
Enam tahun kemudian
"Ayahh!" Seorang anak laki-laki berumur lima tahun berlari berhambur ke pada pria dewasa yang baru saja masuk ke dalam rumahnya
Raja cendana merentangkan tangannya dengan senyum lebar"Hai bocah" sapa pria itu mengangkat sang anak laki-laki ke dalam gendongan nya.
"Sudah ku katakan,Aku bukan bocah"protes anak lelaki itu dengan bersedekap dada dan menatap raja cendana tajam,membuat sang raja tergelak melihat raut wajahnya yang lucu
"Kau sudah datang?"tanya sinyya ketika melihat seorang pria berjalan ke arahnya dengan sang anak di dalam gendongan pria itu.
"Hmm.wahh lihat ini kau baru selesai memasak ternyata"seru raja cendana mendudukan sang anak lelaki di salah satu kursi,lalu ikut mendudukan bokongnya di sebelah kursi anak lelaki itu
"Memang pelayan idaman!"
sinyya mendengus lalu memukul punggung tangan pria itu ketika melihat tangannya hendak menjalar pada paha ayam yang ia goreng
"Heyyy aku ini seorang raja,mau ku penggal kepalamu karena telah menggetok tangan seorang raja menggunakan sendok sayur haa?"
Sinyya memutar bola matanya malas.
"Maka kembalilah pada istanamu itu, karena pelayan ini sudah lelah meladeni tamu tak beradab seperi raja cendana yang terhormat"
Raja cendana berdiri dari duduknya dan menatap sinyya dengan pandangan jengkel
"Kau mengusirku?,mengusir seorang raja?,wahh apa kau sudah gila?,karena kelamaan menjada" sarkasnya dengan senyum menjengkelkan
"hah? Yang benar saja"
Sinyya menghembuskan nafasnya kasar,berbicara dengan bria ini selalu saja membuat darah tinggi nya meningkat
"Harusnya aku di sini yang berkata,apa kau sudah gila?, karena terus terusan datang ke rumah rakyat mu?"
"Apa itu suatu kesalahan?, seharusnya kau merasa terhormat karena aku dengan senang hati sudah mau datang ke rumah mu ini,rakyat ku."
__ADS_1
"Tidak aku tidak merasa terhormat sama sekali malah aku merasa tertekan karena kehadiran mu" ucap sinyya dengan senyum yang di paksakan dan mata melotot tajam
Raja cendana tersenyum mengembang, membuat sinyya menyipitkan matanya,apalagi tangan pria itu yang sudah menjalar dan merengkuh pinggang nya.
"Baiklah Aku akan berhenti mengganggu dan datang ke rumah mu"
"Baguslah memang seharusnya itu yang harus kau lakukan sendari dulu" balas sinyya mencoba melepaskan rengkuhan tangan raja cendana.namun raja cendana kembali menarik sinyya lebih dekat dan mengeratkan rengkuhannya.
"Tapi sebagai gantinya kau yang akan tinggal di rumahku dan menjadi ratuku, bagaimana cantik?" lanjut pria itu dengan senyum menggoda dan alis yang naik turun.
bibir sinyya sekilas berkedut.Sinyya ikut tersenyum menatap mata raja cendana dengan tangan yang mengelus dada pria itu sensasual,membuat telinga sang raja memerah karena tersipu malu "dalam mimpimu!." Jawab sinyya menginjak kaki raja cendana dengan keras.
"Arghh"
pria itu reflek berteriak dan melepaskan rengkuhannya.
"Ibu mengapa ayah menjerit kesakitan?" Tanya sang anak ketika melihat sang ibu sudah berdiri di sebelahnya dan mengambil kan dirinya beberapa makanan kesukaan nya.
"Tidak apa-apa ayahmu memang sudah terbiasa bertingkah seperti orang gila"jawab sinyya lembut dengan mendudukan dirinya di sebelah sang anak.
"Apa kau sudah cuci tangan?"
"Sudah ibu" jawab sang anak memperlihatkan ke dua tangannya yang sedikit basah.
"Pintar!"Puji sinyya mengusap kepala sang anak.
"Jangan dengarkan ibumu xion, sebenarnya asal kau tau dirinya lah yang selama ini tidak waras" ujar raja cendana mengambil tempat duduk di sebelah anak laki-laki itu hingga membuat xion terhimpit oleh sinyya dan juga raja cendana.
Sinyya mendengus,tak mau menanggapi "sudah ku bilang cuci tangan mu terlebih dahulu" tegur sinyya ketika melihat raja cendana kembali mencomot ayam goreng.
