Putri Empat Pangeran

Putri Empat Pangeran
Bab79


__ADS_3

"ah! pagi tadi ibu membuatkan mu kue sayur brokoli, sebagai hukuman karena kamu sudah pergi tanpa se izin ibu,kamu harus menghabiskan nya tanpa sisa!"ujar sinyya setelah mengambil alih xion dari gendongan raja cendana


"huek,sangat menjijikan! Xion tidak mau"xion menggelengkan kepalanya ribut dengan ke dua tangan menutup mulutnya.membuat sinyya dan raja cendana tertawa di buatnya


"Sinyya?!"


Deg


Tubuh sinyya menegang ketika melihat keberadaan lu xianyi berdiri tepat di belakang raja cendana.


Mengapa ia baru menyadari nya?


Raja cendana menatap keduanya bergantian,Akhirnya ke dua orang itu tanpa sengaja bertemu.hati raja cendana risau di buat nya tanpa sadar tangannya mengepal,ada ketakutan tersendiri yang tertanam pada hatinya saat ini.dia takut, takut sinyya memilih kembali ke pada orang-orang itu,dan berakhir meninggalkan nya, walaupun dia tak berhak untuk tetap menahan sinyya di sisinya.tapi,perasaan tak ikhlas dalam melepas sinyya terasa sesak menggerogoti nya.


Matanya melirik pada sinyya wanita itu terdiam mematung, bibirnya tersenyum masam ketika melihat manik mata wanita itu ikut berkaca-kaca sama halnya dengan lu xianyi.sebegitu merindukannya kah sinyya pada pria itu?


Tak lama raja cendana menormalkan wajahnya,ia tersenyum tipis ketika melihat sinyya beralih menatap nya "aku akan pulang,terimakasih karena sudah menjaga xion"


"Sudah sewajarnya, karena xion juga putra ku.kau tak perlu tak enak hati untuk itu"


Sinyya mengangguk dengan senyum tipis pada wajahnya "ya dia putra mu" tanpa sadar sinyya melirik ke arah lu xianyi kembali,namun ia tak bisa mengetahui apa yang pria itu fikirkan, matanya hanya menatap kosong padanya,tanpa ada satu kata pun yang terucap.berusaha untuk tetap tak peduli, sinyya memutuskan untuk berbalik dan segera pergi dari istana,namun lagi dan lagi sebuah kejutan kembali menahannya.


"Aku akan mengan--" bibir raja cendana terkantup kembali ketika mendapati seseorang berdiri tak jauh di hadapan mereka.


Sinyya menghapus air mata yang berhasil menetes,mengapa sang dewi seperti mengujinya kembali dengan mempertemukannya dengan ke dua orang itu.


"Wahh... sinyya, apakah matahari sudah terbit dari barat?" Seru pangeran redena memecah keheningan seraya melompat dari atas kudanya, sepertinya pria itu baru pulang dari luar, entah lah sehabis dari mana hanya pria itu saja yang tau.


"Tidak biasa nya kau mau mampir ke istana,ada apa?" Lanjutnya dengan tersenyum tengilnya mentap sinyya.alis nya terangkat sebelah melihat ke terdiaman sinyya,dan..ada apa dengan suasana hening ini?.apalagi wanita itu seperti tengah menahan tangis.


Tangannya terangkat menutupi mulut,ketika sudah memahami sesuatu.matanya melirik pada sinyya,sang kakak,lu chenyu dan juga lu xianyi secara bergantian.


Semuanya hening.sebelum akhirnya sinyya berjalan melewati tubuh lu chenyu yang masih diam mematung dan menarik tangan pangeran redena untuk mengikuti nya.

__ADS_1


"Ibu?" Tanya xion bingung, dirinya hanya menurut ketika di dudukan di atas kuda milik pangeran redena.


"Tolong,antar kami pulang"ucap sinyya pelan,tanpa kata pangeran redena segera naik ke atas kuda di ikuti sinyya yang duduk di belakangnya,ketika merasakan pelukan sinyya di perut dan pinggangnya pangeran redena segera memacu kudanya meninggalkan istana.


"Sinyya?"lirih lu chenyu, air matanya menetes begitu melihat sang kakak berlari mengejar sinyya melewati dirinya.


Ia berbalik hendak mengejar sinyya mengikuti sang kakak.tapi seruan seseorang menghentikan langkah mereka.


"Tutup gerbangnya!"perintah raja cendana di ikuti para pengawal yang segera menutup gerbang itu usai mendapati sinyya dan juga sang pangeran keluar dari wilayah istana.


Kedua pria itu menatap raja cendana tajam, yang di balas dengan tatapan datar dari pria itu "biarkan dia sendiri,ini bukan saat yang tempat untuk kalian menemuinya"


Lu xianyi menghembuskan nafasnya pelan,berusaha mengontrol emosinya yang ingin menghajar orang di depannya karena sudah berani menghentikan dirinya dalam mengejar sang wanita.


"Apa hubungan mu dengan sinyya?"


Raja cendana terdiam menatap ke duanya intens "anak lelaki tadi adalah putraku! dan.. juga putra sinyya."


Mata ke dua orang itu bergetar mendengar perkataan raja cendana,tangan mereka mengepal menahan gejolak emosi dan juga rasa sakit pada dada mereka yang seakan menusuk.


