Putri Empat Pangeran

Putri Empat Pangeran
Bab47


__ADS_3

"hal apa yang sedang kau lakukan?" tanya sinyya ketika melihat pergerakan rine kembali berkutat pada kertas kasar di hadapannya


"Lihat aku telah selesai membuat cebuah gambal" seru gadis kecil itu seraya memperlihatkan hasil gambarannya.pada kertas kasar berwarna coklat


"Wahh hebatnya" puji sinyya antusias,menatap hasil gambar yang rine buat seperti gambar yang di buat anak-anak pada umumnya



...aku cuma kasih gambaran apa yang rine gambar,biar kalian gak bingung pas ngebayanginnya wkwk...


"biar ku tebak,ini pasti adalah kedua orang tuamu" tunjuk sinyya pada sebuah gambar manusia berbentuk orang-orang lidi yang terlihat di gambar paling besar di antara gambar yang lainnya.sinyya terkekeh dalam hati ternyata bukan dirinya saja lah yang dulu pernah menggambar manusia berbentukan seperti jelangkung.


Mata rine terlihat berbinar menatap sinyya, seperti telah menemukan hal bagus "woahhh benal, bagaimana putli bica tau?"


Seru rine dengan aksen cadelnya


Sinyya tersenyum bangga pada dirinya sendiri."hem.dan yang ini pasti kau beserta ke lima saudara mu yang lain" lanjut sinyya menunjuk ke arah gambar orang lidi dengan dua helai rambut pada kepalanya,di tambah dengan beberapa gambar orang lidi di setiap sisinya berjumlah lima gambar.


Bukannya seruan antusias yang sinyya dapatkan seperti belumnya.ia malah di suguhkan dengan tatapan yang sulit di artikan.serta kening mengerut dari gadis itu.mengapa tanggapan gadis itu berbeda dari yang pertama,fikir sinyya


Tak lama gadis itu menggelengkan kepalanya ribut,lalu ia menunjuk orang-orang lidi hasil gambarannya "ini adalah dili ku"ucap gadis itu membuat sinyya mengangguk "nah kalau kelima olang ini"lanjut gadis itu seraya memperlihatkan ke lima jarinya ke arah sinyya "meleka adalah suamiku"


sinyya terdiam dengan mata membola, sepertinya dia syok "Ma-magsudmu kelima orang pada gambar ini adalah suamimu?" Dan di balas anggukan ringan oleh gadis itu


Sinyya terperangah mendengar perkataan gadis itu,apalagi setelah melihat anggukan dari kepala rine setelah ia melontarkan pertanyaan.ingin sekali ia murka saat ini,siapa orang tua yang telah tega menikahkan anaknya yang masih di bawah umur.sinyya yakin usia rine saat ini belum ada menginjak 7 tahun.namun apa yang orang tuanya lakukan,menikahkannya yang masih belia dengan seorang pria?.bahkan lima pria sekaligus?.sungguh gila.lihat saja apa yang akan ia lakukan bila bertemu dengan orang tua gadis kecil ini.


Sinyya menatap prihatin gadis kecil itu


"Di mana kedua orang tu-"


Perkataan sinyya terpotong oleh lanjutan suara antusias dari gadis kecil di sebelahnya "bila cudah becal nanti aku akan menikah dengan meleka.aku cudah punya dua kandidat yang akan menjadi cuami ku nanti. meleka adalah teman belmain ku caat di lumah yaitu ledion dan juga delino.jadi aku hanya tinggal mencali tiga kandidat cuami lainnya" celoteh gadis itu dengan riang


Sinyya tersedak air liur nya sendiri ketika mendengar lanjutan cerita dari gadis itu


"Jadi maksud mu saat ini kau belum menikah.tapi akan menikah nanti dengan mereka?"


Gadis kecil itu mengangguk antusias


"Iya,aku akan memiliki lima cuami ketika becal nanti"


Sinyya memicingkan matanya menatap gadis itu selidik,dengan satu alis terangkat "mengapa kau ingin memiliki lima suami?"tanya sinyya kembali,ia sedikit kepo dari mana asal pemikiran gadis kecil di sebelahnya ini.


