
"kau akan pergi kemana?" Tanya lu chenyu menukikan sebelah alisnya
Lu tinyu terdiam,menatap lu chenyu yang menghentikan langkah kaki nya.
"Aku akan mengunjungi sin ruo,dia tengah sakit saat ini"
Lu chenyu mengerutkan keningnya,ia menghembuskan nafasnya pelan.
"Bukannya aku melarang mu,hanya saja siapa dia,bagimu?.jangan sampai nanti nya kau berakhir menyakiti dua wanita sekaligus"
Lu chenyu terdiam sebentar mengamati ekspresi lu tinyu yang terlihat rumit.ia tau kakak nya saat ini sedang di landa dilema.dia mencintai dua wanita dalam satu hati.tidak ada larangan memang bagi seorang pria untuk memiliki istri lebih dari satu di kekaisaran ini, malah itu merupakan suatu hal yang sudah lumrah terjadi.hanya saja di sini mereka berjanji untuk tidak menduakan sinyya.jika mereka mencintai wanita lain maka mereka hanya mempunyai satu pilihan yaitu meninggalkan.entah itu meninggalkan sinyya atau wanita kedua yang hadir dalam hati mereka.mengingat perlakuan mereka dulu yang begitu memberi luka mendalam bagi sinyya. walaupun telah pulih luka itu masih akan terus membekas dan mungkin saja tak akan pernah hilang.dan jika mereka kembali menorehkan luka dengan menghadirkan wanita lain pada jalan cerita hidupnya.maka saat itu pula mereka telah dinyatakan gagal.semua kebahagiaan untuk sinyya telah runtuh sepenuhnya.
"Tapi sebelum datangnya sinyya aku telah mencintai xin luo terlebih dahulu"
Lu chenyu tersenyum tipis
"Hakikatnya manusia hanya bisa mencintai satu orang dalam satu hati,dan sekarang semuanya berada di tanganmu kak,siapa yang benar-benar kau cinta dan siapa yang sebenarnya hanya sebatas kau sayangi"
"Maka lepaskan dia bila kau ingin pergi pada cinta yang kau yakini,semua wanita memiliki hati.dan kau tak bisa untuk terus bersikap egois"
Lu chenyu tersenyum menatap lu tinyu yang hanya terdiam dengan wajah yang di liputi banyak fikiran.
Pembicaraan mereka terputus ketika melihat tabib kerajaan datang bersama seorang pelayan . Lu chenyu yang merasa bingung atas kedatangan tabib itu akhirnya berjalan menghampirinya.pasalnya pemeriksaan rutinitas raja sudah di lakukan kemarin dan akan di lakukan kembali dua hari mendatang lantas mengapa tabib itu sudah berada di sini saat ini?.
"Hormat hamba yang mulia Pangeran"
Lu chenyu mengangguk
"Apa kau akan kembali memeriksa ayahanda?,tapi bukankah jadwalnya masih dua hari lagi.apa terjadi sesuatu pada ayah hingga kau di panggil kemari?"tanya lu chenyu beruntun dengan nada cemas
"Tidak Yang mulia,saat ini memang bukan pemeriksaan rutinitas baginda raja.hamba di panggil oleh pangeran lu xianyi untuk memeriksa putri sinyya"
"Ada apa dengan sinyya?" Tanya lu tinyu
mewakilkan Pemikiran cemas yang tiba-tiba hadir dari kepala lu Chenyu
dari arah belakang pria itu berjalan menghampiri mereka.
"Hormat hamba yang mulia pangeran"
"Hamba juga belum tau apa yang terjadi dengan putri sebelum hamba memeriksa nya secara langsung"
Lu chenyu dan lu tinyu mengangguk
"Baiklah,cepat kau harus segera memeriksa keadaan sinyya"
Tabib itu mengangguk lalu kembali berjalan mengikuti ke dua pangeran itu dengan satu pelayan tadi di belakang mereka.dengan itu tanpa sadar niat lu tinyu yang sebelumnya ingin menjenguk sin ruo malah berbalik arah menjadi mengecek keadaan sinyya.
ketika di persimpangan koridor istana mereka terhenti mendengar seruan pelayan yang berjalan di belakang mereka.
"Maaf pangeran.tapi saat ini putri sedang berada di kamar pangeran lu xianyi.dan hamba di suruh untuk membawa tabib istana langsung ke kamar yang mulia pangeran, untuk segera memeriksa keadaan putri"
Ke dua pangeran itu mengerutkan keningnya bingung.
__ADS_1
"Mengapa sin-"
"Ada apa ini?"potong lu tian menghampiri ke empat orang yang tengah berdiri di persimpangan jalan koridor istana.
Lu tinyu memandang lu tian malas
"Tabib itu datang untuk memeriksa keadaan sinyya"
"Ada apa dengan sinyya?" Tanpa sadar Lu tian mengerutkan alisnya samar,merasa cemas ketika nama sinyya di sebut-sebut
"Kita belum mengetahui nya sebelum tabib itu memeriksa sinyya,jika kau ingin ikut maka ikutilah dengan kami"
Lu tian mengangguk lantas mengikuti langkah ke empat orang itu menuju kamar lu xianyi.ia sedikit bingung mengapa sinyya sudah berada di kamar kakak tertua mereka di pagi hari seperti ini.
