Putri Empat Pangeran

Putri Empat Pangeran
Bab62


__ADS_3

Ingin berbicara,tapi lidahnya terasa kelu untuk sekedar mengeluarkan kata.memang apa yang akan ia katakan pada anaknya?, meminta maaf?.tidak!,benar apa yang dikatakan sinyya permintaan maafnya tak bisa merubah apapun, semuanya telah terjadi, istrinya telah tiada, anaknya telah hancur karena nya.selama ini dia hanya memikirkan hidupnya sendiri dan beralih mengabaikan sinyya,ia kira dengan memenuhi segala kebutuhan anaknya telah lebih dari cukup untuk sinyya,namun ia lupa untuk menjalankan peran seorang ayah tidak hanya di butuhkan materi tapi juga keberadaan dirinya pada setiap hal baik dan buruk pada anak,menjadi orang pertama yang memberikan rasa bahagia dan mendukngnya pada fase negatif.


uang,gaun mewah dan perhiasan tidak bisa melindungi mental sinyya dari perundungan orang-orang,dia mengetahui orang-orang banyak yang telah salah paham padanya.dan itu bisa berdampak buruk bagi keluarga nya,namun ia terlalu menganggapnya remeh beranggapan bahwa hal itu tak akan menyulitkan sinyya karena bagaimana pun anak itu telah lahir dari orang tua yang berpangkat tinggi hingga membuat orang-orang segan untuk menyentuhnya.ia salah, sangat salah hati manusia tidak akan ada yang tau,bahkan tanpa perundungan secara verbal pun orang-orang bisa menggunkan mulutnya untuk menjatuhkan mental sinyya.


Ia terpaku menatap wajah anaknya yang terlihat datar namun dengan mata memancarkan kekecewaan.benar ia adalah ayah terburuk,tidak ada ayah yang tega menelantarkan anaknya,dan membiarkan orang-orang menghakimi nya untuk kesalahan yang tak pernah terjadi,bahkan anak itu sangat suci dari segala hal buruk,dia terlalu baik untuk semua hal jahat.jika mengingat hewan pun akan mengeluarkan cakarnya ketika merasakan sang anak dalam bahaya.dan dia seorang manusia yang lebih buruk dari hewan. Semuanya karena dirinya,semuanya berawal dari dirinya,andai saja,andai saja dia bisa mengulang waktu,dia akan mengutarakan pendapatnya atas tuduhan yang tak ia perbuat,dan membungkam mata dan mulut orang lain yang menatap hina anaknya,andai saja ia memperhatikan anaknya sedikit saja,sinyya-nya tidak akan mendapatkan jalan hidup yang semenyakitkan ini.


Hatinya berdenyut sakit,rasa menyesal ini begitu menggerogoti hatinya.tapi apa yang bisa ia perbuat, semuanya sudah terlambat,bahkan ketika sang anak mengulang tiga kali kehidupan dirinya masih saja menjadi awal penyebab sang anak hancur, semuanya tak ada yang berubah.hanya ada rasa kecewa pada dirinya sendiri yang kini terlambat hadir.


Sinyya tersenyum masam, melihat keterdiaman sang ayah."hah" dia menghela nafasnya pelan.matanya tertuju pada putri Orleans yang sudah berhenti dari aksi memberontak nya, wanita itu terlihat lemas dengan mata yang masih menatapnya tajam.


Bibirnya tersenyum miring.ah ia hampir melupakan hal menyenangkan yang harus ia lakukan,saat ini.


Kakinya melangkah mendekati tubuh putri Orleans dengan belati yang berada di tangannya.membuat orang-orang menahan nafasnya ketika melihat langkah kaki sinyya yang terlihat tegas dengan aura yang begitu menakutkan, wanita itu menyeringai seperti telah menemukan permainan baru yang menyenangkan.


Sinyya berjongkok berhadapan dengan putri Orleans, tangannya terulur mengusap pipi wanita itu.membuat putri Orleans membuang muka enggan di sentuh oleh sinyya, mulutnya mengeluarkan kata-kata tak jelas akibat tersumpal buah apel.


