
Shen tiansu saat ini berada tepat di depan ruang kamar yang tengah di tempati sinyya, wanita itu memang tengah tinggal di kediamannya untuk sementara waktu.
Sebenarnya Shen tiansu ingin menjumpai sinyya sesudah membereskan sedikit persoalan tentang rencana mereka yang lainnya,semalam.namun ia berubah fikiran ketika mengingat sinyya juga membutuhkan waktu untuk sendiri dan istirahat usai kejadian yang terjadi di istana.
Jadi ia memutuskan untuk menemuinya pagi ini.shen tiansu cukup khawatir memikirkan keadaan wanita itu,pasti sinyya pun ikut merasakan kesedihan kerena telah memutuskan hal besar yaitu berpisah dari mereka.
Tok!tok!tok!
Cukup lama shen tiansu mengetok pintu hingga akhirnya suara sinyya yang menyuruhnya untuk masuk terdengar dari dalam.
Shen tiansu membuka pintu kamar sinyya dan menutupnya kembali.matanya terpaku pada sosok wanita yang terlihat tengah berdiri memandang ke luar jendela.dengan langkah pelan shen tiansu mendekati sosok itu.
"Apa kau baik-baik saja?"tanya shen tiansu dengan pandangan ke depan, Tidak ada tanggapan dari wanita di sisinya.hingga akhirnya shen tiansu merasakan bahunya di tindih sesuatu.shen tiansu melirik ke arah sebelahnya ternyata sinyya tengah menyenderkan kepalanya di bahu shen tiansu.
Shen tiansu mengangkat tangannya untuk mengusap kepala sinyya pelan."aku hanya lelah" ucap sinyya
"Harusnya kau istirahat saja" sinyya menggeleng tak mau menuruti perkataan shen tiansu
"Apa kau sudah memberikan dokumen itu pada mereka?"
__ADS_1
Shen tiansu mengangguk "mereka terlihat sangat kacau ketika mengetahui kau mengajukan gugatan perceraian"
Sinyya terdiam cukup lama "biarlah,mungkin ini memang yang terbaik untuk ku dan mereka, rasanya trauma ku akan terus teringat jika berdekatan dengan mereka"
Shen tiansu terdiam tak bisa berkomentar apa-apa tentang keputusan sinyya.dia akan mendukung apapun keputusan yang sinyya ambil,karena itulah gunanya sebagai sahabat.shen tiansu dan sinyya merupakan teman semasa kecil.ketika sinyya menangis pria itulah yang selalu menghapus air matanya.ketika sinyya bersedih maka dia jugalah yang akan menyemangati dan menghibur wanita itu.sampai satu ketika shen tiansu mendengar bahwa sinyya akan menikah dengan ke empat pangeran,itu membuat hatinya tak tenang,dia sangat menyayangi sinyya,jadi bagaimana mungkin dia bisa baik-baik saja ketika mendengar sahabat kecilnya di nikahkan dengan empat pria sekaligus,ingin berbuat sesuatu tapi nyatanya shen tiansu tak mampu,terlebih mereka seorang pangeran,shen tiansu tak bisa menentang hal itu.hingga akhirnya dia memutuskan untuk masuk ke dalam istana dan merangkap menjadi tangan kanan sekaligus orang kepercayaan lu xianyi agar bisa terus melihat dan memperhatikan sinyya dari dekat.namun belum juga dia bertemu wanita itu, Shen tiansu harus ikut dalam rencana perang di perbatasan yang di pimpin oleh lu xianyi,sebagaimana ia telah beralih menjadi asisten pria itu,dengan itu shen tiansu harus sentiasa berada di sisi lu xianyi.hingga akhirnya dua bulan kemudian shen tiansu telah kembali bersama dengan lu xianyi,ia terus memantau sinyya dari jauh.dan dari sana ia mulai melihat ada sedikit perbedaan dari wanita itu ketika bertingkah,tidak ada lagi sifat pendiam dan anggun yang ada malah sebaliknya cerewet dan banyak tingkah,namun itu membuatnya bahagia hingga berfikir selama dua bulan sinyya menikah,wanita itu telah mendapatkan kebahagiaannya dari para pangeran,hingga membuat sinyya terlihat lebih berekspresi.namun ternyata pemikirannya itu salah melihat sikap para pangeran yang terlihat acuh dan sering memojokannya.membuat shen tiansu sangat marah,tapi ia terus menahan itu semua selagi sinyya masih dalam keadaan baik-baik saja.
