Rahasia Istriku Sayang (Ternyata Kuyang)

Rahasia Istriku Sayang (Ternyata Kuyang)
Cerita Bu Yanti 2


__ADS_3

Cerita Bu Yanti 2


****


#Flashback End cerita Bu yanti...


Mala anak ku sayang." kata bu yanti disertai isak tangisnya sambil memegangi perut mala yang terus mengeluarkan darah.


"Ibu, maafkan mala ya bu, karena mala sudah menyusahkan ibu selama ini. bahkan mala juga belum bisa membahagiakan ibu dan madi."ucap mala sedikit terbata-bata disertai lelehan air matanya yang mengalir deras.


"Mala gak boleh bicara seperti itu ya, bagi ibu mala sudah membahagiakan ibu dan madi ko. mala harus bertahan ya nak, mala harus kuat. ibu akan segera bawa mala ke dokter yang ada di kampung sebelah."kata bu yanti menguatkan mala sambil menggenggam tangan mala.


"Gak usah bu, mala gak mau di bawa ke dokter. lagi pula mala sudah mau pergi Bu, karena mala gak mau nyusahin ibu lagi. jadi mulai saat ini jaga diri ibu dan madi baik-baik ya."kata mala di sertai tarikan nafas beratnya.


Mala pun akhirnya meninggal di pangkuan bu yanti, dengan luka robek di perutnya.


"Mala..... jangan tinggalkan ibu nak. ibu sayang kamu nak."tangis bu yanti pun pecah.


"Mala anak ku, maafkan bapak nak. bapak tadi tidak sengaja."ucap barda sambil tertunduk di hadapan jenazah mala.


"Dasar kau jahat bang! kau sudah bunuh mala anak kandung mu sendiri!"pekik bu yanti yang langsung mendorong barda sampai terjatuh.


"Ini juga semua salah mu yanti! serta kesalahan anak jahanam itu, kalau bukan gara-gara mala menghadang serangan ku kepada kalian berdua, mala tidak akan mati."hardik barda.


Barda pun geram dan langsung menyambitkan kembali parang nya ke yanti. sedangkan madi dia langsung bersembunyi di belakang sumur, saat barda mengamuk kembali.


Lalu terjadilah keributan besar antara barda dan yanti. bu yanti yang sedang terancam, berusaha sekuat tenaga untuk menghindari serangan senjata tajam yang di pegang oleh barda. namun pada akhirnya bu yanti pun kalah juga, ia kini mati di tangan suaminya sendiri dengan kepala menganga di bagian kirinya, akibat di hantam berkali-kali dengan batu oleh barda. lalu kepala yanti juga terputus, akibat serangan parangnya yang disambitkan ke lehernya. sedangkan kedua bola matanya, sengaja barda cungkil untuk acara pemujaan setannya.


Ternyata perbuatan sadis barda kepada istrinya itu, bukan sampai disitu saja. tubuh yanti yang sudah terbujur kaku dan bersimbah darah, lalu dia segera bersihkan dari sisa-sisa darahnya yang berceceran di lantai tanah rumahnya. barda juga menyuruh beberapa makhluk kerdil, bekepala botak dan berwajah keriput dengan kedua gigi taringnya yang panjang, untuk menjilati semua darah yang ada di tubuh yanti.


Lalu kepala yanti yang tadinya sudah terlepas dari badannya, disatukan kembali oleh barda dengan ilmu hitamnya. setelah tersatu kembali lagi ke badannya, barda mengoleskan sebuah minyak berwarna coklat yang di ambilnya dari sebuah botol kecil bening berisikan akar kayu. tak berapa lama kepala yanti di putar ke kiri dan ke kanan secara perlahan-lahan, kemudian barda mencabut kembali kepala yanti beserta seluruh organ dalamnya yang ikut bersama dengan kepalanya. setelah itu tubuh yanti pun di buang ke tengah jalan, agar orang-orang mengira kalau yanti adalah wanita kuyang.


Ya, sosok tubuh wanita yang Radit lihat beberapa hari lalu tergeletak di pinggir jalan tanpa kepala itu adalah tubuh bu yanti yang sudah dihabisi oleh suaminya sendiri. bahkan beberapa anggota tubuh bu yanti pun, di jadikan alat untuk melancarkan ilmu hitamnya.


