Putri Empat Pangeran

Putri Empat Pangeran
Bab64


__ADS_3

Sinyya menyeringai melihat kelompok bayangan nya sudah datang.dengan menyeret orang-orang berpakaian hitam yang memliki simbol naga berwarna emas yang mengitari bulan. Pada dadanya,Salah satu di antara mereka terdapat pria tua dengan baju mewah yang ikut di seret.di depan mereka berjalan seorang pria muda dengan pedang di genggamannya.dia adalan pangeran mahkota cendana dari kerjaan cenbreansa.


Para Sandera itu terlihat kaget melihat kedatangan orang-orang itu,siapa yang tidak tau simbol pada baju mereka.keberadaan mereka sangat sulit di temukan.dan kini orang-orang yang sepertinya bawahan sinyya tengah menyeret mereka dengan begitu kasarnya.semudah itukah mereka di kalahkan?.


"Ah sudah selesai ternyata"


Bruk!!


Semua orang-orang yang sempat di seret paksa itu di dorong hingga berkumpul pada tempat yang tak jauh dari beberapa sandera lainnya.


"Kakak?!"pangeran redena melongo tak percaya melihat sang kakak hadir di sini, tatapannya beralih pada sinyya.matanya memicing,apa yang membuat kakak tengil nya itu ada di sini?.pria itu adalah orang menjengkelkan yang sangat sulit di minta bantuan?.dan sekarang ia datang membawa tua bangka dan bawahannya itu kemari.


"Ah awww" pangeran redena meringis kesakitan,ia ingin mengumpat namun tak berani ketika melihat sang kakak lah yang telah menjewer telinga nya hingga memerah


"Jadi ini alasan mengapa kau tak mau ikut pulang bersama ku ke kerajaan?,hah?!"


"Awww!aww!,sakit kak lepaskan!" seru pangeran redena menepis tangan sang kakak dari telinganya


Ia menggerutu mengusap telinganya yang terasa berdenyut,setelah di lepaskan oleh sang kakak.


Pangeran mahkota cendana mendengus "bagaimana menyenangkan bermain main di sini?"


Pangeran redena tersenyum dengan mata berbinar,ia berseru dengan girang "iya aku tak tau bahwa membantai satu kerajaan dengan diam-diam, bisa semenyenangkan ini!"


Semua sandera meneguk ludah kasar 'apa pria itu psikopati?'


Sinyya mendengus melihat interaksi mereka,lantas ia berjalan menghampiri pria tua dengan baju mewah yang terikat di antara orang-orang berbaju hitam.


"Hormat kami nona,semua perintah anda telah selesai"sinyya mengangguk lantas melirik derion yang terlihat mentap mereka dengan pandangan tak terbaca.sinyya tersenyum,ia sengaja tak memasukan anak itu kedalam rencanya.karena pria itu merupakan tangan kanan lu xianyi,ia hampir saja melakukan hal bodoh dengan memberitahukan rencananya padanya. mengingat pria itu telah ia jadikan ketua pada kelompok bayangan yang ia dirikan,namun satu fakta yang ia dapat telah menyelamatkan rencananya,derion adalah orang kepercayaan lu xianyi,pria itu berada di tempat budak ilegal sebagai pancingan dan bom yang akan meledak kapan saja untuk menghancurkan tempat perdagangan budak ilegal itu,dan dengan bodoh dia mengambil dan mengangkat pria itu sebagai ketua kelompok yang ia buat.


Sinyya melirik raja redana ketika kelompok bayangan yang ia tugaskan. sudah menyingkir dan membuat nya leluasa menatap pria tua dan orang-orang nya itu.


"Woww!aku tak tau bila organisasi naga bulan di jalankan oleh dirimu.rasanya itu sangat mustahil mengingat seberapa bodohnya dirimu,dan seberapa hebatnya pembunuh bayaran mereka, di kenal oleh orang-orang"

__ADS_1


Raja redana menatap tajam sinyya,rahangnya mengetat dengan hati bergemuruh,dia sangat marah ketika orang-orang berbaju hitam itu menangkap dan menyeretnya.


Sinyya terkekeh melihat raut marah pria itu,ia menunduk lalu menatap ke arah belakang, tangannya menunjuk salah satu orang di antara sandera "lihat di sana, bukankah pemandangan itu sangat indah?"


"A-ayah"


Raja redana menegang di tempat ketika melihat keberadaan sang anak berada di antara orang-orang yang terikat sama dengan dirinya,wajah putrinya terlihat hancur dengan bekas sayatan serta darah memenuhi wajah cantiknya.


"O_orleans" hatinya berdesir melihat keadaan sang anak.lantas ia mendongak ke arah sinyya "apa yang kau lakukan pada putriku?!"


