
Menghindari Kinan 2
"Gimana ini ya, kalau beneran kinan sampai datang ke rumahku sore ini." gumam radit sambil ia bolak balik terus di ruangan kerjanya.
TILULIT.... TILULIT....."suara nada dering dari ponsel radit terdengar nayring dan berulang.
Di layar ponselnya tertera nama princess rara "memanggil".
"Hallo, ada apa ya sayangnya ayah? ko tumben banget sih nelfon." kata radit saat mengangkat sambungan telfonnya.
"Ayah! hari ini rara kan ada tugas dari sekolah, meneliti tumbuhan di kawasan hutan lindung, di daerah citra kasih. ayah bisakan nanti sore jemput rara kesini? soalnya bis yang rara dan teman-teman tumpangi, tiba-tiba mogok dan gak mau hidup lagi. jadi, pak guru menyuruh agar orangtua dari anak masing-masing buat menjemput kesini." papar rara masih di dalam sambungan teleponnya.
"Alhamdulillah, akhirnya aku punya cara agar bisa menghindari kinan lagi."batin radit senang.
"Ayah! bisakan nanti sore ayah jemput rara kesini?" teriak rara di sambungan teleponnya, sehingga membuat telinga radit berdengung.
"I..iiya sayang, bisa banget ko! tapi gak usah pake acara teriak-teriak segala kali, ayahkan gak tuli, Ra." balas radit terdengar kesal.
"Ya sudah maaf, yah! habisnya, tadi ayah rara ajakin ngomong malah diam aja sih, gak mau nyahut-nyahut." sahut rara memelas.
"Pokonya jam 5 sore ayah sudah ngejemput ke sini ya, Ok! dah ayah."kata rara sambil menutup sambungan teleponnya.
Setelah menerima sambungan telepon dari rara, radit pun segera bergegas menuju desa citra bayah. di karenakan saat itu waktu juga sudah menunjukan pukul 13;30 sore, dan perjalanan ke desa citra kasih memakan waktu dua jam perjalanan. makanya radit langsung buru-buru berangkat, soalnya takut rara nunggu kelamaan disana. kan kasihan anak wadon ku!
****
"Kayanya ini rumah pak radit deh? tapi aku coba tanya warga sekitar dulu deh, biar aku tambah yakin aja." gumam kinan saat ia sudah berada di depan sebuah rumah bercat hijau daun.
__ADS_1
Namun sebelum kinan bertanya kepada warga sekitar rumah radit, seorang bapak tua sudah bertanya duluan kepadanya. sontak membuat dia langsung terkejut, soalnya tadi kinan sedang dalam fikiran yang melayang jauh.
"Cari siapa ya mbak"e, pasti cari mas radit ya?" tegur seorang bapak tua dengan logat jawanya.
"I..iya pak! saya memang lagi mencari pak radit! maaf ya pak, kalau boleh saya tahu pak raditnya kemana ya? soalnya rumahnya kelihatan sepi sekali, kaya gak ada siapa-siapa di dalamnya." balas kinan seraya tersenyum manis.
"Memang gak ada siapa-siapa di dalam mbak'e. soalnya mas radit mau jemput anaknya ke desa citra kasih. tadi mas radit juga telefon istri saya, katanya minta tolong suruh liatin dan nyalain lampu rumahnya, kalau waktu sudah malam. dikarenakan malam ini, mas radit gak pulang ke rumahnya. katanya mau nginep dulu di rumah kakanya." jelas pak nurdin, sosok bapak tua yang menyapa kinan tadi. sambil ia nyengir kuda, dengan menampakan deretan gusinya yang jarang sekali giginya alias ompong.
"Tapi benerkan pak, ini rumahnya pak Raditya Wiryawan pemilik garment PT. Prima Sakti."kata kinan ingin lebih memastikan lagi.
"Bener banget mbak'e. soalnya istri saya kan kerja dirumah pak radit setiap hari, membantu pak radit merawat dan mengurus rumahnya." balas pak nurdin menjelaskan.
"Oh gitu ya! kalau gitu, terimakasih banyak ya pak atas informasinya. saya permisi mau pulang dulu."pamit kinan seraya menampilkan ekspresi lemas dan langsung berlalu pergi.