Pada malam itu juga, saat warga menunggui tubuh bu yanti yang di temukan dipinggir jalan. lalu di sembunyikan di semak-semak oleh para warga, tepat jam dua belas malam tiba. benar saja sosok kepala bu yanti pun muncul, dengan membawa seluruh organ dalam tubuhnya, sambil dia membawa seorang anak bayi yang sudah dalam keadaan tidak bernyawa lagi.


Kebetulan pada malam itu, radit tidak ikut mengintai bersama warga. soalnya saat itu kan, Radit juga lagi dalam hipnotis NYI Lasmini.


Ahirnya para warga yang mengintai disana pun langsung menghabisi dan menyerang kepala bu yanti, lalu segara membakar kepala tersebut beserta tubuhnya. padahal sejatinya kepala bu yanti itu, sengaja di gunakan oleh barda untuk ditugaskan mengambil anak-anak bayi. untuk persembahan kepada iblis perempuan yang sedari dulu barda puja untuk meraih kesaktian dan kekayaan yang ia dapatkan secara instan.

__ADS_1


"Jadi begitulah ceritanya nak! ibu belum bisa kembali ke alam ibu yang sebenarnya, karena arwah ibu belum tenang. soalnya ibu masih mengkhawatirkan anak ibu yang masih berada di rumah sendirian, soalnya ibu takut kalau barda akan mencelakainya juga."ujar bu yanti.


"Oh, jadi tubuh tanpa kepala yang tergeletak di pinggir jalan yang di ceritain ayah ku waktu itu adalah tubuh bu yanti, ternyata ibu itu korban kejahatan suami ibu sendiri."cetus Rara.


"Baiklah, kalau begitu rara dan juga saras akan segera menolong anak ibu. tapi sebelumnya rara mau bangunin ayah dulu ya, biar cepetan nganterin aku ke rumah ibu."ucap Rara.


"Maaf nak, saras itu siapa ya?"tanya bu yanti.


"Saras itu teman aku dari kecil bu, dia sosok arwah juga sama seperti ibu. tapi dia arwah yang baik banget, selain dia suka menjaga aku. dia juga suka bantuin sebangsanya."kata Rara.


"Hai Ra! ada apa sih manggil-manggilin aku terus. ganggu aku lagi klabing aja ih."timpal saras yang muncul secara tiba-tiba dengan mengenakan pakaian ala-ala anak metal.


"Dasar hantu aneh, masa iya ada hantu klabing. lagian ini tuh udah waktu subuh kali, masa masih klabing aja. lagi pula, emangnya ada gitu diskotik di alam hantu." ucap Rara antusias.


"Ya adalah Ra, emangnya di alam kamu doang yang ada kaya begituan. di alam aku juga banyak kali." sahut saras.


"Terserah kamu ajalah ras." balas Rara sambil mengibaskan tangannya ke atas.


"Tapi kenapa kamu tadi manggil manggil aku sih Ra, memangnya ada apa?"tanya saras lagi.


"Aku gak manggil-manggil kamu ko ras. aku itu, tadi cuma lagi ceritain kamu ke bu yanti doang." jawab Rara.


"Bu yanti korban kebiadaban suaminya. waktu itu tubuhnya ada di tengah jalan, yang ayahku ceritain itu loh."jelas Rara.


"Oh yang itu, terus emangnya dia kesini mau ngapain?"tanya saras lagi.


"Katanya mau minta tolong selamatkan anaknya yang sekarang sendirian di rumahnya, soalnya dia takut, kalau suaminya itu akan menghabisi anaknya juga."papar rara.


"Oh gitu, terus si ibu yantinya kemana?"tanya saras lagi


"Tuh ada dibelakang kamu."kata Rara menunjuk dengan kedua mata dan alisnya yang di naikan.


Saras pun berbalik ke belakang....


"Se.. setan....!!"pekik saras dan langsung bersembunyi di belakang tubuh Rara.


