Putri Empat Pangeran

Putri Empat Pangeran
Bab 17


__ADS_3

sesampainya di kediamannya sinyya duduk di kasur empuk nya ia masih terbayang kejadian barusan yg menimpanya


"sakit sekali Pipi ku" gumamnya seraya mengusap-usap pipinya yang habis kena tampar "


"dasar cecunguk gak tau apa-apa juga main gampar aja anak orang, pake nge bela si nenek lampir lagi, baru aja aku Mikir dia sedikit baik ehh ternyata pemikiran aku langsung tersapu bersih lagi ama dia" gerutu sinyya kesal


sinyya terdiam seakan teringat sesuatu


"Lebih baik sekarang aku pergi ke tempat tinggal ayah untuk mencari bukti-bukti nya"


sinyya beranjak bangun untuk bersiap siap pergi ke kediaman ayahnya


__________


saat ini sinyya sudah sampai di belakang rumah kediaman ayahnya dia mengendap endap pergi ke kamar perdana mentri, kebetulan sinyya sebelum kesana sudah mengutus pelayannya untuk mencari tahu segala kegiatan ayang nya yang akan ia lakukan akhir-akhir ini, dan kebetulan ada pekerjaan yang akan di lakukan oleh ayahnya sore ini,pelayannya mendapatkan informasi bahwa ayah sinyya hendak pergi menyiapkan kado untuk ulang tahun kaisar sore ini, ya dia memilih kan sendiri kadonya untuk teman baiknya itu,maka tidak heran jika dia pergi sendiri untuk mencari kado, begitupun dengan kaisar ia tidak menganggap perdana menteri sebagai bawahannya,melainkan sudah di anggap sebagai saudara sendiri,karena mereka tumbuh bersama.


kalau di tanya mengapa sinyya tidak masuk lewat gerbang kediaman perdana mentri saja? jawabannya adalah ya namanya juga dia sedang menjadi detektif,jadi menurut dia harus di lakukan secara sembunyi-sembunyi biar lebih afdol


sinyya melirik kiri kanan,setelah di rasa tidak ada lagi pengawal yang patroli, ia berjalan mengendap-endap ke arah pintu kamar ayahnya,membukanya perlahan lalu masuk, menutup pintunya kembali


sinyya bertolak pinggang menatap ke segala penjuru lalu berjalan ke arah kasur,berbolak balik mengobrak abrik tempat yang di rasa menyimpan bukti atau sesuatu yang bisa menjadi bukti

__ADS_1


"Di mana sih buktinya aku udah nyari, ke semua tempat yg memungkinkan, sampai ke tempat yang mustahil ada barangnya Hmmmm"


sinyya memegang dagunya berusaha berfikir tempat mana lagi dalam kediaman perdana menteri ini, yang memungkinkan menyimpan sebuah bukti


ia sangat bingung,menghentikan kakinya ke lantai ber karpet dengan kesal


Krekkkk~


sinyya beralih mencari suara tadi


tiba-tiba ia melihat laci kecil di bawah tempat tidur terbuka,sinyya menatap aneh laci itu,sejak kapan ada ada laci di bawah tempat tidur


"sepertinya aku sudah menemukan buktinya,coba aku lihat apa yg ada di dalam kotak ini" gumam sinyya seraya mengambil sebuah kotak yang berada di dalam laci itu


"ni kotak gimana ngebuka nya njir"


ia menatap ke kanan dan ke kiri mencari kunci dari gembok kotak itu,tapi tak menemukan apapun,jika tau akan seperti ini mungkin ia tadi akan membawa jepit rambut,matanya memicing melihat vas bunga kecil


"seperti nya aku punya ide"


berjalan mengambil vas bunga itu,di genggamnya vas bunga kecil itu lalu ia memukulkan ke arah gembok kecil yang menutup kotak itu,dan ya sekali pukulan berhasil,memang kekuatan guru bela diri tak perlu di ragukan lagi dari nya,haha sinyya tertawa bangga

__ADS_1


di sana Terdapat Sebuah surat, gelang kaki seorang wanita,serta sebuah gulungan kertas


di dalam surat itu tertulis


"temui aku di tebing pinggir hutan rimbun" gumam sinyya membaca isi surat itu


"apa maksudnya surat ini" monolog nya bingung


tiba-tiba dia mendengar suara langkah kaki dari luar ruangan kamar ayahnya, sinyya pun cepat cepat menutup laci itu kembali dan keluar melalui jendela


kreeekkkkk~


pintu ruangan itu terbuka


"aneh sepertinya barusan aku mendengar suara dari dalam kamar tapi mengapa tidak ada siapa-siapa, sudahlah mungkin itu cuma khayalan ku saja lebih baik aku cepat cepat mengambil stempel nya dan memberikan nya pada perdana menteri" monolog orang itu


setelah mengambil barang yg di perlukan pengawal itu pun keluar dari ruangan kamar perdana menteri


"Hufff,akhirnya dia sudah pergi" ujar sinyya yg masih berdiri di balik jendela di luar ruangan perdana menteri, sebenarnya dia hendak segera pergi barusan namun ia takut jika langkah kakinya terdengar oleh pengawal itu, akhirnya sinyya memutuskan untuk berdiam diri dulu di balik jendela seraya bersembunyi


setelah di rasanya pengawal itu sudah pergi sinyya pun bergegas pergi meninggal kan tempat tinggal perdana menteri, dengan gesit ia memanjat tembok tembok tinggi yg berjajar mengitari kediaman perdana menteri,lalu berjalan menjauh dari sana

__ADS_1


__ADS_2