Putri Empat Pangeran

Putri Empat Pangeran
Bab55


__ADS_3

Sinyya terus bergerak gelisah dalam tidurnya, keringat dingin membasahi pelipis nya.


"Tidak, tidak.tidakk!!"


Wanita itu terlonjak kaget.membuka matanya dengan cepat.nafas memburu keluar dari mulut nya.memijit pelipis nya dengan pelan, sinyya menoleh ketika mendengar suara pintu kamar nya terbuka dari luar.


Ia terdiam menatap datar pria yang tengah berjalan menghampiri nya, hingga akhirnya bibirnya tersenyum ketika mata pria itu bersitatap dengan mata nya.


"Kau sudah bangun?"


Sinyya mengangguk menanggapi, bibir lu tian tertarik ke atas membentuk senyuman manis.


"Mengapa kau berkeringat banyak sekali, apa kau baru saja mengalami mimpi buruk?"lu tian mengusap peluh pada kening istrinya dengan mata menatap intens wajah cantik itu


"A-ah tidak,aku hanya sedikit merasa gerah saja.mungkin karena itu aku berkeringat"


Lu tian mengangguk, lengannya beralih memeluk tubuh wanita itu ,membawa kepalanya masuk pada ceruk leher sang istri.


"Haruskah kita tetap berdiam diri di sini?"lu tian menghirup rakus wangi lavender yang menyeruak dalam tubuh sinyya.ia merasa enggan untuk bangun dari posisi ini, rasanya lu tian sangat ingin mengurung sinyya untuk dirinya sendiri, berada dalam dekapannya.


Sinyya mendengus,ketika merasakan cubitan di balik punggungnya,mengacak rambut lu tian secara kasar, tangan nya beralih mengangkat kepala lu tian agar berhadapan dengan wajahnya.ia tersenyum manis menatap sang suami.


"Haruskah aku membunuhmu saat ini?!.agar kau tak terus-terusan menganggu ku?"


Lu tian terkekeh lantas mencium bibir sinyya singkat "mengapa bibir mu selalu terasa manis,hingga membuatku candu?"lu tian mengecup bibir sinyya kembali dan memberikan sedikit ******* pada bibir tebal istrinya


Sinyya menekan hidung lu tian dengan jari telunjuknya,agar sedikit menjauh dari wajahnya,lantas ia berdiri setelah terlepas dari kukungan sang suami.


"Entahlah mungkin karena aku menyukai makanan manis"jawab sinyya asal


Lu tian menatap sinyya dari bawah, istrinya itu selalu terlihat cantik dari sisi manapun ia melihat."apakah kau ingin pergi mandi?"


Sinyya melirik lu tian sekilas,seraya membetulkan rambut nya agar tak terlalu terlihat berantakan "hmm,apa kau masih mau tetap di sini?"


Tak mendengar jawaban dari lu tian,membuat sinyya menoleh menatap lu tian,seraya berdecak pinggang.pria itu masih menatap nya secara intens"apa kau ingin mengintip istrimu mandi?,mengapa kau masih berada di sini?"

__ADS_1


Lu tian menaikan sebelah alisnya.lantas menarik sinyya agar lebih berdekatan dengannya, kakinya menghimpit kaki wanita itu, tangannya mengalung di sekitar pinggang sinyya.


"Tak bisakah kita mandi bersama?,kau kan istri ku,jadi mengintip pun tak masalah" balas lu tian ke lewat enteng dengan senyum cerah menghiasi wajahnya


Sinyya mendengus,menangkup pipi pria itu,lalu mengecup hidungnya sekilas,hingga membuat lu tian memejamkan mata sebentar."apa sekarang kemesuman mu semakin meningkat?,tidak hanya mengesalkan ternyata sekarang kau pun menjadi lebih menakutkan"


Lu tian mengeratkan pelukannya,dengan kepala yang mengender pada dada istrinya "aku hanya mesum madamu saja bila kau tau"gumam lu tian.tak lama ia mendongkan wajahnya menatap sang istri"apakah kau selama ini tak takut padaku?"lu tian menatap sinyya dengan kening mengerut


Sinyya melepaskan pelukan lu tian dari tubuhnya lalu ia berbalik hendak berjalan ke ruang mandi,"mingkin?!,sedikit"


Lu tian berdiri, bibirnya terkekeh mendengar ucapan sinyya "sedikit katamu?,mengapa sedikit?!.bukannya semua orang hampir bergetar bila berhadapan dengan ku,mengapa kau bilang hanya sedikit takut"


Sinyya berbalik mengerutkan alisnya samar,lantas bersedekap dada menatap nyalang ke arah lu tian,"apa maksudmu?,apa kau mau aku takut padamu?,apa kau mau istrimu takut pada suaminya sendiri?.yang benar saja"


Lu tian tergagap di tempat nya "t-tidak bulan begitu maksud ku"


"Sudahlah lebih baik kau keluar dari kamarku,karena aku merasa takut melihat mu di sini.badan ku hampir bergetar saking takutnya"


Sinyya menaraik lu tian dan mendorong nya k arah pinta, "ti-tidak bukan begitu maksud ku sayang,dengar kan aku?!"lu tian memasang wajah memalas berbalik menatap sang istri


Sinyya sudah kepalang kesal menghadapi lu tian "aku bilang keluar,sebelum aku pingsan karena merasa takut pada mu" sinyya mendorong lu tian kembali secara paksa agar berbalik kembali menghadap pintu


Lu tian memejamkan matanya erat,ketika mendangar suara bantingan pintu terdengar keras di telinga nya.dengan cepat lu tian kembali berbalik,mengetok pintu kamar sinyya dengan keras.


