Putri Empat Pangeran

Putri Empat Pangeran
Bab 9


__ADS_3

jantung sinyya tiba tiba berdetak kencang dengan muka nya yang tiba tiba merah merona


"kenapa muka mu merah sekali?apakah kau masih sakit" tanya chenyu khawatir seraya memegang kening sinyya dengan punggung tangannya


sinyya melepaskan tangan chenyu dari keningnya


"ah tidak aku tidak apa-apa,mungkin aku hanya sedikit gerah,kalau begitu aku akan berendam dulu di air agar lebih segar"


"buuu"


"ka kalau begitu hamba ijin undur diri dulu pangeran" ucap sinyya memotong perkataan chenyu dengan cepat, lantas ia berdiri dan meninggalkan pangeran masuk ke kediamannya


"heyy,," sebelum chenyu melanjutkan perkataanya sinyya sudah keburu menutup pintu kediamannya dan masuk kedalam


"bukanya hari ini dingin ya? angin nya kan lumayan kencang,apa dia sakit ya" tanya chenyu pada dirinya sendiri,aish tiba-tiba dirinya khawatir memikirkan sinyya


"ah sudahlah lebih baik aku kembali dulu kekediaman ku dan melanjutkan pekerjaanku,lalu setelah itu baru aku akan ke mari lagi"


_____________


"kenapa jantungku berdegup kencang ketika pangeran chen mengecup kening ku,aish dasar jantung murahan"

__ADS_1


"ahh aku sudah lupa,hari ini kan aku harus ke kediaman cecunguk itu dan merawatnya,kalau tidak dia bisa marah besar nanti dan mengatai ku tidak tanggung jawab padanya" monolog sinyya seraya memukul mukul kepalanya


"sudahlah lebih baik aku melihat ke adaan di luar dulu apakah pangeran chen sudah pergi atau tidak,kalau sudah baru aku akan menemui cecunguk itu" gumam sinyya seraya berbalik ke arah pintu,membuka sedikit pintu agar bisa melihat ke adaan luar tanpa di ketahui oleh chenyu , jaga jaga jika dia masih berada di halaman kediamannya


sinyya mengelus lega dadanya


"huff akhirnya dia pergi juga"


sinyya pun segera keluar dari kediamannya tujuannya kali ini adalah kediaman pangeran lu tinyu


________


ya memang sebenarnya dari kemarin kakinya itu sudah sembuh dan sudah tidak sakit lagi,dan ini adalah hari ke lima sinyya merawatnya,dia sengaja pura-pura masih sakit agar mendapat perhatian dari sinyya


__________


"bagaimana ke adaan mu apa kau sudah baikan?" tanya sinyya seraya duduk di kursi samping tempat tidur tinyu


"hmm sudah mulai sedikit membaik" jawab tinyu acuh


"baiklah,apa kau sudah makan?"

__ADS_1


"belum"


"kalau begitu aku akan meminta pelayan untuk membawakan mu makanan,dan maaf aku hari ini terlambat karena barusan ada pangeran chenyu ke kediaman ku" jelas sinyya seraya memanggil pelayan


"chenyu datang ke kediaman mu?" seketika tinyu berbalik ke arah sinyya seperti ingin mendengar penjelasan


"hormat hamba tuan putri dan juga pangeran" ucap pelayan yg sudah datang menghadap sinyya dan tinyu


"tolong ambilkan makanan untuk ku dan pangeran tinyu aku akan makan bersamanya"


"baik yg mulia tuan putri" ucap pelayan seraya berbalik pergi meninggalkan sinyya dan juga tinyu


"ya pangeran tinyu datang ke kediamanku untuk menjenguk ku dan memberitahu bahwa ada pesta besok malam di istana lagi pula dia juga suamiku kan,jadi tidak aneh jika dia datang ke kediaman ku" sinyya berbalik kembali dan menatap tinyu untuk menjawab pertanyaan nya


ia membalikan arah pandang nya ke samping,raut wajah lu tinyu tiba-tiba terlihat murung


"owhh baiklah"


apakah kau juga menganggap ku suami mu seperti halnya menganggap chenyu,tapi perlakuan mu berbeda terhadap ku dan chenyu kau selalu lembut jika berhadapan dengan nya tapi sedangkan dengan ku ,kau seperti membenciku,ahh kenapa aku malah memikirkan mereka atau apakah aku mulai menyukai wanita bodoh ini?


sinyya yg melihat perubahan perubahan pada muka tinyu hanya mengerutkan dahinya tidak mengerti

__ADS_1


__ADS_2