"Apa-apaan sih saras! biasanya juga gak takut, sekarang malah lebay banget. masa sih setan takut sama setan juga." grutu Rara sambil menarik saras ke depan.


"Bukan takut Ra, aku itu kaget and refleks aja. soalnya wajah ibunya serem banget sih, udah kepalanya pecah matanya pada gak ada di tempatnya lagi."jelas saras.

__ADS_1


"Ya sudah kamu duluan gih ras, sama ibu yanti. soalnya kasian anaknya, takut bapaknya yang berhati iblis itu mencelakai dia. nanti aku, ayah dan tante kinan nyusul ke sana."ujar Rara.


Akhirnya saras pun segera pergi bersama bu yanti, mereka berdua langsung menghilang dari pandangan Rara. ternyata di saat Rara masih berdiri di teras rumahnya, kinan pun muncul.


"Ra, kamu lagi ngapain di luar sepagi ini?" tanya kinan yang ternyata sudah bangun.


"Ini tante, tadi ada arwah yang minta bantuan sama Rara. kasian banget deh tan, dia itu korban yang tubuhnya tergeletak tanpa kepala di jalanan itu."papar rara.


"Oh, bukanya kata warga dia itu jelmaan kuyang ya Ra."kata kinan.


"Bukan tante, dia itu orang biasa sebenarnya. tapi itu semua karena perbuatan suaminya, yang menganut ilmu hitam dan menjadikan dia sebagai alat untuk mendapatkan bayi-bayi untuk sesembahan ke iblis yang dia anut."papar rara bersemangat.


"Ih jahat banget ya suaminya."Cetus kinan.


"Maka dari itu kita bantu dia ya, tan. soalnya anaknya yang masih hidup, sekarang ada di rumahnya dan dalam bahaya lagi."kata Rara.


Kinan pun mengangguk tanda setuju. lalu Rara segera membangunkan Radit, agar ayahnya itu mau mengantarkan dirinya untuk menuju ke rumah bu yanti, untuk menolong anaknya yang masih berada di rumahnya.


****


Radit, kinan dan juga Rara, pagi itu mereka bertiga segera menuju hutan jati asih dengan mengendarai mobil Daihatsu Xenia nya. kira-kira perjalanan yang akan mereka tempuh, membutuhkan waktu sekitar satu jam man. kebetulan juga hari ini radit dan kinan sedang libur kerja. Rara pun juga sama, dia juga lagi libur sekolah, karena kan ini hari Minggu.


Karena mobil radit tak bisa masuk kedalam hutan, akhirnya mobil pun di parkiran di pinggir jalan saja. Rara, Radit dan kinan mulai berjalan menyusuri hutan jati asih yang udaranya terasa sejuk sekali menyegarkan diri.


"Ra, masih jauh gitu rumahnya."ucap Radit.


"Dikit lagi juga sampe ko, yah."jawab Rara


"Ah kamu mah Ra, dari tadi itu bilangnya dikit lagi, dikit lagi sampe ko yah, nyatanya kagak sampe sampe!"grutu radit.


"Sabar dong ayahku tersayang, bener ko kali ini sampe."kata Rara sambil merangkul ayahnya.


"Beneran ya kalau bentar lagi bakalan sampe. soalnya ayah capek banget, kaki ayah juga udah berasa pegel-pegel banget nih. tadi itu kan abis gendong kamu dan tante kinan, pas mau ngelewatin kali kecil itu. karena kalian berdua gak mau nyebrang sendiri."oceh radit.


"Du...du..du...ternyata pak Radit capek ya. tenang aja ya, nanti kalau udah sampe aku pijetin deh, sebagai pengganti tadi udah mau gendong saya nyebrangin kali."kata kinan sambil menampilkan senyum manisnya.


"Tuh, denger apa kata tante kinan, katanya kalau udah sampe nanti mau di pijetin. udah deh makanya ayah diem aja jangan bawel. kalau ayah ngomong melulu, udah persisi kaya nenek-nenek yang ada disebelah rumah kita itu."kata Rara sambil nyengir dan berlari.


"Enak aja masa ayah disamain sama nenek nenek sih Ra."ujar Radit yang ikut berlari mengejar Rara.

__ADS_1


__ADS_2