
Latar beralih pada rekaan lain, terlihat di sana sinyya masih hidup namun di hadapkan dengan empat Pangeran dan seorang wanita yang baru ia lihat,tidak itu bukan xin luo dia adalah wanita lain yang terlihat sangat akrab dengan ke empat pangeran.
"Mengapa kalian tak percaya padaku?,aku tak pernah melukainya!"ucap sinyya dengan nada bergetar mentap ke empat Pangeran dan satu orang wanita yang tengah menangis di pelukan lu xianyi.
Dia sudah seperti pelaku yang di suruh bersujud untuk meminta maaf di depan korban,namun sinyya bukanlah pelakunya karena itu ia tak akan sudi untuk meminta maaf pada perempuan itu, sedangkan dirinya sudah terduduk akibat tumitnya di tendang oleh salah satu prajurit yang menariknya ke hadapan empat suami dan juga istri barunya itu.
"Apa yang membuat kami harus mempercayai mu?,apa menurutmu kami akan percaya dengan segala omong kosong mu itu,bahwa Orleanslah yang telah melukai dirinya sendiri?"
Sinyya meremas hanfu yang ia pakai dengan tangan yang sedikit bergetar,dia sangat takut saat ini,apalagi mendapatkan tatapan tajam dan juga tuduhan dari orang-orang di hadapannya, walaupun sudah mencoba sekeras apapun untuk bertahan sampai sejauh ini, nyatanya sinyya tetaplah sulit untuk bisa melawan mereka dan ketidak adilan ini,dia sangat membenci dirinya yang lemah seperti ini.
"Dengar sinyya!,hanya karena kau merupakan istri pertama kami,bukan berarti kau bisa melakukan hal yang melewati batas,kau harus ingat posisi mu disini tidak lebih tinggi dari seorang budak jadi jangan pernah melawan ataupun melukai tuanmu bila kau masih ingin merasakan dirimu bernafas" ujar lu tian geram
Selanjutnya yang sinyya rasakan adalah tendangan pada dagunya hingga membuat dirinya sedikit terhuyung ke belakang jika ia tak bertahan dengan kuat,sudah pasti belakang kepalanya akan membentur lantai dengan keras.
Sinyya meringis ketika dagunya terasa berdenyut sakit ia yakin saat ini dagunya sudah membiru karena tendangan dari lu tinyu.
"Budak tetaplah budak jadi jangan pernah bertindak seperti ratu di kediaman ini!"
Sinyya memberanikan dirinya menatap mereka dengan tajam "harus berapa kali aku katakan.bukan aku pelakunya.apa perkataan pelayan pribadi putri Orleans yang hanya seorang rendahan itu,lebih terpercaya dari pada perkataan ku?"
Putri Orleans terisak dengan semakin hebat, "aku,tak pernah membencimu,tapi mengapa kau selalu memandang benci, pada ku?,bahkan dengan teganya ingin melenyapkan ku,jika aku mempunyai salah padamu maaf kan aku,hiks,maafkan aku sinyya!" Putri Orleans meluruh dari dekapan lu xianyi ia terduduk dengan pandangan menatap sinyya dan tangan bertumpu seperti tengah memohon.
"Kau sangat hebat dalam bermain peran, harusnya aku yang berkata seperti itu padamu,apa kewarasan mu sudah hilang hingga melukai diri mu sendiri?,dan melimpahkan semua kesalahan mu padaku?!"
"Apa yang kau harapkan sebenarnya dengan melakukan ini?,kau ingin menjadi satu-satunya pendamping mereka?,maka dengan senang hati aku akan memberikan nya dengan sukarela.kalian memanglah sangat cocok para bajingan dan juga wanita murahan!"
Plak!