"Sayangg,bukan begitu maksudku.dengarkan aku sebentar____sayangg?,istriku?"


"Akhh"lu tian mengusap wajahnya frustasi ketika tidak mendengar balasan dari sang istri di dalam kamar, sepertinya istrinya itu benar-benar marah.mengapa dia harus mempertanyakan hal konyol seperti itu?,tentu saja suami mana yang ingin di takuti oleh istrinya sendiri?.


"Sial"Lu tian mendengus meratapi kebodohan nya,menatap pintu kamar sinyya kembali dengan sekilas lalu berbalik meninggalkan ruang kamar sang istri


_______


"Sayangg~"


Lu tian terus saja berjalan mengikuti langkah sinyya dari belakang,sejak sarapan,melihat pelatihan kesatria,hingga pulang dari barak kesatria, sinyya terus saja mendiam kannya.membuat lu tian ingin sekali membopong wanita itu secara paksa dan membanting nya ke atas ranjang untuk ia nikmati,tapi dengan cepat lu tian menghempas semua fikiran itu,jika dia melakukannya maka kemungkinan besar sinyya bukan hanya menjuhi nya saja tapi bisa saja mendepaknya dari kehidupan wanita itu.memikirkannya saja membuat lu tian menjadi gila sendiri

__ADS_1


"Sinyya~"


"Sayang~"


"Istri ku~"


"Cinta ku~"


"Maaf kam suamimu yang tampan ini"


Sinyya berdecak mendengar panggilan-panggilan menggelikan dari lu tian,langkahnya terhenti ketika melihat putri Orleans datang dari arah luar istana dengan penampilan seperti orang gila, bajunya sudah hampir compang camping keseluruhan,rambutnya berantakan dengan wajah memerah dan kantung mata yang hitam.


Sinyya menaikan sebelah alisnya ketika wanita yang merupakan putri dari kerajaaan resanta itu Hendak berjalan melewatinya.


"Hal menyenangkan apalagi yang kau mainkan,hingga membuatmu pulang dengan ke adaan mengagumkan seperti ini?"


Putri Orleans berthenti ketika mendengar suara sinyya mengintrupsi langkahnya,ia tak melihat istri dari empat pangeran itu telah berada di jalan yang akan ia lewati, fokusnya terlalu tertuju pada ke jadian yang menimpanya,hingga membuat dirinya berjalan dengan tergesa tanpa memperdulikan sekitar,saat ini tujuannya hanya ingin segera menumpahkan semua rasa lelahnya di dalam kamar inapnya selama di istana ini.


"Ku kira kau sudah kembali ke habitat asal mu di kerajaan sebelah" cetus lu tian ikut menimpali,sama seperti sinyya dirinya juga merasa heran melihat penampilan wanita itu yang jauh dari kata baik-baik saja.


Putri Orleans melirik tajam dua orang yang telah menghentikan jalannya, emosinya tiba-tiba kembali meluap melihat wajah ke dua orang itu "ini semua pasti gara-gara dirimu sinyya!"putri Orleans menujuk wajah sinyya dengan nafas yang memburu "puas kau?,puas melihat ku telah sehancur ini.rencanamu berhasil dalam menggoyahkan mental ku!" Lirih wanita itu di akhir kalimat


Lu tian menatap datar putri Orleans, yang sudah berteriak kesetanan di hadapan sinyya "Apa kau sudah gila?" Decak nya menatap jijik ke arah putri Orleans


Putri Orleans menghapus jejak air mata yang jatuh membasahi pipinya, matanya bergerak melirik lu tian dengan mata memerah,setelah itu bergulir menatap sinyya yang terlihat mengerutkan alisnya mentap aneh ke arah nya.


"apa magsud mu?


Putri Orleans tertawa sumbang "jangan so tak tau,aku yakin swmua kejadian yang menimpaku adalah karena ulah mu,tapi ingat ini baik-baik.aku akan membalas mu bahkan kalian dengan cara yang berkali-kali lipat.kalian akan merasakan kehancuran melebihi dari kehancuran diri ku." Tekan putri Orleans setelah itu berjalan meneruskan langkahnya meninggalkan ke dua orang yang tengah menatapnya heran.


"Ada apa dengan wanita itu?,setelah menghilang hampir seminggu wanita itu kini pulang dengan keadaan sudah gila?"dengus sinyya menatap aneh punggung putri Orleans yang sudah terlihat menjauh


"Bukannya biasanya memang dia seperti itu,lalu mengapa kau malah heran?"


Sinyya memutarkan bola matanya malas,lalu kembali berjalan meninggalkan lu tian.

__ADS_1


Lu tian kembali mengumpat tertahan ketika perkataannya kembali di abaikan,dan kini dirinya malah kembali di tinggalkan.


"Sayanggg!!" Seru lu tian kembali mengejar langkah sang istri


__ADS_2