
Sinyya terbangun di pagi hari,ia menggeliat dalam tidurnya. matanya mengerjap menyesuaikan celah cahaya yang perlahan masuk dalam penglihatan retinanya.ketika merasakan ada yang sedikit aneh,mata yang tadinya hanya terbuka setengah kini ia buka dengan lebar.sinyya langsung memposisikan tubuhnya hingga menjadi terduduk.
Ia menatap ke sekeliling kamarnya.sinyya yakin ini bukanlah kamarnya, lantas di mana ia sekarang.'apakah aku tengah di culik?'monolognya dalam hati.
Sinyya menggeleng pelan dengan muka linglung,tidak.ia ingat semalam dirinya tengah bersama lu chenyu menuju perjalanan pulang dari tempat evakuasi korban bencana banjir.lantas apakah ia tengah di kamar suaminya itu?.tapi sepertinya tidak, kamar lu chenyu bukanlah seperti ini.walaupun sama-sama mewah namun ingatannya masih kuat, kamar lu chenyu bukanlah seperti ini,ia yakin itu.
"Selamat pagi yang mulia"
Sinyya terlonjak kaget menatap ke arah dua pelayan yang tengah menundukan pandangannya,hah! Bagaimana ia tak menyadari bahwa ada orang lain di kamar ini.
Sinyya berdehem, untuk menghilangkan tingkah konyolnya.ia harus terlihat anggun dan keren di hadapan pelayan.'yakali istri pangeran sikapnya kaya reog kan ga mungkin' batinnya
"Sedang dimana aku sekarang?" tanya sinyya setelah berhenti dari keterkejutannya
Pelayan itu menegakan pandangannya
"Ijin menjawab yang mulia.anda saat ini tengah berada di kamar tepatnya di istana utama"
Sinyya mengerutkan alisnya bingung.mengapa ia bisa sampai menyasar ke sini.dimana para suaminya?,"bagaimana aku sampai di sini?.di mana suamiku?" Tanya sinyya mengutarakan pemikiran nya
"Anda semalam di bawa oleh yang mulia Pangeran lu Chenyu ke kamar ini.para pangeran tengah berada di ruang makan menunggu anda untuk segera menyusul"
Sinyya berkedip "ekhem,bantu aku bersiap, sebelum itu aku ingin mandi terlebih dahulu"
"Baik yang mulia"
__________
Sinyya berjalan menuju tempat ruang makan menyusul para pangeran yang tengah menunggunya.bersama pelayan tadi yang menuntunnya .karena memang dia belum mengetahui letak tempat itu berada,sinyya yang dulu maupun yang sekarang memang jarang dan hampir tidak pernah menginjakan diri ke istana utama,selain menghadiri acara-acara yang di selenggarakan di istana.itupun ia hanya berkutat di sekitar aula istana dan taman pusat.selebihnya ia belum mengetahui seluk beluk istana utama ini seperti apa.
Selagi berjalan sinyya juga mengamati ke arah sekeliling jalan yang ia lewati.siapa tau ia membutuhkan ingatan ini nanti.tak terasa kini sinyya sudah sampai dan di hadapkan dengan pintu menjulang.sepertinya ruang makan ini memang di khususkan untuk ruang makan anggota kerajaan.di lihat dari segi pintunya saja sudah mewah.
Pengawal yang di tugaskan berjaga pintu mengumumkan ke datang sinyya.hingga akhirnya pintu itu terbuka buka.sinyya berjalan memasuki ruangan itu.ia menunduk hormat ala bangsawan."salam hormat untuk kalian semua,maaf atas ke terlambatan ku" sapa sinyya seanggun mungkin.
__ADS_1
"Cih"
Sinyya menegakan badannya ketika mendengar suara decihan seseorang ketika .sinyya memutar bola matanya malas ketika mendapati orang lain selin ke empat suaminya di ruang makan ini.
"Tidak papa,kemarilah kita akan segera memulai sarapan bersama" balas lu xianyi seraya tersenyum tipis
Sinyya mendudukan dirinya di tengah tengah ke empat suaminya di antara lu tian dan juga lu tinyu.matanya menatap malas ke arah depan karena berhadapan dengan ke tiga orang yang membuat mood nya buruk di pagi hari.'mengapa ingin makan saja aku harus melihat wajah menyebalkan mereka?'batinnya
"Sepertinya kau terlalu terlena oleh kehidupan mu sebagai putri,hingga bisa-bisa nya tak di siplin waktu dan membuat kami menunggu"
Sinyya memejamkan matanya erat,berusaha agar mengontrol emosinya dan tak mencakar wajah perempuan itu.pagi-pagi saja dia sudah di lantunkan suara babi menggonggong di telinganya.