Sinyya tersenyum lebar melihat tatapan menggelap dari raja redana, tangannya terulur pada pangeran redena yang membuat pria itu langsung memberikan satu belati pada tangannya "hanya sedikit modifikasi wajah,bukankah dia terlihat lebih cantik,saat ini?!" sinyya terkekeh seraya mengelus-elus belati yang ia pegang


"Apa kau sudah gila hah?!,dasar pelacur.apa salah putri ku padamu?!" Maki raja redana dengan tubuh yang meronta-ronta,saat ini keinginan untuk membunuh sinyya dan orang-orang nya terasa begitu menggebu di dalam hatinya.


Sinyya menancapkan belati itu pada leher bawah raja redana hingga membuat pria itu mengeluarkan suara jeritan tertahan.gigi sinyya tergelatuk "apa kau benar-benar bertanya apa yang telah di lakukan putrimu itu padaku?!"bisik sinyya tepat di sebelah telinga raja redana "bukankah kau yang lebih tau. kesalahan apa.yang sudah kau dan putrimu perbuat?" Lanjut sinyya dengan mencabut belati itu kembali,namun bukannya teriakan seperti tadi yang raja redana keluarkan.pria itu malah tertawa menggelegar,membuat orang-orang menatapnya heran


Sinyya berdiri dengan pandangan merendahkan, menatap raja redana, yang terlihat tertawa dengan gila "bukankah itu pantas bagi dirimu yang seorang pelacur?!.bagi siapapun yang menghalangi rencanaku maka dia akan merasakan kehancuran.harusnya kau mengalah saja dan meninggalkan mereka,bila tak ingin nasib malang mendekatimu?!."


Sinyya tersenyum miring "kita belum tau siapa yang setelah ini akan mendapatkan kehancuran,aku ataukah dirimu?!"balas sinyya menyeringai lalu berbalik mendekati putri Orleans


Sinyya menatap putri Orleans yang terlihat sayup-sayup menahan matanya agar tetap terbuka di tengah deraian rasa sakit pada sekujur tubunya.lalu ia berbalik menatap raja redana dengan seringaian di bibirnya.membuat pria itu bertambah panik.


"Apa yang akan kau lakukan,jangan sentuh putri ku!"


Kepala putri Orleans di paksa terdongak akibat tarikan kuat sinyya,yang kembali menjamah pada rambutnya.bibirnya meringis kecil tatkala rasa sakit menjalar pada kulit kepalanya,ia hanya pasrah tak bisa melawan,kulit kepalanya terasa ingin copot akibat jambakan kuat yang sinyya lakukan,mata putri Orleans mentap sang ayah yang terlihat mengeluarkan kobaran amarah, yang tak bisa pria itu salurkan,lantas ia melirik kearah pangeran redena, Pandangannya menjadi menyendu.pria itu yang sempat ia percaya,hingga membuat nya merasa nyaman,namun ternyata dia tidak lebih dari seorang penghianat.gejolak amarah kembali hadir pada dirinya melihat pria itu yang hanya tampak memperlihatkan wajah datar.tidak ada rasa kasihan ataupun penyesalan pada wajahnya.yang ia lihat malah sebaliknya pria itu terlihat bahagia melihat dirinya menderita dengan mata berbinar melihat perlakuan sinyya terhadapnya,ia telah salah karena telah melabuhkan hatinya pada pria itu. nyatanya,semua kelembutan yang pria itu berikan tidak lain hanya lah sebuah kamuflase.


"Tenang saja setelah ini tidak akan ada rasa sakit lagi yang akan putrimu terima" sinyya menikmati semua emosi yang keluar dari wajah raja redana,rasa marah,emosi,benci,sakit hati, kecewa,tak berdaya bercampur satu pada wajah raja redana ,pria itu terlihat frustasi karena tidak dapat menyalurkan rasa emosinya.wanita itu telah mempermainkan segala emosinya tanpa bisa membalas dan memberontak.harga diri nya sebagai seorang raja merasa telah terjatuh saat ini.


"Jangan!,jangan bunuh putri ku!" raja redana kembali berseru dengan suara lemah yang masih terdengar,ketika melihat belati yang berada di tangan sinyya akan kembali melayang pada tubuh anaknya.pria itu telah menurunkan egonya demi keselamatan anak satu-satunya dari istri yang paling ia cintai.tangannya mengepal menahan gejolak emosi yang tak bisa ia salurkan.andai lilitan tangan dan kakinya terlepas maka sudah di pastikan saat ini ia akan berlari dan menyerang ke arah sinyya, membuat wanita itu mati dengan tercabik-cabik.


