
Tubuh Dalam Lemari
***
Hari ini badan ku terasa sangat lelah sekali, akibat bekerja seharian di kantor. seusai sholat isya dan makan malam, aku pun beranjak menaiki ranjang dan mulai memejam kan mata.
Aku juga tak menghiraukan celoteh dan ajakan istriku, yang kala itu sedang sibuk menonton acara kesukaannya di televisi. yang isi ceritanya tentang wanita-wanita tersakiti, aduh kalau udah nonton acara itu habislah diriku.
Apalagi kalau aku berada di sampingnya ikut menonton, selain badanku habis dipukulin telingaku juga panas mendengar ocehannya. makanya lebih baik aku tidur saja di kamar, dari pada nanti aku di ceramahi lagi.
Kan aku ini adalah laki-laki yang polos dan juga baik hati, ya mana mungkin selingkuh."gumam ku dalam hati sambil menepuk-nepuk bantalku.
Tibalah saat waktu tengah malam, rasanya aku kebelet ingin buang air kecil. namun saat aku hendak beranjak bangun dari atas ranjangku, tiba-tiba terdengar derit pintu khas lemariku.
KRIIIEETTTTT
Kedua mataku pun langsung terbelalak dan aku langsung menutupi tubuh ku dengan selimut, yang kala itu merasa ketakutan sekali. namun ada juga sedikit rasa penasaran ku, akhirnya ku beranikan diri untuk mendekati arah lemari itu.
Perlahan ku pegang gagang pintu lemari, lalu ku mencoba untuk membukanya. walaupun tangan ku sedikit bergetar tapi aku beranikan, karena rasa penasaran ku terlalu kuat.
KRIIIEEETTTT! ku buka pintu lemari, dengan satu tangan lain menutupi wajahku.
"Huhh! gak ada apa apa?" gumam ku pada saat ku melihat di dalamnya hanya ada baju-baju ku saja yang tertata rapih.
Tapi pada saat aku hendak menutup pintunya kembali, tiba-tiba saja ada tangan yang menjuntai. aku terkejut dan hampir berteriak.
Perlahan-lahan ku singkap baju-bajuku yang bergantungan di anger lemari kami.
"Kamaya! apa yang terjadi sama kamu bun." ku dapati tubuh istriku yang sudah tak berdaya, namun aneh kepala nya tidak ada di tubuhnya.
"Bunda! ku peluk erat tubuh-nya yang lunglai. siapa yang sudah melakukan ini pada mu bun? kenapa ada orang yang begitu tega melakukan semua ini sama kamu, Bun. bangun bun!" racau ku sambil terus mendekap tubuh kamaya.
Aku pun langsung menangis sejadi-jadinya, saat melihat tubuh istri ku tak berdaya tanpa kepala-nya. namun anehnya, tak ku temukan sedikit pun bercak darah dikamar ku ini.
__ADS_1
Sempat aku terdiam sesaat, sambil memikirkan kejadian aneh di depan mata ku saat ini. saat aku tersadar dari fikirkan ku, aku pun segera melepas kan tubuh istriku yang pada saat itu sudah terkulai lemah tanpa kepala. setelah itu, aku langsung berlari ke dalam kamar rara. soalnya aku takut sekali kalau memang ada perampok yang sudah masuk ke dalam rumah ku ini, serta ingin menghabisi kami sekeluarga.
Saat tiba di kamar putri ku, ku lihat rara ternyata masih tertidur pulas di ranjang hello Kitty nya. lalu ku peluk erat dan ku gendong tubuh rara, sembari aku mencari tempat persembunyian yang aman untuk kami berdua. karena aku sudah sangat takut sekali, kalau ada orang yang mengincar nyawa kami bertiga, makanya aku mencoba bersembunyi agar tak ketahuan.
Aku pun mondar-mandir gak jelas mencari-cari tempat persembunyian, sambil ku peluk erat putri kecil kesayangan ku. bulir-bulir bening air mata yang keluar, tak henti-hentinya membanjiri pelupuk mataku. akhirnya aku memutus kan untuk bersembunyi di bawah meja dapur saja.
Lalu ku dengar derap langkah kaki yang mulai mendekat ke arah ku dan rara, hingga membuat aku terperanjat dan hampir berteriak kencang. segera ku tutup cepat-cepat mulut ku, agar tak mengeluarkan suara apa pun saat itu.
"Ya allah! semoga rara tidak terbangun dengan kegaduhan ini."batin ku lirih.