Brakk~
Pintu kamar lu xianyi terbuka dengan keras,pandangan mereka langsung tertuju pada dua orang manusia yang tengah menatap mereka juga dengan pandangan heran.satu orang wanita tengah bersandar pada punggung ranjang sedangkan yang pria tengah duduk di sisi ranjang dengan memegang sepiring makanan.
Sinyya menatap ke arah depan sebentar lalu melirik ke arah lu xianyi yang hanya memperlihatkan raut wajah santai.
"Aaa~"
Sinyya membuka mulutnya ketika mendengar intruksi lu xianyi untuk melanjutkan kembali acara makan nya.
"Hormat hamba yang mulia pangeran dan putri"
Sinyya memandang tabib istana itu Dengan raut bingung.
Lu xianyi menaikkan sebelah alisnya
"Kau yang sakit"
"Hah?"
"Apa kau tak apa-apa?"
"Apa yang terjadi padamu?"
"Bagian mana yang terasa sakit?"
Sinyya berkedip menatap ke tiga pangeran itu polos.ia tak tau apa yang tengah mereka pertanyakan saat ini.
"Aku memanggilnya karena kau bilang tubuhmu sakit"
Sinyya mendelik ke arah lu xianyi,ia hanya berucap tapi tak memerlukan tabib juga.akan sangat memalukan bila hal itu di ketahui oleh orang lain.
"Cepat periksa istri ku"suruh lu xianyi, membuat sinyya semakin menatap dirinya dongkol
"Em,tak perlu,aku baik-baik saja"ujar sinyya berusaha menolak
"Tidak,kau harus cepat di periksa"timpal lu tian
"Iya bagaimana bila kau memiliki penyakit yang parah"
__ADS_1
"Aku tak mau kehilangan mu."
"Benar!"
Sinyya tersenyum masam menatap mereka.
Sialan!jadi secara tak langsung mereka menyumpahkan ku agar mati cepat begitu?.batin sinyya memandang jengkel ke arah mereka
"Maaf, putri hampa akan mulai memeriksa anda"
"Hmm"
Sinyya hanya pasrah saat dirinya mulai di periksa oleh tabib ,dengan sesekali pula ia mendapatkan lontaran pertanyaan dan ia jawab dengan seadanya.
"Bagaimana?"
"Apa sinyya baik-baik saja?"
"Dia tidak memiliki penyakit parah kan?"
"Apa aku perlu mengurangi durasi nya?"
Tanya ke empat pangeran beruntun di saat melihat tabib telah selesai memeriksa keadaan sinyya.
"Tidak ada yang serius.putri hanya butuh istirahat"
"Hamba akan menyiapkan vitamin dan juga salep untuk meredakan bagian yang mengalami lecet,juga pembengkakan"
"Lecet?"
"Pembengkakan?"
"Apa tidak akan bertambah parah?"
Tanya ke tiga pangeran beruntun sedangkn lu xianyi hanya terdiam dengan muka datar nya.sesekali pria itu melirik sinyya yang terlihat sudah memerah menahan malu dan jengkel secara bersamaan.
"Tidak ada yang perlu di khawatir kan,hal ini merupakan hal yang wajar terjadi pada wanita yang pertama kali melakukan hubungan suami istri"
"Hanya saja lain kali usahakan bermain secara lembut tidak terlalu kasar dan berikan jeda waktu untuk istirahat putri sinyya mengembalikan stamina nya'
Ke tiga pangeran terdiam syok mendengar perkataan tabib istana.dengan serempak mereka berbalik menatap ke arah lu xianyi dan juga sinyya dengan raut wajah tak terbaca.
Sedangkan lu xianyi?.pria itu menyeringai tersenyum dengan puas,terkesan mengejek menatap ke tiga adiknya.haruskah ia berterimakasih pada putri Orleans?. karena sudah membuat nya dan juga sinyya berada dalam keadaan sangat intim seperti semalam. sepertinya memberi wanita itu sedikit permainan menyenangkan sudah cukup sebagai ucapan terimakasih darinya.
Cup
Satu kecupan meluncur pada bibir sinyya ulah dari lu xianyi.membuat ke tiga pangeran kembali terkejut dengan melotot, memandang horor lu xianyi.sedangkan untuk tabib dan pelayan mereka memutuskan untuk undur diri, melihat suasana yang terasa semakin tegang.
Sinyya memutarkan bola matanya malas melihat ke empat pangeran yang saling melontarkan tatapan permusuhan.hingga
Brakk~
Sinyya memandang ke arah suara, memperhatikan seorang pria yang tengah berdiri di ambang pintu dengan penampilan yang begitu berantakan, dengan baju sedikit compang camping.Apalagi ini?. mengapa hari ini orang-orang seperti tengah merencanakan untuk membuat dirinya merasa kesal setengah mati.mengapa tidak ada yang bersikap waras di sini?.
__ADS_1