Rine terdiam seraya menatap sinyya lekat.entah hanya perasaannya saja atau bagaimana.hati sinyya tiba-tiba merasa tak enak ketika melihat tatapannya.

__ADS_1


"Kalena putli"tunjuk rine ke arah sinyya


Membuat sinyya melongo di buat nya "ka-karena aku?" Tunjuk sinyya pada dirinya sendiri,dan di balas anggukan ringan dari gadis itu.sinyya tak percaya melihat nya.mengapa kini dirinya yang menjadi tersangka.heyy ayolah perasaan ia tak pernah melakukan apapun hingga membangkitkan imajinasi tak biasa dari gadis kecil itu.


"Mengapa karena diriku?"tanya sinyya kembali,hati mungilnya tak terima mendengar pengakuan gadis kecil itu.mengapa dirinya yang tak bersalah harus di bawa-bawa?.


Dengan antusias rine menjawab " dulu ibu pelnah belcelita tentang putli.katanya putli adalah olang yang baik dan pembelani.kalena kebaikan itulah putli bica campai menikah dengan ke empat pangelan,dan caat becal nanti aku akan mengikuti jejak putli dengan menikahi banyak cuami"


Sinyya meringis di buatnya,dongeng tak nyambung seperti apa yang telah ibu gadis kecil ini cerita kan.


"Jika begitu kenapa kau bilang akan menikah dengan lima suami?.harusnya kan kau hanya menikah dengan empat suami,bila ingin seperti diriku" koreksi sinyya yang malah semakin menjerumuskan dengan masuk ke dalam cerita gadis kecil itu


rine hanya terdiam dengan telunjuk mungilnya yang mengetuk-ngetuk dagu miliknya, seperti tengah berfikir keras.membuat sinyya menatap kepo dengan jawaban yang akan gadis kecil itu lontarkan.


"Kalena aku akan menjadi olang yang lebih baik dali putli.dengan begitu pastinya aku akan mendapatkan cuami yang lebih banyak juga dali putli" celetuk nya dengan raut wajah polos


Gemas sekali sinyya sampai ingin mencubit ginjal gadis kecil di sebelahnya.memangnya menurut dia suami adalah hadiah perlombaan,ketika dia melakukan sesuatu yang lebih baik dari orang lain,maka hadiahnya akan lebih banyak juga?.


Entahlah sinyya bingung juga harus mengambil sikap seperti apa,haruskah ia bersyukur karena gadis ini memiliki sifat dewasa pada usia yang terbilang masih cukup belia ataukah ia harus kecewa karena pemikiran nya itu terlampau terlalu jauh, sampai menembus batas pemikiran rasional orang pada umumnya.memang benar kata orang kita harus berhati-hati bila berbicara di hadapan anak kecil.karena pemikiran mereka yang terkadang tak bisa kita tebak.contohnya saat ini dari Yang mungkin hanya dongeng penghantar tidur yang ibu gadis kecil ini karang dengan berperankan dirinya dan pangeran.menggunkan alur yang tidak nyambung.kini malah berakhir menjadi semakin tak nyambung sampai berakibat fatal dengan di jadikan cita-cita oleh seorang anak kecil yang masih belia.


Lalu siapa yang harus ia salahkan di sini.ibu gadis kecil ini yang sudah menceritakan cerita yang tak nyambung itu.rine yang terlalu jauh mendefinisikan cerita tersebut.atau malah dirinya yang menjadi akar serta latar dari cerita tersebut?.jika berfikir ke sana entah mengapa malah dirinya lah yang kini merasa bersalah karena telah menjadi sebab dari hadirnya cerita tak nyambung itu.


"Oh ya di mana ayah dan ibumu?"tanya sinyya mengalihkan topik,bukan tanpa sebab juga sinyya bertanya seperti itu.sedari tadi ia terus memperhatikan ke sekeliling untuk mencari pergerakan dari orang tua gadis kecil di sampingnya.namun ia tak menemukan siapa-siapa di sekitar gadis ini yang berkemungkinan merupakan ayah dan ibu dari rine sendiri.bukankah anak se kecil rine masih membutuhkan pengawasan?,namun apa ini.ia tak menemukan siapapun di sampingnya hanya orang-orang yang beraktivitas dengan aktivitas nya masing-masing dan terlihat acuh tak memperdulikan keberadaan rine.lantas dimana ke dua orang tua gadis ini?.


