
Serangan Kuyang
Karena rasa penasaran dan penyakit kepo radit yang mendadak muncul, radit pun langsung antusias memberhentikan laju mobilnya dan memutuskan untuk segera turun dari sana.
"Hayo! ayah mau kemana? suka kebiasaan deh, penyakit kepo ayah itu gak dimana-mana suka kumat melulu."seru rara sambil menarik tangan radit yang saat itu hendak turun dari mobilnya.
"Hehe..."ayah ijin turun sebentar ya princess ku, soalnya ayah penasaran and kepo banget nih. emang rara mau kalau ayah nanti uring-uringan seharian, gara-gara penasaran."mohon radit sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal dan nyengir kuda menampilkan raut wajah yang sok-sokan di melaskan.
"Ya sudah sana! tapi ingat hanya 10 menit aja. kalau lebih dari itu, rara bakalan marah sama ayah seharian. soalnya 15 menit lagi rara kan mau masuk sekolah yah."tegas rara sambil melipat kedua tangannya di dada, memalingkan wajahnya dan memonyongkan bibir mungilnya.
"Ok. siap bos laksanakan!"balas radit memberi hormat dan langsung menuruni mobilnya.
Radit pun perlahan mulai berjalan mendatangi rumah dengan pagar bercat warna hijau. radit juga sudah menyiapkan sebuah amplop putih, karena sekalian ia ingin bertakziah ke sana. soalnya yang meninggal kan masih tetangga sekitaran dekat rumahnya, jadi seenggaknya dia harus menunjukkan rasa empatinya itu kepada tetangganya yang sedang berduka.
"Eh Pak Radit!" tegur seorang pria dengan mengenakan baju Koko dan peci warna putih.
"Iya pak Iwan."balas radit seraya tersenyum.
"Pak radit sama siapa kesini? Oh ya, emangnya hari ini pak radit gak berangkat kerja gitu?"tanya pria tadi yang ternyata bernama pak iwan.
"Kerja ko pak iwan! saya juga kesini sendirian. soalnya pas tadi saya sedang lewat, saya lihat ada tetangga yang meninggal. makanya saya turun dulu untuk bertakziah."kata radit sambil berjalan keluar meninggalkan rumah pak rahmat diikuti oleh pak iwan yang juga hendak pulang karena selesai membantu disana.
__ADS_1
Pak rahmat ternyata adalah ketua RW sekaligus seorang kepala sekolah di SMP Kayu Manis. semalam istrinya itu di temukan sudah tidak bernyawa lagi tepat di belakang rumahnya.
Soalnya istrinya pak rahmat yang bernama bu yani, malam itu ia meminta suaminya untuk menemaninya mengangkat jemurannya yang lupa dia angkat di belakang rumah. karena pak rahmat sedang sibuk mencatat pembiayaan pembangunan MCK di desa Kayu Manis, alhasil bu yani nekat pergi ke belakang seorang diri. apalagi posisi bu yani saat itu sedang hamil tua, dan di desa kayu manis sedang geger isu kuyang yang sedang mencari korban.
Karena di rasa lama sekali istrinya itu belum kembali lagi ke dalam kamarnya, akhirnya pak rahmat memutuskan untuk menengok bu yani yang sedang berada di halaman belakang.
Ternyata disana bu yani sudah di temukan tergeletak di tanah dan sudah tidak bernyawa. dengan kedua matanya yang melotot tajam, serta kedua kakinya mengangkang. lalu terlihat di bagian selangkangannya, dipenuhi dengan darah yang berceceran di area sensitifnya. bahkan Mr v nya juga terlihat sobek dan sedikit menganga, sedangkan bayinya sudah tidak ada lagi di dalam rahimnya. karena perut bu yani saat itu sudah terlihat kempes, menandakan kalau bu yani sudah melahirkan saat itu.
#Sebelum Kejadian#
"Pak, anterin ibu kebelakang sebentar yu. soalnya ibu lupa mengangkat jemuran yang tadi pagi ibu cuci, takutnya nanti keburu hujan. bisa-bisa basah dan kotor lagi jemurannya, kan ibu capek kalau harus mencuci ulang."ucap bu yani dengan ekspresi yang sangat kelelahan.
Mungkin karena ia sudah sangat capek dan pengap, karena membawa-bawa kandungannya yang sudah terlihat semakin membesar saja. dikarenakan usia kandungannya, sudah hampir menginjak usia sembilan bulan dan sebentar lagi tinggal menunggu waktu persalinan.