"Mbak'e kalau memang penting sekali, lebih baik di telfon saja pak raditnya." teriak pak nurdin sehingga membuat kinan yang sudah berjalan cukup jauh kembali lagi ke sana.
"Yang punya sih istri saya! tapi, kalau mbaknya mau saya bisa pintakan ke istri saya." jawab pak nurdin masih nyengir-nyengir aja.
"Boleh banget tuh pak!" sahut kinan senang.
"Ya sudah, hayo ikut ke rumah saya."ajak pak nurdin melangkah terlebih dahulu.
Kinan pun mulai mengikutinya dari belakang, untuk menuju ke rumah pak nurdin. sesampainya kinan di sebuah bangunan rumah sederhana, dengan berdindingkan tembok yang masih terlihat bata merah yang belum diplester, serta banyak lubang jendela yang belum di beri lapisan kaca, hanya ditutupi dengan lembaran anyaman dari bambu saja.
"Ini rumah bapak?"tanya kinan sambil menelisik keadaan di sekelilingnya.
"Iya mbak'e ini gubug saya! ya, walaupun masih terlihat acak-acakan, tapi kami semua nyaman ko tinggal disini."jawab pak nurdin.
__ADS_1
"Ko aku jadi teringat sama ibuku ya." tak terasa air matanya pun mulai meluruh. lalu bagaimana keadaan ibuku sekarang ya? karena perjanjian ku dengan NYI Lasmini waktu itu, sampai saat ini aku belum bisa menemui ibuku lagi." batin kinan mulai menjerit-jerit menahan sakit.
Lalu kinan mulai menerawang jauh, teringat kejadian pada malam itu.
*****
Malam itu, dimana kinan baru saja tiba dan baru pertama kali menginjakan kakinya di kota. soalnya ia jauh-jauh dari kampungnya, ingin bekerja disana sebagai asisten rumah tangga. kinan akan bekerja, di perumahan komplek duri Kosasi, tempat dimana radit tinggal terdahulu bersama kamaya istri tercintanya.
Saat kinan baru saja tiba di perumahan itu, dia melihat ada sebuah rumah yang tengah di lahap si jago merah sebagiannya. tapi anehnya, tak ada satu orangpun yang mau memadamkan api di rumah tersebut. lalu di dalam rumah yang tengah terbakar itu, kinan melihat ada sosok wanita yang tengah terbakar bagian kepalanya, seraya dia menjerit-jerit meminta pertolongan.
"Tolong.... tolong saya..."teriakannya sungguh terdengar sangat menyayat hati.
Kinan pun segera berlari dan mencoba mencari bala bantuan. tapi sayangnya, malam itu tak ada satupun warga komplek yang keluar dari dalam rumahnya. padahal kan tetangga mereka sedang terkena musibah, rumahnya kebakaran. akhirnya kinan pun berusaha membantu sosok wanita yang tengah terbakar itu seorang diri.
"Tolong saya, bantu saya keluar dari sini. kalau kau mau membantu ku, aku akan mengabulkan semua permintaan mu."ujar lirih sosok wanita yang tengah terbakar di dalam sana.
"Apa! dia mau mengabulkan semua permintaan ku."batin kinan melonjak kegirangan.
"Cepat bantu aku, jangan kau melamun saja disitu! kalau kau mau menolongku, aku akan mengabulkan apapun yang kau minta. seperti wajahmu yang buruk rupa seperti itu, aku bisa menyembuhkan nya. bahkan aku bisa merubah dirimu menjadi semakin cantik. dan aku juga akan memberimu uang yang banyak." seloroh wanita yang terbakar tadi, yang ternyata hanya sosok kepala dengan organ tubuhnya saja.
"Benarkah apa yang kau ucapkan tadi? setelah aku menolong mu, kau akan mengabulkan nya?" tanyanya kembali karena ia belum yakin.
"Benar! maka dari itu, cepat kau tolong aku! karena waktu ku tak banyak."jawab sosok wanita kepala itu dengan suara seraknya.
"Terus apa yang harus aku lakukan untuk menolong mu?" tanyanya menelisik, karena kinan masih bingung bagaimana menolong sebuah kepala yang sedang tersulut api.
****
__ADS_1
Bersambung......