Putri Terkutuk Mencari Jodoh

Putri Terkutuk Mencari Jodoh
Bab 44 Kebenaran Serangan Istana


__ADS_3

Julliane diam-diam menyuap pelayan-pelayan dari kediaman Orsin dan Crowley untuk memberikan obat tidur pada majikan mereka. Rencana Julliane berhasil, mereka tertidur di kamar. Dengan mengendap-endap, ia membawa pergi Kyler dan Orsin ke istana sebelum ada orang yang curiga. 


Tak mau repot-repot menyuap pengawal Beckett, Julliane membuat pengawal itu sibuk dengan membuat kekacauan di luar penginapan. Begitu pengawal itu meninggalkan tuannya, Julliane segera masuk ke kamar Beckett dan memukul tengkuk pangeran itu. Cepat-cepat ia memasukkan Beckett ke kereta kuda menuju istana.


Ketiga kandidat tokoh utama ini diikat pada kursi agar tidak kabur. Julliane pun memanggil keluarganya untuk menyaksikan pengakuan dari ketiga lelaki itu.


"Apa yang kamu lakukan Julliane?" tanya Leroy geram. Tingkah putri pertamanya yang tidak bisa diprediksi membuatnya pusing. Kadang Julliane menyusahkan, kadang juga bisa membantu. Jika sudah membuat ulah, Leroy kewalahan. Apalagi lawannya adalah pangeran dan bangsawan penting di kerajaannya. 


"Aku akan mengungkap kebohongan tiga orang ini, Ayah," jawab Julliane penuh percaya diri.


Pikiran Leroy menjurus pada alasan ketiga lelaki ini mendekati putri-putrinya. Ia sudah tahu, tidak perlu mendengarnya lagi. Masalah bertambah pelik bila Julliane mengungkap sesuatu yang tidak perlu.


"Memangnya salah apa mereka hingga harus diikat seperti itu?" 


"Mereka ada sangkut pautnya pada penyerangan monster ke istana," ungkap Julliane.


"Apa kamu punya buktinya, Julliane?" tanya Ophelia.


"Buktinya akan keluar dari mulut mereka sendiri. Lihat saja."


"Jangan mengada-ada Julliane. Jika salah menuduh kita akan kena akibatnya," peringat Leroy.


"Kak Juli terlalu mempercayai Pangeran Ian. Bisa saja dia berbohong," timpal Edgar.


Leroy menatap Julliane dengan tajam. Ia tidak menyangka bahwa putrinya sudah dicuci otaknya oleh pangeran kerajaan Constain itu.


"Sudahlah Julliane,;jangan membela mantan tunanganmu itu. Dia-lah yang berniat jahat pada kita."


"Kak Juli sudah susah-susah membawa mereka kemari, tidak ada salahnya untuk mendengarnya dari mereka bukan?" bela Ellaine.


Pendapat mereka tidak dapat bersatu. Sebelum mencapai kesepakatan, ketiga lelaki itu bangun satu persatu, dimulai dari Kyler, Lionel, dan terakhir Beckett. Mereka tidak terima dan terkejut karena dibawa paksa oleh putri kerajaan tanpa alasan yang jelas.

__ADS_1


Letta muncul sambil mengernyitkan dahi, waktu istirahatnya diganggu terlebih karena hal tidak penting yang tidak menyangkut nyawa Julliane.


"Buatlah mereka bertiga berkata jujur, Letta," perintah Julliane.


Letta mendengus kesal sambil melaksanakan tugasnya. Ia menatap Julliane tajam seolah-olah berkata "Sudah hanya itu saja?" Julliane yang menyadarinya mengangguk sambil mengucap maaf tanpa suara. Namun, ia tidak kembali ke dunianya. Rasa penasaran akan tindakan Julliane kali ini membuatnya tinggal lebih lama. Pertunjukkan kali ini sepertinya menarik.


Julliane menanyai Lionel terlebih dahulu. "Apa kalian terlibat pada penyerangan monster ke istana?"


"Benar, Putri Julliane." Mulut ketiganya berbicara dengan sendirinya.


Keluarga istana tersentak. Leroy mengepalkan tangannya dengan erat, menahan amarahnya. Ia menyesal dengan mudahnya percaya pada mereka, tetapi tidak sepenuhnya salahnya. Bila tidak bawahan Ian yang mencurigakan mungkin ia dapat membuat keputusan lebih baik.


Julliane menanyai Lionel terlebih dahulu.


"Apa keterlibatanmu, Lionel?"


"Monster-monster itu berasal dari wilayah saya. Lebih tepatnya monster percobaan sihir. Percobaan itu gagal dan saya ingin membuang monster-monster itu jauh-jauh. Lalu, Duke Orsin punya rencana untuk membawa jauh monster-monster itu," jelas Lionel.


