
Mentri Pajak berjalan menghadap kaisar
"Hormat Hamba Yg Mulia kaisar matahari kekaisaran ini"
namun matanya mencuri pandang pada sinyya yg sedang berdiri di sebelah nya
kaisar memandang dingin ke arah mentri pajak dari singgah sana nya
"Bagaimana Kondisi Perpajakan Yg Kau Ambil Dari Warga Kekaisaran"
"Semuanya Aman Yang Mulia,Seperti Yang Anda Harapkan"
sinyya tersenyum sinis mendengar perkataan Mentri pajak
"Benarkah?.Apa Kau pernah berpikir Mengambil Uang Pajak Lebih Dari Yg Aku Perintahkan?"
"ti-tidak yg mulia, mana mungkin hamba memiliki pikiran untuk melakukan korupsi kepada uang rakyat" sanggah mentri pajak menghilangkan kegugupan nya
kaisar melempar sebuah buku ke hadapan mentri pajak lalu berkata dengan tatapan emosi
"lalu apa ini?.apakah kau bisa menjelaskannya?."tekan kaisar
Mentri pajak melirik buku yang di lempar kaisar tepat mengenai kaki nya
seketika tubuh nya bergetar,ia terlihat gelisah saat melihat barang yang sangat ia kenal
Buku akutansi! mengapa buku ini berada di tangan kaisar
mentri pajak menatap ke arah sinyya ia sangat yakin,dari ekspresi wanita itu,semua ini adalah ulah nya,ia mengepalkan tangannya menahan emosi
sinyya menyeringai melihat tatapan yang di lontarkan mentri pajak
semua orang berbisik-bisik melihat kaisar yang terlihat murka
"apa sebenarnya yang di berikan putri sinyya pada kaisar"
"entah tapi aku sangat yakin itu berhubungan dengan mentri pajak"
"iya,hal bodoh apa yang sudah ia lakukan"
"sepertinya kali ini Mentri pajak akan habis"
"ya,kau benar"
"sebenarnya aku sudah tidak tahan melihat ke sombongnya dari dulu"
"sepertinya dia korupsi terhadap uang rakyat "
"iya benar"
ke empat pangeran hanya memperhatikan dengan seksama mencerna apa yang di lakukan istri mereka.
Mentri pajak merasa terinjak harga dirinya ia sangat murka kepada sinyya setelah menghilangkan satu tangannya,kini ia berbuat ulah lagi membuat dirinya berada dalam situasi yang membahayakan diri,namun berbanding terbalik dengan sinyya ia terlihat sangat puas apalagi dengan opini publik yang makin memojokkan mentri pajak
tapi tenang baginya ini hanya permulaan,sinyya memandang permaisuri yang duduk di sebelah kaisar yang hanya menampilkan ekspresi datar tanpa ada rasa gelisah yang terlihat di wajah nya
"bisa kah kau menjelaskan apa yg ada di dalam buku itu?"
__ADS_1
mentri pajak memandang sekilas ke arah permaisuri,mendengar kaisar mempertanyakan kembali tentang buku akuntansi di hadapannya
"i-itu tidak benar, hamba telah di fitnah yang mulia, hamba tidak mungkin korupsi kepada uang rakyat"ujar mentri pajak meyakinkan kaisar
sinyya menyeringai mendengar perkataan Mentri pajak, sepertinya dia telah masuk kedalam jebakannya
"apa yang kau katakan?,yang mulia tidak pernah berkata bahwa isi dari buku itu adalah bukti korupsi yang kau lakukan,apakah kau mengenal buku itu? sehingga tau apa yang terdapat di dalamnya,tanpa membaca isinya terlebih dahulu?"
