
"apa kau yakin ini butik yang akhir-akhir ini ramai di perbincangkan?"
"Ya Pangeran,menurut masyarakat sekitar butik ini lah yang di maksud,dan kita tuju"
Lu chenyu mengangguk,memandang ke arah depan pada bangun dengan dua tingkat, terlihat banyak pengunjung yang berdatangan, seperti nya mereka merupakan dari kalangan bangsawan dan juga rakyat biasa di lihat dari perbedaan gaya mereka yang sedikit mencolok.
"Pemilik butik ini benar-benar membuka tokonya dengan bebas tanpa memandang kasta rendah maupun tinggi.." Qian memandang takjub ke arah depan
Lu chenyu tak bergeming lantas berjalan masuk ke dalam butik itu.
Ting!,Ting!
Ketika memasuki butik , ke dua pria itu di suguhkan oleh deretan baju yang tersusun rapih, yang sebagian terlihat melekat pada patung-patung yang berbaris dan sebagian lagi menggantung di dalam lemari dan di luar,lalu di susul dengan banyak nya disain gambar yang banyak tersusun secara horizontal di etalase yang di tutupi dengan kaca bening,hingga pengunjung dapat melihat nya dengan leluasa.
Untuk sesaat lu chenyu terpaku, melihat disain baju yang baru pertama kali ini dirinya lihat,namun walaupun begitu semua baju di dalam butik itu terlihat unik,elgan dan sepertinya sangat nyaman ketika di pakai.
"Selamat siang,Ada yang bisa kami bantu tuan?" pelayan wanita itu tersenyum dengan ramah,ketika melihat kehadiran dua orang pria yang terlihat hanya berdiri diam mengamati seisi butik ini.
Qian,pria itu baru saja tersadar,mengusap belakang kepalanya dengan senyum kikuk.tak berlangsung lama ia segera memposisikan badannya dengan tegap selayaknya prajurit dengan cepat,membuat pelayan wanita itu sedikit mengernyitkan dahinya sebelum kembali berekspresi normal "selamat siang,kami di sini ingin bertemu dengan pemilik butik,apakah bisa?"
Xaine,pelayan wanita itu atau bisa di sebut sebagai manager yang bertugas mengurus segala urusan di butik itu selama sinyya sang pemilik tidak ada.
Wanita itu melirik ke dua pria itu bergantian dengan senyum profesional nya, lalu berkata "maaf sebelumnya,nyonya hari ini sedang tak berkunjung ke butik, beliau biasa datang di hari rabu dan minggu,kalian bisa datang lagi ke mari dua hari kemudian"
Qian mengangguk sekilas lalu melirik ke arah lu chenyu,pria itu hanya diam dengan muka datarnya,ingin sekali ia mengumpat dalam hati,tak lama ia meringis begitu bertemu tatap dengan tatapan tajam sang tuan.
Qian kembali menatap pelayan wanita di hadapannya dengan cepat " a-apa kami boleh meminta alamat pemilik butik ini?"
Berfikir sebetar xaine mengangguk, "sebentar" wanita itu berjalan mengambil pulpen,menulis sesuatu di atas kertas lalu menyobeknya setelah selesai.
"Ini,kalian bisa bertanya pada masyarakat sekitar untuk menumukannya lebih cepat"
__ADS_1
Qian mengangguk dengan tangan terulur mengambil kertas yang xaine berikan, matanya melirik lu chenyu yang sudah berjalan terlebih dahulu menuju pintu keluar
"terimakasih nona" ucap nya dengan senyum manis
Xiane mentap punggung lu chenyu sebentar lalu kembali melirik satu pemuda lain di hadapannya dengan senyuman yang masih terpantri "ah sama-sama,semoga tuan-tuan beruntung bertemu nyonya di rumahnya"
Mengangguk sekilas lantas Qian segera berbalik mengejar lu chenyu,tidak lupa mengucapkan selamat tinggal terlebih dahulu pada xaine
"Huftt" xiane menghembuskan nafasnya berat "pegal sekali bibir ku terus tersenyum bodoh,aish teman pria itu terlihat menakutkan"
"Apakah dia zombie?,mengapa raut wajahnya datar sekali"dengusnya lalu berbalik melanjutkan pekerjaan nya kembali
________
"Aku akan mencokel matamu,bila kau salah menuntun jalan!"