Sinyya memaksan bibirnya untuk tersenyum.sebelum membuka mulut perkataan nya terlebih dahulu di potong oleh suara seorang wanita yang akhir-akhir ini memang suka menguji kesabaran nya.
"Benar putri, harusnya kau tak boleh datang terlambat hingga membuat putri lu ximing dan para pangeran menunda jam sarapan nya hanya demi menunggu dirimu"
Sinyya memandang malas ke arah dua wanita di hadapannya,yang satu terlihat begitu ketara membenci dirinya,dengan memperlihatkan raut wajah yang tak enak di pandang dan yang satu lagi seperti mawar berduri,wajahnya saja yang tersenyum tapi hati minta di kebiri.ia yakin di balik senyum nya itu wanita itu tengah menyumpah serapahi dirinya.
Suara sendok yang sengaja di jatuhkan pada piring hingga menimbulkan bunyi yang sedikit nyaring,membuat seisi meja makan seketika hening.
lu chenyu menopangkan dagunya pada kedua tangannya yang tertaut.sikunya menumpu pada meja makan, matanya menatap santai ke arah dua orang wanita di hadapannya.
"Sinyya baru saja sampai dari perjalanan yang lumayan jauh,karena aku memintanya untuk menemaniku dalam meninjau evakuasi korban banjir.oleh karena itu aku menyuruhnya untuk banyak beristirahat.jadi aku minta tutup mulut kalian.jika tak ingin aku menutup paksa hingga membuat kalian tak mampu kembali bersuara!"
"istriku tidak pernah menjadi alasan jam makan kalian menjadi terlambat.dan kami tidak pernah menyuruh kalian untuk ikut andil dalam menanti sinyya,aku yakin para saudara ku pun akan bersedia kalaupun harus di suruh menunggu sampai jam makan malam mendatang,hanya untuk sinyya!"
Woah! Sinyya terperangah melihat lu chenyu yang mengeluarkan suara nya saat ini apalagi dengan nada penekanan.bisakah ia sebut ini adalah sebuah kemajuan?.sinyya akan biasa saja bila yang bersuara adalah lu xianyi,lu tian atau pun lu tinyu,karena mereka memang merupakan tipe orang yang paling mungkin mengeluarkan perkataan tajamnya.sedangkan untuk lu chenyu pria itu biasanya lebih terlihat paling pendiam dengan sifat santai tanpa emosi ketika berbicara.
Suasana yang memang sudah hening jadi terasa semakin tak mengenakan,dengan atmosfer yang terasa merinding.
Sinyya mengusap tengkuknya,matanya beralih memindai raut wajah ke empat pangeran yang tengah menampilkan raut wajah tenang, tapi sinyya yakin bahwa mereka tengah menahan gejolak emosi dalam dirinya terlihat dari tangan mereka yang terlihat menggenggam erat sendok pada telapak tangan mereka masing-masing.sinyya meringis melihat sendok pada tangan lu tian sudah patah menjadi dua.sedangkan untuk lu jiansu.pangeran yang satu itu. sedari tadi hanya terdiam dengan aktivitas makannya yang tinggal menyisakan setengah pada bagian piringnya,sepertinya pria itu memang sudah memulai makan sebelum sinyya datang.sinyya pun sedikit heran melihat tingkah pangeran yang biasanya arogan,sombong dan mudah emosi itu.kini hanya diam seperti tak terganggu oleh suara bising di sekitarnya,tanpa ada niat ikut andil dalam memojokkan dirinya. bukankah dia dan adiknya lu ximing seperti angka 11 dan 12 tak beda jauh?.lalu kenapa hanya lu ximing saja yang berkoar dengan di bantu putri Orleans sebagai kompor,sedangkan pria itu hanya bersikap acuh pada sekitar.apakah matahari telah terbit dari barat?hingga membuat kepribadiannya juga ikut berubah?.
