Putri Empat Pangeran

Putri Empat Pangeran
Bab54


__ADS_3

Hari ini adalah hari keberangkatan mereka yang di utus untuk menangani pemberontakan di beberapa wilayah.karena di katakan terdapat pemberontakan pada 6 wilayah maka untuk waktu perjalanan pun memakan waktu yang berbeda beda dalam tiap tempuhnya,perjalanan yang paling jauh yaitu memakan waktu 7 hari dalam perjalanan nya bila memakai kuda.


Sinyya berjalan di lorong istana menuju tempat pelepasan para kesatria.ia akan ikut melepas para suaminya untuk menangani pemberontakan kali ini.ada lu xianyi,lu tinyu dan juga lu chenyu yang ikut dalam misi menumpas para pemberontak kali ini.sedangkan lu tian di tugaskan untuk menjaga kestabilan di istana selama mereka pergi.


Di persimpangan jalan sinyya menepi, menyembunyikan tubuhnya pada balik pilar ketika melihat putri Orleans tengah berbincang dengan pangeran lu jiansu.sinyya memicingkan matanya.suara perbincangan mereka tak terdengar,hanya ada suara seruan-seruan kecil yang tak begitu jelas.


melihat ke dua orang yang ia pantau sudah pergi.sinyya keluar dari persembunyiannya.menatap lurus tempat kosong bekas ke dua orang tadi berada.


"Wahh ada hubungan apa antara mereka berdua?, sepertinya mereka akhir-akhir ini terlihat sangat dekat" monolog sinyya mengerutkan alisnya.mengangkat bahunya acuh sinyya kembali berjalan menuju gerbang untuk menemui para suaminya.


"Kau sudah datang?"ujar lu xianyi menghentikan pembicaraan nya dengan lu tian.


Sinyya mengangguk.lalu menghampiri ke dua orang itu.tak lama lu tinyu dan juga lu chenyu ikut menghampiri mereka ketika melihat ke datangan sinyya.


"Kalian benar-benar akan pergi?"sinyya memandang ke tiga orang itu,merasa tak rela


"Ayolah jangan sedih sayang,kan masih ada aku.suamimu yang tampan"seru lu tian dengan nada menggoda, seraya merangkul mesra sinyya


Sinyya mendelik,menyikut perut lu tian hingga membuat pria itu mengaduh ke sakitan.


Tanpa menghiraukan lu tian sinyya kembali mengalihkan perhatiannya pada ke tiga orang itu.lebih tepatnya hanya lu xianyi dan juga lu chenyu.untuk lu tinyu? entahlah ia akhir-akhir ini merasa sedikit jauh dari pria itu


Lu xianyi tersenyum menatap sinyya.mengusap kepala wanita itu lembut "kami akan segera kembali bila urusan di sana sudah selesai.kau jaga diri baik-baik di sini,akan ada lu tian yang akan menemanimu di sini selama kami tak ada"


Sinyya mencabikan bibirnya merajuk,lantas ia beralih menatap lu tian,ternyata sedari tadi pria itu terus tersenyum menatap nya,lebih tepatnya tersenyum puas.mengapa sinyya merasa seperti nya pria itu tengah bahagia saat ini?.


Sinyya memelototkan matanya kesal menatap lu tian.lalu beralih ke pada lu chenyu.wanita itu merentangkan tangannya.membuat lu chenyu terkekeh.lantas berhambur memeluk wanita tubuh istrinya.


"Tak,bisa kah kau saja yang di sini?,aku merasa lu tian seperti tengah merencanakan suatu hal yang jahat padaku" bisik sinyya di sela pelukannya


Lu chenyu tersenyum,pria itu mengeratkan pelukannya seperti tidak ada waktu lain lagi untuk bisa mendekap sinyya.


"Tenang saja,kak lu tian tak akan bersikap begitu padamu,jika memang iya,maka kau tendang saja pantatnya agar dia merasa takut"bisik lu chenyu kembali seraya mengecup kepala sinyya,dan menyudahi pelukan mereka.


Sinyya tersenyum dengan cerah ketika mendengar jawaban lu chenyu ia terkekeh kecil merasa geli sendiri,ketika membayangkan nya.


Di lain sisi lu tinyu hanya terdiam dengan muka datar melihat interaksi mereka.tidak ada yang tau isi hati pria yang biasanya cerewet dengan mulut pedasnya itu saat ini, akhir-akhir ini pria itu terlihat lebih pendiam dan tak tersentuh.sinyya pun sudah lama tak berbincang atau mendengar seruan mercon dari pria itu.di tambah lagi lu tinyu terlihat semakin dekat dengan sin ruo akhir-akhir ini membuat rasa sebalnya pada wanita itu kini berlebur pada lu tinyu juga.

__ADS_1


Sinyya tak begitu memperdulikan kedekatan mereka, hanya saja ia sedikit kecewa melihat lu tinyu tak pernah menemuinya beberapa lama ini.ada apa dengan pria itu? bukankah seharusnya ia yang marah di sini dan bersikap acuh pada pria itu?.tapi kali ini malah sebaliknya.memang!pria itu susah di mengerti


Sinyya mengeluarkan tiga sapu tangan di balik hanfu nya.membuat ke empat orang itu terlihat memperhatikan nya.