Sinyya terkekeh sarkas."aku sangat senang melihat mu dalam keadaan seperti ini, seperti berkaca dan melihat aku di masa lalu,tenang saja aku akan membuatmu menjerit dengan bebas setelah ini"


Sinyya menusuk buah apel dalam mulut sang putri dengan belatinya membuat sang putri dan orang-orang yang melihatnya terjengkit kaget, sedikit saja meleset maka di pastikan belati tajam itu akan merobek bibi wanita itu.


Dengan cepat sinyya menarik belati itu hingga membuat apel pada mulut putri Orleans terlepas dan menempel pada ujung belati.


Sinyya berdecak ketika apel itu terlepas dari mulut putri Orleans,dan dengan cepatnya wanita itu mengeluarkan suaranya kembali dengan penuh umpatan.


"Sialan kau sinyya,aku akan membunuhmu dasar wanita ******!"


"Akhh"


Putri Orleans memekik kaget ketika rambutnya dengan tiba-tiba di tarik,membuat wajahnya mendongak ke atas,rasa sakit menjalar di kepalanya ketika tarikan tangan sinyya mengerat pada rambutnya.

__ADS_1


"Sudah ku bilang jangan cerewet,suara mu itu mengganggu pendengaranku,tapi..."sinyya menjeda ucapannya dan tersenyum manis menatap putri Orleans, semuanya senyap memperhatikan hal gila apa lagi yang akan sinyya lakukan "aku akan sangat senang bila kau menggunakan mulut mu untuk menjerit"


Srettt!


"Arkhhh sakittt!"


"Ini untuk mu yang selalu bertingkah menyebalkan"


Sretttt!


"Arkhh berhenti sialan."


"Ini untuk mu yang berani meracuniku"


Srettt!


"Arkhhh"


Srettt!


"Arkhhhh,aku bilang berhenti sialann"


"Dan ini untuk mu yang pernah membunuh aku dan anak ku"


Brakkk!


Suara goresan belati pada kulit,terdengar bersahutan dengan teriakan putri Orleans yang memekik merasakan sakit di area wajahnya,di susul dengan sebuah suara benturan, berasal dari wajahnya yang tersungkur membentur pada lantai dengan keras akibat dorongan sinyya yang begitu kuat.suara mengerikan itu terdengar menggema di dalam aula yang senyap dan di penuhi ratusan orang-orang,semuanya syok melihat hal apa yang sinyya lakukan pada putri orleans,wajah wanita itu di penuhi dengan darah dan besetan Belati di mana-mana,wajah cantiknya telah hancur di gantikan dengan wajah yang mengerikan,namun hal yang membuat orang-orang bertambah syok adalah perkataan sinyya di akhir, tentang putri Orleans yang membunuh anaknya, sebenarnya hal apa saja yang telah wanita itu lakukan di kehidupan dulu,hingga membuat sinyya begitu berkobar untuk membuat nya merasakan penderitaan ini?.


Shen tiansu dan pangeran redena yang tadi nya berseru senang dengan senyum mengembang melihat aksi sinyya, kini berganti dengan wajah terpaku sama terkejutnya dengan yang lain atas apa yang di ucapkan sinyya, sinyya tak pernah bercerita bahwa pernah kehilangan anaknya di masa lalu,karena perbuatan wanita itu.begitupun dengan para Pangeran mereka termanggu dengan tatapan matanya menatap lurus ke arah sinyya, apakah sinyya sempat memiliki anak di masalalu namun harus terbunuh oleh putri orleans?,apakah itu adalah anak mereka?,jika benar seberengsek apa mereka di masalalu hingga tak bisa melindungi anak dan istrinya,ah tanpa bertanya pun sepertinya mereka tau betapa bejatnya mereka di cerita kehidupan sinyya sebelumnya.jika begitu lantas sebesar apa rasa sakit sinyya saat ini,pasti wanita itu trauma bila mengingat kejadian-kejadian di tiga kehidupannya yang lain.mungkinkah masih ada hal besar lainnya lagi yang belum mereka ketahui sampai sekarang di kejadian masa lalu.

