
"selamat pagi putri"
sinyya mengalihkan pandangannya ketika mendengar suara familiar yang masuk ke gendang telinganya. memandang dua orang di depannya tanpa minat.sial orang itu mengganggu di waktu yang salah,saat ini dia sedang bersantai di temani liu su dengan secangkir teh dan juga cemilan di hadapannya
orang itu masih tersenyum menatap sinyya,tanpa menghiraukan raut wajah sinyya yang terlihat tak menyambutnya,ia berjalan mendekat ke arah sinyya lalu duduk di bangku tepat berhadapan dengan sinyya.yang hanya tersekat oleh meja bundar saja
sinyya mengambil cemilan di hadapannya lalu memakannya dengan pelan,ia mentap ke arah depan melihat satu orang wanita dengan satu pria yang berdiri di belakangnya
"apa putri sesenggang itu,ketika sedang berada di kekaisaran lain" hingga masih ada waktu untuk mengganggu rencana menyantaiku,lanjut sinyya dalam hati seraya memandang datar wanita yang tengah duduk di hadapannya
wanita itu menyuruh pengawal yang berada di belakangnya untuk menuangkan teh ke dalam gelas kosong.setelah itu ia mengambil gelas itu dan meminumnya dengan anggun,tanpa menghiraukan perkataan sinyya.
"bukankah bagus jika kita bisa mendekatkan diri lebih awal" jawab putri Orleans tidak nyambung
sinyya mendengus geli mendengar penuturan putri kerajaan tetangga itu,lalu ia menyimpan dagunya di atas tangan yang bertumpu pada meja.mentap ke arah putri Orleans dengan senyuman menghias wajahnya
"kau tak perlu repot-repot untuk mengakrabkan diri padaku, karena itu sama sekali tak menguntungkan bagi ku"
"oh,ya.aku hanya berfikir untuk seseorang yang akan tinggal dalam satu kediaman,bukankah sangat tak nyaman bila tidak akrab nanti nya"
sinyya mengerutkan alisnya bingung,lalu menormalkan kembali ekspresi nya
"maka kalau begitu tinggallah saja di kediaman mu tanpa harus menumpang tidur di kediaman orang lain,agar kau bisa merasa lebih nyaman nantinya" ucap sinyya seraya tersenyum manis
putri Orleans tersenyum memandang sinyya santai "ya kau benar. memang lebih nyaman untuk tinggal di kediaman sendiri,dan sebentar lagi kediaman yang kau sebutkan sebagai kediaman orang lain itu,akan menjadi kediaman ku juga, bukankah sangat tidak nyaman bila kita akan hidup di bawah atap yang sama namun dalam ke adaan asing?"
"apa maksud mu?,jika kau sekarang tinggal di kediaman ini,bukan berarti kau akan terus menetap di sini."
"oh,benar kah?.apakah kau yakin?.aku akan menetap atau pergi dari kediaman ini nantinya.bukanlah kau yang akan memutuskan"balas putri Orleans tersenyum culas ke arah sinyya lalu pergi dari sana meninggalkan sinyya beserta pelayannya
sinyya memandang jengkel punggung wanita yang sudah pergi menjauh itu,ingin sekali dia mencakar wajah wanita itu "dasar gila" umpatnya
"apa saya perlu memberinya sedikit pelajar putri?"tanya liu su seraya tersenyum jail ke arah sinyya
"pelajaran seperti apa maksudmu?" tanya sinyya mengerutkan alisnya
liu su mendekatkan wajahnya ke telinga sinyya dan berbisik pelan
sinyya tersenyum menatap liu su
"kau sangat pintar liu su" ucap sinyya dengan tersenyum misterius
__ADS_1
"tentu saja putri liu su memang pintar"
sinyya mendengus mendengar jawaban liu su
"lakukan nanti malam,aku ingin tahu apakah dia bisa tidur dengan baik atau tidak"
"siap putri" ujar liu su dengan bersikap tegap seperti tentara dengan satu tangan membentuk hormat
sinyya mengangguk anggukan kepalanya. mengelus dagunya pelan seraya terkekeh horor,membayangkan rencananya dengan liu su
___________
"pangeran sayang!!"panggil sinyya cukup keras seraya membuka pintu kamar lu chenyu pelan
sinyya cemberut melihat lu chenyu yang tengah duduk dengan fokus mengerjakan sesuatu di atas mejanya
dengan langkah cepat sinyya menghampiri pria itu,lalu melingkarkan tangannya di pundak pria itu.hingga membuat lu chenyu tersentak di buatnya
