
"yang mulia raja terdahulu memasuki ruangan!"
Raja cendana mengernyitkan dahinya heran,ada apa dengan ayah nya,tak biasanya pria tua itu mau menghadiri acara perjamuan seperti ini, apalagi ini merupakan perjamuan yang di hadiri oleh utusan dari berbagai kerajaan.saat masih bertahta pun pria itu enggan turun langsung dan bercengkrama dengan para bangsawan,jika pun itu pertemuan penting biasanya dia atau redena lah yang pria itu utus untuk menghadiri acara dan perjamuan itu menggantikan dirinya.memang pria tua itu merupakan pria pemalas, ayah nya hanya mempunyai gelar raja,tetapi semua tugas raja, pria itu membebankannya pada dirinya dan redena.yang di lakukannya ketika mejadi raja hanya duduk di singgasana seraya menguap mendengarkan rapat para bangsawan kerajaan cenbreansa yang bersifat wajib ia hadiri setiap bulannya.dan hanya mengeluarkan satu atau dua kata dengan suara malas itupun bila di tanya,bila tidak dia hanya akan diam dengan punggung yang bersandar seperti menahan kantuk.
Semua orang yang berada di ruangan itu berdiri seraya membungkukan badan,sebagaimana bentuk kesopanan dan penghormatan mereka,walaupun di dalam ruangan itu di dominasi oleh para raja,tak membuat mereka merasa paling tinggi sehingga mengabaikan penghormatan sebagai dasar tatak krama bangsawan.
Mantan raja cenbreansa itu hanya mengibaskan tangannya,tanda agar para raja dan bangsawan yang berada di ruangan itu tak perlu menghiraukannya.
Dengan langkah sedikit tergesa pria tua itu berjalan ke arah raja cendana,mendorong seseorang pria kecil ke hadapan raja cendana dengan pelan.
"Aku titip cucuk ku terlebih dahulu,batin ku merasakan akan terjadi sesuatu pada diriku sebentar lagi"
Raja cendana menatap datar ayah nya,setelah mengatakan itu pria tua itu langsung berbalik melarikan diri dari aula istana.
Tak menghiraukan tingkah laku sang ayah,raja cendana segera menunduk menatap bocah kecil di hadapannya,dengan tersenyum lembut.
"Hey jagoan!,dengan siapa kau kemari?"Tanya nya seraya mengangkat pria kecil itu duduk di pangkuannya di atas singga sana.
"Kakek yang membawaku kemari ayah,dia bilang aku akan bertemu dengan banyak wanita cantik" usai mengatakan itu mata xion mengedar ke segala arah
Raja cendana mendengus,sudah ia duga. bukannya dia tak suka xion mendatangi istananya masalahnya adalah pria itu selalu saja memancing keributan dengan sinyya salah satu nya dengan menggunakan xion,dia yakin pria tua itu tak memberitahukan tentang dirinya yang membawa xion kepada sinyya,dan membuat wanita itu khawatir kehilangan anaknya.
__ADS_1
Dan satu lagi saat ini bukanlah saat yang tepat membawa xion ke istana, sebenarnya apa yang di fikirkan pria tua itu hingga membawa xion dan menggiringnya ke aula istana seperti ini.matanya tak sengaja menatap ke arah lu xianyi,pria itu hanya diam dengan wajah datar nya dan sesekali mengangguk menimpali pembicaraan beberapa raja di dekatnya.ya lu xianyi lah yang ia takutkan,semoga pria itu tak mengenali xion sebagai anaknya.
"Apa yang kau cari?,apa kau benar-benar mencari seorang wanita disini?"
Xion mendongak menatap wajah raja cendana sekilas lalu kembali menatap ke arah depan dengan kepala menggeleng.
"Tidak,aku hanya memastikan bahwa yang di katakan kakek benar atau tidak, selebihnya aku tak peduli, walaupun ada banyak wanita cantik di sini, menurut ku hanya ibulah yang paling cantik di dunia,mereka semua terlihat jelek di mataku" jawabnya acuh
Raja cendana terkekeh,mendengar perkataan pria kecil itu, matanya ikut mengedar ke segala penjuru menatap para putri yang hadir di acara perjamuan ini, membuat para putri yang merasa di perhatikan menunduk malu dan sebagian lagi terlihat senang ketika menangkap pandangan sang raja cendana menatap dirinya.
Siapa yang tak ingin bersanding dengan raja cendana pria itu sangatlah tampan,kuat dan juga cerdas dalam memerintah kerajaan cenbreansa yang merupakan kekaisan terkuat kedua setelah kekaisaran jinsucha,jika dulu kekuatan mereka setara namun saat ini kekaisan jinsucha satu tingkat lebih kuat di banding kekaisaran cenbreansa.yang pastinya hal itu terjadi tidak lain dan tidak bukan,akibat tindak tanduk ke tiga pangeran dan juga raja baru kekaisan jinsucha yang begitu bengis dan berambisi memajukan kekaisan nya pada sekala yang lebih besar, setelah usai penyerah kekuasaan raja retara.