__ADS_1


Dengan keadaan masih tersungkur putri Orleans memalingkan wajahnya ke arah sinyya,menatap wajah sinyya yang terlihat tersenyum mengerikan.mata putri Orleans terasa sayu, tenggorokannya tercekat,rasa sakit menjalar di seluruh tubuh apalagi wajahnya,ia yakin wajahnya terlihat hancur sekarang.dengan bibir yang terasa berat ia berkata "a-aku akan membunuhmu,kau tak akan bisa membayangkan hal mengerikan apa yang ku punya hingga bisa membuat mu mati dengan cara paling menyakitkan sekali pun"


Sinyya berdiri dari acara berjongkok nya memandang putri Orleans di bawah,dengan datar "aku akan sangat menantikannya"ucap sinyya di susul dengan tendangannya pada wajah sang putri hingga membuat wanita itu berakhir kehilangan kesadaran nya, sinyya tak peduli bila putri Orleans berakhir mati akibat perbuatannya.


"Kau, benar-benar iblis sinyya!,kau membunuh orang dengan santainya,ah aku lupa bila semua ini adalah rencana mu,berarti kau jugalah yang telah meracuni baginda raja.kau sangat tidak punya hati!"teriak lu ximing mengundang spekulasi baru pada orang-orang yang mengingat keadaan raja kerajaan jinsucha.mereka yakin melihat ini keadaan raja juga termasuk pada rencana,dan bila sinyya dalang di balik ini semua,maka dengan jelas sinyya lah yang juga sudah meracuni raja.mereka kira keracunannya raja kerena ada yang ingin mengambil dan menggulingkan sang raja dari takhta secara paksa.


Sinyya hanya terdiam,tak menghiraukan tatapan menusuk dari orang-orang yang menjadi sandera.ia tak memusingkan hal itu, sinyya sudah memilih hal besar sampai pada titik ini,jika hanya mendapatkan tatapan seperti ini tak akan menggentarkan hatinya,ia sudah terbiasa mendapatkan tatapan mencemoh dari orang-orang,dan sudah membuatnya kebal.tak lama bibirnya tersenyum miring "memang!, semuanya adalah rencana ku,lantas apa yang bisa kalian lakukan?,saat ini kalian tak lebih dari sampah,tak bisa melakukan apapun bahkan menggores sedikit luka pada kulit ku pun kalian tak akan mampu!?"


"Kau lah yang sampah sinyya,ingat karma akan datang padamu,semua kejahatan akan mendapatkan pembalasan nya"


Sinyya terkekeh ia merasa geli mendengar penuturan lu ximing seperti orang suci yang mengutuk orang jahat,tak lama ia tersenyum lebar pada lu ximing "sayangnya itu tak akan terjadi, karena aku sendiri adalah seorang karma, karma bagi kalian!.ingat kalian adalah orang-orang pendosa juga bagi diriku,bahkan dewi pun mendukungku dengan memberkahi ku tiga kehidupan."


Semuanya terdiam, perkataan sinyya tak sepenuhnya salah.tapi sebagian dari mereka tak bisa menerima hal itu,fakta itu menghancurkan harga diri mereka.


Xin luo tersenyum mengejek "itu bukan berkah, tapi kutukan,kau tak pernah merasakan kebahagiaan di tiga kehidupan mu sekakipun.bahkan anakmu pun enggan hidup di dalam rahim wanita menjijikan seperti dirimu"


Srettt!


"Sinyyya!"


Sebuah belati dengan cepat terbang menuju leher xin luo dan menggoresnya cukup dalam


Tes!


Tetesan darah keluar cukup banyak hingga membuat wanita itu meringis kesakitan mengeluarkan air mata nya.


"Sepertinya aku terlalu baik hati.hingga membuat kalian terbang dan berani membuka mulut busuk kalian,di depan ku,sangat mengesankan!."


"Aku mohon,perintahkan shen tiansu dan orang-orang mu untuk tidak melukai xin luo.sinyya!"

__ADS_1


"Dan sekarang kembali berani memerintahku?!"


__ADS_2