Putri Empat Pangeran

Putri Empat Pangeran
Bab48


__ADS_3

Lu chenyu menggendong sinyya yang tengah terlelap dalam tidurnya,memasuki sebuah kamar di dalam istana utama.


Membaringkan tubuh sinyya ke atas kasur secara perlahan.menarik selimut untuk menutupi tubuh istrinya.lalu di kecupan nya kening sinyya sekilas.ia memandang wajah damai yang tengah menutup mata itu sebentar.lalu berjalan keluar dari kamar itu dengan langkah pelan agar tak membangunkan penghuninya yang tengah tenggelam dalam alam mimpi indahnya.


Hari sudah menjelang seperempat malam.lu chenyu berjalan menelusuri koridor istana dengan raut wajah yang terlihat gusar.tak lama lu chenyu di hadapkan dengan sebuah pintu.tanpa basa basi pria itu membuka pintu yang menuntunnya masuk pada sebuah ruangan.ia di suguhkan oleh keberadaan ke tiga saudaranya yang tengah duduk memandang kearah nya.


Lu chenyu berjalan menghampiri mereka.mendudukan diri di sebelah lu tinyu.


"Apa ayah baik-baik saja?"tanyanya memecah keheningan di ruangan yang hampa itu.seharusnya ia dan sinyya memakan waktu paling singkat 2 hari di balai evaluasi bencana banjir wilayah frondes.namun karena pesan yang kesatria terpercaya kakak nya itu kirim, membuat nya dengan segera mengakhiri sesi investigasi nya Dan memutuskan untuk kembali pulang ke istana utama dengan cepat.


Sepersekian detik Semuanya terdiam.lu xianyi beralih menatap ke arah lu chenyu.ia menghembuskan nafasnya kasar, sebelum memutuskan untuk menjawab pertanyaan sang adik "dia belum sadarkan diri saat ini,tabib memberi waktu 3 bulan untuk kita mencari penawar racun itu"


"Bagaimana ini bisa terjadi?"


"Entahlah kami pun tak tau, kejadiannya terlalu cepat.ayahanda di deteksi telah meminum racun yang memiliki sebagian bahan bunga teratai salju di dalamnya.racun ini tergolong baru di temukan dan tercipta, oleh sebab itu tabib berujar, hanya pembuat racunnyalah yang memiliki obat penawar itu.karena untuk membuat nya pun kita tak tau bahan apa saja yang terkandung dalam racun itu selain teratai salju.racun itu akan mengikis tubuh dan juga daya tahan ayahanda setiap waktu nya.bila tidak cepat tertolong dan terlambat mungkin saja hal yang buruk akan terjadi pada ayahanda hingga merenggut nyawanya"


Lu chenyu terdiam mendengar penjelasan dari lu tinyu.lalu kembali kepada keheningan seperti sejak awal,wajah mereka terlihat frustasi dalam keterdiaman nya.


"Dimana sinyya?"tanya lu tian,membuat tatapan ke tiga pangeran itu beralih menatap lu chenyu kembali


Lu chenyu memandang lu tian sekilas.lalu meneguk air di hadapannya sampai tandas.


"Dia tertidur ketika di perjalanan,aku sudah membaringkannya di dalam kamar"


Lu xianyi mengangguk"apa keadaan di sana sudah terkendali?"


"Ya semuanya aman"sahut lu chenyu dan menyadarkan tubuhnya dengan ke dua tangan yang menopang kepalanya pada punggung kursi.


Lu tinyu memandang lu chenyu sekilas lalu beralih menatap ke arah lu xianyi dan juga lu tian yang terduduk bersebrangan dengannya "Apa yang harus kita lakukan setelah ini?, bagaimana cara mencari penawar nya jika jejak orang yang memberikan racunnya saja tak bisa kita temukan"

__ADS_1


Lu tian terdiam dengan pandangan tertuju menatap lu tinyu"kita akan memancing mereka keluar"


"Ya.cepat atau lambat semuanya akan terbongkar.kita masih belum mengetahui apa yang dia incar saat ini dengan berusaha membunuh raja,bila mereka menginginkan kekuasaan maka target selanjutnya adalah kita para pangeran sebagai penerus"


"Perketat penjagaan sinyya,aku memiliki firasat buruk tentang itu"


Semua orang mengangguk mantap.lu xianyi berdiri dari duduknya.hendak berjalan keluar menuju pintu.sebelum itu ia menyempatkan berbicara kepada ke tiga adiknya


"Untuk sementara waktu kita akan tinggal di istana utama" sebelum akhirnya melenggang pergi meninggalkan ruangan itu


__________


"Cepat.Apa yang ingin kau katakan.aku tak memiliki banyak waktu!!"Ujar lu xianyi tanpa mau membuang waktu, untuk membalik tubuhnya dan menatap putri dari kerajaan resanta itu.saat di perjalanan menuju ke arah kamar sehabis berkumpul dengan ke tiga pangeran,tiba-tiba ia di hadang oleh ajudan putri Orleans dan di mintai datang ke taman belakang istana utama,yang jarang di lewati orang ketika malam hari, untuk menemui tuanya itu.