Tak lama gadis itu menjawab dengan kepala yang tertunduk "aku tak tau meleka di mana,ketika banjil itu teljadi aku tengah belada di lumah paman,lalu kami menyelamatkan dili di bantu oleh bebelapa paman kesatlia kelajaan.sesudah itu sampai saat ini aku belum beltemu ayah dan ibu kembali,hanya ada paman yang belada di camping ku dan saat ini ia tengah memasak kalena dia melupakan salah satu koki di kelajaan"ucap gadis kecil itu dengan suara parau


Sinyya mengangkat rine dan mendudukan gadis itu di pangkuannya seraya mengusap kepala gadis kecil itu menenangkan "tenang saja kedua orang tuamu pasti baik-baik saja,tak lama lagi kalian akan bertemu.mungkin saja saat ini ayah dan ibumu tengah tertidur di balai penampungan yang lain karena merasa lelah sehabis menyelamatkan diri dari banjir" ungkap sinyya dengan senyum manis yang terpatri di wajahnya,agar gadis kecil itu juga ikut tenang setelah mendengar ucapan serta senyuman menenangkan darinya


Tak lama gadis itu mendongak menatap sinyya "iya putli benal,pacti caat ini meleka cedang teltidul,celalu caja cepelti itu,ketika di lumah pun meleka celalu caja teltidul campai-campai melupakan aku" seru gadis kecil itu dengan cemberut


Sinyya terdiam tak lama iya kembali mengusap kepala gadis itu "ah benarkah,berarti mereka saling mencintai.harusnya kau bahagia untuk mereka"ucap sinyya menoel hidung gadis itu


"He'em.ayah dan ibuku caling mencintai,meleka celalu tidul dengan belpelukan,ayah juga celing memanggil ibu dengan cebutan cayang,hampil cetiap hali" sahut gadis itu dengan ceria.melupakan kesedihan nya beberapa saat lalu karena teringat sedang berpisah dengan ke dua orang tuanya.


"Hemm, romantis sekali"komentar sinyya.


"Iya ketika becal pun aku akan cepelti meleka,tidul dengan belpelukan becelta ke lima cuamiku,lalu di panggil dengan panggilan cayangg oleh meleka.bukan kah itu cangat manis?"ujar gadis itu seraya tersenyum polos menatap sinyya.


Sedangkan sinyya hanya membalas dengan senyuman masamnya,mengapa gadis kecil ini selalu mempunyai pemikiran yang terlalu jauh.dan selalu saja melenceng ke arah sana ketika di ajak berbicara..


"Jika waktu itu tiba,aku hanya akan duduk beldiam dili caja menikmati apapun yang meleka belikan. dan pala cuamikulah yang nantinya akan mengeljakan cegala ulusan lumah tangga kami.ibu bilang wanita akan di jadikan latu bila beltemu dengan lelaki yang tepat dan mencintainya." Celoteh gadis kecil itu panjang lebar.


Sedangkan sinyya sudah meringis dalam hati mendengarkan perkataan yang kelewat pintar dari gadis kecil ini.sepertinya sebentar lagi ia akan menjadi frustasi menghadapi pemikiran ajaib gadis ini.

__ADS_1


Sedangkan di sisi lain lu chenyu terus saja memperhatikan interaksi sinyya dengan gadis kecil di panggukannya.raut wajah yang berubah-ubah dari sinyya ketika berbicara dengan gadis itu,terlihat begitu lucu dan manis di penglihatan lu chenyu.


