
Seperti yang telah di bicarakan sebelum nya,kini sinyya telah siap dengan hanfu sederhana dan juga keranjang berisi makanan di dalamnya
ia tengah berjalan menuju gerbang kediaman pangeran untuk berkumpul dengan yang lainnya, sebelum nya ke empat pangeran telah menawarkan akan menjemputnya di paviliun nya,namun dengan kekeh sinyya menolaknya ia berkata untuk bertemu di gerbang saja,agar tidak memakan waktu terlalu banyak
Tap tap tap tap
Suara langkah kaki mengalihkan ekstensi kelima pria yang tengah berbincang itu
"selamat sore pangeran, selamat sore tuan shen tiansu" ucap sinyya seraya tersenyum, menyadarkan ke lima pria itu
"sore"
"ah ya.hormat hamba yang mulia putri" ucap shen tiansu setelah tersadar
sinyya tersenyum seraya mengangguk
"jangan terlalu formal tuan shen,aku harap kau bisa bersikap santai saja dengan ku,itu akan terasa nyaman untuk kita"
"ah,baik putri"
sinyya mengangguk dengan masih menatap shen tiansu
"apa kau juga akan ikut untuk piknik, tuan shen?"
"ya,aku akan bertugas untuk mengawal serta menjaga putri dan pangeran ketika piknik"
"wahh,baiklah kalau begitu kau harus menikmati piknik ini,jangan terlalu terfokus pada tugas mu" ujar sinyya antusias
"ya akan aku usahakan"
lu tian yang sudah jengah dengan percakapan antara sinyya dan juga shen tiansu itu,kini berjalan menghampiri sinyya,ia mengambil alih keranjang makanan yang di bawa sinyya,lalu merangkul pundak wanitanya agar ikut berjalan ke arah kereta kuda
"itu adalah tugasnya kau tak perlu menahannya untuk tidak melakukan sesuatu"ketus lu tian di sela rangkulannya
sinyya hanya mengedikan bahunya acuh"aku hanya menyuruhnya menikmati,apa salahnya"
lu tian hanya diam tak berminat membalas perkataan sinyya,dirinya masih di landa kekesalan dengan interaksi mereka
"masuk" ujar lu tian setelah memasukan keranjang makanan ke dalam kereta kuda. dan di lanjutkan dengan mengangkat sinyya agar mudah masuk ke dalamnya
sinyya hanya menurut saja tidak membantah,setelah itu di susul oleh lu tian dan juga lu xianyi yang masuk ke dalam
__ADS_1
sedangkan untuk lu tinyu,lu chenyu dan juga shen tiansu. berada di kereta kuda ke dua di belakang kereta kuda sinyya.untuk menuju padang bunga lavender tempat mereka akan melakukan piknik.ke empat pangeran sengaja hanya menggunakan dua kereta kuda serta dua kusir saja.mereka tidak mengikut sertakan pengawal untuk menemani mereka.kali ini mereka ingin menikmati waktu bersama tanpa ada gangguan orang luar,maupun pengawal yang berjaga,cukup shen tiansu saja yang ikut serta untuk bertugas mengawal mereka kali ini.
___________
setelah sampai sinyya turun dari kereta kudanya,dengan di bantu oleh lu xianyi dan juga lu tian yang memegang ke dua tangannya
"pangeran lu tinyu!!"