Putri Orleans tersenyum menatap punggung lu xianyi yang membelakanginya


Ia bersandar di punggung tegap itu dengan sesekali mengelusnya,seraya tersenyum ia berkata "dengan adanya diriku kekuasaan mu akan bertambah kuat,aku juga bisa membantu bila sewaktu-waktu adik tirimu memberontak memperebutkan kekuasaan.dan yang lebih penting aku juga bisa membantumu mencari penawar racun yang di derita raja"bisik wanita itu sensasual.membuat pria yang ia hampir dekap itu menyentak kasar dan mendorong dirinya hingga berakhir mundur beberapa langkah,dari tempat semula.


"Tau dari mana kau bila ayahanda terkena racun mematikan?"desis lu xianyi memicing tajam menatap wanita di hadapannya yang tak memperlihatkan raut ketakutan sedikit pun dapa wajahnya.


Putri Orleans bersedekap dada seraya tersenyum manis menatap lu xianyi yang memandangnya tajam "kau tau informasi apapun tak akan aku lewatkan, walaupun kalian menyembunyikannya tapi bila ada satu bawahan mu yang tau sedikit saja maka aku juga akan mengetahuinya,apalagi kejadiannya terjadi di ruang makan dengan di temani beberapa dayang dan juga prajurit yang berjaga. apa menurutmu mereka akan tetap tutup mulut,bila di hadapkan dengan uang?. nafsu manusia kadang lebih besar dari kesetiaan"


"Harusnya kau mengerti pangeran.menerimaku adalah jalan paling terbaik yang bisa kau lakukan.aku jelas lebih berguna di banding istri rendahan mu itu!!"ucap putri Orleans dengan nada menekan di akhir kalimat


Lu xianyi menyeringai menatap putri Orleans.tanpa basa basi ia mencengkram kuat dagu wanita di hadapannya.hingga membuat wanita itu terkejut dan meringis kesakitan "jangan kau kira aku akan terjebak pada rencanamu.kau kira aku tak tau apa yang tengah kau rencanakan selama ini?,jangan terlalu naif putri kau bukan apa-apa jika berhadapan dengan ku"tutur lu xianyi tajam dengan suara lirih.membuat putri Orleans meremang dengan tubuh sedikit bergetar di buat nya


Lu xianyi menyentak kasar wajah wanita cantik itu.hingga membuat putri Orleans mengaduh kesakitan dengan memegang dagunya.ia menatap tajam punggung lu xianyi yang akan berjalan meninggalkan nya.dengan menghilangkan segala rasa takutnya yang tadi sempat hadir,ia berjalan hendak menyusul langkah kaki lu xianyi.


"Aku bahkan bisa memuaskanmu melebihi sinyya"cetus putri Orleans cepat,hingga mengehentikan langkah tegap lu xianyi.membuat putri Orleans tersenyum melihatnya.

__ADS_1


"aku akan membuat mu puas dengan tubuhku yang memabukan,bukankah itu yang kau ingin kan selama ini?.namun tak pernah kau dapatkan dari sinyya" tambah putri Orleans dengan senyum semakin puas yang tercetak jelas pada bibirnya.ia yakin tidak akan ada pria yang mampu menolak bila di hadapkan dengan kepuasan birahi, apalagi bila pria itu sudah beristri serta belum pernah mendapatkan kepuasan nya dari sang pendamping.maka nafsu yang selama ini ia tahan akan membeludak menutup akal sehatnya.


Lu xianyi berbalik berjalan mendekati putri Orleans yang terlihat tersenyum menatap nya.dia ikut tersenyum memandang wajah wanita putri Orleans. mengusap pipi wanita itu lembut dengan punggung tangannya.membuat putri Orleans bertambah merekahkan senyum manisnya "jadi.wajah cantik ini yang akan memuaskan ku?"tanya lu xianyi dengan pandangan intens mentap wajah putri Orleans lekat.hingga membuat wanita itu salah tingkah dan menganggukan kepalanya dengan malu-malu,dan menundukan pandangannya


"Benarkah?"tanya lu xianyi kembali membuat wanita itu mendongakan pandangannya .lu xianyi menunduk menyamakan tingginya dengan tinggi putri dari kerajaan resanta.lantas ia berbisik di dekat telinga wanita itu "tapi sayangnya aku tak bernafsu pada tubuh selain istri ku.apalagi dengan tubuhmu yang sudah sering kali terjamah oleh banyak pria" ujar lu xianyi tersenyum miring ketika melihat tubuh wanita itu tersentak setelah mendengar perkataannya.lalu menjauhkan tubuhnya dari tubuh wanita itu.


