Putri Empat Pangeran

Putri Empat Pangeran
Bab51


__ADS_3

"bagaimana?,apa jurus penggodamu berhasil padanya"ejek pria itu berbalik menatap wanita yang tengah tertidur di sebelahnya


Wanita itu membuka matanya,menatap datar pria itu


"Jika dengan godaan saja tak cukup,maka aku akan membuat nya menyerahkan diri secara sukarela padaku"


Pria itu memandang sangsi wanita di hadapannya


"Benarkah?"


"kau sudah di pukul mundur sebelum beraksi sebelumnya.apakah rencana mu kali ini akan berhasil?"


"Aku tak yakin"


Wanita itu membalas dengan tatapan jengkel.mendengar penuturan pria yang tengah terdengar meremehkan nya.dia melingkarkan tangannya memeluk tubuh pria itu yang tak terhalang sehelai benang pun.


"Aku pastikan kali ini akan berhasil.bila dengan melewati pangeran pertama masih tak berhasil.maka yang perlu kita lakukan hanya merebutnya secara paksa"


Pria itu balas memeluk pinggang wanita di hadapannya.hingga kulit mereka terasa semakin bersentuhan.


"Ospi kedua terdengar lebih baik" tersenyum menyeringai


_________


Seorang wanita terlihat berjalan menuju ke arah dapur istana.sebelum mencapai pintu dia melihat seorang pelayan wanita keluar mendorong sebuah troli berisi makanan.


"Untuk siapa makanan itu kau bawa?"tanyanya menghentikan pelayan itu


pelayan itu menunduk hormat "Hormat hamba putri"


"hamba akan membawanya ke kamar pangeran lu xianyi,sebagai santapan makan malam"


Putri Orleans mengangguk lalu tersenyum sekilas."tolong ambilkan aku semangkuk sup terlebih dahulu"


"Tapi.." pelayan itu terlihat bimbang mendengar perintah putri Orleans.matanya terus saja menatap troli makanan yang tengah ia genggam


Putri Orleans tersenyum manis "tenang saja aku akan menjagakannya untuk mu,kau ambilkan saja dulu sup nya setelah itu kau bisa melanjutkan kembali pekerjaan mu"


Melihat pelayan itu masih terdiam.putri Orleans kembali berbicara


"Cepatlah aku sangat ingin memakan sup saat ini,bisakah kau mengambilkan nya terlebih dahulu, sebentar saja!?"pinta putri Orleans kembali dengan tatapan memohon


Setelah berpikir cukup lama.akhirnya pelayan itu menganggukan kepalanya pelan menyetujui permintaan putri Orleans


Wanita itu tersenyum cantik "terimakasih.cepatlah masuk dan bawakan aku semangkuk sup.biar troli makanan ini aku yang akan menjaganya"


Putri Orleans melunturkan senyumannya ketika melihat pelayan itu sudah masuk kembali ke dalam dapur.ia melirik menatap ke sekitar melihat tidak ada orang dengan cepat ia mengeluarkan sebuah botol di balik hanfunya.menuangkan botol berisi bubuk ke dalam air teko dan juga sup pada makanan di atas troli.tak tanggung-tanggung wanita itu menuangkan dengan dosis banyak hingga bubuk dalam botol itu hampir habis secara keseluruhan.ia tersenyum ketika melihat bubuk yang ia tuangkan sudah terlarut dalam makanan dan minuman itu.tidak ada warna ataupun bau yang berubah dengan kedua makanan yang ia bubuhi tadi.


Melihat pelayan tadi sudah datang putri Orleans segera menyembunyikan botol itu kembali ke belakang tubuhnya.


Ia tersenyum ramah pada pelayan itu "terimakasih" setelah mengucapkan sepatah kata.putri Orleans pergi meninggalkan pelayan itu yang kembali melanjutkan aktivitasnya ,dengan senyum puas tercetak pada bibir wanita itu.