hal selanjutnya yang ia dapat ketika tidak sengaja bertemu dengan sinyya adalah sinyya yang terlihat tak mengenalnya.dan ia baru tahu bahwa sinyya sedikit mengalami gangguan pada ingatannya akibat tercebur kedalam kolam yang di sebabkan oleh ye Sunly,pada saat setelah mengetahui hal itu shen tiansu segera mendatangi ye Sunly, seperti takdir telah berpihak padanya,ia di pertemukan dengan wanita itu ketika tengah di perjalanan hendak mendatangi kediaman ye Sian (ayah ye Sunly).dengan tanpa perasaaan shen tiansu menarik ye Sunly ke arah sungai yang sepi dan dalam,tanpa pikir panjang pria itu segera mendorongnya hingga membuatnya tercebur ke dalam sungai, melihat ye Sunly yang terlihat kesusahan di bawah air membuat shen tiansu tersenyum senang wanita itu akan tenggelam sebentar lagi seperti yang telah dia lakukan pada sinyya.namun tak berselang lama seusai meninggalkan wanita itu,shen tiansu di beri kabar oleh salah satu bawahannya,bahwa ada seorang penduduk desa yang menyelamatkan ye Sunly dan membawanya pulang ke kediaman wanita itu,hingga akhirnya nyawanya berhasil di selamatkan.mendengar hal itu ketika malam tiba shen tiansu memutuskan untuk mendatangi kamar ye Sunly dengan cara mengendap-endap.kedatanganya ternyata membuat wanita itu terkejut dan ketakutan hingga menampilkan raut pucat.shen tiansu hanya memberikan ancaman dan sedikit cekikan untuk tidak mengganggu sinyya kembali jika wanita itu masih ingin hidup dengan damai.dan seperti yang ia fikirkan ancamannya itu terlihat berhasil,di buktikan dengan Shen tiansu tak pernah melihat batang hidung wanita itu di sekitar sinyya maupun istana Pangeran.
Dari sana setiap waktu ke waktu shen tiansu selalu mengawasi sinyya.baginya sinyya adalah segalanya.jika terjadi sesuatu pada wanita itu,maka rasa sakitnya juga akan terasa pada hatinya.seusai acara piknik di padang bunga lavender sinyya menemuinya setelah dua hari.dia sedikit heran namun hatinya juga merasa senang melihat sinyya yang sepertinya sudah mulai mengingat nya.dari situ sinyya menceritakan semua kejadian-kejadian aneh yang menimpanya,hingga cerita tiga kehidupan yang ia jalani.mendengar cerita sinyya yang begitu menyakitkan membuat rasa marah shen tiansu meluap.jika saja sinyya tidak menahannya,maka sudah di pastikan dengan segala usaha yang ia kerahkan dia akan membantai habis orang-orang yang sudah menyakiti sinyya.
Shen tiansu berdehem "sepertinya para bangsawan tengah syok mengetahui rumah dan bisnis mereka telah hancur"
Shen tiansu menggelengkan kepalanya.sinyya, wanita itu tak mengambil jalan membunuh bagi mereka sebagai pembalasan,sebagai gantinya wanita itu malah menghancurkan setiap aset yang para bangsawan itu miliki.rumah pekerjaan yang mereka kelola sudah hancur saat ini,bahkan ada beberapa aset yang wanita itu lelang dengan harga murah di tempat pelelangan seperti tambang berlian,emas dan perkebunan.jika di tanya harta sisa ataupun simpanan para bangsawan akan di kemenakan,maka dengan jelas sinyya berucap dengan lantang."aku akan membagikan semua harta mereka dalam bentuk uang ataupun makanan ke pada rakyat.anggap saja aku tengah membantu mereka untuk berbuat amal, mereka hanya membuat ku sengsara bukan membunuhku di masa lalu.maka karena itu bukan pemenggalan yang mereka dapatkan melainkan kesengsaraan yang sama namun dalam bentuk berbeda, yaitu hidup sebagai bangsawan miskin yang tak jauh seperti rakyat biasa pada umumnya,ego mereka akan tersentil ketika merasakan pangkat yang mereka miliki saat ini bukanlah apa-apa jika untuk hidup saja mereka sama susahnya dengan rakyat biasa, kehidupan sederhana mereka akan membuat mereka sengsara secara perlahan.karena pembalasan paling tepat untuk orang yang mengagungkan kemewahan dan juga derajat adalah dengan cara terjatuh pada titik yang tak pernah mereka bayangkan yaitu ketika mereka merasakan apa itu kemiskinan,dari sana juga teman dan saudara yang memiliki pemikiran dan ego yang sama akan menjauhi mereka secara perlahan,mengucilkan dan juga mencemoh, melihat kesetaraan mereka yang tak lagi sama".
_______
"Bagaimana ayah,apa kita akan segera mendapatkan tempat tinggal kembali?"
