Putri Empat Pangeran

Putri Empat Pangeran
Bab40


__ADS_3

sinyya memberontak di dekapan seseorang, tangannya menahan dada bidang orang itu.yang di rasa terlalu menempel dengan tubuhnya "diamlah" desis orang itu yang merasakan gigitan pada tangannya yang membekap mulut sinyya.


sinyya mendongak ke atas menatap seseorang yang baru saja menarik dan membekapnya.sinyya menyentak tangan pria itu dari mulutnya "kau" pekik sinyya tertahan ketika melihat siapa orang yang berada di hadapannya


"siapa di sana?"


seketika pria itu menarik sinyya untuk lebih masuk ke dalam dekapannya,"aku bilang diam dulu" disis pria itu kembali tepat di telinga sinyya.hingga membuat sinyya merinding di buat nya


sinyya menoleh ke arah suara tadi di lihatnya seseorang yang tengah.mencari-cari sesuatu di sekitar taman dengan tingkah waspada.ah sepertinya orang itu terlihat waspada ketika mendengar suara tak sengaja sinyya.hingga akhirnya pria itu kembali ke tempat semula.sinyya memicingkan mata ketika orang itu menghampiri seorang wanita.sinyya menatap nya lebih tajam agar memperkuat penglihatan nya.ia terkejut ketika mengetahui wanita itu adalah putri Orleans.sinyya tak tau apa yang mereka bicarakan hingga akhirnya ke dua orang itu berpisah dengan putri Orleans yang berjalan berlawanan arah dengan orang itu


pria yang sedari tadi tanpa sadar mendekap sinyya itu.terdiam ketika telah mengalihkan tatapannya dari ke dua orang yang sudah berpisah tadi.beralih menatap wanita yang ada di hadapannya.ia seperti familiar dengan pemilik wajah cantik di pelukannya ini.hingga ke dua mata mereka saling bertubrukan.


pria itu menyeringai menatap sinyya.membuat sinyya brigidig ngeri di buat nya."apa?" tanya sinyya.apa pria ini sudah gila


"kita bertemu kembali nona"bisik pria itu serak di telinga sinyya.membuat sinyya berontak di dekapannya


"dasar pria gila"umpatnya lalu berjalan meninggalkan pria itu di tempat


________


sinyya berjalan menghampiri ke empat pangeran.namun matanya mentap ke arah depan tidak terlalu jauh dari tempatnya dan ke empat pangeran duduk.terdapat putri Orleans yang telah terduduk manis bersama utusan dari kerajaan lainnya.


"kau tak apa-apa?"


"hem,aku tak apa-apa" sinyya tersenyum ke arah lu xianyi membuat pria itu menghela nafas lega di buatnya


tatapan sinyya beralih ke sisi lu tian ketika pria itu melontarkan pertanyaan padanya


"mengapa kau lama sekali, benar tidak terjadi sesuatu?"

__ADS_1


sinyya menggeleng sebagai jawaban


"aku tadi sedikit tersesat ketika mencari toilet,jadi sedikit lama" cengir sinyya


lu tian mengangguk.seraya menepuk kepala sinyya pelan


ekstensi mereka kembali beralih ke arah depan melihat acara yang sebentar lagi akan di mulai.sebelum sebuah suara pemberitahuan dari prajurit yang menjaga pintu aula bersuara menyerukan ke datangan seseorang.membuat perhatian sinyya teralih


"Yang mulia pangeran mahkota cendana dari kerjaan cenbreansa memasuki aula istana!!"


sinyya terdiam melihat sosok yang sudah dua kali ini ia temui.tengah berjalan dari arah puntu.memasuki Aula istana yang di gelar sebagai tempat perjamuan


pangeran mahkota dari kerjaan cenbreansa itu tersenyum menggoda ketika mata nya bersitatap dengan mata seorang wanita.yang tak lama ini keluar dari dekapannya


sinyya mendelik tak suka,lantas ia mengalihkan tatapannya pada sebuah tarian yang di tampilkan di depan sana, sebagai awal pembukaan acara.


"bagai mana yang mulia dengan keputusan anda, dalam menikahkan pangeran dengan putri saya"


perkataan itu lantas mengundang kerutan bingung di dahi sinyya.pasalnya orang itu mengatakan dengan nada keras dengan sorot mata yang tertuju pada raja dari kekaisaran jinsucha. ayahanda para pangeran.seperti pertanyaan tersebut memang di tunjukan untuk raja dari kekaisaran ini.


