Rahasia Istriku Sayang (Ternyata Kuyang)

Rahasia Istriku Sayang (Ternyata Kuyang)
Madi Di Culik


__ADS_3

Madi di Culik


💥


💥


💥


Saat itu Radit baru saja pulang dari mengantar kinan berobat ke dokter spesialis, soalnya sejak semalam kinan ditemukan tak sadarkan diri di belakang rumah Radit, sejak itulah tubuh kinan menjadi bau sekali. namun sesampainya Radit di depan gerbang rumahnya, ternyata pintu gerbangnya tengah terbuka. Radit pun bingung dan bertanya-tanya, soalnya gak seperti biasanya kalau dia sedang tidak ada dirumah, mbak emi membuka pintu gerbangnya.


"Ko tumben ya, pintu gerbangnya di buka?" tanya Radit heran.


"Mungkin Rara sudah pulang dari sekolah kali pak."sahut kinan.


"Gak mungkin kalau Rara sudah pulang, ini baru juga jam sebelas kinan." kata Radit langsung melihat jam rolex di tangannya.


"Lagi pula jadwal rara pulang sekolah itu, setiap jam tiga sore. ya kalau memang rara sudah pulang sekolah, dia tidak pernah membiarkan pintu gerbang terbuka seperti itu." elak Radit.


Radit pun segera turun dari dalam mobilnya untuk membuka lebih lebar pintu gerbangnya, agar ia bisa segera memasukan mobilnya ke dalam garasi, baru saja ia hendak mendorong pintu gerbangnya, Radit dibuat bingung lagi. soalnya saat itu ia melihat pintu rumahnya terbuka juga, Radit pun segera masuk ke dalam rumahnya tanpa memasukan mobilnya terlebih dahulu ke dalam garasi rumahnya.


Dan ternyata kebingungan Radit pun semakin menjadi, soalnya ia menemukan mbak emi tengah tergeletak di samping kursi tamu. lalu radit juga melihat pintu kamar madi terbuka, setelah Radit periksa ternyata madi sudah tidak ada di dalam kamarnya. radit pun mencari-cari madi di seluruh penjuru rumahnya, namun sayangnya madi tidak di ketemukan juga.


Karena dirasa cukup lama kinan menunggu radit memasukkan mobilnya ke garasi, akhirnya kinan memutuskan untuk turun saja. di saat ia memasuki rumah, kinan menemukan mbak emi yang tergeletak di samping kursi tamu. kinan pun segera membangunkan mbak emi.


"Mbak emi bangun mbak."kinan memberikan minyak angin ke hidung mbak emi.


"Ibu...!! ta.. ta.. tadi ada orang masuk kesini bu." kata mbak emi saat tersadar.


"Apa! orang masuk?" timpal Radit yang baru muncul dari lantai atas.


"I.. iiya pak! soalnya tadi saya fikir itu guru lesnya den madi yang sudah datang, soalnya kan setiap jam delapan pagi datangnya. makanya saya langsung bukain pintu aja, saya gak lihat-lihat dulu. tapi pas saya baru buka pintu separuh, orang itu langsung nerobos masuk pak. saya langsung dibekap pake kain yang bau menyengat sekali, setelah itu saya gak tau lagi pak sampai bu kinan tadi bangunin saya." papar mbak emi dengan gemetaran.


"Jadi mbak juga gak tau madi kemana?"tanya Radit menelisik.


"Memang madi tidak ada di kamarnya pak?" timpal dan tanya kinan balik.


"Tidak ada! bahkan saya sudah mencarinya di seluruh ruangan rumah ini, madi tetep gak ada. sepertinya madi di culik orang itu, saya akan segera lapor ke polisi."kata Radit.


"Maafkan saya pak Radit, karena saya sudah sangat ceroboh sampai den madi di culik. tapi tolong pak jangan penjarain saya."ratap mbak emi sambil memegangi kaki Radit.

__ADS_1


"Tenang mbak, saya gak akan menjarain mbak emi ko. saya cuma ingin melaporkan kejadian ini saja, agar madi cepat ditemukan. lebih baik mbak emi mulai kerjain tugas mbak aja ya."kata Radit seraya membangunkan mbak emi.


"Baik pak saya akan kembali beres-beres lagi, kalau begitu terima kasih banyak ya pak." balas mbak emi lalu menuju dapur.


"Kinan lebih baik kamu juga istirahat dulu sana. jangan lupa makan dan minum obatnya ya, biar kamu cepet sembuh. soalnya saya mau ke kantor polisi dulu melaporkan kejadian ini." ujar Radit sembari menepuk pelan bahu Kinan.


"Apa perlu aku antar?" ucap kinan.


"Gak perlu kamu istirahat aja."kata Radit seraya tersenyum kepada kinan.


"Tunggu! ngapain ayah ke kantor polisi."seru Rara yang baru masuk dari depan pintu.


"Rara! ngapain juga kamu jam segini udah pulang, hayo pasti kamu bolos kan?"kata Radit sambil bertolak pinggang.


"Hehehehe! iya yah."balas Rara cengengesan.


"Dasar anak bandel! kebiasaan suka bolos melulu, kamu itu kan sebentar lagi mau ujian nasional. kenapa bolos melulu sih."oceh Radit sambil menjewer telinga Rara.