Pandangan Julliane beralih pada Kyler. "Lanjutkan, Kyler."


"Akulah yang menggiring monster-monster itu ke istana untuk membuat istana berutang budi padaku. Namun, tindakanku ketahuan oleh bawahan Pangeran Ian. Aku melukainya tetapi ternyata ada orang lain yang mengetahuinya." Kyler menatap Beckett.


Beckett membuka mulutnya dengan sedikit seringaian. "Aku yang memergoki Duke Orsin. Dan akulah yang merencanakan agar Pangeran Ian yang disalahkan. Aku tidak menyukainya, dia pernah mempermalukan aku. Ditambah ada bawahannya yang dapat memperkuat kebohonganku. Oleh karena itu aku menutupi ulah mereka dan kami bekerja sama."


Amarah Julliane mencapai ubun-ubun. Temannya, tidak bukan teman, disebut apa hubungan mereka Julliane tidak tahu, Ian dikambing hitamkan, sedangkan pelakunya malah bersenang-senang di kediaman mereka. 


Letta yang menyadari kemarahan Julliane terbang ke telinganya. "Tenang, kamu harus tenang."


Julliane menghela dan menghembuskan napas berulang-ulang dalam rangka menenangkan diri, tetapi sia-sia. Tak ingin membuat nama baik kerajaan hancur, Julliane menyerahkan hukuman pada ketiga lelaki itu pada ayahnya. 


Leroy maju ke tempat Julliane tadi. Ia mengedarkan pandangan pada ketiga lelaki itu. 

__ADS_1


"Aku salah telah mempercayai kalian."


Leroy melirik ke arah Kyler dan Lionel.


"Bahkan bangsawan di kerajaanku sendiri ingin melukai Keluarga Kerajaan. Lionel Crowley, kamu akan diasingkan atas percobaan sihir ilegal dan melindungi orang yang berniat menyakiti Keluarga Kerajaan. Sedangkan, Kyler Orsin, gelar kebangsawananmu akan dicabut dan dipenjara karena merencanakan penyerangan ke istana."


Kyler dan Lionel menunduk penuh penyesalan. Mereka mendapat ganjaran setimpal atas perbuatan mereka. Senyum penuh kemenangan disunggingkan Julliane. Sekarang tinggal Pangeran Lortamort.


Leroy menghampiri Beckett. "Untuk Pangeran Beckett, kamu bersalah karena berniat menutupi niat buruk dari bangsawan di kerajaanku dan menimpakan semuanya pada orang lain."


Aku sudah tidak sabar, orang ini diusir.


"Namun, aku tidak punya hak untuk menghukummu. Kamu berasal dari kerajaan lain, menghukum pangeran tanpa niat mencelakai keluarga kami dari awal akan menyebabkan hubungan kedua kerajaan semakin buruk. Kali ini aku berbaik hati untuk memaafkanmu," lanjut Leroy.


Julliane menatap ayah dan Beckett yang meringai. Ia tidak menyangka lelaki licik itu akan dibebaskan dengan mudah.


"Tapi Ayah, dia juga tidak berniat membantu kerajaan kita. Hubungan kerajaan kita dan Lortamort bukanlah hal penting baginya, buktinya dia menutupi perbuatan mereka berdua," protes Julliane sambil menunjuk Kyler dan Lionel.


"Aku berniat membantu tetapi monster-monster itu sudah dihabisi oleh Putri Julliane," jawab Beckett.


Julliane menoleh ke arah Letta. Roh ini mengangguk menandakan Beckett berkata jujur, sihirnya masih bekerja. 


"Kalau begitu kenapa tidak datang lebih awal, ketika-"


"Sudah cukup, Julliane. Kebenaran sudah terungkap, tidak perlu membesar-besarkan hal ini," sela Leroy.


Julliane ingin menyatakan keberatannya lagi tetapi dihalangi oleh ibunya. "Sudahlah Julliane. Kami akan meminta maaf pada Kerajaan Constain. Masalah sudah selesai."


Julliane masih tidak terima tetapi tak ada yang mendukungnya. Bahkan Ellaine sekali pun. Ellaine sadar alasan ayahnya membela Beckett. Pembangunan istana akan membebani keuangan keluarga kerajaan. Mereka butuh bantuan Beckett, bila mengusirnya tak ada aliran uang masuk.


Leroy memerintahkan kesatria untuk melepas ikatan dari ketiga lelaki itu. Kyler dibawa ke penjara bawah tanah. Lionel kembali ke kediamannya penuh rasa takut. Sedangkan, Beckett tersenyum penuh kemenangan. Ia melewati Julliane sambil berbisik.

__ADS_1


"Sayang sekali, Putri Julliane. Rencanamu tidak sepenuhnya berhasil."


__ADS_2