Putri Empat Pangeran

Putri Empat Pangeran
Bab50


__ADS_3

Sringg~


Sringg~


Sringg~


Terdengar suara pedang beradu bersautan.


"Kau sudah menguasai teknik bermain pedang ternyata,sangat hebat!"puji lu tian mengusap peluh di kening sinyya


Sinyya meneguk air yang di berikan salah satu pelayan hingga tandas tanpa menghiraukan perkataan lu tian.


"Oh ya,dari mana kau menguasai teknik berpedang tadi?,aku belum pernah melihat nya sebelum nya" tanya lu tian menatap sinyya bingung.pasalnya ketika beradu pedang dengannya tadi sinyya sempat mengeluarkan teknik yang belum pernah ia lihat sebelumnya,teknik itu lumayan hebat menurut nya bisa memblokade lawan dengan cepat dan membuat lawan terkecoh bila tak hati-hati, begitu pun dengan dirinya tadi sebelum dengan cepat mengelak dan menguasai diri.


Sinyya membalas tatapan lu tian yang terlihat berekspresi bingung dengan tatapan bertanya padanya.


Sinyya tersenyum lalu menyerahkan gelas kosong ke pada pelayan."aku pernah mempelajarinya dari buku yang aku temukan di perpustakaan,saat di rumah ayahku waktu dulu,mungkin itu adalah teknik nenek moyang keluarga kami" ujar sinyya dengan tenang


Lu tian mengangguk ketika mendengar alasan logis dari sinyya.keluarga sinyya memang di kenal keluarga yang hebat dalam menggunakan senjata dan bela diri secara turun temurun.ayah sinyya dulunya pernah menjadi mentri pertahanan.yang selalu berada di garda terdepan bila terjadi perang sebelum ia memilih mundur saat istrinya meninggal lalu di angkat menjadi mentri pajak atas paksaan sang raja.


"Aku ingin belajar memanah,bisakah kau mengajariku"


Lu tian menatap ke arah langit.melihat matahari yang tidak begitu terik.ia mengangguk.lalu menggandeng tangan sinyya untuk membawanya ke arena khusus memanah.


"Pilih busur yang kau mau"


Sinyya menatap busur-busur yang tersusun rapih menggantung pada rak di hadapannya dengan mata berbinar.


Ia mengambil salah satu busur yang berukuran sedang,dengan warna emas yang cantik.lalu mengambil anak panah yang akan ia gunakan.berjalan ke arah tengah lapangan dengan lu tian yang senantiasa berada di dekatnya.


Sinyya mengangkat busurnya sama tinggi dengan dada. menatap dengan fokus tempat bidikan yang akan ia panah,lalu melepaskan anak panah itu dengan cepat.


Sett~


Blass~


Sinyya mengerut melihat bidikannya tak tepat sasaran.


"Tegakan badan mu dengan lurus menatap target tembakan" ujar lu tian memberi arahan dari belakang tubuh sinyya


"Tempat kan kaki selebar bahu" sinyya menuruti intruksi lu tian dengan baik


"Pasangkan anak panah pada busur"


"Jangan tegang" intruksi lu tian memegang ke dua tangan sinyya dari belakang memberi arahan


"Gunakan tiga jari mu untuk menahan anak panah pada tali busur"

__ADS_1


Sinyya mengangguk,mengikuti segala intruski lu tian dengan patuh,membuat pria itu menyunggingkan senyum tipis


"Angkat dan tarik busurnya,gunakan sebelah matamu untuk membidik sasaran"


Lu tian menatap sinyya sekilas,di rasa sudah benar,dia baru melanjutkan instruksi nya kembali.


"Lepaskan anak panah mu dengan merilekskan jari tangan yang menahan tali busur"


Lu tian kembali melirik jari tangan sinyya yang sudah melepaskan tembakan anak panah pada tempat bidikan.mereka mengamati anak panah itu yang tengah melesat lurus ke arah sasaran.hingga


Sett~


Blass~


Sinyya tersenyum ketika melihat anak panah yang tadi ia lepaskan menancap tepat pada sasaran.


"Bagus,kau mempunyai otak yang mudah paham dalam semua arahan ku" puji lu tian di sebelah pipi sinyya,lalu mencup pipi istrinya itu sekilas.


"Itu sebagai hadiah dariku"kekeh lu tian,membuat sinyya mendengus


Semua kesatria bertepuk tangan melihat kehebatan sinyya dalam memanah.


"Hebat sekali bukan hanya bisa berpedang,putri juga bisa memanah dalam dua kali percobaan"


"Iya benar memang hebat"


"Aku kira putri orang yang pendiam dengan kepribadian anggun"


"Ternyata ia juga bisa melakukan hal yang hebat dengan menguasai ilmu bela diri"


Tak menghiraukan bisik-bisik pujian dari para kesatria.Mata sinyya tak sengaja menangkap putri Orleans yang tengah berjalan melewati arena khusus memanah.ia tak tau apa yang sudah wanita itu lakukan hingga bisa berada di tempat ini.yang jika di fikir tempat platihan ini lumayan jauh dari istana raja berada.tak mau repot memikirkan itu.sinyya tersenyum dengan tangan menggapai anak panah kembali dan membidiknya ke arah putri Orleans berada.