Beralih ke sisi Putri Orleans,dia hanya terdiam tanpa memperlihatkan ekspresi apapun sedangkan lu ximing yang memang sedari awal sudah menekuk wajahnya dari setibanya sinyya datang kini menjadi semakin parah dengan tatapan benci terarah pada nya.jika mereka tengah berada di dunia Konoha.sinyya yakin mungkin kini tatapan lu ximing telah mengeluarkan leser panas hingga mengoyak tubuhnya.
__ADS_1
"Cih.perkataan ku benar ko dia memang orang yang menyusahkan.sifat kalangan rendah akan tetap saja sama walaupun merangkap menjadi istri seorang pangeran" cibir lu ximing kembali memperkeruh ke adaan
Sett!
Ctakk!
Sinyya terkesiap ketika melihat sebuah pisau menancap tepat di piring yang berisi makanan lu ximing yang sama sekali belum tersentuh.sinyya menelan ludahnya kasar ketika mengetahui pisau terbang itu berasal dari salah satu suaminya,lu xianyi.pria itu memandang datar lu ximing.yang terlihat menegang dengan wajah pucat pasih.
"Makan makanan mu.jangan banyak berulah" tandas lu xianyi dengan raut wajah datar,pria itu menoleh ke samping.mata sinyya bertubrukan dengan netra kelam nan tajam pria itu,nyali sinyya sedikit menciut ketika melihat tatapan pria itu."makan"ujarnya dengan nada lembut
Sinyya mendongak ketika merasakan usapan di kepalanya ia tersenyum tipis mendapati lu tian yang tengah menunduk menatap nya "makan,atau kau ingin ku suapi?"
Sinyya menggeleng mendengar penuturan lu tian.yang benar saja,suasan sedang tegang begini dia malah mengajaknya membuat serial romansa.
Lu tinyu mendengus melihat interaksi sinyya juga lu tian.sudah lama ia tak berbicara dengan wanita yang merupakan istri nya juga itu.sinyya selalu saja beralasan bila ia ajak berbicara.entahlah ia pun bingung apa yang salah dengan dirinya sehingga membuat sinyya terlihat begitu menghindari nya akhir-akhir ini.dengan hati gundah lu tinyu ikut memulai acara makannya seperti yang lain.
____________
Sinyya mendongak menatap lu tian yang tengah berjalan di sampingnya.sinyya terdiam ia ingin menanyakan sesuatu yang sedari tadi bersarang di kepalanya.mengapa mereka bisa ada di istana utama dan bukannya di istana pangeran?,lalu kemana baginda raja mengapa dia tak menemukan pria tua itu di meja makan?.
"Ehm,lu tian"
Sinyya melihat Tubuh lu tian terlihat sedikit tersentak ketika dirinya memanggil nama pria itu.sinyya tersenyum di dalam hati sepertinya pria itu sedikit kaget karena ia memanggil langsung namanya tanpa embel-embel pangeran seperti biasa,para pangeran pernah menyuruh sinyya untuk memanggil mereka dengan nama saja dan menghilangkan keformalannya, hanya saja waktu itu dirinya masih terlalu enggan,ia rasa mereka tidak sedekat itu hingga dirinya harus memanggil mereka dengan sebutan nama saja.
Lu tian menunduk dengan bibir tersenyum menatap sinyya "ada apa?" Tanyanya seraya melepas tautan tangan mereka dan beralih merangkul pinggang sinyya
"mengapa kita berada di sini,dan bukannya di istana pangeran?" Sinyya menatap lu tian yang terlihat masih diam,hingga tangan pria itu mengusap kepalanya
"Bukan di sini,kami akan memberitahumu nanti" lu tian tersenyum lembut menatap sinyya.wanita itu mengangguk
"Aku ingin ikut latihan apakah boleh?" Tanyanya lagi membuka suara.mereka saat ini tengah berjalan hendak menuju barak kesatria,lu tian hendak mengecek proses latihan mereka saat ini.sinyya yang mengetahui itu mengajukan diri untuk ikut bersamanya .lu tian yang memang berkeinginan untuk berduaan dengan sinyya pun meng'iyakan dengan hati senang.
"Baiklah kau boleh ikut latihan.tapi ingat! harus hati-hati,dan aku sendiri yang akan melatihmu"ujar pria itu serius.tanpa berpikir lagi sinyya mengangguk antusias,lagian dengan di latih oleh lu tian ia bisa mendapatkan ilmu baru dalam menggunakan senjata,yang pastinya berbeda dengan teknik bersenjata nya di tempat yang lalu.
__ADS_1