Putri Empat Pangeran

Putri Empat Pangeran
Bab76


__ADS_3

"pstt!,psttt!"


Xion mengedarkan pandangannya ketika mendengar sebuh suara samar masuk ke dalam pendengaran nya.


Tak melihat apa-apa dia kembali melanjutkan acaranya,menggali tanah dengan skop kecil,lalu menimbunnya kembali ketika bibit bunga lavender itu sudah ia tanam.


Bibirnya menggerutu kecil,dengan tangan kotor yang sesekali menyeka pelipisnya. Ini semua gara-gara Dog,babi itu baru saja memecahkan ramuan obat ibunda nya sinyya, hingga membuat wanita itu memerahi nya habis-habisan karena tak bisa mengurus anak nya dengan benar.padahal kan sudah xion katakan kenakalan babi itu di luar perintah nya,selalu saja ia sebagai ayah babi itu yang di salahkan oleh sang ibu, jika Dog anak babinya itu kembali berulah.ingin sekali dirinya membuat gulai babi dari badan Dog tapi dia terlalu kasian dan sayang karena itu pemberian dari paman nya pangeran redena.


Kembali melanjutkan aktivitas hukuman menanamnya,telinga xion kembali mendengar suara-suara aneh itu lagi.


"Pstt!,pssttt!,xionn!"


Xion menengok kiri kanan depan belakang,kosong.


"Di sini,belakang pohon!"


Xion menatap pohon mangga lumayan besar tidak jauh dari depan rumahnya dengan kening mengerut.menyimpan skopnya secara asal dia segera berdiri dengan menepuk-nepukan tangan kotornya kesisi baju,lalu melangkang dengan ringan ke arah pohon mangga itu.


"Ini kakek,akhh!" seorang pria terjengkang dengan bibir meringis dan tangan yang mengusap pinggang nya.pria itu terkejut ketika melihat xion sudah berada tepat di depan wajahnya ketika ia kembali menyembulkan kepalanya hendak memanggil pria kecil itu kembali.


Xion terkekeh kecil dengan tangan menutup mulutnya,setelah puas dirinya segera mengulurkan tangan pada pria tua yang masih tergeletak di atas tanah.


"Maafkan aku kakek, karena telah mengejutkan mu" ucap xion setelah melihat sang kakek berdiri dari acara jumpalitan nya


Pria tua itu mengibaskan tangannya, secepat membalikan telapak tangan dari yang wajahnya minta di kasihani sekarang pria itu terlihat berseri-seri "apa kau ingin ikut kakek ke istana?,bertemu ayah mu?!" Serunya berjongkok menatap xion yang terlihat tengah berfikir


"Tapi aku belum menyelesaikan hukuman ibu"


"Aishh,biarkan ibumu yang melanjutkan berkebun,lebih baik kita jalan-jalan di istana kakek,lalu menjahili ayahmu" ucap pria tua itu berusaha memperdaya otak kecil xion


"Hmmm" xion menyipitkan matanya seraya mengetuk-ngetuk dagunya seperti tengah berfikir.


Xion menggeleng "tidak.nanti aku tidak mau kembali di marahi oleh ibu.xion tidak mau"xion menggerak-gerakkan jari telunjuknya kekiri dan kanan,menolak tegas ajakan sang kakek.


Pria tua itu cemberut lalu terduduk di tanah dengan kaki menghimpit kaki xion dan tangan yang melingkar memeluk tubuh mungil xion,persis seperti anak kecil yang tengah membujuk sang ayah,dagu pria tua itu ia tekankan di dada xion dengan kepala yang mendongak, menatap wajahnya.


"Xion ikut kakek ya?,ya?"


"Tidak!"


"biarkan ibumu sendiri?!"


"Tidak!"


"Kalau kau ikut, kakek akan memberimu banyak makanan manis?!"


"Tidak,kemarin aku sakit gigi,itu sakit aku tak mau lagi"

__ADS_1


"Apapun yang kau mau akan kakek berikan?!"


"Tidak!"


"Ikut kakek,ke istana xionnn!,banyak wanita cantik di sana kau akan suka!" pria tua itu kembali memaksa dengan menggerak-gerakan dekapanya pada tubuh xion ke kiri dan ke kanan, berharap anak itu mengubah pendiriannya.


"Tidak!,tidak!"


Menghembuskan nafas berat,pria tua itu kembali berkata,dengan terakhir kalinya,saking frustasi nya perkataannya itu terdengar sangat pelan "kakek akan membelikan mu istri dog,babi betina yang cantik"


"Setuju!"


"Haa?!"


___________


"Bagaimana pangeran?,ingin kembali mendatangi rumahnya?!" Qian kembali bertanya setelah mereka berdua telah berada di luar butik, yang rencananya akan mereka ajak negosiasi pemiliknya untuk bekerja sama,namun lagi-lagi yang mereka temukan hanya manager nya yang saat pertama kali mereka mengunjungi fashion xion's butik ini,kemarin pun saat mengunjungi kediaman pemilik butik ini,mereka tak menemukan siapa-siapa di dalamnya,rumahnya terlihat sepi tak berpenghuni.padahal siang ini merupakan hari rabu yang menurut sang manager itu katakan, merupakan jadwal sang pemilik berkunjung ke butiknya.