perkataan sinyya membuat nya terpojok, mentri pajak menggerakkan gigi nya sial wanita bodoh itu ternyata telah menjebaknya,kini semua tamu undangan di aula semakin menyudutkan mentri pajak mendengar perkataan sinyya yang masuk akal
ke empat pangeran tersenyum memandang,entah apa yang akan di lakukan wanita itu,tapi mereka cukup kagum melihat tidak ada rasa takut di mata sinyya yang berhadapan dengan mentri pajak,ah haruskah mereka memberikan hadiah pada istri mereka yang pemberani itu,tapi apapun yang akan di lakukan sinyya saat ini mereka akan memasang badan paling depan untuk melindunginya,namun untuk sekarang mereka cukup menonton saja pertujukan yang akan di bawa sinyya,mereka ingin tau apa yang akan di lakukan sinyya selanjutnya
memang mereka akui bahwa mereka masih memendam dendam pada sinyya dan ayah nya namun bukan berarti orang lain dapat melukai sinyya tanpa ijin dari mereka
perdana Mentri berlutut,ia ta menghiraukan perkataan sinyya yang berhasil mendapatkannya
"ya,hamba di fitnah yang mulia,hamba yakin ini semua adalah ulah putri sinyya,serta perdana Mentri mereka iri kepada hamba,karena bisa bisa menjadi perdana mentri sayap kiri" bela mentri pajak melemparkan ke kesalahan nya kepada sinyya serta ayah nya
sinyya tersenyum manis,ia masih terlihat santai atas tuduhan mentri pajak kepadanya
"ohhh benar kah?,kau di fitnah?, Lalu apa buktinya jika semua tuduhan ini salah? dapatkah kau menjelaskannya?,sedari tadi kau hanya bisa mengelak dan melemparkan kesalahan mu padaku"
"aku meminta bukti pembenaran atas tuduhan mu serta bukti bahwa kau tidak melakukan penggelapan uang rakyat,apakah kau bisa?" tanya sinyya seraya berjongkok mencondongkan wajahnya ke arah mentri pajak yang terlihat menahan emosi pada dirinya
sinyya kembali berdiri menatap semua orang yang ada di aula istana,mengalihkan tatapannya pada kaisar serta permaisuri yang sedari tadi memperhatikan nya berbicara
lalu ia kembali menatap mentri pajak yang masih berlutut di lantai
"apakah kau bisa menjawab dan menjelaskan semua pertanyaan ku?" ucap sinyya tersenyum miring
"di sana tertera stempel khusus,yang di gunakan untuk melengkapi berkas-berkas dalam hal menangani pajak, dan Stempel itu hanya orang-orang yg menangani pajak lah yg memilikinya namun dalam ciri khas yang berbeda,dalam artian walau kau dengan ayah ku sama sama menangani perpajakan stempel kalian jelas berbeda,dan di sini tertera dengan jelas stempel milik mu lah yang tertempel di dalam nya,apakah kau bisa menjelaskan nya? " lanjut sinyya lantang
"hmm semakin menarik,bukan hanya cantik kau juga sangat pandai menyudutkan orang rupanya" gumam pangeran lu jiansu memandang minat ke arah sinyya
Mentri pajak tersenyum mengejek ke arah sinyya
"bisa saja stempel itu merupakan stempel palsu yang mulia" sargah mentri pajak
sinyya menatap mentri pajak malas,tua bangka itu masih kekeh pada pembelaannya,taukah dia kalau dia telah salah memilih kata dalam berdalih
"aku tidak bodoh,sebelum memerintahkan mu kemari aku sudah mengecek keasliannya,apakah kau meragukan seorang kaisar?tidak dapat membedakan mana stempel palsu dan asli"sarkas kaisar menusuk
Mentri pajak langsung bersujud di lantai
"ampuni hamba yang mulia,hamba tidak bermaksud meragukan penilaian yang mulia"
perdana mentri sayap kanan yang tak lain adalah ayah sinyya memandang tanpa ekspresi pada putri nya yang tengah berdiri berdebat dengan mentri pajak
"kau terlihat semakin mirip dengan ibumu"
"i itu bukan lah hamba yg mulia, sepertinya itu di lakukan oleh bawahan hamba, setelah selesai hamba akan menghukum bawahan hamba yang dengan lancang nya menggelapkan uang rakyat yg mulia" lanjut mentri pajak gugup
"benarkah? lalu bisakah kau menjelaskan untuk bukti yang satu ini?"