"Ya sudahlah, lebih baik ibu kebelakang sendiri saja. soalnya kalau nungguin bapak selesai kelamaan, nanti malah keburu hujan lagi. soalnya langit udah keliatan mendung banget, kaya mau turun hujan besar."ujar bu yani sambil melangkah keluar dari kamar tidurnya.
"Hati-hati ya bu! cepet kembali dan jangan lama-lama kebelakang nya."teriak pak rahmat dari dalam kamarnya.
Bu yani pun akhirnya ke belakang rumahnya seorang diri saja. dengan langkah tergesa-gesa bu yani segera menuju ke halaman belakang. sesampainya di sana, bu yani pun dengan segera mengangkati semua jemurannya.
Namun saat ia mau mengangkat jemuran terakhirnya, yaitu sebuah selimut panjang yang masih menggantung di tambang jemurannya. bu yani langsung di kagetkan dengan kemunculan sosok kepala wanita lengkap dengan organ tubuhnya saja yang masih bergelantungan, dengan meneteskan lelehan cairan kental berwarna hijau bercampur putih.
__ADS_1
"Ku.. kuyang! pa.. pasti, ka... kau kuyang yang banyak dibicarakan para warga. to.. tolong, ja.. jangan ga..ganggu aku dan calon bayiku."kata bu yani gelagapan sambil ia memundurkan langkahnya perlahan-lahan ke arah belakang.
"Lapar....! aku ini sedang sangat kelaparan! karena kemarin aku tak berhasil mendapatkan buruan makanan ku, jadi hari ini kau pengganti makanan ku."Kek...kek..kek.."kata sosok kuyang itu sambil menyeringai dengan mengeluarkan lelehan lendir hitam yang keluar dari mulutnya.
"Tolong, jangan aku dan bayi ku yang akan kau jadikan makanan. carilah makanan yang lain saja, seperti ayam atau kambing kah."ratap bu yani yang sekarang posisinya malah jatuh dan terduduk di tanah, akibat ia terpeleset sendal jepit yang ia kenakan, karena mendadak putus.
"Aku tidak suka memakan binatang seperti itu! karena darah dan daging dari mereka, akan membuat tubuh ku menjadi gatal-gatal. bahkan membuat wujud manusia ku nanti menjadi jelek dan tua renta. kalau aku memakan daging bayi dan menghisap darah mu, aku akan bertambah awet muda dan ilmu ku semakin bertambah kuat."Kek...Kek..Kek.."sosok kuyang itu terkekeh dan makin mendekat ke bu yani.
"Tolong...! Tolong...! bapak tolong ibu pak!"bu yani berteriak-teriak namun anehnya suaranya sama sekali tak terdengar oleh orang lain.
"Percuma kau berteriak-teriak, tak akan ada yang mendengar suaramu. nikmatilah saat terakhir mu ini."kata si kuyang dan langsung menyerang bu hani yang kondisinya lemah.
Kceprak... Kceprak ..!! Ssrrottt.... Ssrrooottt..!!
Kuyang itu dengan beringasnya langsung menyerang bu yani, yang saat itu sedang dalam posisi terduduk. di sobeknya area sensitif milik bu yani dengan gigi taring tajam si kuyang, sehingga area Mr v nya kini terlihat menganga. lalu di hisapnya darah yang keluar mengalir membasahi ************ bu yani, setelah itu bayi bu yani di tarik paksa agar keluar dari rahimnya dengan lidah panjang milik si kuyang.
Akibat serangan dari kuyang tadi, bu yani pun akhirnya meregang nyawanya disana. sedangkan si kuyang langsung pergi dengan membawa bayi bu yani yang sudah tidak bernyawa lagi, soalnya saat si bayi di tarik dan dipaksa keluar dari rahim bu yani. kuyang itu langsung menggigit lehernya serta menghisap darah si bayi sampai habis tak bersisa, sehingga membuat si bayi langsung terdiam karena meninggal akibat kehabisan darah.
****
Bersambung....
__ADS_1
Jangan lupa dukungannya ya readers dengan cara like, vote and bubuhkan komentar seru dan positinya. agar author makin semangat lagi dalam melanjutkan ceritanya...😊😊😊
Terimakasih....🙏🙏🙏