Sudut bibir raja cendana terangkat ke atas "kalian pasti tak bodoh,dalam mengartikannya!"usai mengatakan itu raja cendana kembali pergi memasuki aula. perjamuan masih berjalan dan dia sebagai tuan rumah tak bisa meninggalkannya begitu saja.


Setelah melihat punggung raja cendana yang perlahan menghilang di antara pintu aula. Lu chenyu berjalan pergi tak tentu arah, meninggalkan halaman istana dengan pandangan kosong,saat ini otaknya tak bisa berfungsi dengan baik.di pertemukan kembali dengan sinyya membuat hatinya merasa senang namun ada banyak hal bertentangan yang masuk ke dalam otaknya.


Begitu pun dengan lu xianyi pria itu juga meninggalkan halaman istana dan mencari tempat untuk menenangkan fikirannya.


Lexar berdiri di sebelah Qian menatap ke dua majikannya yang terlihat seperti orang linglung.


"Ada apa dengan mereka?" Tanya Lexar tanpa melirik Qian, pandangan nya masih tertuju pada dua orang kakak beradik yang terlihat seperti tak bernyawa itu.


"Entah lah aku pun tak tau, mereka terlihat seperti orang yang kekasihnya tengah di bawa lari"


"Kau benar,tapi!,ngomong-ngomong wanita tadi sangat cantik!"

__ADS_1


"Ya!,jika tampan itu adalah aku!"


Lexar memutar bola matanya malas,menendang tulang kering Qian lalu berlari menyusul sang tuan.


Qian mendelik di buat nya tangannya mengusap kakinya yang terasa berdenyut ia yakin saat ini pasti kakinya sudah membiru.lihat saja apa yang akan ia lakukan pada pria itu.


___________


Pangeran redena terus memacu kudanya melewati hutan dia sengaja mengambil rute memutar,agar tak banyak di perhatikan oleh warga sekitar, salah satu alasan lainnya juga agar membuat sinyya merasa lebih tenang.


Sedari tadi ia terus terdiam tanpa ada niatan membuka mulutnya,atau sekedar menanyai keadaan sinyya.ia fikir saat ini yang sinyya butuhkan bukanlah pertanyaan melainkan ketenangan untuk mengatur setiap emosi dan fikirannya.


Setelah sampai di depan rumah sinyya, pangeran redena segera turun dari atas kudanya,lalu berlanjut menurunkan xion ke atas tanah.


Mengusap kepala xion pelan,pangeran redena berucap dengan pelan "masuk lah terlebih dahulu,ada sesuatu yang ingin paman bicarakan dengan ibumu"


Xion menatap sinyya wanita itu tersenyum lembut menatap nya.ia yang mengerti ada yang salah dari ibunya setelah kejadian tadi hanya menganggukan kepalanya lalu berlalu masuk ke dalam rumah,mungkin setelah berbicara dengan pamannya sang ibu akan bisa kembali bersikap seperti biasanya.


Pangeran redena beralih menatap sinyya. lalu membawanya ke dalam dekapannya, tangannya terangkat mengusap punggung sinyya.walaupun dia sering bersikap konyol namun di waktu tertentu pangeran redena bisa bersikap dewasa dan menenangkan sinyya layaknya seorang kakak.


"Tenanglah!,semuanya akan baik-baik saja" bisiknya pelan di telinga sinyya,ia yakin saat ini wanita itu tak baik-baik saja,banyak beban fikiran yang perempuan itu pikul saat ini.pertemuannya secara tiba-tiba dengan orang-orang di masalalu membuat guncangan tersendiri pada diri sinyya.


Sepanjang jalan perempuan itu memeluknya dengan erat seperti tengah gundah dan resah akan sesuatu.


"Apapun yang terjadi,aku akan selalu ada untukmu dan xion"


"a-aku takut mereka mengetahui siapa xion,dan mengambilnya pergi dariku" pelukan sinyya mengerat pada punggung pangeran redena.hal itu adalah ketakutan terbesar sinyya ketika bertemu dengan mereka.dia takut,takut jika dirinya di paksa untuk jauh dari putranya,ia tidak akan rela bila hal itu terjadi padanya,sampai kapanpun,xion adalah putranya, harta paling berharga bagi nya,dia tak akan sanggup bila harus berpisah dari xion.tidak akan dia biarkan siapapun merebut xion darinya.


pangeran redena melepaskan pelukannya, tangannya terulur menangkup pipi sinyya "tenang saja,tak akan ada yang bisa merebut xion darimu!.hal itu tak akan pernah terjadi!,percaya lah padaku"


"Aku akan mengutus beberapa kesatria untuk berjaga di sekitar rumah mu,aku yakin setelah melihat mu siang tadi, mereka akan mulai mencari keberadaan mu"


Sinyya melepaskan tangan pangeran redena dari wajahnya,dan menggenggamnya dengan lembut "tidak perlu,apa kau sudah melupakan siapa aku?"

__ADS_1


Pangeran redena terkekeh,ah dia melupakan sesuatu karena terlalu lama menjalani hidup dengan normal,hingga hampir beranggapan bahwa sinyya sama dengan wanita pada umunya.


"Kelompok bayangan ku akan mulai melakukan tugasnya kembali,enam tahun sudah cukup untuk mereka bersantai"


__ADS_2