"Ya kau benar ibumu merupakan wanita paling cantik di dunia ini"ucapnya menimpali, membuat xion mengangguk dengan semangat
Raja cendana melirik salah seorang perempuan yang berdiri tak jauh dari singga sananya.seperinya perempuan itu merupakan salah satu putri dari kerajaan lain yang di bawa ayah nya menghadiri perjamuan ini.
Tak heran banyak putri bangsawan yang hadir di sini,acara ini merupakan acara perjamuan yang di adakan setahun sekali untuk memper erat hubungan serta menjalin kerjasama antar kerajaan,hal yang sering terjadi dan banyak raja-raja lakukan adalah dengan menjodohkan para putri serta pangeran melalui perjamuan ini.biasanya perjamuan ini di adakan bergilir tiap tahunnya di tiap ke kaisaran sebagai tuan rumah.terdapat tiga ke kaisaran di benua ini, kekaisaran jinsucha berada di urutan pertama terkuat, ke dua ke kekaisaran cenbreansa dan ke tiga adalah kekaisaran driagana.kekaisaran sendiri merupakan wilayah yang di pimpin oleh satu raja yang di mana wilayah yang mereka pimpin memiliki cakupan yang sangat luas di bandingkan kerajaan biasa.
Raja cendana tersenyum tipis menatap wajah xion yang menampilkan raut datar di pangkuannya,ia lantas mendongak.ah sepertinya bukan hanya perempuan itu saja yang merasa penasaran akan status xion melainkan hampir sebagian orang di aula istana ini, terlihat dari mereka yang menatap dirinya seperti tengah menunggu sebuah jawaban.
"Ya,dia merupakan putraku"
__ADS_1
Sang putri yang bertanya tadi menganggukan kepalanya, tersenyum tipis menatap wajah xion yang masih terlihat lempeng.
"Dia sangat tampan.."
"Tentu" balas raja cendana mengusap pucuk kepala xion
Setelah itu tak ada lagi pertanyaan yang terlontar di dalam aula itu,raja cendana memang di kenal belum memiliki ratu di sisinya tapi itu tak menutup kemungkinan ia tak bisa memiliki anak dari wanita lain, mempunyai anak di luar nikah,bukanlah hal yang tabu bagi seorang raja,banyak raja dan para bangsawan yang memiliki anak dengan kekasihnya maupun dengan istri nya yang hanya di berikan setatus selir tanpa di angkat menjadi ratu,karena bagi sebagian raja, untuk menjadi seorang ratu memiliki kualifikasi lain yang harus mereka penuhi,tidak serta merta hanya berpatok pada sang wanita yang merupakan istri pertama saja.
Lu xianyi mentap ke dua pria berbeda usia itu tanpa emosi pada wajahnya,dia hanya menatap datar pada raja cendana yang terlihat menampilkan senyum tipis nya ketika sesekali menatap anak lelaki di pangkuannya.
Lu xianyi merupakan tipe pria yang biasanya tak begitu mementingkan urusan orang lain,namun melihat anak lelaki itu membuat perasaan asing hinggap di hati nya,tanpa mereka sadari sedari tadi lu xianyi selalu mencuri pandang pada anak lelaki itu sesekali.
Dari sang anak yang berjalan masuk bersama raja terdahulu lalu duduk di pangkuan raja cendana hingga berceloteh membalas ucapan pria itu.ketika melihat gerak bibir anak lelaki itu yang memanggil ayah kepada raja cendana entah mengapa membuat hati nya merasa tak suka dan sedikit gundah.sebenarnya ada apa dengan dirinya?. mengapa pria kecil itu seperti memiliki magnet yang membuatnya selalu tertarik menatap dirinya.
_________
"Yang mulia, Terdapat nyonya sinyya di depan pintu aula, sepertinya beliau ingin menjemput tuan muda xion"
Raja cendana tak bergeming di tempat tak tau apa yang pria itu pikirkan sebelum akhirnya mengangguk pada pengawal yang memberi nya laporan.
Raja cendana tersenyum pada beberapa bangsawan dan juga raja yang sedari tadi berdiri berbicara dengannya membicarakan tentang kerja sama yang akan mereka lakukan tak lama ini.
__ADS_1
"Akan saya tinggal dulu sebentar,silahkan kalian melanjutkan pembicaraannya,nanti saya akan menyuruh asisten saya untuk menghubungi anda dan menyepakati kerja sama kita"
Para bangsawan dan raja itu mengangguk dengan sopan,setelah itu raja cendana berjalan meninggalkan mereka di dalam aula dengan xion yang tak pernah ia turun kan dari gendongan nya sedari awal dirinya melakukan negoisasi dengan beberapa bangsawan.bukan apa,raja cendana hanya takut bila sesuatu terjadi pada xion, walaupun xion sangatlah pintar dibandingkan anak seusianya,namun itu tak membuat raja cendana bisa berhenti untuk tidak mengkhawatirkan nya,bila meninggalkan xion berdiri sendiri di tengah ruangan.semua kemungkinan buruk bisa saja terjadi pada xion dan hal terkecil nya xion bisa saja tersesat di antara banyaknya para bangsawan di ruangan ini.