__ADS_1
"Perhatikan perkataan mu sinyya!,jangan pernah menyalahkan orang lain atas kesalahan mu.mengapa kau tak pernah bisa introspeksi diri atas kesalahan mu sendiri?!" Tukas lu xianyi setelah memberikan satu tamparan pada pipi sinyya hingga membuat wajah wanita itu tertoleh kesamping, setelah itu pria itu meninggalkannya di susul oleh lu tian yang merengkuh putri Orleans dalam pelukannya dengan keadaan masih terisak.
"Setidaknya ucapan pelayan itu lebih terpercaya di bandingkan dengan dirimu" ucap pria itu sebelum menghilang di balik pintu.
Lu tinyu sedikit menendang pergelangan kaki sinyya "dasar sampah!" makinya sebelum berlalu meninggalkan ruangan itu menyisakan sinyya dan lu chenyu.
Sinyya hanya terdiam tak bisa melakukan apapun,ia sadar seberapa keras pun dia mengelak mereka tak akan mempercayai,memang siapa dia di hadapan mereka semua?.
Lu chenyu memandang sinyya dalam diam,selama ini dia hanya diam melihat perlakuan ke tiga kakak nya pada sinyya,namun sepertinya setelah ini dia tak akan melakukan hal itu.
"Memang hubungan darah selalu tidak bisa di bohongi,seharusnya dulu aku tak pernah mempercayai mu,jika pada akhirnya kau sama-sama berlaku buruk seperti ayah mu sama-sama pembunuh!"
Sinyya mengangkat kepalanya menatap lu chenyu yang berjalan melewatinya,pria yang biasanya hanya diam itu kini ikut bersuara,bahkan perkataannya sama menusuknya seperti mereka semua yang selalu mengolok dan mencemohnya.sinyya tersenyum kecut ia kira akan ada satu orang saja yang akan mempercayai nya,ia kira keterdiaman lu chenyu selama ini adalah karena pria itu berbeda dengan ke tiga pangeran lainnya yang selalu menyudutkan dan menyalahkannya. namun nyatanya pria itu tetaplah sama, seperti yang lainnya sama-sama menganggapnya sebagai orang paling rendah dan pantas di perlakukan buruk.
"Memang sejak kapan kau mempercayai ku?!,keterdiaman mu selama ini sama saja dengan mereka yang memperlakukanku dengan buruk,bukankah sudah ku katakan aku tidak pernah melukainya,tapi kalian selalu saja menuduhku atas tindakan yang tak pernah aku lakukan" lirih sinyya dengan suara parau,sungguh dia sangat lelah saat ini,mengapa dirinya selalu berada dalam ruang lingkup yang menyakitkan seperti ini.
Waktu beralih pada malam hari
"Apa yang kau lakukan di kamar ku?" Tanya sinyya ketika melihat kedatangan putri Orleans di dalam kamarnya
Putri Orleans menyeringai dengan belati di tangannya "bagaimana pertunjukan ku tadi siang?,bukankah menyenangkan di perlakukan seperti itu oleh suamimu sendiri?"
Sinyya mengepalkan tangannya menatap tajam putri Orleans yang terlihat tertawa entah karena apa.
"Sinyya, sinyya!,harusnya kau sadar keberadaan mu di sini bukanlah apa-apa di bandingkan diriku.harusnya sedari dulu kau mati agar tak memperlambat rencanaku,sayang sekali kau selalu saja lolos dari semua jebakan yang ku buat,tapi tak apa.bukankah di siksa oleh suamimu sendiri terasa lebih menyenangkan?" Tanyanya dengan terkekeh lebar menatap remeh ke arah sinyya
"Semua orang mungkin bisa masuk ke dalam sandiwara mu tapi aku tidak!,cepat atau lambat semua rencana busuk mu akan terbongkar dengan sendirinya" ujar sinyya dengan menatap putri Orleans tajam,dan tangan yang terkepal erat
__ADS_1
Putri Orleans tersenyum manis menatap sinyya, wanita itu terlihat mengeratkan tangannya pada belati yang ia genggam "kepercayaan dirimu begitu tinggi,sangat mengesankan.tapi sebelum semua itu terjadi akan ku pasti kan arwahmu sudah pergi ke alam baka"putri Orleans menyeringai melangkah menghampiri sinyya
Sinyya melirik ke kanan kirinya mencari sesuatu yang bisa menghalangi rencana gila wanita di depannya, sinyya menarik sebuah guci dan melemparkannya pada putri Orleans ketika melihat wanita itu sedah semakin mendekat padanya.
