
Srakkk~
Brakkk~
"Arghhh"putri Orleans menarik rambutnya kasar "ini semua gara-gara diri mu sinyya!,aku benci padamu!"raung wanita itu menghempas barang-barang yang berada di sekitar nya.
"Hah hah hah" wanita itu menghembuskan nafasnya secara kasar,seisi kamar nya telah luluh lantah oleh barang-barang yang pecah dan berserakan.
"Aku tak akan memaafkan kalian tak akan pernah!!"teriak putri Orleans menyalurkan semua emosinya,seakan orang yang telah dengan kurang ngajar menganggunya itu kini tengah berada di hadapannya
Tubuhnya meluruh ke bawah,bahunya bergetar menyembunyikan wajahnya di balik lutut yang ia peluk.
"Hiks,hiks,aku akan membalas kalian dengan berkali-kali lipat"
Krekkk~
Seorang pria masuk lewat pintu balkon kamar sang putri, matanya mengamati ke arah sekitar kamar yang terlihat begitu berantakan.di mana sang penghuni?,setelah lama menghilang,kini tiba-tiba telah terjadi perampokan di kamar wanita itu?.
Matanya memindai lebih jeli,tak lama ia menemukan sosok yang tengah bertumpu memeluk ke dua lutut nya,dengan gaun putih tipis yang menghiasi tubuhnya,di sudut kamar dalam cahaya lampu kamar yang terlihat remang-remang.
Ia mendengus,lantas mendekati objek yang menurutnya adalah sang penghuni kamar.
"Apa yang terjadi padamu?,apa setelah menghilang tak ada kabar kini kau menjadi gila?,ku kira kau telah kembali ke kerajaan asal mu karena takut berhadapan dengan istri empat pangeran"
Wanita itu mendongak,mengerjapkan matanya yang sedikit berkabut karena sehabis menangis, tangannya mengusap air mata yang sempat keluar membasahi pipinya.
__ADS_1
"Apa itu kau pangeran?"
Sang pria mendengus ia berdecak kesal,tak lama ikut berjongkok menatap sang putri.
Keningnya mengerut tipis melihat jejak air mata pada wajah sang putri.
"Apa yang terjadi padamu?"
Tidak mendapat kan jawaban,tapi kini ia mendapatkan sebuah pelukan erat secara tiba-tiba dari seorang putri yang biasanya terlihat angkuh itu.
Tangannya terangkat mengusap punggung sang putri,ketika merasakan bahu wanita yang memeluknya terasa bergetar.
"Tenang lah,ada apa denganmu?,apa kau terluka?"
Tak kunjung mendapatkan jawaban,namun ia merasakan pelukan sang putri semakin menngerat,dengan isak tangis yang terdengar menyayat.
Sang putri semakin terisak dalam pelukannya.pria itu terdiam,entah apa yang harus ia katakan untuk menenangkan wanita itu.dia tak tau apa yang sudah wanita itu alami sebenarnya,hingga membuat wanita itu terlihat se menyedihkan ini,namun saat mendengar perkataan yang ke luar dari mulut sang putri itu tadi,entah mengapa ia ingin sekali mengumpat dan mencaci maki wanita itu, agar tersadar, bahwa 'kau memang telah kotor sejak dulu jadi berhentilah untuk bersikap seolah kau adalah seorang wanita suci yang telah di renggut mahkotanya secara paksa,oleh seorang pria'
Tapi pemikirannya itu hanya bisa ia telan mentah-mentah,tak mungkin ia memperkeruh suasana hati sang putri,dengan menyadarkannya soal fakta.
Menghela nafas pelan,pria itu mengusap kepala sang putri,lalu di bawahnya kembali tegak agar menatap ke arahnya.tangannya ia bawa untuk menghapus sisa air mata yang berada pada pipi sang putri.
"Berhentilah menangis, jangan terlalu banyak mengeluarkan air mata mu,karena itu hanya akan membuang-buang waktu,kau hanya akan menjadi terjatuh sakit karena nya"
Putri Orleans menatap pria itu dengan isak tangis yang masih terdengar samar,suara sang pria terdengar lembut menenang kan.
