
Beberapa pengawal terlihat berlarian menuju sebuah tempat dengan raut muka tegang,mereka berhenti ketika menemukan seseorang yang tengah mereka cari sedari tadi.
"Hormat hamba yang mulia pangeran dan putri" ujar ke empat pengawal itu dengan serempak
Lu tian dan sinyya mengangguk singkat.
"Apa yang terjadi?,mengapa kalian terlihat berlarian?"tanya lu tian menaikan sebelah alisnya
"Maaf yang mulia karena telah menganggu waktu nya,banyak bangsawan yang tengah berkumpul menunggu anda di ruang tunggu"
Sinyya mengerutkan alisnya lalu melirik lu tian yang terlihat menampilkan raut muka yang sama heran dengan nya.
Lu tian bergumam "Apa yang mereka lakukan?" Matanya melirik ke arah jalan tempat para pengawal itu datang,Tanpa menunggu jawaban,lu tian dengan cepat menggenggam telapak tangan sinyya dan membawanya menuju ruang tunggu
Semua orang menunduk hormat ketika mendapati lu tian dan sinyya datang ,di susul oleh lu jiansu dan lu ximing,dari arah belakang.
"Apa yang terjadi?" Tanya lu tian to the point ketika sampai di hadapan mereka.
Para bangsawan saling melirik satu sama lain,lalu beralih menatap ke dua pangeran dan dua putri yang menampilkan raut wajah bingung menatap mereka.
"Terjadi kebakaran di semua rumah bordir di wilayah ibu kota,dan wilayah yang berdekatan dengan ibu kota yang mulia,terhitung ada enam rumah bordir yang terbakar tanpa tau penyebabnya" jawab salah satu bangsawan mewakili
"Benar yang mulia,banyak warga yang datang ke rumah para bangsawan untuk meminta bantuan dalam menyelamatkan sanak saudaranya yang masih berada di rumah bordir"
"Bahkan bangsawan lisisan,dan anak dari beberapa bangsawan lainnya menjadi korban dalam kebakaran itu yang mulia,tolong berikan bala bantuan untuk membantu para korban juga rumah yang ikut terbakar di sekitar nya yang mulia"
Mereka terdiam menatap taut wajah ke empat anggota kerajaan,yang terlihat menampilkan raut terkejut di wajahnya masing-masing.
__ADS_1
"Mengapa kalian tidak memberitahukan ini lebih dulu hah!"geram lu tian menatap tajam para bangsawan yang terlihat menunduk ketakutan
Barak~
Semua orang berbalik menatap ke arah suara ketika mendengar sebuah gebrakan pada pintu ruang tunggu yang di buka kasar, terlihat seorang ketua kesatria berlari mendekati mereka.
para bangsawan memandang mencemooh pada ketua kesatria itu,atas aksi kurang sopan nya.
tanpa menghiraukan tatapan merendahkan dari para bangsawan,ketua kesatria itu segera menghadap pada sang pangeran dan putri.
"Hormat hamba yang mulia,telah terjadi keracunan masal di barak kesatria hingga menyebabkan keadaan menjadi ricuh,banyak kesatria dan pelayan yang berjatuhan terkena wabah racun"
Belum cukup ke dua berita mengejutkan itu,mereka kembali di buat terkejut oleh seorang pengawal yang membawa kabar sama buruk nya
"Hormat hamba yang mulia, terdapat penyusup yang menyerang beberapa pengawal yang di tugaskan berjaga di sekita kamar yang mulia raja"
Tubuh lu tian menegang mendengar ucapan sang pengawal.dirinya berbalik menatap para bangsawan "sebagian dari kalian bantu aku dalam mengamankan yang mulia raja,dan sebagiannya lagi aku akan tugaskan untuk membantu menangani korban keracunan di barak kesatria, untuk kebakaran pada beberapa rumah bordir aku akan mengutus beberapa kesatria dan sebagian dari kalian untuk membantu para rakyat dalam mengatasi kebakaran tersebut"
"Biar aku yang mengatasi barak kesatria"
Lu tian menatap lu jiansu memikirkan tawaran pria itu sebentar.lalu mengangguk menyetujui.
"Bawa beberapa bangsawan untuk membantumu mengevakuasi para korban agar tak memakan korban lebih banyak lagi di barak kesatria"
Lu jiansu mengangguk,lalu berjalan menuju barak kesatria di ikuti beberapa bangsawan di belakangnya.
Lu tian menatap ke arah lu ximing dan sinyya. "Kalian kembalilah ke kamar masing-masing tetap berdiam diri di kamar, untuk berlindung dari beberapa penyusup yang tengah mencoba masuk ke istana"
__ADS_1
"Relion, antar lu ximing sampai ke kamarnya dengan keadaan selamat,aku menyerahkan keselamatan nya padamu"
Relion,sang ketua kesatria mengangguk "baik yang mulia"
Melihat lu ximing sudah keluar di ikuti relion,lu tian beralih menatap sinyya.tanganya menggenggam telapak tangan wanita itu.
"Sebagian dari kalian segera cepat mengamankan yang mulia raja terlebih dahulu,para kesatria tak mungkin bisa bertahan lama dalam menghalau para penyusup,aku akan menyusul nanti setelah mengantar putri kembali ke kamarnya"
sinyya menatap lu tian yang terlihat menampilkan raut wajah gusar,matanya beralih pada para bangsawan yang juga memperlihatkan raut wajah yang sama cemasnya, pandangannya tanpa sengaja bertemu dengan tatapan sang ayah yang terlihat tengah memperhatikan nya di antara banyaknya para bangsawan yang berdiri,tanpa berlama-lama sinyya langsung memutus pandang mereka secara sepihak.
"Dan untuk sisanya pergi ke rumah bordir yang saat ini tengah terjadi kebakaran,para kesatria akan membantu kalian sesuai arahan ku sebelum nya,padamkan apinya,lalu evakuasi korban ke tempat perawatan terbaik di ibu kota,kalian yang akan memimpin mereka dalam membantu penduduk"
"Baik pangeran"
Sementara para kesatria dan bangsawan berpencar melakukan tugasnya.lu tian justru tengah menuntun sinyya menuju ke kamar wanita itu kembali.
Lu tian menangkup wajah sinyya,dengan raut wajah serius "Tetap di sini,akan ada beberapa kesatria yang akan menjaga di sekitar kamar mu,aku akan segera kembali bila semua kekacauan ini telah selesai"
Sinyya tersenyum menenangkan"aku akan tetap di sini,semoga semuanya cepat kembali terkendali"
Lu tian mengangguk menanggapi,satu kecupan meluncur pada kening sinyya dengan lembut "aku pergi dulu,jaga dirimu baik-baik,bila terjadi sesuatu berteriaklah dengan kencang agar para kesatria dapat datang dengan cepat untuk membantu mu"
Melihat anggukan ringan dari sinyya membuat lu tian sedikit merasa tenang,mengecup bibir sinyya sekilas setelah itu lu tian segera berbalik meninggalkan sinyya di dalam kamarnya.
"Jaga kamar putri sinyya dengan baik,bila sampai terjadi sesuatu padanya,maka kepala kalian lah yang pertama kali akan ku penggal"
"Baik pangeran"
__ADS_1
Lu tian mengangguk sekilas lantas segera berjalan menuju kamar ayahanda nya,meninggalkan sinyya seorang diri di dalam kamar dengan di jaga beberapa kesatria di sekitar kamarnya.
Sinyya tersenyum menatap pintu kamarnya yang sudah tertutup "sepertinya sebentar lagi semua sandiwara ini akan berakhir lebih cepat dari perkiraan"