Putri Empat Pangeran

Putri Empat Pangeran
Bab25


__ADS_3

Malam ini lu tian berniat pergi ke paviliun sinyya usai selesai dari ruang kerjanya ia


hingga akhirnya kini ia tengah berdiri di depan pintu ruang tidur sinyya


krekkk~


pintu ruang kamar sinyya terbuka dari dalam sebelum ia membukanya


"hormat hamba yang mulia pangeran" ujar liu su setelah menetralkan keterkejutannya


ya gimana ga terkejot pas buka pintu liat orang tampan berdiri di hadapannya kalaupun author yang ngalamin pasi langsung nemplok, rejeki kan ga boleh di tolak (⁠◍⁠•⁠ᴗ⁠•⁠◍⁠)


lu tian berdehem menanggapi


"putri baru saja tertidur yang mulia" ujar liu su menjelaskan


"biar kan saja tidak perlu di bangunkan,aku akan tidur di sini untuk malam ini,kau pergi saja ke kamar mu" perintah lu tian lalu masuk ke dalam, seraya menutup pintu meninggal kan liu su di luar


liu su menatap pintu itu dengan tersenyum, sepertinya putrinya akan mendapatkan malam yang indah, pikirnya lalu berjalan meninggalkan ruang kamar sinyya


___________


lu tian duduk di tepi kasur sinyya,menatap sinyya yang telah terlelap dalam tidurnya


"kau begitu cantik walaupun saat menutup mata" lu tian mengusap pipi sinyya dengan punggung tangannya

__ADS_1


ia tersenyum lembut memandang wajah damai sinyya "maafkan aku dan ke tiga pangeran lainnya,karna telah memperlakukanmu dengan kasar selama ini"gumamnya mengelus rambut kepala sinyya lalu mengecup keningnya pelan


___________


pagi ini sinyya terbangun dari tidurnya,ia merasakan berat di perutnya seperti ada tangan kekar yang tengah memeluk nya erat


sinyya berbalik ke arah samping guna memastikan,ia terkejut melihat orang yang kini tengah tertidur tepat di sebelahnya


Lu tian?mengapa dia bisa ada di kamar ku,pikir sinyya


ia memandang wajah damai lu tian,sangat tampan menurutnya,alis tebal,dengan bibir tipis seksi, serta hidung mancung bak perosotan,aish mengapa para suaminya bisa setampan ini


sinyya mengalihkan semua pikirannya,ia mencoba untuk bangun mengangkat tangan lu tian dari perutnya,dengan hati-hati


namun tiba-tiba lu tian menarik sinyya kembali kedalam pelukannya


"tapi"ingin protes,namun sinyya urungkan kembali melihat wajah damai lu tian di hadapannya


sinyya mendesah pelan,sulit sekali ia menolak pesona lelaki tampan di hadapannya ini


jantung nya selalu saja berdebar,ia masih belum terbiasa di perlakukan semanis ini oleh empat pangeran,dua minggu lama sudah berlalu semenjak kejadian terbongkarnya semua kejahatan permaisuri di aula istana,setelah itu secara tiba-tiba ke empat suaminya selalu gencar untuk mendekatinya,kata maaf sering kali mereka ucapakan hingga membuatnya menjadi pusing sendiri, masalahnya orang yang seharusnya mendengar kata itu telah hilang entah kemana sehingga tergantikan oleh dirinya,apa lagi tingkah mereka yang semakin posesif terhadap nya,tapi sialnya ia sangat menyukainya,iya lah siapa juga yang akan rela menolak perhatian dari pria tampan?


...author pun, author pun sama(⁠*⁠´⁠ω⁠`⁠*⁠)...


_____________

__ADS_1


matahari sudah terlihat terang di luar, cahaya nya masuk ke kamar sinyya menembus sela-sela jendelanya


sinyya terusik ia terbangun dari tidurnya dengan ke adaan saling berpelukan dengan lu tian,aish dia sangat menikmati ini semua,tapi ia harus cepat-cepat bangun ia sudah ke siangan saat ini


dengan perlahan sinyya keluar dari dekapan lu tian,mencoba agar tak mengusik tidur lelap pria itu


sesudah berhasil ia berjalan ke arah pintu


"liu su" panggil sinyya dengan tangan memegang ke dua pintu kamar nya


"ya yang mulia, selamat pagi" ujar liu su yang tengah berdiri di depan pintu kamar sinyya


"pagi apanya,ini sudah siang"ujar sinyya mengalihkan tatapan nya ke arah matahari yang terlihat terik di atas sana


liu suh menggaruk tengkuk nya tersenyum canggung,ya maksudnya kan jika menyapa selamat siang pada putri yang baru terbangun dari tidurnya saat rasanya kan sangat aneh


sinyya menggeleng kepalanya pelan menatap liu su tak habis pikir


...aish padahal kan salah dia sendiri bangun ke siangan:author :v...


"tolong siapkan aku air,aku ingin segera mandi rasanya badanku sangat lengket"


liu su tersenyum menanggapi


"baik yang mulia"

__ADS_1


_____________


__ADS_2