"benar yang mulia.hamba berpendapat bahwa tawaran dari yang mulia raja redana sangat menguntungkan bagi kelanjutan kekaisaran kita." cetus seorang pria tua menimpali


sinyya mentap ke empat pangeran yang menguarkan aura tak enak,lalu ia mengalihkan pandangannya ke arah pria tua tadi.ia memicingkan matanya.itu adalah pria tua yang beberapa hari lalu sempat sinyya temui keluar dari ruangan kerja lu xianyi


ia mulai memahami sesuatu sekarang.tatapannya terjatuh ke arah putri Orleans yang duduk di sebelah seorang.yang sepertinya merupakan seorang raja .pria itu lah yang tadi sempat melontarkan pertanyaan .yang ia yakini merupakan ayah dari putri Orleans itu sendiri.wanita itu terlihat tengah menatapnya juga dengan senyum kemenangan terukir di bibirnya


raja redana tersenyum senang mendengar perkataan dari salah satu tetua kekaisaran jinsucha,dengan adanya dukungan dari para anggota kabinet kerajaan itu akan lebih memudahkan nya dalam menjalin kerja sama menggunakan pernikahan politik dengan kekaisaran yang terkenal dengan kekuatan dan kemakmuran nya ini


"iya raja.bukannya dengan bergabungnya kerajaan ku itu akan membuat dua kerajaan kita menjadi lebih kuat"

__ADS_1


"bukankah seorang permaisuri memang sepantasnya berasal dari kalangan keluarga kerjaan juga"sambung raja redana meyakinkan seraya tersenyum culas melirik sinyya


lu xianyi mengepalkan tangannya erat namun tatapannya masih terlihat tenang.ingin sekali ia menendang pria tua itu sekarang juga


"tidak ayahanda sampai kapanpun aku tidak akan mengangkat wanita lain sebagai permaisuri ku" ujar lu xianyi tegas menatap ke arah raja lu retara raja dari kekaisaran jinsucha


raja retara hanya terdiam.ia tengah memikirkan langkah apa yang harus ia ambil.berkerja sama dengan kerjaan resanta tentu saja sangat menguntungkan apalagi melihat segi pertambangan yang mereka miliki dapat juga berdampak kemajuan bagi kekaisaran jinsucha.namun jika ia melihat penolakan dari anak sulungnya. itu membuat nya sangat untuk nya dalam mengambil keputusan.dengan mengangkat permaisuri baru tentu saja itu akan menggeser ke dudukan sinyya.sinyya memang merupakan istri pertama sekarang ini namun setelah pengangkatan permaisuri baru.maka kedudukannya tidak lah lebih tinggi dari selir agung nanti nya.ia yakin empat pangeran tidak mungkin membiarkan hal itu terjadi melihat berapa besar mereka mencintai istrinya


raja retara beralih menatap sinyya.wanita itu.wanita yang ia anggap sebagai putrinya sendiri.ia hanya melihat sinyya tengah duduk tenang tanpa memperlihatkan emosi apapun.ia tak ingin melihat wajah itu mengeluarkan raut wajah sedih.walaupun memang masuk dalam kehidupan istana tidak akan selamanya membuat wanita itu tenang.


raja retara akhirnya menghela nafasnya panjang "aku tak bisa memutuskan hal ini.pernikahan ini bukanlah menyangkut tentang kerjaan saja tapi juga kehidupan putra dan putri kita"


"tapi yang mulia.cepat atau lambat kita pun harus memutuskan calon permaisuri di masa depan.putri sinyya tidak bisa menduduki tahta permaisuri itu dengan keadaan dia memiliki empat suami" ujar salah satu ketua ikut berpendapat


semuanya diam terbungkam mendengar perkataan itu.semua orang di situ hampir membenarkan perkataan tetua itu


"dengarkan para tetua mu saja raja.akan sangat memalukan bukan? bila permaisuri kekaisaran jinsucha memiliki empat suami!?" raja redana terkekeh tersenyum miring menatap ke empat pangeran dan sinyya


"benar raja.bukan aku ikut campur hanya saja yang di katakan raja redana dan juga para tetua itu benar adanya memang tidak akan mungkin seorang permaisuri yang memimpin sebuah kekaisaran mempunyai empat suami.terkecuali putri maj menceraikan ke tiga suaminya yang lain" timpal salah satu raja di aula itu


raja redana semakin menyunggingkan senyumnya puas.ketika banyak orang yang mendukung keinginan nya


"tidak!!" tukas ke empat pangeran serempak


"tidak akan ada yang bercerai dengan sinyya"sanggah lu tian dengan dingin


putra mahkota cendana dari kerajaan cenbreansa tersenyum menatap keadaan panas di hadapannya.drama di depannya ini sungguh membuat nya tertarik.ia menatap ke arah sinyya.atau haruskah ia berkata putri Glosbe?, istri empat pangeran dari kerajaan jinsucha.


ini sangat kejutan baginya ia memang beranggapan bahwa wanita yang sempat ia temui itu merupakan seorang yang berkedudukan bangsawan namun ia tak menyangka bahwa wanita seperti kucing liar itu melebihi ekspektasi nya.lihat lah bagaimana wanita itu terlihat telah berhasil menjinakan ke empat macan sekaligus,hingga mengeluarkan cakarnya waspada ketika melihat sang majikan dalam bahaya

__ADS_1


__ADS_2