Sinyya menatap raja redana dengan pandangan sulit di artikan,raja redana mungkin bukanlah raja yang sempurna karena telah banyak membantai rakyat tak berdosa,dengan beberapa tindak korupsi soal dana rakyat yang ia lakukan,kepemimpinannya yang membuat rakyat tercekik dengan mahalnya pajak yang pria itu ajukan,bahkan tak segan ia akan membunuh rakyat nya bila rakyat itu membuat sedikit kesalahan, seperti kurangnya pajak yang ia berikan pada pihak istana,karena inflasi kemiskinan yang kadang lebih besar terjadi pada rakyat yang berada di daerah pojokan,yang terkadang tak bisa terjangkau oleh orang-orang.


namun di balik itu, pria itu adalah ayah yang sempurna bagi putri nya,ayah yang baik,penyayang,perhatian,memanjakan putrinya dan selalu menuruti kemauan putri Orleans.maka tak heran bila wanita itu tumbuh dengan rasa angkuh pada dirinya,karena telah merasa kan hidup di atas kebahagiaan selama ini.gelar putri bukanlah hanya sekedar predikat omong kosong baginya karena dia memang telah benar-benar di perlakukan selayaknya seorang putri yang di penuhi akan cinta.nyatanya walaupun sulit di akui dia telah berhasil menjadi seorang ayah yang sempurna hanya untuk 'putrinya seorang'.

__ADS_1


Sangat berbanding terbalik dengan dirinya bukan?.


Segera mengenyahkan segala fikiran itu.sinyya kembali memfokuskan dirinya pada putri orleans yang terlihat telah pasrah tanpa ada pemberontakan sekali pun yang wanita itu lakukan.putri orleans hanya terdiam dengan pandangan sayu menatap atap aula istana.


Sinyya melirik raja dengan bibir tersenyum miring "jika kau menghawatirkan kerajaan mu.maka tenang saja.aku pastikan,masih ada ahli waris lain yang akan kembali melanjutkan kepemimpinan mu setelah ini"ucap sinyya.dan setelah nya aksi yang sinyya lakukan selanjutnya telah berhasil membuat orang-orang berhenti bernafas dengan pandangan kaku.


Sinyya telah menancapkan belatinya pada leher putri orleans sampai menembus keluar,lalu wanita itu menyeret nya ke arah samping,hingga membuat tubuh putri Orleans ambruk ke depan dengan kepala yang masih menggantung di antara tangan sinyya yang menggenggam rambut putri orleans.tubuh wanita itu telah sepenuhnya terpisah dengan kepala nya.seusai sinyya menuntaskan perkataan nya.


Raja redana terdiam syok dengan pandangan kosong melihat kejadian di hadapannya.lelehan air mata keluar membasahi pipinya.lantas ia tersadar ketika kepala sang putri telah menggelinding ke hadapannya.


"Tidak!tidak!" Ia menggeleng histeris "lepaskan aku,aku akan membunuh wanita pelacur itu.lepaskan aku!!" Raung raja redana dengan meronta-ronta tak terkendali.


Sinyya menyeringai,membuat orang-orang menatapnya takut,terlebih dengan para sandera.wanita itu terlihat seperti iblis di mata mereka,membunuh seorang manusia dengan mudahnya di hadapan ratusan orang,dan menjadikan nya sebuah pertunjukan.


Sinyya melirik pangeran redena,membuat pria itu ikut menyeringai dengan lebar,lantas mendekati raja redana dan menyeretnya keluar di batu dua orang ke satria. menuju ruang tahanan yang telah mereka siapkan,di ikuti para sandera dari kelompok bayaran naga bulan yang ikut mereka seret mengikuti langkah pangeran redena.


"Aku akan membunuh mu sinyya Hahaha,kelompok pembunuh bayaran dari naga bulan akan membunuhmu sinyya hahaha!"


"Mereka akan membunuhmu dan membalaskan dendam putriku,pada wanita pelacur itu"


"Pembunuh bayaran terhebat ku akan membalaskan dendam putriku!,iya hahaha,dia akan mati!"


"Dia akan mati menyusul putriku"


"Putriku,putriku tidak mati,tidak mati!!,iya putri kecil ku tidak mati, haha!"


Di tengah seretan para pengawal yang menyeretnya pria itu terus menjerit, tertawa,dan meronta-ronta tak terkendali,tampaknya mental nya terlalu terguncang melihat anaknya terpenggal di hadapannya sendiri.hingga membuat dirinya menjadi gila.


..._________...


...Note : pangeran redena dan raja redana berbeda ya.takutnya ada yang ketuker karena namanya beda huruf e doang, soalnya aku lupa kalo nama itu ternyata udah di pake sama nama raja di bab sebelumnya wkwk....


...**let me explain his pedigree like this:...

__ADS_1


1.pangeran redena adalah adik dari pangeran mahkota cendana dari kerajaan cenbreansa


2.raja redana adalah raja dari kerajaan resanta ayah dari putri Orleans**


__ADS_2