"apa yang sedang kau lakukan,aku mencari mu sedari tadi" ucap sinyya dengan nada sedikit merajuk menempelkan dagunya di pundak lu chenyu
lu chenyu mengusap pelan pipi sinyya yang tepat berada di sebelah wajahnya
ia berbalik badan.lalu menjepit kaki sinyya di antara kakinya,melingkarkan tangannya di pinggang wanita itu
"oh benarkah?apa aku telah mengganggu mu?" tanya sinyya dengan raut wajah tak enak
lu chenyu tersenyum menatap sinyya
"tidak,aku baru saja selesai mengerjakannya saat kau datang,jadi...mengapa tuan putri ku yang cantik ini,mencari ku. hmm?" lu chenyu menarik pelan hidung sinyya
"aku hanya bosan,dan ingin bermanja dengan mu" ucap sinyya pelan dengan menumpahkan kepalanya ke sisi bahu lu chenyu
lu chenyu terkekeh mendengarnya,ia mengangkat kepala sinyya dari bahunya lalu menangkup ke dua pipi istrinya itu dengan tangannya
"tumben sekali,tuan putri ku ini ingin ber manja"
sinyya cemberut ketika merasakan tangan lu chenyu menarik sebelah pipinya "memangnya tidak boleh?" ungkap sinyya seraya melipat kedua tangannya di bawah dada memandang lu chenyu dengan mata melotot
membuat lu chenyu gemas di buatnya,pria itu menarik sinyya pelan untuk masuk ke dalam pelukannya "tentu saja boleh,malah aku sangat senang bila kau bisa ber manja padaku"
sinyya yang sedari tadi menggambar abstrak di dada bidang lu chenyu dengan jarinya,mengangkat wajah nya perlahan "benarkah?"
__ADS_1
"hmm"lu chenyu mengangguk menanggapi. lalu mengangkat sinyya dalam gendongan nya.membawa wanita itu menuju sofa yang berada di kamarnya,lalu mendudukkan tubuh istrinya itu di atas pangkuannya. seraya mendekap pinggang ramping sinyya dengan erat.membuat sinyya mengalungkan tangannya di antara leher pria itu
sinyya menyenderkan kepalanya di dada bidang lu chenyu,dengan lu chenyu yang sesekali mengecup pucuk kepala dan pipi sinyya
"apa kau ingin memakan sesuatu?" tanyanya menatap lembut ke arah sinyya
sinyya menatap balik wajah pria itu lamat
"aku ingin es krim coklat"
lu chenyu mengerutkan alisnya tak mengerti
"apa itu eskrim?" tanya nya menatap sinyya heran
"hmm" sinyya berpikir keras memikirkan jawaban yang tepat,tentu saja di zaman ini tidak ada eskrim,melihat zaman belum berkembang
sinyya mengetuk-ngetuk jarinya di bawah dagu"coklat cair yang membeku,namun sehalus salju" jawabannya seraya memandang lu chenyu berbinar
"hemm,baiklah" lu chenyu mengangguk lalu memanggil pelayan untuk menghadap.untuk memerintah kan agar membuatkan sesuatu yang istrinya itu inginkan
sinyya menatap pelayan yang sudah berjalan keluar itu dengan pandangan rumit,setelah lu chenyu menyuruhnya membuat kan sesuatu yang sempat sinyya katakan
sinyya lalu mengalihkan tatapannya pada lu chenyu dengan pandangan bertanya,membuat lu chenyu menaikan sebelah alisnya tak mengerti
"memang di sini kita mempunyai es?" tanya sinyya dengan tatapan polos
lu chenyu menggigit pipi sinyya saking gemasnya melihat tatapan istrinya itu
"tentu saja ada,hanya saja es ini berbentuk balokan yang sengaja di kirim dari gunung ember.gunung dengan puncak tertinggi di kekaisaran ini yang memiliki suhu minus derajat"
sinyya mengerutkan alisnya semakin bingung
"lah memang tidak akan cair bila di bawa turun dengan memakan waktu cukup lama?" tanya sinyya heran
"tentu saja tidak,kita memiliki alat pengatur suhu,agar suhu es batu itu tetap pada minimal derajatnya agar tak mengakibatkan nya mencair" jelas lu chenyu seraya menatap sinyya lekat
"benarkah?" tanya sinyya sekali lagi dengan raut wajah tak yakin
lu chenyu mengangguk menanggapi
"ya,mereka hanya tinggal memberi coklat cair di atas serutan es balok nya saja,mungkin?agar menjadi eskrim coklat seperti yang kau katakan"
__ADS_1
sinyya mengangguk mengerti,lalu tersenyum menatap lu chenyu,ia memeluk tubuh pria itu erat, membuat lu chenyu terkekeh kembali di buatnya,sudah sinyya katakan saat ini ia sedang ingin bermanja manja dengan salah satu suami tampan nya ini.