Qian meneguk ludahnya kasar,"ah saya yakin ini jalan yang benar,jika salah congkel saja mata orang yang tadi menunjukan jalan!"
Lu chenyu tak menghiraukan perkataan Qian telinga dan matanya bergilir memantau sekitar, yang terlihat ramai.semilir ia tadi mendengar suara yang familiar di pendengaran nya
"Turun kan harganya!"
"Ck,ini sudah murah nyonya,tidak bisa di turunkan lagi"
"Kemarin aku membeli sayur ini di tempat lain,harganya murah ko,mengapa di paman mahal sekali!!"
"Kalo begitu beli saja di tempat sebelumnya anda membeli nyonya,saya di sini berjualan bukannya bersedekah,mengapa anda bodoh sekali!"
Suara itu lagi,lu Chenyu memperhatikan seorang wanita yang terlihat tengah berdebat dengan seorang penjual, wanita itu memunggunginya,sehingga membuat lu Chenyu tak bisa melihat wajahnya dengan jelas
Sinyya berdecak "apa paman bilang, bodoh?,anda yang bodoh anda juga pelit!"
__ADS_1
Penjual itu mulai merasa jengkel menghadapi pembeli di hadapannya"jika anda berniat mengemis bukan membeli lebih baik pergi ke tempat lain!"
"Apa kau bilang pengemis?!"hidung sinyya kembang kempis dengan tangan yang menarik lengan bajunya sampai sebatas siku,telapak tangannya mengepal erat bersiap bila sewaktu-waktu ia harus memukul wajah pedagang di hadapannya.
Xion menutup wajahnya dengan malu,dengan cepat tangannya menarik-narik pergelangan tangan kiri ibunya dengan kuat "sudahlah ibu,lebih baik kita pergi.lihatlah banyak yang memperlihatkan mu!"
Sinyya tak menghiraukan seruan xion,matanya masih menatap bengis pria tua di hadapannya,dengan tangan menunjuk-nunjuk "diam lah xion,biarkan ibumu ini membela harga diri kita.asal kau tau,bahkan keluarga mu saja bisa ku nafkahi tujuh turunan tanpa cela saking kaya nya diriku!"
"Cih dasar gila,jangan bermimpi nyonya!.lebih baik kau pergi jangan mengganggung diriku yang sedang menjalankan usaha" usir pedagang itu mengibas-ngibaskan tangannya dengan raut jengkel tercetak jelas pada wajah tuanya
"Kau mengusirku?!,berninya kau mengusir ku,aku akan membuat mu gulung tikar setelah ini,dasar pedagang pelit"
"Sudah lah ibu,ayok cepat pergi!, aku sudah sangat malu melihat tingkah mu, lihat kita di perhatikan oleh banyak orang" xion sudah mulai frustasi dengan tingkah sinyya,secara paksa ia menyeret tangan sinyya untuk menjauh dari pedagang itu
"Pangeran anda mau kemana?"Ucap Qian segera menarik tangan lu chenyu ketika melihat pria itu hendak berjalan melawan arah
"Jalan nya ke arah sana tuan,bukan ke arah sana!"tunjuk Qian ke arah kiri lalu ber alih menunjuk jalan yang ingin lu chenyu lewati tadi
Lu chenyu mendengus menatap Qian lalu kembali melirik ke arah wanita dan anak laki-laki tadi berada,ia berdecak ketika tak menemukan keberadan ke dua orang itu di tempatnya tadi.
"Siapa yang anda cari Pangeran?"tanya Qian heran melirik ke arah sekitar mengikuti arah pandang lu chenyu
"Bukan urusanmu!"sembur lu chenyu datar membuat Qian terjengkit kaget.
Lu chenyu menyentak kasar tangan Qian yang menahan pergelangan tangannya,"kembali. tunjukan jalannya!"
Qian mengusap dadanya sabar melihat punggung lu chenyu yang sudah berjalan terlebih dahulu,menuju jalan yang benar, magsudnya yang benar-benar jalan harus mereka lewati.dengan segera Qian berjalan menghampiri lu chenyu ketika pria menyebalkan itu kembali berdesis memanggil dirinya.
"Setelah melewati pasar ini, kita akan segera berjumpa dengan rumahnya pangeran"
"Hmm"
__ADS_1
Tersenyum miris,ingin sekali Qian menggetok kepala pangeran di sampingnya ini.