Sett~


Blass~


"Aaaaaa~"teriakan putri Orleans menggema di arena khusus memanah membuat semua perhatian tertuju ke arahnya.wajah wanita itu terlihat pucat dengan tangan yang menutupi kedua telinga.ketika melihat sebuah anak panah melesat tepat di hadapan wajahnya.ia yakin sedikit saja ia melangkah tadi,anak panah itu akan menancap dan membolongi kepalanya.


Lu tian menggelengkan kepalanya menatap sinyya gemas.wanita itu hanya terkikik geli melihat reaksi putri Orleans, karena ulahnya.


Takk~


"Aww" sinyya cemberut menatap lu tian yang telah menyentil jidatnya


"Dasar nakal" ucap pria itu mencubit pipi sinyya gemas


"Biarin,toh dia gak mati juga kan"sahut sinyya acuh dengan tangan mengusap pipi nya yang merasa sedikit sakit akibat cubitan pria itu

__ADS_1


"Sinyyaaaa~" sinyya terlonjak kaget ketika mendengar suara melengking yang meneriaki namanya


Matanya menatap horor ketika melihat putri Orleans berjalan cepat ke arahnya dengan wajah memerah.tanpa harus bertanya pun ia tau wanita itu sebentar lagi akan mengamuk ke padanya.seketika ia berlari kebelakang lu tian untuk bersembunyi dan menjadikan pria itu tameng.


"Apa kau ingin membunuh ku haah"teriak putri Orleans setelah berada di dekat lu tian dan juga sinyya


Sinyya hanya menyembulkan kepalanya di antara ke tiak lu tian.dengan tampang songong sinyya mengejek wanita itu dengan menjulurkan lidah.membuat putri Orleans kian bertambah emosi melihatnya.


"Sini kau. aku pastikan akan membunuhmu saat ini juga" amuk wanita itu dengan mengejar sinyya kebalik tubuh lu tian,sedangkan lu tian hanya pasrah di tarik-tarik oleh sinyya dan di jadikan tameng oleh wanita itu.


Dan berakhirlah aksi kejar-kejaran antara putri Orleans dan juga sinyya yang terus berlari menghindari wanita itu.


Lu tian menghembuskan nafasnya lega ketika dia sudah terbebas dari jeratan sinyya.tangannya terulur memijit kepalanya pening memperhatikan dua orang wanita yang tengah kejar-kejaran di area latihan memanah.yang mengejar terlihat emosi sedangkan yang di kejar mengundang emosi.


Putri Orleans berhenti dengan nafas ter engah-engah,dia menghentakan kakinya kesal karena tak kunjung bisa menangkap sinyya.


"Wlee gak kena"ejek sinyya kembali,lalu berlari menyusul lu tian yang masih berada di tempatnya berdiri tadi.


Dengan kesal purti Orleans mengambil sebelah sandal nya,lalu melemparnya ke arah sinyya yang tengah berlari menghampiri lu tian dengan senyum mengembang.hingga


Settt~


Bughh~


Ghocha,lemparan sandal itu berhasil mengenai bokong sinyya


"Aduhhh" pekik sinyya ketika merasakan bokongnya tertimpuk oleh sesuatu.wajah yang menyunggingkan senyum sekarang berganti menjadi ekpresi cemberut.ia berbalik arah menatap ke arah putri Orleans kembali dengan kesal.niat ingin membalas kambali matanya malah di buat melotot ketika melihat satu sandal yang tengah melayang ke arahnya dengan cepat ia menunduk, menghindari.


"Arghmpt~"


sinyya menengok ke arah belakang ketika mendengar suara jeritan tertahan.ia meringis ketika melihat seorang kesatria yang di jadikan tameng oleh lu tian dari sandal melayangnya putri Orleans.sandal yang harus nya berakhir mengenainya,kini malah tertanam di mulut kesatria itu.


Sinyya melirik kembali ke arah putri Orleans berada ternyata wanita itu sudah pergi dengan wajahnya yang di tekuk,menahan kesal.


Tak lama ia merasakan tarikan kuat di kupingnya "ashh,aww,awww sakitt!"pekik sinyya memukul-mukul sebuah tangan yang menjewer telinga nya


"Ini hukuman karena kenakalan mu"ujar lu tian datar,berjalan dengan tangan yang masih menjewer telinga sinyya, membuat wanita itu meronta-ronta,karena sakit dan malu di tatap oleh banyak pengawal dan kesatria yang tengah berlatih.


Tak tahan dengan aksi memberontak sinyya membuat lu tian membopong tubuh wanita itu pada pundaknya dengan ke adaan terbalik.


"Siall!,lepaskan aku, lu tiannnnn,hoekkk"


Sinyya terus meronta dan memukul-mukul punggung lu tian agar di turunkan dari posisi yang membuat kepalanya berputar,dan perut yang serasa di kocok.


Hoekk~


berakhirlah dengan sinyya yang kembali memuntahkan isi perutnya di belakang tubuh lu tian.

__ADS_1


__ADS_2