"Kapan kau berbicara begitu padaku?!"balas raja cendana acuh dan menggigitkan ayam goreng itu pada mulut nya.makanan yang di buat sinyya selalu saja terasa pas di mulutnya seringkali ia melihat wanita itu memasak makanan yang aneh dan belum pernah dia lihat sebelumnya namun ternyata rasanya selalu tak mengecewakan bahkan lebih enak dari pada masakan koki di istana.
"Terserah kau saja,dasar jorok"
__ADS_1
Raja cendana hanya mengedikan bahunya acuh,selang beberapa menit dia melirik kembali ke arah sinyya wanita itu tengah fokus pada makanannya,lantas dia mendekatkan dirinya ke arah xion.
"Apa kau ingin mempunyai teman?" Bisik raja cendana pada xion.
"Aku tak memerlukannya.lagi pula aku sudah mempunyai banyak teman,di sekitar ku"
Raja cendana berdecak mendengar perkataan penuh percaya diri anak itu "maksud ku seorang adik yang lucu,apa kau tak mau?"
xion yang mendengar itu menghentikan aktivitas makannya lantas menatap raja cendana dengan serius
"Bagaimana caranya?"
Raja cendana mengulas senyum licik,ketika anak itu terlihat tertarik akan perkataan nya.dia sudah lama memperhatikan xion yang selalu terlihat memperhatikan anak tetangga yang tengah bermain ataupun belajar dengan adik nya.
Sinyya hanya mengerutkan dahinya ketika melihat ke dua orang itu yang terlihat berbisik,lantas kembali melanjutkan acara makannya,tanpa mau ikut campur.
Raja cendana kembali melirik sinyya lalu kembali berkata dengan berbisik kecil pada telinga anak itu, "bujuk ibumu agar mau menikah dengan ku"
"Tapi ayah,kau sudah di tolak sebanyak lima puluh kali oleh ibuku dengan yang tadi" ujar xion seraya memperlihatkan ke lima jarinya
"Apa kau masih yakin ibu mau menerimamu kali ini?, sepertinya kau harus operasi plastik agar lebih terlihat tampan dan membuat ibu terpikat oleh mu"
Raja cendana menatap xion datar,apa anak kecil itu baru saja meledeknya tak laku dan juga jelek secara bersamaan.dan apa tadi operasi plastik?,kata aneh apalagi yang sinyya ajarkan pada anak itu,tapi satu hal yang bisa ia simpulkan anak itu telah menghina dirinya jelek hingga di tolak oleh ibunya.padahal kan dia merupakan pria tertampan di kerajaan ini,sinyya saja yang matanya bermasalah karena tak mau dengannya, wanita lain saja berlomba lomba untuk mendekatinya dan naik ke atas ranjangnya.
"Jangan racuni anak ku dengan ide-ide gila mu itu" cetus sinyya yang sudah selesai dengan acara makannya
"Ide gila apa maksudmu?,aku selalu mengajarkan anak ku tentang hal-hal yang bagus selama ini.kau lah yang justru mengajarkan dia kata-kata atau hal-hal yang aneh" timpalnya tak terima
Sinyya melirik raja cendana sinis "hal bagus apa yang kau magsud?.menunggangi anak babi untuk bermain,di tengah sungai?.tidak kah kau berfikir bahwa kau adalah seorang raja, bagaimana kau bisa mengajarkan anak ku untuk menenggelamkan seekor anak babi?, Bisakah kau bayangkan bagaimana tanggapan rakyat mu nantinya,bila pada seekor anak babi saja raja mereka bersikap begitu kejam?"ketus sinyya mengingat kejadian beberapa minggu yang lalu ketika dirinya mendapati sang anak dan pria itu tengah berada di sungai dengan pakaian yang basah dan xion,lelaki kecil itu tengah menunggangi babi kecil hingga membuat nya tenggelam karena berat badan xion yang menumpang seperti parasit.
"Itu hal yang wajar bermain babi-babi an di air,bagi anak kecil. Yang lebih aneh itu dirimu mengajak anak mu mewarnai ayam dan angsa seperti pelangi,apa kau kira mereka kanvas haa?dasar gila" cemoh nya tak mau kalah.
Membuat sinyya mendelik tak suka,di kehidupannya di jaman modern kan itu sudah biasa melihat anak ayam berwarna warni hanya saja dia mencoba variasi lain dengan ikut mengecat seekor angsa agar terlihat lebih cantik,pria itu saja yang kuno.
__ADS_1
apakah mereka berdua tak sadar bahwa pengajaran mereka sama-sama aneh dan gila nya?.