"Iiiihhh.... ayah! sakit tau telinga aku ayah jewer. yang ada kalau di jewerin terus, telinga aku bisa panjang kaya telinga keledai."ucap ketus Rara sambil menarik tangan ayahnya.


"Biarin aja biar jadi keledai aja sekalian." sahut Radit kesal.


"Tuh denger apa yang di katakan tante kinan! lagi pula ujian aku udah selesai ko yah, ayah aja yang udah amnesia."sahut Rara membenarkan.


"Ikut-ikutan aja bisanya, emangnya ayah habis kejedot batu atau kecelakaan bisa amnesia. orang ayah masih inget ko ujian kamu minggu depan, kamu aja yang bandel."balas Radit hendak menjewer Rara lagi tapi dihalau kinan.


"Ujian aku tuh udah selesai minggu kemarin ayah, pas yang terakhir aku bikin lukisan itu. dasar ayah udah pikun sekarang."umpat Rara.


"Apa iya ya? apa saya emang beneran udah pikun ya?"Radit bertanya-tanya.


"Pak Radit belum pikun ko, cuma lagi lupa aja. emang bener ko pak, Rara ujiannya sudah selesai minggu kemarin."ujar kinan.


"Oh gitu ya, terus kenapa sekarang kamu udah pulang Ra?" tanya Radit menelisik.


"Aku pulang karena ada sesuatu hal penting yang harus segera dibicarakan yah. lagi pula tadi disekolah juga gak ngapa-ngapain, gurunya juga gak ada yang masuk ke kelas. ya udah deh aku pulang aja." jelas Rara.


#Flashback di sekolah#


Saat Rara di sekolah kebetulan gurunya juga gak ada yang masuk ke kelasnya, mungkin karena sudah selesai ujian dan tinggal menunggu hasil keputusan kelulusan, makanya sudah bebas gak ada jadwal pelajaran lagi.

__ADS_1


Saat itu Rara sedang asik mengobrol dengan arwah penghuni kebun kosong yang berada di belakang kelasnya. Rara tengah bertanya kepada arwah itu, tentang penyakit aneh yang di derita oleh kinan. menurut arwah itu dari cerita yang Rara sudah jelaskan, kinan itu terkena penyakit HALELUYA.


"Apa! penyakit HALELUYA? perasaan mirip bahasa orang luar sono, ada-ada aja lu moy." seru Rara gak percaya.


"Ih kamu mah Ra, tadi maksa nanya pengen tau, eh giliran udah dikasih tau malah gak percaya." balas arwah amoy penghuni Kebun kosong.


'Aku bukan gak percaya moy, cuma aneh aja ada penyakit namanya kaya gitu. emang apa sih penyakit HALELUYA?" tanya Rara antusias.


"Penyakit HALELUYA itu singkatan dari Harapan Leluhur Kuyang, penyakit itu disebabkan oleh lendir dari sang ratu kuyang. siapa pun manusia yang terkena lendir itu, tubuh mereka akan menjadi bau dan gak akan bisa diobati oleh dokter canggih manapun, kecuali...." jelas arwah amoy sambil ia mondar-mandir.


"Kecuali apa moy?" tanya Rara penasaran.


"Kecuali orang itu bakalan jadi pewaris dari si ratu kuyang itu, nanti penyakit itu akan sembuh dengan sendirinya." jelas amoy.


"Gak mungkin, masa iya tante kinan pewaris NYI Lasmini si ratu kuyang, bukan kah


waktu itu tante kinan sudah terbebas dari NYI Lasmini."batin Rara meracau.


Di saat Rara sedang melamun memikirkan apa yang dikatakan amoy tadi, tiba-tiba saja saras muncul tepat di depan wajahnya. alhasil Rara pun sampai ke jedot tembok kelasnya, karena terkejut akibat saras yang mendadak muncul.


"Saras....!!! selalu dan selalu saja begitu." ucap rara geram sambil memegangi jidadnya.


"Maaf Ra, soalnya tadi emergency banget." balas saras sambil nyengir.


"Tau nih saras, ngagetin orang aja."timpal amoy.


"Ye... lagian kamu kan bukan orang moy. kamu itu arwah juga sama seperti aku." sahut saras.


"Sudah-sudah! emangnya emergency kenapa ras?" tanya Rara antusias.


"Gini loh Ra, ternyata aku salah perhitungan tentang purnama ke sembilan. purnama ke sembilan itu tinggal dua hari lagi Ra, yang lebih gawatnya lagi madi di culik Ra sama bapak tirinya itu. aku sempat mencegah si barda saat mau membawa madi, tapi saat itu kekuatan ku tiba-tiba melemah akhirnya aku kalah." papah saras dengan penuh kecemasan.


"Terus kita harus gimana Ra? apalagi madi sudah di bawa, kita jadi tidak tau jalan untuk ke acara ritualnya NYI Lasmini." kata Rara.


"Aku tau ko, tempat ratu kuyang itu akan mengadakan ritual." timpal amoy.


"Yang benar kamu moy!" Rara bersemangat dan amoy pun hanya mengangguk saja.


Amoy pun menceritakan semuanya yang ia tahu tentang tempat NYI Lasmini akan mengadakan ritual purnama kesembilan. saras dan amoy akan membantu Rara memusnahkan serta menggagalkan ritual NYI Lasmini nanti.

__ADS_1


#Flashback end#


__ADS_2