Ye sian menggelengkan kepalanya pelan ia terduduk di sebuah kursi di dalam penginapan.usai kekacauan di istana, ye sian memutuskan untuk segera pulang,namun apa yang ia lihat saat sampai di kediamannya itu membuat dirinya sungguh terkejut, semuanya hancur,hanya menyisakan tanah lapang dengan banyaknya reruntuhan bangunan yang berserakan.tidak ada korban dalam kejadian itu,semua penghuni rumah pelayan maupun pengawal berada di luar rumah,dengan anak yang istrinya terlihat menangis meratapi keadaan rumah mereka yang hancur.saat kejadian itu terjadi mereka tengah bertamu di rumah bangsawan lain yang tengah mengadakan acara, sehingga mereka bisa selamat, namun apa yang mereka dapatkan ketika pulang membuat diri mereka syok.
__ADS_1
Dari situ ye sian membubarkan para pelayan dan pengawal untuk kembali ke rumahnya masing masing,sedangkan dia membawa anak dan istrinya ke sebuah penginapan untuk sekedar istirahat.dan hari ini dia memutuskan untuk pergi ke tempat usaha yang ia dirikan namun lagi-lagi semuanya sudah hancur,semua asetnya hilang dan di temukan terjual di tempat lelang,bahkan tabungan mereka tak tersisa sedikit pun, semuanya hilang tak tersisa.dan ternyata bukan dirinya saja lah yang telah kehilangan semua hartanya nya melainkan semua bangsawan yang pernah di sandera di dalam aula istana semalam pun mengalami hal yang sama.dapat di simpulkan bahwa semua ini adalah ulah sinyya,ya memang diapun sedikit merasa aneh ketika mereka semua di bebaskan sedangkan sang raja resanta mendapatkan hukuman tahanan dan putri Orleans telah kehilangan nyawa di depan mereka,dan mereka ternyata terlalu bahagia semalam ketika merasa dirinya sudah terbebas nyatanya dendam sinyya tetaplah masih wanita itu balaskan dengan cara membuat mereka terjatuh miskin.
"Kita tak punya apa-apa lagi sekarang,usaha ayah telah hancur semua"
Sang istri menatap ye sian dengan tak terima "apa maksudmu apa yang sebenarnya sudah terjadi.mengapa tiba-tiba keluarga kita menjadi seperti ini?"
Ye sian menatap istri dan anaknya yang terlihat meminta penjelasan,dia menghembuskan nafas berat "kita telah menyinggung putri sinyya,dan semua ini adalah pembalasan darinya,bahkan semua bangsawan yang pernah berurusan dengannya tengah mendapatkan balasan yang sama seperti kita.tapi satu yang membuat ku heran,aku tak pernah berurusan dengannya sedikitpun lalu mengapa dia membalas dendam pada keluarga kita juga,apa kalian telah melakukan sesuatu yang buruk padanya,tanpa sepengetahuan ku selama ini?"
Kedua wanita itu menegang,sang istri teringat dengan dirinya yang pernah mencemoh sinyya sebagai anak pembunuh bahkan menyiramnya dengan air minum ketika berada di pesta salah satu bangsawan.dan ye Sunly?,dia tak kalah merasa bersalah pada kejadian yang menimpa keluarganya,dirinya bergetar mengingat dia yang mendorong sinyya kedalam kolam sampai putra dari penasihat agung istana datang dan hampir membunuh nyawanya.
"La-lalu apa yang harus kita lakukan setelah ini ini?"tanya sang istri gusar
"Kita akan mencari tempat tinggal yang sederhana dan lebih murah,aku sudah meminjam uang dengan menggadaikan perhiasan ibuku yang masih tersimpan di bawah ruang tanah keluarga kita,mulai saat ini kita akan belajar hidup sederhana dan berhemat,takan ada pengawal maupun pelayan yang akan membantu kita,saat ini kita tak mampu membayar gaji mereka,karena itu kalian harus melakukan semua pekerjaan rumah dengan tangan sendiri,aku akan mencari pekerjaan di pasar maupun di perkebunan setelah ini"
Sang istri menggeleng keras "tidak!,aku tidak mau,lebih baik kau meminta bantuan pada adik,kakak mu atau bangsawan lainnya,agar mereka membantu kita"
Ye sian menghela nafas panjang "aku sudah mencobanya dan mereka tidak ada yang mau membantu kita,mereka tak ingin bernasib sama seperti kita bila sampai memberikan kita sebuh bantuan"
Ke dua wanita itu terduduk dengan raut wajah syok,tak bisa menerima semua yang telah terjadi pada mereka.mereka yakin saat ini takan ada lagi bangsawan yang mau berteman dengan mereka melihat kesetaraan mereka yang sudah tak lagi sama.bahkan rakyat biasa pun lebih berada dari pada mereka.mereka tak lain hanyalah seorang bangsawan miskin saat ini.
__ADS_1