
Radit di Hipnotis
Sesampainya radit di pabrik garmentnya, saat itu waktu sudah menunjukan pukul 09:00 pagi. para pekerjanya pun sudah mulai sibuk bekerja. soalnya jam kerja sudah di mulai sejak dua jam yang lalu, ternyata radit sudah terlambat masuk kantor selama dua jam lamanya. tapi tak apalah namanya juga seorang bos pemilik perusahaan, jadi bebaslah untuk datang kapan saja.
"Eh pak Radit sudah datang!"sapa maira salah satu mandor disana.
"Iya! soalnya tadi saya ada masalah sedikit di jalan, makanya jadi telat. gimana produksi hari ini dan kemarin maira, sudah tercukupi semua apa belom? soalnya kan pesanan PT sentosa harus selesai hari ini juga." Kata Radit sambil melihat hasil produksi para pekerja disana.
"Ini juga lagi diusahakan pak, agar bisa cepat selesai hari ini."balas maira dengan tertunduk.
"Ya sudah, saya percayakan semua ini kepada kamu. tapi usahakan ya maira, suruh anak buahmu agar hari ini pesanan dari PT sentosa cepat selesai."kata Radit sambil berlalu pergi.
"Baik pak, saya akan usahakan secepat mungkin." balas maira.
Radit pun mulai berkeliling untuk mengecek dan melihat-lihat para pekerjanya, yang sedang fokus untuk target pesanan PT sentosa yang harus diselesaikan hari ini juga. namun saat radit hendak kembali lagi ke ruang kerjanya, kebetulan saat itu Radit sengaja lewat belakang pabrik garmentnya. sekalian ia ingin mengecek juga bagian sana, tapi saat itu radit melihat ada seorang wanita muda tengah menangis pilu di belakang pabrik garmentnya sambil menekuk wajahnya di kedua lututnya. radit pun segera menghampiri wanita tersebut, tanpa melihat dulu dengan mata kepala yang jelas, siapa sosok wanita yang tengah menangis pilu itu.
"Hey, kenapa kamu menangis? kalau kamu ada masalah ceritakan saja, siapa tau saya bisa membantu mu." ucap Radit berhati-hati.
Gadis muda itu pun mengangkat wajahnya yang sedari tadi ditekuk di kedua lututnya. betapa terkejutnya Radit saat melihat wajah wanita muda itu, yang ternyata adalah kinan.
"Ki.. kinan!" ucap Radit gelagapan dan bersiap siap mengeluarkan jurus langkah seribunya.
"Pak radit tunggu! pliss pak, jangan menghindar terus dari saya. karena ada sesuatu hal penting yang perlu saya bicarakan dengan bapak.."kata kinan sembari menarik tangan radit.
__ADS_1
"Gak... gak, saya gak mau! ka.. kamu itu wanita jelmaan iblis. saya jadi takut dekat-dekat sama kamu, lepaskan tangan saya."balas radit ketus sambil mengibaskan tangan kinan.
"Pak Radit, semuanya ini tidak seperti apa yang bapak kira. saya mohon, dengarkan penjelasan saya dulu pak. setelah itu terserah bapak mau percaya atau tidak." mohon kinan.
"Saya tidak mau mendengarkan penjelasan apa pun dari kamu kinan! tak usah di jelaskan pun saya sudah tau semuanya ko. kalau kamu itu adalah kuyang! Oh ya satu lagi, tadi saya juga abis ketemu sama bangsa kamu tuh di jalanan. bilangin tuh sama saudara sebangsamu, kalau punya badan tuh jangan ditinggal-tinggal. nanti badannya digondol macan baru tau rasa, bisa jadi setan daleman selamanya."oceh Radit.
"Saya gak tau harus dengan cara apa lagi agar bapak mau mendengarkan penjelasan saya. tapi saya mohon, tolong bantu saya pak Radit! karena saya gak mau kalau ibu dan adik saya menjadi korban NYI Lasmini."ujar kinan yang langsung bersujud di kaki Radit.
Radit yang tengah merasa ketakutan pun, reflek langsung mengibaskan kakinya dengan sangat kencang, sehingga membuat kinan terpental. soalnya Radit masih takut sekali kepada kinan, kalau teringat kejadian di mimpinya itu, saat kinan berubah wujud menjadi sosok kuyang.
"Ma.. maafkan saya kinan! saya tidak sengaja melakukannya. saya mohon sama kamu, mulai saat ini tolong jangan dekati saya lagi ya."ucap Radit sambil mengatupkan kedua tangannya serta memundurkan langkahnya.
"Pak Radit. saya mohon sekali ini saja, tolong dengarkan dulu penjelasan saya. izinkan saya untuk menjelaskan semuanya kepada bapak, tentang semua kebenarannya. setelah itu, terserah bapak mau percaya atau tidak dengan saya, atau bapak mau memberitahukan ke semua orang tentang saya, saya pasrah."mohon kinan sambil bangun dari jatuhnya.
"Radit sayang... ko kamu gitu sih, pake acara ngatain aku iblis tua dan kuyang jelek segala. aku kan kuyang termuda dan tercantik di alam jagat raya ini, hahahaha!" goda kinan dengan manja sembari lidahnya di julur-julurkan.