Sinyya tersenyum lalu,mengambil tangan lu xianyi terlebih dahulu, untuk mengikatkan sapu tangan pada lengan pria yang berstatus suaminya itu.


"Ini sebagai jimat,kau harus kembali dengan selamat"sinyya tersenyum mentap tangan lu xianyi.


"Mereka hanya menangani pemberontak,bukannya mengikuti perang"celetuk lu tian,membuat sinyya menatapnya jengkel.


tak lama sinyya merasakan sebuah pelukan pada tubuhnya.itu adalah 'lu xianyi'


"Tenang saja aku pasti akan kembali dengan selamat" bisik pria itu di sela pelukannya


Sinyya mengangguk, setelah pelukan mereka terlepas,dengan segera dia mengecup pipi lu xianyi "aku menganggap itu adalah sebuah janji,maka kau harus menepati nya"


"Janji"


Cup


Sinyya tersenyum dengan menutup mukanya malu-malu,membuat lu tian memutarkan bola matanya malas melihat perpisahan drama di depannya.


"Ekhem"sinyya berdehem menormalkan kembali kegugupan dan degup jantungnya yang menggila.wanita itu berlanjut mengikatkan kembali sapu tangan yang ia buat pada lu chenyu, mencium pipi pria itu sekilas"kau juga harus kembali dengan selamat"


Lu chenyu tersenyum"baiklah. apapun untuk tuan putri sinyya"balasnya dengan mengusap kepala sinyya pelan,membuat sinyya kembali tersipu malu.


Setelah selesai dengan meraka. sekarang hanya tinggal tersisa sapu tangan terakhir milik lu tinyu.


Sinyya memandang pria itu sebentar,sebelum akhirnya memutuskan untuk mendekati lu tinyu.


Tanpa kata sinyya mengikatkan sapu tangan itu pada pergelangan tangan lu tinyu.


Lu tinyu hanya memandang pergerakan sinyya tanpa ekspresi.sampai sebuah kecupan,mendarat pada pipinya.di susul oleh suara merdu seorang wanita.


"Kau juga"


Lu chenyu memandang sinyya dalam diam sampai akhirnya tangannya terulur mengusap kepala wanita itu.tidak lama hanya sebentar setelah itu pria itu berbalik meninggalkan mereka menuju ke arah kudanya.

__ADS_1


Sinyya memandang cengo sikap aneh lu tinyu.


'ada apa dengan pria itu?,hanya mengusap kepala ku sebentar setelah itu berbalik meninggalkan ku tanpa kata,bahkan tadi itu tak bisa di katakan sebagai usapan saking cepatnya'batin sinyya mendengus sebal.


Lu chenyu tersenyum tipis melihat punggung lu tinyu.setelah itu ikut pergi menuju kudanya untuk segera melakukan perjalanan.


Sinyya memandang punggung ke tiga pangeran serta para kesatria itu dengan diam.


Lama kelamaan rombongan mereka terlihat semakin menjauh dari jangkauan penglihatan sinyya.


Ia tersentak ketika merasakan sebuah tangan melilit pinggangnya.tanpa di cari tau pun ia sudah tau dari pemilik mana tangan ini berasal.


Dengan langkah gontai sinyya,berjalan mengikuti langkah lu tian yang tengah merangkulnya.


"Ayolah jangan sedih,bukankah dengan hanya adanya kita berdua di sini,bisa membuka susana memabukan.tanpa takut akan adanya penganggu"ujar lu tian pelan pada telinga sinyya.


Sinyya tersenyum, setelah itu menginjak kaki lu tian dengan keras.


"Arghh!"


"Buat saja sana suasana memabukkan dengan kucing"seru sinyya berlalu meninggalkan lu tian dengan suasana hati yang terasa jengkel


"Heii!! ini namanya KDRT,apa kau mau menjadi janda hah"teriak lu tian menatap punggung sinyya yang sudah terlihat sedikit menjauh


"Tenang saja hanya kehilangan mu,tak akan membuat ku menjadi janda,masih ada tiga suami lainnya bersama ku"balas sinyya kembali berteriak,di sela perjalanan nya.


Lu tian menatap punggung sinyya dengan raut datar,ia mendengus.lalu berlalu pergi berlawanan arah dari jalan yang sinyya ambil.


________


Sinyya menggulung sebuah kertas dan mengikatnya dengan benang merah.ia berjalan ke arah sangkar burung.mengeluarkan burung merpati itu dari persinggahannya.


Mata sinyya beralih menatap jendela kamar yang terbuka memperlihatkan susana luar yang sedikit sepi.


Sinyya tersenyum seraya mengusap kepala merpati itu lembut,setelah itu tangannya turun mengikat sebuah kertas pada kaki sang merpati.


"Berikan ini pada mereka,kau harus bisa memastikan bahwa dirimu bisa pulang dengan selamat" sinyya mengusap burung itu kembali,lalu menerbangkannya keluar melalui jendela kamar yang terbuka.menatap arah terbang burung itu dengan diam,sampai akhirnya menghilang dalam pandangan nya.

__ADS_1


__ADS_2