namun perhatian nya teralihkan ketika mendengar seruan seorang wanita yang memanggil salah satu nama suaminya
sinyya menatap seorang wanita yang tengah berjalan menghampiri lu tinyu yang baru saja turun dari kereta kudanya
ia mendengus ketika mengetahui siapa wanita itu
"hormat hamba pangeran" ujar xin luo seraya tersenyum dengan cerah
"cih bahkan senyuman nya mengalahkan matahari saking silaunya bisa membuat orang buta.untuk apa dia melakukan itu.yang ada membuat ku mual melihatnya" gumam sinyya pelan seraya menatap julit ke arah xin luo
lu tinyu dan lu chenyu hanya mengangguk menanggapi.setelah itu lu chenyu berjalan mengikuti shen tiansu yang sudah berjalan terlebih dahulu. untuk menghampiri sinyya dan ke dua pangeran lainnya.meninggalkan lu tinyu dan xin luo di depan kereta kuda
"mengapa kau bisa ada di sini?"tanya lu tinyu heran
"aku dengar kau dan pangeran lainnya akan melakukan piknik di sini,jadi aku memutuskan untuk ikut piknik bersama kalian ke mari" jawab xin luo dengan antusias seraya memperlihatkan keranjang yang berisi makanan yang ia bawa
entah mengapa ia merasakan hawa-hawa tak enak di sini
___________
shen tiansu menggelar sebuah tikar yang sempat mereka bawa di atas tanah hijau berumput,sebagai alas untuk mereka duduki
lu tian membantu sinyya menyiapkan semua makanan yang tadi di bawa oleh sinyya,ke atas tikar
pergerakan sinyya tiba-tiba terhenti, ketika melihat lu tinyu datang bersama nenek lampir. yang dulu pernah memfitnah nya hingga menyebabkan pipinya kena tampar lu tinyu.mengingat itu membuatnya kembali jengkel
xin luo menggandeng tangan lu tinyu agar mempercepat langkahnya menghampiri ke lima orang yang tengah terduduk di rerumputan beralaskan tikar
"hormat hamba pangeran" ucap xin luo dengan tersenyum ceria menatap ke arah lu tian dan lu xianyi.yang hanya di balas tatapan datar oleh mereka
sinyya mendengus melirik wanita yang berada di samping lu tinyu "aku dan shen tiansu juga ada di sini.mengapa hanya para pangeran saja yang mendapat salam hormat dari dia"cibir sinyya dalam hati
xin luo merapihkan rambutnya ke belakang telinga
__ADS_1
"ekhem,boleh aku ikut bergabung dengan kalian?" semuanya terdiam tak ada yang berniat bersuara. tanpa mendengarkan jawaban mereka xin luo langsung duduk di alas tikar dengan menarik lu tinyu untuk duduk di sisinya
lu chenyu yang melihat sinyya hanya terdiam dengan muka yang sedikit masam akhirnya bersuara
"apa kau ingin ikut bersama ku?,aku lihat bunga di sebelah sana sudah mulai bermekaran"
sinyya menoleh ke arah lu chenyu ia mengangguk seraya tersenyum,tanpa basa-basi langsung menggenggam tangan lu chenyu yang terulur padanya
setelah melihat kepergian sinyya dan yu chenyu, akhirnya lu xianyi membuka suara
"apakah kau yang mengajaknya kemari?" tanya lu xianyi datar.tanpa di beritahu pun lu tinyu sadar tertuju pada siapa pertanyaan itu keluar
badan xin luo menegang pendengar pertanyaan lu xianyi dengan pembahasan yang terarah padanya, sepertinya pria itu tak menyukai nya berada di sini
"ya aku yang mengajaknya kemari, hitung-hitung sebagai permintaan maaf karena waktu itu dia pernah merasakan kejadian tak mengenakan di kediaman kita"
Namun ketegangannya itu berubah menjadi kelegaan ketika mendengar jawaban lu tinyu,ia tersenyum menatap pria itu
"jika kau lupa.dia sendiri lah yang membuat kejadian tak mengenakan itu terjadi" lanjut lu xianyi seraya berdiri dari duduknya,di ikuti oleh shen tiansu
lu tian hanya diam mendengarkan percakapan lu xianyi dan juga lu tinyu.ia mengambil dua kue pay untuk di bawanya ke pada sinyya,ia berdiri lalu melirik ke arah dua orang yang tengah duduk di bawahnya
"aku tak akan ikut campur dalam permasalahan mu,namun ada baiknya bila kau tersadar sejak dini" setelah mengatakan itu lu tian berjalan mengikuti lu xianyi
xin luo meremas hanfu nya kasar matanya mentap tajam ke arah sinyya yang tengah tertawa karena di selipkan bunga di telinganya oleh lu chenyu.matanya melirik
lu tinyu yang sedari tadi terdiam dengan pandangan mentap lurus ke arah sinyya. setelah mendengar perkataan ke dua kakak nya
Lu tinyu tersentak ketika mendapatkan sentuhan dari tangannya,matanya melirik seorang wanita yang menjadi pemilik tangan yang telah menyentuhnya
"maafkan aku, sepertinya karena ke hadiran ku acara kalian menjadi hancur"
lu tinyu tersenyum melihat wanita itu menunduk dengan raut wajah menyesal,ia menggeser tangan wanita itu dari punggung tangannya
"tidak apa,kau tidak menghancurkan acara kami sama sekali,jangan dengarkan perkataan ke dua kakak ku,kau nikmati saja suasana di sini tanpa harus menghiraukan apapun" ucap lu tinyu lembut dengan tangan mengusap kepala xin luo pelan,membuat wanita itu seketika tersenyum ke arah nya
_______
Blasss
Setttttt
__ADS_1
"Sinyyaa!!" teriakan berseruan terdengar menyebutkan nama sinyya dengan serempak