__ADS_1
Setelah melihat putri Orleans sedikit tenang,pria itu kembali melontarkan pertanyaan yang membuat nya berfikir keras sejak tadi.tangannya bergerak mengusap lembut pipi wanita itu
"apa yang terjadi padamu, sebenarnya?,kemana saja kau pergi selama hampir satu minggu ini?"
Putri Orleans terdiam wajahnya menunduk,menggenggam erat gaun tidur yang ia pakai,kuku kuku jarinya memutih saking kuatnya ia mengepal,matanya yang memerah menyorot tajam,mengingat perlakuan yang ia terima tidak lama ini.
"A-aku,aku di culik lima hari yang lalu setelah keberangkatan para utusan, tiba-tiba ada yang memukul tengkuk ku dari arah belakang saat aku tengah bersiap untuk tidur, setelah itu aku tak mengingat apa-apa lagi" matanya terpejam, menutup erat ketika akan kembali melanjutkan ceritanya, bibirnya ia gigit menahan isak tangis yang akan kembali keluar dari bibir nya, bila mengingat hal bejat apa yang telah menimpanya.
Pria itu mengelus bahu sang putri untuk menyalurkan kekuatan agar wanita itu bisa kembali melanjutkan ceritanya dengan tenang.
"Tapi sa-saat aku di tengah kesadaran untuk terbangun,aku merasakan sebuah sentuhan pada tubuhku dan itu bukan hanya satu tetapi ada lebih dari dua,ketika aku membuka mataku,aku menemukan banyak pria yang menatap ku dengan pandangan penuh nafsu hiks" putri Orleans kembali terisak tangannya menutup wajahnya kembali agar tak terlihat oleh pria di hadapannya,betapa rapuhnya dirinya saat ini.
Pria itu termanggu mentap putri Orleans dengan diam, wanita itu terlihat menyedihkan saat ini.ia menghela nafasnya pelan "apa kau tau siapa yang telah melakukan hal itu padamu?"
Putri Orleans mendongak, kepalanya menggeleng "aku tak tau,ta-tapi mereka melecehkan ku tanpa jeda, bahkan hampir setiap hari pangeran,dan di hari kelima aku berhasil melarikan diri dari mereka, ternyata aku berada di rumah bordir selama lima hari itu dengan banyak gigolo yang menggerayangi tubuhku,a-aku merasa jijik pada mereka dan pada tubuhku sendiri"putri Orleans menunduk dengan tangan mengepal erat,sang pria mengelus kepala putri Orleans dengan lembut
"Kau sudah banyak mengalami kejadian buruk,sekarang lebih baik istirahatkan dirimu"
Putri Orleans menggeleng "tidak,aku ingin membalas dendam pada mereka,aku yakin ini semua ulah sinyya dan ke empat Pangeran, mereka ingin membalas dendam karena aku telah meracuni sinyya dan sang raja"
Pria itu menahan tangan putri Orleans ketika melihat wanita itu hendak beranjak dari duduknya"tidak sekarang,tapi nanti.kita pasti akan membalas dendam tapi bukan hanya mereka saja yang akan mendapatkan pembalasan,melainkan semua bangsawan yang telah berdosa"
"Sekarang lebih baik kau kembali istirahat,selagi kita menyiapkan neraka untuk mereka,tubuhmu butuh tenaga dalam menjerumuskan mereka pada kobaran menyakitkan"
Putri Orleans terdiam, matanya memindai wajah sang pria yang terlihat menyeringai,tak lama ia mengangguk menuruti pria itu untuk tetap diam dan kembali beristirahat,mengisi tenaga.
__ADS_1
Pria itu mengangkat selimut nya menutupi tubuh sang putri sampai dada,ia mengecup kening wanita itu sekilas,"tidurlah aku akan keluar untuk menyiapkan rencana balas dendam kita"
Wanita itu mengangguk,ia tersenyum tipis mendapatkan perlakuan lembut dari sang pria.pria itu mengusap kepala sang putri singkat lalu berjalan kembali menuju balkon tempat nya memasuki kamar sang putri tadi.