"Hmm,kembali datangi rumahnya"


__________


"Xionn?!"


"Mandikan babi mu!"


Tak mendengar jawab sang anak,membuat sinyya mengerutkan alisnya "mengapa anak itu tak menjawab,apa dia tertidur karena kelelahan?!"


Menyimpan semua bahan ramuannya, sinyya berjalan menuju pintu luar setelah menyimpan kacamata nya di tas nakas.dia ingin menghampiri xion,mencari tau mengapa pria kecil itu tak menjawabnya


"Hngok,ngok,ngok"


Sinyya menunduk ke bawah melihat Dog,babi xion menggesek-gesek kan kepalanya pada kaki sinyya.dengan tak berperasaan sinyya mengangkat babi itu dengan menariknya di antara daging leher sang babi.lalu membawanya berjalan ke arah luar.


"Xionn?!"


Sinyya menengok ke kanan dan ke kiri,lalu berjalan ke sekeliling rumah mencari sang anak,pria kecil itu tak bisa ia temukan di manapun.


Sinyya berdecak pinggang dengan wajah menunduk menatap skop kecil serta beberapa bibit bunga yang tergeletak asal,pun dengan tanah bekas galian yang menyebar berantakan.


"Anak itu belum menyelesaikn hukumannya"gumam sinyya menggeleng-gelengkan kepalanya


Lantas kembali menatap ke segala arah.


"Diamana anak itu?"sinyya kembali berjalan mendekatai pohon mangga yang tak jauh dari tempatnya berdiri, biasanya pria kecil itu sering hinggap di tas pohon,atau sekedar berteduh di bawahnya.


Mengitari pohon itu, lagi-lagi sinyya tak menemukan keberadaan xion,di atas pohon pun tak terlihat batang hidung pria kecil itu.menggigit kukunya risau sinyya kembali melirik ke segala arah,kakinya tak sengaja menginjak sesuatu,membuat sinyya segera menunduk ke bawah.

__ADS_1


Sebuah berlian.berlian itu jatuh dari cincin seseorang.sinyya mendengus "raja peot itu!"gemasnya mengepalkan tangan,berjalan ke arah rumah, setelah memastikan pintunya terkunci sinyya segera berbalik berniat menyusul xion yang berada dalam jeratan kakek tua itu di istana.dia sangat yakin raja lengser itu telah menculik anaknya dan membawanya ke istananya.


Setelah kepergian sinyya, tak lama dua orang pria datang di depan rumahnya.


"Aku pesimis,sang pemilik butik berada di rumahnya"ucap Qian menatap rumah di hadapannya yang terlihat sepi,dengan raut wajah berfikir


Lu Chenyu mendengus "ketuk!"


Tak mau membantah akhirnya Qian menuruti perintah sang tuan.


Tok!Tok!Tok!


Ketukan pertama tak ada jawaban


Tok!Tok!Tok!


"Permisiii?!"


Masih tak ada jawaban


Tok!Tok!Tok!


"Apakah ada orang?"


Dan tetap Masih tak ada jawaban.kini pemikiran Qian semakin yakin bahwa sang pemilik rumah sedang tidak ada.


"Periksa belakang rumah!"


Qian mengangguk lalu bejalan menuju ke belakang rumah itu.


Lu Chenyu terdiam menatap ke sekitar banyak bunga-bunga yang bermekaran di pekarangan rumah ini,dan itu semua di dominasi oleh bunga lavender, sepertinya sang pemilik rumah menyukai bunga itu hingga banyak menanamnya di pekarangan rumah ini.pikirnya


Setelah lu Chenyu amati rumah ini juga terlihat elgan dengan dua tingkat dan juga terasa sejuk karena terdapat beberapa tanaman serta pohon di sekitar nya.


"Sepertinya benar-benar tak ada tuan!"


Lu Chenyu tersentak dari lamunannya ketika mendengar suara Qian mendominasi telinganya dengan tiba-tiba.


Qian meringis kecil ketika melihat tatapan tajam lu chenyu "apakah kita akan menunggu,atau datang lagi nanti pengeran?"


"Nanti"


Qian mengangguk lalu kembali teringat sesuatu "ah, yang mulia raja lu xianyi sudah sampai di istana cenbreansa,pagi tadi Pangeran"


"Apa kita akan menyusulnya ke sana?"


Berfikir sebentar, akhirnya lu chenyu mengangguk.lalu berjalan meninggalkan Qian di tempat.

__ADS_1


Lagi dan lagi pria itu ingin mengumpat melihat sang junjungan nya sangat malas membuka mulut,sekedar menjawab pertanyaan nya.


__ADS_2