Putri Empat Pangeran

Putri Empat Pangeran
Bab78


__ADS_3

Sinyya berjalan melewati koridor istana,banyak pelayan dan pengawal yang membungkukkan badannya ketika berpas-pasan dengan nya.siapa yang tak mengenal sinyya di istana itu,selain terkenal dengan usaha butiknya yang unik sinyya juga dikenal sebagai tabib dan peracik obat yang hebat,bahkan semua orang mengetahui betapa dekatnya sinyya dengan anggota kerajaan cenbreansa.wanita itu di gadang-gadang akan menduduki takhta ratu di masa depan,maka dengan itu sebisa mungkin mereka bersikap seramah dan sehormat mungkin pada sinyya untuk menjaga citra dan juga menjamin masa depan mereka kelak.


Sinyya tak menghiraukan itu semua,yang di fikirkannya saat ini hanyalah xion,pria tua itu selalu mempunyai pengajaran tak masuk akal bagi xion,untung anaknya itu sangat pintar jadi tidak ikut terjerumus pada setiap pengajaran aneh ayah dari Cendana dan juga redena.seperti sebulan yang lalu pria tua itu mengajak anaknya mengacaukan pertenakan kambing milik tetangganya dengan memasukan tiga ekor serigala ke dalamnya.sang paman pemilik perternakan itu hanya bisa pasrah dengan badan yang hampir limbung akibat syok, melihat hampir sebagian kambingnya habis di makan oleh serigala.namun apa yang bisa paman itu lakukan?,berteriak dan mengamuk pada mantan raja yang sudah membuat perternakan milik nya kacau?!.dia tak mungkin seberani itu hingga mau menyerahkan kepalanya untuk di penggal karena sudah kurang ngajar pada bangsawan apalagi sang pelaku merupakan mantan raja Kerajaan yang ia tempati sendiri.bahkan untuk meminta gati rugi pun sang paman tak berani melakukannya.karena itu dengan kesabaran yang sudah hampir menipis sinyya berinisiatif sendiri membayar kompensasi kerugian akibat ulah bocah dan juga kakek tua itu,dia yakin xion hanya terpaksa ikut pada rencana raja lengser itu,melihat sifat kekanakan pria tua itu yang bila menginginkan sesuatu harus di turuti,jika tidak pasti pria tua itu akan ngambek dan memaksa,cih kekanakan sekali!.


Dan jika di tanya mengapa pria itu itu melakukan hal bodoh semacam itu?.maka jawabannya adalah dia hanya sedang bereksperimen dengan mengawin silangkan serigala dan juga kambing.dengan tawa congkaknya pria itu berkata "bukankah akan sangat membanggakan bila kerajaan kita bisa membuat keajaiban dengan lahirnya anak berdarah kambing dan juga serigala?!,aku yakin kerajaan lain akan sangat cemburu dan iri bila melihat hal itu terjadi di kerajaan cenbreansa!"


Rasanya sinyya sangat ingin memukul kepala kakek tua itu.apakah pria itu bodoh?!,hingga mencoba menjodohkan kambing dan juga serigala?.tak taukan dia bila kambing merupakan rantai makanan serigala?.sehingga pemikiran konyolnya itu akan sangat mustahil bisa terjadi.dan sekarang lihatlah hampir setengah kambing milik paman tetangganya habis di mangsa oleh seriga yang di bawa kakek tua itu.


Tak bisakah pria tua itu memberikan jeda untuk sinyya, agar bisa tenang sebentar saja?


Sekarang ia sudah tak heran dari mana tingkah tak masuk akal dan konyol pangeran redena berasal.bukankah buah selalu jatuh tidak jauh dari pohonnya?


Sinyya menatap dua orang pengawal yang berjaga di depan pintu kamar mantan raja itu dengan datar.


Keduanya membungkuk seraya memberi salam kepada sinyya.


"Apakah pria tua itu ada di dalam?!"


Ke dua pengawal itu melirik satu sama lain lalu kembali menatap pada sinyya.sepertinya wanita di hadapan mereka sekarang ini tengah menahan kesal terlihat dari ke dua telapak tangannya yang tengah mengepal.


"Aku tanya sekali lagi,apa pria tua itu ada di dalam?!."


"A-ada nyonya!"


Kedua pengawal itu reflek memejamkan matanya.tak lama keduanya membola saling melirik dengan tangan yang memukul bibir mereka masing-masing karena merasa telah salah berucap.


"Jangan beritahu pria itu bila aku datang.buka saja pintu nya sekarang!" ucap sinyya menghentikan salah satu pengawal yang ingin melaporkan kedatangannya pada sang pemilik kamar.


Kedua pengawal itu terdiam,tak tau harus melakukan apa, masalahnya sesaat sebelum kedatangan sinyya mantan raja itu sempat memberi tahu mereka untuk tak memberitahukan keberadaan nya,bila sinyya datang mencari nya.namun sialnya mereka malah keceplosan ketika melihat raut tak mengenakan dan pertanyaan menekan dari sinyya.


Karena merasa tak mendapat tanggapan akhirnya sinyya menerobos masuk kedalam meninggalkan ke dua pengawal itu yang terkejut dan segera berjalan membuntuti sinyya dari belakang.


Brak!


Tubuh mantan raja cenbreansa itu tersentak kaget tangannya secara reflek melempar anggur yang sesaat tadi ia genggam.

__ADS_1


Matanya mentap ke arah pintu yang tadi sempat membuat suara nyaring hingga mengagetkan waktu bersantai nya.


Melihat siapa yang datang,mantan raja itu segara duduk dari acara rebahnya di atas sofa, bibir nya tertarik ke atas, menyengir melihat siapa yang saat ini tengah berdiri dan menatap nya tajam.