Mengingat ia dan sinyya harus cepat-cepat pulang.akhirnya lu chenyu memutuskan untuk menghampiri ke duanya."sinyya.kita sudah harus segera kembali,ayok"ajaknya lembut setelah berdiri di hadapan istrinya itu


Melihat kedatangan lu chenyu rine segera turun dari pangkuan sinyya,ia menunduk hormat ke arah lu chenyu "holmat hamba yang mulia pangelan"


Lu chenyu mengusap kepala gadis itu pelan,ia menunduk menatap wajah cantik gadis itu,seraya mengusapnya pelan "aku sudah harus membawa teman bicara mu pulang,apa kau tak keberatan?"tanya lu chenyu lembut


Rine menggelengkan kepalanya pelan "aku tak apa-apa pangelan,nanti aku akan kembali melihat kalian ketika pelgi ke kota belcama ayah dan ibu"tutur gadis itu dengan tersenyum manis


Lu chenyu mengusap kepala gadis itu sekali lagi.lalu beralih menatap ke arah sinyya yang sedari tadi hanya terdiam memperlihatkan interaksi manis antara dirinya dan juga rine.


"Ayok"ajaknya lagi seraya menggenggam telapak tangan sinyya.sebelum pergi sinyya menyempatkan berbicara dengan gadis kecil itu terlebih dahulu.ia menundukan sedikit tubuhnya agar mudah menatap wajah mungil gadis itu


"Baiklah rine,aku harus pulang sekarang.kita akan bertemu lagi kapan-kapan. Ingat kau tak boleh bersedih lagi.karena tak lama lagi kau pasti akan bertemu dengan ke dua orang tuamu"ujar sinyya dengan tersenyum lembut mengusap kepala gadis itu


"Baik putli, hati-hati di jalan"ucap gadis itu seraya mengecup pipi sinyya cepat


Membuat sinyya terbengong menatap gadis kecil itu yang tertunduk dengan pipi memerah.


"Wah.manis nya" kekeh sinyya


"Baiklah sampai berjumpa lagi"ujarnya seraya memberi kecupan pada kening gadis itu.hingga membuat nya terbengong di tempat,sinyya terkekeh melihat raut terkejut gadis itu yang terlihat menggemaskan.tak lama sinyya berbalik untuk berjalan pulang dengan tangan yang saling bergandengan dengan tangan lu chenyu.


________


Sedari tadi lu chenyu terus saja memandang sinyya yang terlihat menyunggingkan senyumnya sedari beberapa saat lalu keluar dari balai penampungan.saat ini mereka tengah berada di dalam kereta kuda yang tengah melaju menuju istana pangeran.


"Apa kau sangat menyukai anak kecil?"tanya lu chenyu memecah keheningan setelah sekian lama mereka hanya terdiam dalam lamunannya masing-masing


Sinyya menoleh ke arah lu chenyu,ia menyandarkan kepalanya pada bahu pria itu,seraya memeluk erat lengan suaminya.tak lama ia mengangguk "bukankah gadis kecil tadi sangat manis?


Lu chenyu mengangguk menanggapi, seraya mengecup kepala sinyya lalu menyenderkan dagunya pada kepala wanita itu "Iya. dia terlihat manis dan juga lucu secara bersamaan"


"Benarkan,kau pun beranggapan yang sama denganku, rasanya aku ingin membawa dia pulang"seru sinyya dengan senyum antusias


"Hmm,kita bisa membuatnya nanti"celetuk lu chenyu tanpa sadar.mengundang tatap bertanya dari sinyya


Istrinya itu terlihat mendongak kearahnya,dengan kerutan halus pada keningnya,"membuat apa?"tanya gadis itu bingung


"Ekhem"lu chenyu berdehem untuk menetralkan ke gugupannya"tidurlah,kau pasti lelah,perjalanannya masih lumayan jauh untuk kita sampai ke istana" lu chenyu menarik sinyya dalam pelukannya dengan sesekali memberikan kecupan serta usapan pada punggung wanita itu agar segera tertidur.dan melupakan pertanyaan nya tadi.sungguh ia merutuki mulutnya yang asal ceplos,untung saja saat ini sinyya dalam mode polos,sehingga wanita itu tak mengerti arti terselubung dari perkataan nya.


Sinyya mengeratkan pelukannya mencari kenyamanan pada dada bidang lu chenyu.suaminya itu benar,badannya memang terasa cukup lelah di tambah dengan cuaca rendah di wilayah frondes membuat nya ingin cepat terlelap dalam dekapan hangat lu chenyu.

__ADS_1


"Selamat tidur istri ku"lirih lu chenyu seraya mengecup pelan kening sinyya


__ADS_2