Saat itu aku tak bisa berbuat apa-apa lagi, lutut ku sudah gemetar, persendian ku rasanya mau copot. jantungku juga berdegup kencang tidak keruan, "mungkinkah hari ini ajal akan datang pada ku? tapi jangan dulu ya allah, aku masih ingin ternak anak. hehe" racauku dalam hati.
Perlahan-lahan derap langkah kaki itu semakin mendekat, hingga terlihat ada seseorang yang sedang berdiri di sisi meja ku bersembunyi. aku sangat tegang dan takut kala itu, aku bingung harus bagaimana? bahkan saking tegang nya, akhirnya aku pun mengompol di celana.
"Ayah kok bacah cih? pantat yaya panas!" ucap putri ku sambil mengucek ngucek matanya.
Pemilik sepasang kaki itu pun semakin lama semakin merendah, seperti ingin berjongkok.
"Ayah! Rara! kok kalian berdua ada disini? dari tadi bunda cariin gak ada, ternyata malah ada di bawah kolong meja! "tanya istriku.
Mataku pun terbelalak melihat istriku ternyata masih hidup, lalu siapa yang berada di dalam lemari pakaian ku tadi? apakah istri ku sedang merencanakan hal jahat kepada orang lain?
Aku bingung apa yang ku lihat tadi di kamar, semuanya itu tak bisa di jelas kan oleh logika. aku yang hampir pingsan karena ketakutan, sampai mengompol di celana karena tegang.
"Ayah! ayo cepet bawa rara keluar dari situ, kasian tu rara yah." kata istri ku sedikit kesal.
"Ii.. iya bun, ini ayah keluar sama rara."jawab ku sedikit terbata dan masih ada rasa takut.
"Kok basah sih! rara ngompol ya?"tanya istri ku saat memegang pantat rara.
"Yaya gak ngompoy bunda." jawab rara sambil menguap lebar.
"Hehe, ayah yang ngompol bun."sahutku sambil nyengir kuda.
__ADS_1
"Ya ampun! ayah udah tua masih ngompol juga." ucap istri ku sambil menepuk jidat nya.
"Maaf bun, soalnya tadi ayah ketakutan banget!" kata ku dengan lirih.
"Takut kenapa sih yah?" tanya istriku.
"Tadi, yang ada di dalam lemari itu apa sih bun? ayah kira itu bunda, terus ayah fikir ada rampok masuk dan udah bunuh bunda. tak terasa air mata ku mai meluruh dengan sendiri nya, saat aku menceritakan kalau kamaya meninggal.
"Oh itu yah, nanti deh bunda jelasin! mendingan sekarang ayah mandi deh, terus ganti pakaian. soalnya ayah bau pesing banget tau! sekalian bunda juga mau gantiin baju rara, sama nidurin rara dulu di kamarnya."ucap istriku.
****
"Ini yah? maksud ayah tadi, yang ada di dalam lemari." ucap istri ku sambil menunjukan tubuh yang mirip istriku tapi tanpa kepala.
"I.. iya bun." jawab ku gelagapan.
"Ini tuh boneka manekin ayah, buat nanti bunda mau nyoba-nyoba jualan online" jawab istri ku. "Coba deh ayah pegang, gak ada apa apa kan?" tangan ku langsung ditarik kamaya.
Walaupun aku sudah melihatnya, kalau yang di dalam lemari itu boneka manekin. tapi rasanya nya masih ada yang aneh dan mengganjal saja. perasaan pas boneka manekin ini ku pegang, rasanya sangat lemah dan lembek sekali. persis seperti orang yang tidak memliki tulang atau mirip seperti orang yang baru meninggal.
"Tapi ini kok malah terasa beda ya? ah mungkin kah aku mulai berhalusinasi lagi atau memang yang tadi adalah kamaya? tapi rasanya itu tidak mungkin, toh sekarang kamaya baik baik saja di depan mataku. ya allah terimakasih banyak, ternyata istri ku masih sehat."batin ku meracau.
"Ayah ini suka kebiasaan banget deh, kalau di ajak ngobrol malah ngelamun." ucap istriku.
"Maaf deh bun, soalnya ayah lelah sekali hari ini."balasku berbohong.
"Ya sudah. sekarang kita tidur yah, lagian juga udah malem banget." ajak istri ku.
"Iya bun!" pokok nya malam besok aku harus cari tahu semuanya." ucapku dalam hati.
****
Bersambung.......
__ADS_1
Jangan lupa vote, like and coment nya ya, biar author tahu kalau banyak yang menunggu kelanjutan nya..😊😊
Salam Manis....😘😘😘