Putri Orleans membuka pintu kamarnya dengan tergesa-gesa.Menyimpan semangkuk sup tadi di atas meja yang berada di kamarnya.


beberapa menit kemudian,Putri Orleans terlihat keluar dari ruang mandi dengan kain yang melilit di tubuhnya.ia menatap ke arah dua pelayan yang sudah membantunya berendam


"Pergilah.aku akan berpakaian sendiri" ujarnya lalu berjalan ke arah lemari pakaian


Dua pelayan itu menunduk.lantas berjalan keluar meninggalkan kamar putri Orleans.


Putri Orleans terdiam ketika melihat baju yang ia cari,sebuah gaun tidur yang sangat tipis.


________


Sinyya memicingkan matanya ketika melihat siluet seorang wanita yang terlihat mencurigakan.


"Kenapa wanita itu berjalan-jalan di luar dengan menggunakan selimut, malam-malam begini?"


melihat wanita itu yang terlihat berjalan dengan waspada di dalam istana.membuat Sinyya memutuskan untuk mengikuti wanita itu secara diam-diam.


Langkah nya terhenti ketika melihat wanita itu berhenti di depan kamar lu xianyi.ia bersembunyi di balik pilar ketika melihat wanita itu hendak berbalik melihat ke arahnya.tak lama sinyya keluar ketika melihat wanita tadi perlahan masuk ke dalam kamar lu xianyi.


"Mengapa wanita itu masuk ke dalam kamar suamiku?"


"Apakah mereka sedang selingkuh?"


"Lalu memutuskan untuk bertemu secara diam-diam di malam hari?"


Sinyya meninju udara menyalurkan kekesalan yang tiba-tiba hadir dalam dirinya.

__ADS_1


Sinyya mendengar suara barang terjatuh di dalam sana ketika kupingnya ia tempelkan pada sisi pintu kamar lu xianyi.


"Wah,ini tak bisa di biarkan" sinyya geleng-geleng kepala menatap pintu kamar lu xianyi yang tertutup.


Celingak-celinguk mencari sesuatu.sinyya menemukan sebuah balok yang tersampir menahan pohon mangga yang masih lumayan kecil tak jauh dari tempatnya berdiri.


Dengan langkah seribu sinyya berjalan menghampiri pohon cilik itu.lalu mengambil balok kayu yang menahan bobot badan pohon yang terlihat akan tumbang sebentar lagi.balok itu terlihat seperti tulang untuk pohon mangga yang lunglai dengan ikatan pada batang serta di satukan pada balok itu suapaya membuat pohon mangganya terlihat berdiri tegak.


"Maafkan aku karena harus meminjam penopang hidupmu"monolog sinyya seraya membuka ikatan yang menahan balok kayu itu dengan susah payah.


________


putri Orleans membuka selimut yang ia pakai ketika sudah masuk kedalam kamar lu xianyi.dengan langkah yang terlihat kian menggoda ia berjalan menghampiri lu xianyi yang terlihat sedikit lunglai dengan memegang kepalanya.


putri Orleans tersenyum ketika menyadari obat yang ia berikan sudah mulai bekerja.wanita itu berjalan mendekati lu xianyi,tanpa tau malu dia mendudukan bokongnya di pangkuan pria itu.


"sinyya?!"parau lu xianyi


"iya ini aku sinyya"balas putri Orleans dengan mengelus rahang lu xianyi.


brakk!


"kau bukan sinyya!"cetus lu xianyi dengan cepat mendorong tubuh wanita itu dari atas pangkuannya.


lu xianyi hendak berjalan ke arah pintu untuk mencari sinyya,tubuh nya terasa panas.nafsunya terasa menggebu, memberontak ingin di keluarkan.


sebelum sampai ke arah pintu.tubuhnya sudah di peluk terlebih dahulu oleh putri Orleans kembali.


_______


Sinyya berjalan ke arah pintu membukanya secara perlahan.ia melotot ketika melihat seorang wanita tengah memeluk lu xianyi dengan pakaian yang begitu minim bahan.


