masing kerajaan.dan paling banyak adalah dengan menggunakan pernikahan politik sebagai landasan kerjasama yang paling erat dan sering di lakukan.


sinyya sudah siap dengan penampilannya.ia sudah di tunggu lu tian yang sudah menjemput nya sedari tadi.pria itu tengah terduduk santai di sofa kamar sinyya sebari menatap pergerakan sinyya yang tengah di bantu bersiap-siap oleh pelayan.


"ayok.aku sudah siap"


lu tian berdiri lalu menggandeng tangan sinyya untuk ikut keluar bersamanya.sedangkan ke tiga pangeran lainnya tengah menunggu di gerbang istana.untuk pergi bersama-sama menuju istana utama.


sinyya berjalan beriringan bersama lu tian menuju ke arah gerbang menghampiri ke tiga suaminya yang lain.


"kau sudah siap?"tanya lu chenyu ketika melihat sinyya sudah datang bersama lu tian


sinyya mengangguk antusias


"apa aku cantik?" tanya nya


"ya kau selalu cantik di mata kami" balas lu chenyu mengusap pelan pipi sinyya.membuat wanita itu seketika merona malu.hingga satu suara membuat raut wajahnya seketika berubah


"cih.masih juga cantikan aku" cibir nya


membuat sinyya mendelik ke arah sumber suara "ya terserah kau saja.orang iri memang selalu berkata begitu."ujar sinyya acuh.membuat ke empat pangeran menyunggingkan senyum tipis di buat nya


berbeda dengan putri Orleans yang ingin sekali mencakar wajah sinyya namun terpaksa harus ia tahan.dalam hati nya ia mengumpat serapahi sinyya.


lu xianyi berdehem


"sudah ayok kita cepat berangkat,sebelum terlambat"


"sebentar-sebentar" tahan sinyya ketika mereka semua ingin melangkah menuju kereta kuda yang sudah di siapkan.terparkir dengan apik di depan gerbang istana.


"apa maksud kalian.dia akan ikut bersama kita?" tunjuk sinyya ke arah putri Orleans.membuat wanita itu memutarkan bola matanya malas


ke empat pangeran beralih menatap kepada orang yang di tunjuk sinyya.

__ADS_1


hingga helaan nafas terdengar dari arah lu xianyi.pria itu mengangguk pelan menjawab pertanyaan sinyya


sinyya mengerutkan alis nya


"mengapa dia tidak pergi duluan saja?"


ke empat pangeran mengedikan bahunya tidak tau.ya mereka pun tak tau mengapa wanita itu masih berada di sini mereka pikir putri Orleans dan ajudannya sudah berangkat terlebih dahulu.namun mereka salah ketika melihat putri Orleans tengah terduduk santai di temani ajudannya di arah gerbang.mereka pun tak tau dari mana asal kursi yang putri Orleans itu duduki.yah mungkin dari ajudannya atau salah satu prajurit di istana pangeran.mereka tak terlalu memikirkannya


hingga ketika lu tinyu bertanya dengan ketus mengapa putri itu masih ada di sini,dengan enteng wanita itu hanya berkata "aku hanya ingin berangkat bersama kalian.mengapa?. apakah ada masalah?" membuat lu tinyu mendengus di buat nya.mereka terlalu malas untuk berurusan dan menanggapi lebih lanjut putri kerajaan tetangga itu.biarlah wanita itu melakukan nya sesuka hati.selagi tak terlalu mengusik ketenangan mereka


sinyya mentap putri Orleans dengan memicingkan mata curiga "heii"tunjuk sinyya "mengapa kau tidak pergi duluan menggunakan kereta kuda mu?"


putri Orleans membalas tatapan sinyya dengan malas. "apa?" tanyanya "aku hanya ingin ikut menumpang,terjadi kerusakan di roda kreta kuda ku.sebagai tuan rumah apakah kalian tidak mampu memberikan tamu tumpangan?"


sinyya mendengus "alasan" cibir nya lalu berjalan memasuki kereta kuda.sebelum benar-benar naik sinyya kembali berbalik ke belakang


"mengapa kau mengikuti ku?" tanya sinyya bersedekap dada


"apa kau tuli haa?.aku kan tadi sudah bilang akan ikut menumpang."


putri Orleans tiba-tiba menggandeng erat tangan lu xianyi.membuat pria itu risih di buatnya."aku ingin satu kereta dengan pangeran lu xianyi kalau kau tak suka.kau saja yang pindah ke kereta kuda lain"ucap putri Orleans tak tau diri.sedangkan lu xianyi sudah beberapa kali ia ingin menjauhkan wanita itu dari tangan nya.namun wanita itu selalu kembali menempel seperti lem padanya


sinyya melotot mendengar itu,dengan cepat ia menyentak gandengan putri Orleans dari tangan lu xianyi.lalu mendekap pria itu dalam pelukannya.ke empat pangeran di buat frustasi melihat pertengkaran kedua wanita di hadapannya


sinyya menatap tajam putri Orleans.ia tak suka jika sesuatu yang menjadi miliknya di sentuh atau pun ingin di rebut oleh orang lain.ia tak suka!!.