Ke dua pengawal di belakang sinyya kelimpungan sendiri melihat mata raja terdahulu itu sesaat melotot ke arah mereka seperti tatapan leser, sebelum akhirnya kembali menyengir menatap sinyya.


Sinyya mendengus melihat nya,matanya mengedar ke segala penjuru.


"Dimana anak ku?!


Sinyya tak menemukan keberadaan xion dimana pun di sudut kamar ini.


Raja terdahulu menggaruk belakang lehernya,ia berdiri menatap ke arah sinyya,"lebih baik kau duduk dulu,kita bisa membicarakannya secara baik-baik"


"Bukankah kau lelah berjalan kemari?,biar pelayan membawakan mu teh dan juga cemilan,bersantai lah dulu sejenak di sini" ujarnya berusaha membujuk sinyya


"Aku tak butuh melakukan hal bodoh semacam itu, bersama mu!"


Raja terdahulu mencoba mengukir senyum semanis mungkin,berusaha tak memancing emosi sinyya lebih jauh lagi.dia tak ingin berakhir menjadi samsak dengan kamarnya yang ikut hancur karena perempuan itu.


"Dimana xion?!"tanya sinyya sekali lagi


"Dia sedang bermain dengan ayahnya,lebih baik kau bersantai saja di sekitar istana.biarkan mereka bermain untuk sementara waktu" balasnya dengan senyum mengembang


"Cih,aku tau kau baru saja mengopernya pada cendana agar tak mendapat masalah lebih,dariku"


Senyum mantan raja seketika pupus mendengar perkataan sinyya yang kelewat benar.


Tanpa menunggu lebih lama lagi sinyya berbalik meninggalkan raja beserta ke dua pengawalnya itu di dalam kamar,lalu menutup pintu nya kembali dengan kencang.


Brak!


Raja terdahulu terjengkit kaget mendengarnya,mulutnya menghembuskan nafas kasar ketika melihat sinyya sudah hilang dari pandangan nya, rasa-rasanya sebagai mantan seorang raja harga dirinya tak berarti apa-apa di depan sinyya.


"Huh,selamat!"

__ADS_1


"Kalian!"seru raja terdahulu itu bedecak pinggang menatap ke dua pengawal di depannya tajam.


Ke dua pengawal itu segera berjongkok menghadap sang mantan raja "maafkan kami yang mulia!"


________


Setelah bertanya ke beberapa pengawal dan pelayan yang lewat akhirnya sinyya menemukan di mana keberadaan raja cendana setelah tadi ia tak menemukan pria itu di dalam ruang kerjanya.


Saat ini dia tengah berdiri di depan pintu aula,tengah menunggu raja cendana yang di panggil oleh salah satu pengawal untuk menemui nya.


Sinyya tak ingin masuk ke dalam,ia berfikir mungkin di dalam raja cendana tengah mengadakan rapat bulanan dengan para bangsawan cenbreansa,ia hanya akan membawa xion pulang agar tak mengganggu pekerjaan pria itu.


Sinyya memang tak mengetahui tengah di adakan apa di dalam aula sana,ia pun tak bertanya pada para pengawal ataupun pelayan.menurutnya keberadaan pria itu sebagai raja di dalam aula adalah hal biasa, Yang dia tau pria itu tengah melakukan rapat rutin bulanan biasa di dalam sana,tanpa tau tengah di adakan acara perjamuan yang di hadiri dari berbagai kerajaan saat ini.


"ibu?!"


Sinyya berbalik begitu mendengar suara familiar memanggilnya.ia tersenyum begitu mendapatkan raja cendana tengah berdiri dengan xion di gendongan nya.


"Apa kau mau menjemput xion kemari?"


Sinyya mengangguk menanggapi,lalu ia beralih menatap wajah putranya dengan bedecak pinggang.


Xion tergagap begitu melihat wajah sang ibu yang terlihat tak enak di pandang "ma-maaf xion, ibu..!, setelah ini xion akan melanjutkan hukumannya,tapi--"


"Jangan di tambah lagi ya?!" ucap xion memelas dengan tangan menarik ke dua kuping nya


Raja cendana terkekeh melihat interaksi anak dan ibu itu,akan sangat indah bila dia benar-benar bisa masuk dan menjadi bagian dalam kehidupan keduanya.


Sinyya menghembuskan nafas nya pelan "hmm, sekarang kau ikut ibu pulang!,biarkan ayah mu kembali bekerja"


Lu xianyi terdiam mematung di tempat ketika melihat seorang wanita yang familiar dan begitu ia rindukan tengah berdiri tak jauh dari nya, wanita itu terlihat mengambil alih anak laki-laki yang berada di gendongan raja cendana.


Tadinya ia hanya menuruti langkah kaki nya yang menuntun,membuntuti raja Cendana berjalan keluar.setelah mendengar seorang pengawal yang melapor pada raja cendana.sayup-sayup ia mendengar nama seseorang yang ia kenal terucap dari bibir pengawal itu ketika melapor.


Sebelumnya ia tak begitu yakin dengan apa yang ia dengar namun setelah melihat nya secara langsung,lu xianyi menjadi diam membisu.hatinya bergemuruh matanya memerah berkaca-kaca melihat wanita yang begitu berharga di hidupnya.kini berada dalam jangkauan matanya.rasanya semua ini tak nyata!.sudah berapa lama ia tak melihat wajah cantik,senyum manis dan juga suara indah wanita itu?.

__ADS_1


"Sinyya?!"satu nama itu berhasil lolos dari bibirnya.dapat ia lihat wanita itu beralih menatap nya sebelum akhirnya raut wajah yang tadinya berseri itu berubah menjadi menegang ketika bertemu tatap dengan matanya.


__ADS_2