semua orang menjadi bingung apa yg akan sinyya lakukan kembali,begitupun dengan kaisar ia seperti tengah menantikan aksi sinyya kembali
"pengawal bawa mereka masuk"perintah sinyya dengan masih menatap ke arah mentri pajak
__ADS_1
tak lama kemudian banyak rakyat yang datang kedalam istana, semua orang menjadi semakin bingung,
mentri pajak menatap sinyya tajam, melihat banyak rakyat Kekaisaran yang pernah mendapatkan penganiayaan dari nya memasuki aula istana
"Hormat Kami Yg Mulia kaisar matahari kekaisaran ini" ucap serentak rakyat yang berjumlah sepuluh orang,kebanyakan berasal dari rakyat pedagang,serta rakyat yang tidak sengaja membuat masalah dengan mentri pajak
"bangun lah, dan cerita kan kepadaku apa maksud dari kedatangan kalian"
"disini kami ingin meminta ke adilan yang mulia, atas nama seluruh rakyat dari kekaisaran ini,kami dan semua rakyat anda sudah tidak tahan dengan tindakan mentri pajak yg selalu meminta pajak sebanyak 75% dari penghasilan kami, kadang kala jika kami belum mendapatkan kan penghasilan, semua orang mentri pajak menghancurkan dagangan serta bisnis kami karena tidak mampu memberikan pajak sebanyak yg mereka inginkan" ucap salah salah satu rakyat yang menjadi perwakilan,dan di angguki masyarakat lainnya
"benar yang mulia,kami sudah lelah dan resah,dengan segala tingkah lakunya, sebelum nya kami hanya bisa pasrah tapi untuk kali ini,kami ingin meminta keadilan sebagai rakyat kekaisaran ini kembali"seru salah satu rakyat lainnya
sinyya hanya tersenyum mendengar mosi rakyat,yang melancarkan segala rencana nya
sedangkan Mentri pajak sudah pucat pasi di tempatnya
kaisar mengangguk mendengar seruan rakyat lalu ia menatap mentri pajak dengan sorot mata dingin
"bagaimana?apa masih ada pembelaan lain dari dirimu?"
"ti tidak yg mulia hamba di fitnah oleh mereka pasti semua rakyat ini sudah di suap oleh putri untuk memfitnah hamba"
"dia berbohong yang mulia,malah sebaliknya putri lah yang telah menolong hamba dari tindakan keji mentri pajak,untuk membuktikannya yang mulia bisa bertanya pada seluruh pedagang serta rakyat kaisar,tidak mungkin semua rakyat kaisar bisa di suap oleh putri jika perkataannya memang benar"ujar kakek tua di Antara rakyat
sinyya memandang kakek itu,ia ingat itu adalah kakek yang pernah ia tolong waktu itu dari keroyokan mentri pajak dan pengawal nya
"aku tidak tahu bahwa kau begitu berani, bukannya kau dulu sangat pemalu,lalu apa yang membuatmu berubah? atau seperti ini lah sifat asli mu yg sebenarnya "fikir pangeran lu xianyi memandang sinyya dengan pandangan rumit
"kau sudah tidak mengakui kesalahan mu, dan sekarang kau melimpahkan nya kepada putri, apa kau tau apa hukumannya jika menyinggung keluarga kerajaan?" ucap kaisar tajam
"ti_tidak seperti itu yg mulia maaf kan hamba ini semua salah hamba, hamba khilaf yg mulia" mentri pajak kembali bersujud lalu menatap ke arah permaisuri meminta pertolongan
permaisuri terlihat sangat gusar di singgah sana nya,melihat tatapan mentri pajak ke arahnya,ia takut jika ikut terseret dalam kasus ini oleh mentri pajak
"pengawal bawa mentri pajak ke penjara bawah tanah,hari ini aku cabut kedudukan mu sebagai perdana Mentri" tegas kaisar tajam dan mutlak
semua orang menatap hina ke arah mentri pajak, seperti tengah melihat hama yang paling menjijikan
"yg mulia permaisuri tolong hamba, anda pernah bilang akan membantu hamba,dan kejahatan hamba tidak akan pernah terbongkar" teriak mentri pajak ketika akan di seret oleh dua pengawal
permaisuri berdiri dari singgah sananya ia menatap mentri pajak dengan mata menyorot marah
sinyya semakin mengembangkan senyumnya sepertinya,rencana selanjutnya akan segera di mulai
"lancang sekali kau berbicara seperti itu padaku, apakah kau sudah tidak ingin hidup karena telah memfitnah permaisuri Kekaisaran" teriak permaisuri murka
mentri pajak terus saja memberontak dari cekalan para pengawal
"tidak,yang mulia mengapa Anda menghianati hamba"
"apa yg kau katakan apa hubungannya dengan permaisuri ku"tanya kaisar heran
permaisuri semakin tersulut emosi mengepalkan tangannya erat
"kau semakin lancang saja kepadaku. pengawal bunuh dia sekarang. karena sudah lancang menuduh permaisuri kekaisaran ini"perintah permaisuri
seketika para pengawal mengarahkan pedangnya ke arah leher mentri
__ADS_1
"stop jangan dulu membunuh nya" teriak sinyya menghentikan aktifitas para pengawal yg ingin membunuh mentri pajak