"jangan jadi tidak tau malu.aku mengijinkan mu pergi bersama kami.bukan berarti kau boleh satu kereta dengan kami.gunakan kereta kuda yang lain.masih banyak yang kosong.kau bisa menggunakan nya satu kereta bersama ajudan mu" sinis sinyya seraya menarik lu xianyi untuk masuk ke dalam kereta kuda.membuat ke tiga pangeran lainnya berjalan memasuki kereta kuda lainnya.sedangkan putri Orleans mengepalkan kuat tangannya lalu berjalan ke arah kereta kuda paling belakang di ikuti oleh ajudannya, Orian.


mereka menggunkan 3 kereta kuda untuk pergi menuju istana utama.kereta kuda pertama di isi oleh lu xianyi dan juga yu sinyya.kereta ke dua di isi oleh ke tiga pangeran.dan kereta kuda ke tiga atau terakhir di isi oleh putri Orleans dan juga ajudannya.


kereta kuda mereka di kawal oleh beberapa prajurit menuju ke tempat yang di tuju.


___________

__ADS_1


sinyya tengah duduk di antara para suaminya.menatap banyak orang yang telah bergabung di aula istana.mengingat sebentar lagi acara akan segera di mulai


"pangeran aku ijin ke toilet.ingin buang air kecil"bisik sinyya ke arah lu xianyi yang duduk tepat di sebelah kanan nya


"mau aku temani?"


"tidak usah,aku bisa sendiri.tidak akan lama ko janji"bisik sinyya kembali.meyakinkan.


setelah berfikir beberapa detik.akhirnya lu xianyi menganggukan kepalanya setuju.


"ingat harus hati-hati,bila ada apa-apa beritahu aku.namun bila keadaannya mendesak putuskan gelang yang kau pakai.aku akan segera datang menyelamatkan mu"


sinyya menatap gelang yang pernah di berikan oleh lu xianyi di pergelangan tangannya.ia mengangguk


lu xianyi mengusap kepala sinyya pelan.lalu wanita itu segera berjalan keluar


ke tiga pangeran yang melihat sinyya beranjak dari duduknya dan pergi menuju ke arah luar.menatap lu xianyi meminta penjelasan


"toilet" balas lu xianyi ketika melihat tatapan ke tiga saudaranya.membuat ke tiga pangeran itu memelototkan matanya seketika.


"mengapa kau tidak bilang.aku akan pergi menemaninya takutnya terjadi sesuatu"


lu xianyi menahan pergelangan lu tian yang hendak berdiri dari tempatnya


"tidak usah.dia bilang bisa sendiri.percayalah padanya sinyya.dia tidak selemah itu.aku sudah memberikan gelang yang akan memberitahu kita bila terjadi sesuatu padanya"


lu tian kembali duduk ke tempatnya menuruti perintah lu xianyi dengan berat hati.ke dua pangeran lainnya pun terdiam. tadinya mereka juga akan ikut menyusul sinyya seperti lu tian.namun di urungkan ketika mendengar perkataan lu xianyi.ya semoga saja istri mereka itu baik-baik saja


________


sedangkan di lain sisi sinyya tengah meneliti ke sekitar ketika sudah ke luar dari aula istana.tadi ia sempat melihat putri Orleans keluar dengan gerak gerik yang mencurigakan.karena itu ia berniat mengikuti wanita itu.dengan beralasan ingin pergi ke toilet


namun lihat.sinyya sudah menyusuri hampir semua tempat di istana. namun ia tak kunjung menemukan wanita itu.sial ia kehilangan jejak karena terlalu lama beralasan dengan lu xianyi

__ADS_1


sampai ketika hendak memasuki taman istana belakang.ia di kagetkan dengan seseorang yang tiba-tiba membekap dan menarik tubuhnya.membuat sinyya meronta di buat nya.


__ADS_2