"Sialan, wanita dan pria itu" makinya lalu berlari menghampiri mereka,dengan sebongkah balok kayu pada genggamannya


"Hiyaaaaaa"


Bughh!!


Seorang wanita terjatuh tergeletak menghantam lantai,setelah mendapatkan satu pukulan pada tengkuk nya


Sinyya menunduk ia membalik tubuh itu,kening sinyya mengerut ketika mengetahui orang yang tengah tekulai di lantai itu adalah putri Orleans.tak lama bibirnya menyeringai melihat mata wanita itu tengah terpejam dengan damai.


"Dan kau!"tunjuk sinyya garang mengalihkan tatapannya ke arah pria yang berdiri tak jauh darinya.


Glek!


Sinyya menelan ludahnya kasar ketika melihat penampilan lu xianyi yang begitu kacau.wajah pria itu terlihat memerah dengan mata memandangnya tajam


"Sial!"


Sinyya memundurkan langkahnya saat melihat tatapan tajam memangsa lu xianyi terlihat menatap intens dirinya.


Lu xianyi tersenyum miring ketika mendapati sinyya sudah berada di hadapannya dengan sendirinya.tanpa harus susah-susah ia cari.


"Shayahghh,kemarilahhh!"


Sinyya menggeleng takut menatap pria itu yang terlihat ter engah-engah mengendalikan kabut gairah nya.ia merutuki kebodohan nya yang dengan sukarela menyerahkan diri masuk ke dalam kandang serigala.


"Ayolah~"


"Hahh,haah,,,Shuamimuh membutuhkan mu shaat hini"


Dengan cepat lu xianyi menghampiri sinyya ketika melihat wanita itu hendak berlari ke arah pintu.


"Akhhhh,turunkan aku dasar mesum"maki sinyya meronta-ronta ketika dengan cepat tubuhnya di bopong ala karung beras oleh lu xianyi.


Brakk!!


"Aww sial punggungku" ringis sinyya ketika dirinya di banting ke atas kasur oleh lu xianyi.


Matanya melotot ketika mendapati lu xianyi sudah berada di atas tubuhnya.mengukungnya hingga ia sulit untuk memberontak.


Lu xianyi mencium tengkuk sinyya yang terus memberontak dalam kukungannya.


"Bhantu aku, whanita gila itu sudah memasukan obat perangsang pada makanan ku" ucapnya lirih dengan tangan yang bergerak mengikat ke dua tangan sinyya di atas kepala wanita itu


Tubuh sinyya merinding ketika mendengar suara berat dengan nada rendah milik lu xianyi.apalagi nafas panas pria itu menghembus mengenai lehernya,membawa sensasi geleyer aneh pada tubuhnya.


Dirinya tiba-tiba tersentak ketika merasakan baju yang ia pakai di robek secara paksa.

__ADS_1


Lu xianyi terbengong meneguk ludahnya kasar,tak lama senyumnya mengembang membuat sinyya merinding melihat nya.


"kau ternyata lebih seksi jika tak memakai apapun"gumam pria itu terdengar serak


Ingin sekali sinyya menggetok kepala pria itu karena kesal.sayang ke dua tangannya telah di ikat oleh pria sialan yang sayangnya adalah suaminya sendiri.


"Hei apa yang kau lakukan!"teriak sinyya ketika melihat lu xianyi membuka bajunya sendiri dengan tergesa-gesa


Lu xianyi menunduk menatap mata itu dalam "tanang aku akan melakukannya secara perlahan.hingga kau akan masuk kepada malam panas yang begitu menggelora"


"Menggelora matamu hongkong.sial pria ini berubah menjadi pria bajingan ketika di liputi hawa nafsu"maki sinyya tertahan dalam hati ketika bibirnya sudah di bungkam secara pakasa oleh pria itu.dengan tangan yang sudah menjalar kemana-mana.