Plakk!


Satu tamparan keras mendarat sempurna pada pipi lu xianyi secara tiba-tiba, hingga membuat wajah pria itu sedikit tertoleh di buatnya.lu xianyi mengepalkan tangannya dengan rahang mengetat, begitu merasakan hawa panas menjalar pada pipinya.


"Jaga ucapan mu.Bahkan aku lebih baik dari wanita murahan milikmu itu"teriak putri Orleans murka dengan wajah memerah padam.


Lu xianyi menatap tajam wanita yang hanya sebatas dada nya itu.dengan amarah yang tersulut pria itu mencekik leher putri Orleans hingga membuat tubuh wanita itu sedikit terangkat dari tanah.


Putri Orleans terbatuk batuk.menahan sesak dan juga perih secara bersamaan akibat lehernya yang tercekik.wajahnya sudah memerah menandakan dirinya sudah hampir kehabisan nafas.


"Harusnya aku yang memperingatimu dalam menjaga tutur katamu dalam berbicara Orleans.aku sudah menahan diri,sedari lama untuk tidak bermain fisik padamu tapi nyatanya kau malah semakin bersikap tak tau malu di sini.jika sekali lagi kau berani bermain api di belakangku dengan melukai sinyya seujung kuku saja.maka jangan salahkan aku bila kau berakhir mati di tangan ku sendiri" tekan lu xianyi tajam lalu menghempaskan tubuh putri Orleans hingga terbanting ke atas tanah.wanita itu terlihat terjatuh dengan mulut terbatuk batuk memegang lehernya,dengan sesekali menghirup rakus udara di sekitarnya.


Lu xianyi berjongkok memandang putri Orleans yang terlihat memprihatinkan.namun tidak ada rasa iba dalam tatapannya ketika melihat keadaan wanita yang terduduk di hadapannya tengah berada dalam keadaan kacau, karena dirinya.pandangannya hanya menatap datar wanita itu.


"lain kali sembunyikan bekas ciuman dari atas dada kendur mu itu.bila kau ingin menggoda pria lagi.sungguh bukannya membuat ku bernafsu kau malah membuat ku semakin jijik dalam melihat wajah mu" tandas lu xianyi pedas.lalu berlalu pergi meninggalkan wanita itu yang masih terduduk diam di taman belakang istana.


Putri Orleans mengepalkan tangannya erat meremas kasar tanah yang ia tumpu.wajahnya memerah menahan kesal, amarah, juga malu.menerima perlakuan kasar serta perkataan pedas dari lu xianyi.tangan kotor nya mengahupus sisa air mata dari pipinya, yang tadi sempat keluar ketika pria itu mencekik dan menghempasnya dengan kuat ke atas tanah.matanya yang memerah menyorot tajam punggung lu xianyi yang sudah hilang dari pandangan nya.ia berjanji akan membalas penghinaan ini berkali-kali lipat nanti nya.


__________


Lu xianyi membuka semua pakaiannya.lalu menyuruh shen tiansu yang tadi sempat datang kekamarnya untuk memberikan nya berkas-berkas pekerjaan.menjadi beralih dengan di suruh membakar pakaian yang tadi sempat lu xianyi pakai.shen tiansu sendiri sempat merasa heran,namun saat ini rasa lelahnya untuk cepat-cepat menyelesaikan semua pekerjaannya lebih ia pentingkan,ketimbang rasa keponya sendiri.


Lu xianyi berjalan ke arah ruang mandi menenggelamkan semua tubuhnya di dalam air yang sudah penuh dengan bunga dan berbagai parfum aroma.untuk menghilangkan setiap jengkal jejak wanita itu dari tubuhnya.sungguh ia tak sudih mendapatkan sedikit pun sentuhan wanita lain pada dirinya.baginya hanya sinyya lah yang pantas dan boleh untuk menyentuh setiap inci dalam tubuhnya.selama ini pun lu xianyi akan berakhir mandi dengan memakan waktu yang cukup lama dan membakar bajunya bila ia tak sengaja atau tak bisa menghindar dari sentuhan wanita selain sinyya.baginya hati dan tubuh nya merupakan aset sinyya yang tak boleh di sentuh atau pun di bagi pada orang lain.

__ADS_1


__ADS_2