"Arghhh" putri Orleans menjerit merasakan sakit pada keningnya,ia beralih menatap sinyya dengan marah lalu berlari menerjang wanita itu dengan cepat,hingga membuat nya terjatuh menindih tubuh sinyya.
Sinyya menahan ujung belati itu menggunakan tangannya hingga membuat darah bercucuran menimpa tubuhnya,putri orleans menyeringai melihat itu dia semakin menekan belati itu agar terlepas dari genggaman sinyya, kakinya menekuk pada perut sinyya dan menekannya dengan kuat hingga membuat sinyya meringis dengan wajah yang sudah semakin pucat.darah merembes keluar dari bawah kakinya air mata sinyya menetes mengingat ada setitik nyawa dalam perutnya.
"Lihatlah pada akhirnya kau tak bisa melawanku bukan?!,tenang saja aku akan mengirim mu agar ikut menemani anak mu di neraka sana" paparnya dengan seringaian kejam pada bibirnya, wajahnya begitu puas melihat penderitaan sinyya
Satu tangan putri orleans beralih menampar keras pipi sinyya hingga membuat tangan sinyya dengan reflek melepas serangan belati yang terarah padanya.melihat ada celah putri orleans segera menggerakkan kembali belati yang berada pada genggamannya dan menikam tepat ke leher sinyya.
Brakkk!
Putri Orleans menjatuhkan belati nya sesudah menyayat tangannya sendiri menggunkan belati itu dan dengan segera ia berjalan mundur menjauh dari keberadaan tubuh sinyya yang sudah tak bernyawa.
Tubuhnya bergetar ketika melihat keberadaan lu tian yang sudah masuk ke dalam kamar sinyya.
"Apa yang terjadi?!"tanya pria itu dengan wajah syok menatap tubuh sinyya yang tergeletak dengan darah di mana-mana.
Putri Orleans menatap lu tian dengan pandangan takut "aku,aku tak sengaja membunuhnya lu tian,aku membunuh seseorang!hiks,aku telah membunuh seseorang!"Raung wanita itu dengan tubuh bergetar,membuat lu tian mengalihkan ekstensi nya pada putri Orleans
"Aku tak sengaja melakukan itu,aku,aku hiks hanya melakukan pembelaan diri.tadi aku menemuinya untuk meminta maaf tapi sinyya malah menyerangku dengan guci membuat kepalaku bocor" adunya dengan badan bergetar ketakutan menutupi wajahnya yang tengah menyeringai puas.
Lu tian menatap teduh pada putri orleans dia mendekati wanita itu,dan memeluknya dengan erat. "Aku tak sengaja melukainya,sinyya ingin mem-membunuhku dengan belati itu,hikss" ujar putri Orleans dengan isak tangis hebat
"Aku hanya ingin melindungi diriku,aku tak berniat membunuhnya,dia meninggal karena terjatuh sendiri setelah aku tak sengaja menggores lehernya,ma-maafkan akuu,aku telah membunuh seseorang hikss!,hikss!" Putri Orleans menangis dengan tangan yang menarik rambutnya tubuhnya bergetar ketakutan seperti orang yang terkena trauma berat.
__ADS_1
"Tak apa,ada aku di samping mu,kau bukan pembunuh,tenang saja!.tak akan terjadi apapun padamu, setelah ini.semuanya sudah aman"ucap lu tian lembut menenangkan wanita itu,tak lama lu tian membopong tubuh putri Orleans, yang terlihat lemas dan membawanya meninggalkan kamar sinyya bersama mayat pemiliknya di dalam kamar itu.