____________


Sinyya mengerjapkan matanya ketika merasakan cahaya masuk menembus retina mata nya, matanya seketika melotot saat mendapati wajah pulas lu xianyi sangat dekat dengan wajahnya.


Ingatan nya melayang pada kejadian plus plus semalam.wajahnya memerah menahan kesal dan malu.


"Bangsat,harusnya aku membiarkan nya saja dengan putri Orleans semalam"umpat sinyya dengan suara berbisik


Mata lu xianyi terbuka ketika mendengar suara dengan nada berbisik seseorang.bibirnya menyunggingkan senyum tipis ketika mendapati sinyya dengan wajah yang di tekuk,tengah berbaring di sebelahnya.


Cup


"Selamat pagi" sapa pria itu dengan mengeratkan pelukannya.lalu menelusupkan kembali wajahnya pada leher istrinya itu


Sinyya menatap kesal lu xianyi yang mencuri ciuman pada bibirnya.


"Tidur lagi sayang,kita akan makan nanti saja"


Sinyya mendelik mendorong tubuh lu xianyi agar menjauh dari dirinya.


"Ashhh"sinyya meringis ketika merasakan badannya terasa remuk dengan tubuh inti yang terasa nyeri


Lu xianyi langsung menatap panik ke arah sinyya ketika mendengar ringisan kesakitan keluar dari bibir istrinya itu.


"Kau tak apa-apa?"


"apa ada yang sakit?"


"di sebelah mana,coba perlihatkan padaku?"Tanya pria itu beruntun dengan nada cemas


"Ini semua gara-gara sikap buasmu semalam!"teriak sinyya tertahan dengan wajah sebal


Lu xianyi terdiam seketika.matanya berkedip beberapa kali,tak lama ia mengusap tengkuknya gugup.dengan senyum mengembang.


"Salahkan dirimu sendiri yang terasa begitu enak dan menggoda" ucapnya dengan mencuri kecupan di bibir sinyya cepat


Sinyya mendengus mendengar itu,mengapa malah ia yang di salahkan?. tiba-tiba dirinya terdiam ketika mengingat sesuatu.sinyya menatap lu xianyi cepat membuat pria itu menaikan satu alisnya bingung.


"Di mana ulat bulu itu?"


Kerutan halus terlihat di dahi lu xianyi ketika mendengar pertanyaan sinyya.


"ah tidak maksud ku dimana putri Orleans?"koreksi sinyya kembali


"Oh" lu xianyi mengangguk lalu memeluk sinyya kembali menumpahkan wajahnya di dada wanita itu


"Oh?.oh,oh.dimana?"kesal sinyya mendengar jawaban tak jelas dari lu xianyi


"Aku menyuruh pengawal untuk mengeluarkannya saat kau tertidur kelelahan"


"Di keluarkan?,saat kelelahan?"bingung sinyya,dengan wajah cengo.pria itu hanya mengangguk.


Sinyya terdiam miris,apa semalam wanita itu pingsan dan tergeletak di sini sampai ia dan lu xianyi selesai melakukan itu?.


"Sudahlah tak perlu memikirkan apapun,lebih baik.sekarang kita capat mandi"ujar lu xianyi membopong tubuh sinyya secara tiba-tiba membuat wanita itu terhenyak dalam lamunannya,hingga terangkat kembali pada kesadaran nya.


"Tidak turukan turukan aku,aku akan mandi sendiri!"teriak sinyya perotes, meronta dalam gendongan lu xianyi


"Mengapa harus sendiri,jika kita bisa melakukannya berdua"balas pria itu dengan senyuman penuh arti.dan


Blamm!


Suara pintu ruang mandi terbanting dengan keras.hingga di susul oleh teriakan sinyya dan lu xianyi yang terdengar bersautan


"Kyaaaa.dasar pria mesummm!!"


"Mesum,mesum begini aku adalah suamimu!"

__ADS_1


__ADS_2