"Tapi akhirnya kita bisa bertemu lagi ya sayang. soalnya kemarin aku habis semedi dan mencari darah segar dulu untuk kecantikan abadiku ini. kamu jangan takut gitu dong sayang, apalagi sampai emosi juga. karena itu semua bisa merusak ketampanan dan kejantananan mu. soalnya sebentar lagi kan kita itu akan menjadi pasangan sejati. kakakakak!"kata kinan yang kini tengah di rasuki oleh NYI Lasmini.
"Tuh kan, kamu itu memang bener-bener wanita kuyang yang punya kepribadian ganda. kadang kelihatan baik, juga lemah lembut, eh langsung berubah menyeramkan kaya gini."umpat Radit.
Disaat kinan lengah radit pun berusaha untuk berlari kembali lagi ke kantornya, tapi sayang kedua kakinya kali ini sulit sekali digerakan. kinan juga kini sudah berada tepat dihadapan Radit, sambil kinan menatap tajam ke arah pandangan Radit yang makin lama semakin berubah menjadi kosong. mulut kinan juga komat-kamit seolah sedang membaca sesuatu.
"Radit ku sayang.... kau itu adalah calon suami pendamping hidupku di alam kuyang nanti. jadi mulai saat ini, kau harus ikuti semua apa yang aku katakan, mengerti!"ujar kinan yang dirasuki oleh NYI Lasmini berbisik lirih di telinga Radit.
__ADS_1
Radit pun hanya bisa mengangguk pelan, tanda ia mengerti apa yang diucapkan kinan tadi. dengan langkah gontai lemas dan lesu, serta pandangan yang terlihat sudah kosong. Radit dibawa oleh kinan menuju rumahnya.
Sesampainya di rumah Radit, saat itu kebetulan Rara belum pulang dari sekolahnya. Radit pun di bawa oleh kinan langsung menuju kamarnya, kemudian Radit langsung direbahkan di atas kasurnya. satu persatu pakaian yang dikenakan Radit pun mulai di buka oleh kinan, kini tersisa tinggallah celana pendek yang Radit kenakan.
"Tolong Nyai, jangan paksa tubuh saya untuk melakukan perbuatan seperti ini. saya tidak mau Nyai!" bantah kinan berusaha memegangi tubuhnya yang seolah bergerak sendiri.
"Kau harus mau melakukannya kinan, atau kau mau saat ini juga adik beserta ibu mu akan ku cabut nyawanya! cepat bersetubuh lah dengan Radit, sebelum arwah sialan itu dan juga anaknya kamaya datang."ujar NYI Lasmini.
"Tolong, jangan apa-apakan ibu dan adik ku NYI."ratap kinan.
"Maka dari itu jangan membangkang kepadaku, turutilah semua apa yang aku perintahkan. karena aku ingin mendapatkan keturunan calon pewaris kuyang dari benih Radit. karena Radit adalah sosok lelaki yang kuat dan perkasa, jadi kalau benih itu berasal dari dirinya, maka benih itu akan menjadi sang penguasa terkuat di alam semesta ini. hahahaha!"jelas NYI Lasmini sambil tertawa menggelegar.
"Terus kenapa harus diriku Nyai? yang harus melakukan hubungan badan dengan pak radit. bukankah di luaran sana masih banyak wanita lain yang bisa melakukannya." ujar kinan disertai linangan air mata membanjiri pipinya.
"Karena kau juga adalah sosok wanita kuat dan tangguh, maka dari itu aku ingin meminjam rahimmu untuk memperoleh keturunan pewaris di alam kuyang ku nanti. saat persetubuhan nanti, aku hanya meminjam ragamu saja kinan. sejatinya akulah yang telah melakukan hubungan intim itu dengan Radit.
"Jadi cepatlah kau hampiri Radit dan segera kita lakukan pembuahan itu. karena sebentar lagi waktu purnama ke sembilan akan segera tiba, jadi mumpung aku masih ada waktu dan ada kesempatan bagus. aku tidak akan pernah menyia-nyiakan nya."papar NYI Lasmini yang langsung masuk kembali ke raga kinan.
Kinan yang raganya sudah di rasuki kembali oleh NYI Lasmini, langsung menjamah setiap inci tubuh Radit dengan sangat liar dan buas. dari mulai mengecup keningnya, lanjut ke pipi lalu ke bagian bibir Radit. walaupun radit saat ini sedang terhipnotis, bahkan dia hanya diam saja tanpa suara, seperti sebuah patung saja. tapi jiwa lelaki sejatinya pun perlahan-lahan mulai terangsang, akibat sentuhan-sentuhan lembut yang diberikan oleh kinan.
Kini mereka berdua pun saling bercumbu mesra, bibir mereka pun saling berpagutan. tubuh mereka juga kini saling menindih secara bergantian, suara-suara erangan kenikmatan pun saling bersahutan seperti suara lolongan serigala di kala bulan purnama muncul.
Radit dan kinan pun kini sudah terasa bagaikan di awang-awang, tubuh mereka juga tengah bergulat bebas di atas ranjang empuk radit. walaupun jiwa kinan dan jiwa radit berusaha melawan dan memberontak, tapi rangsangan persetubuhan yang di buat oleh NYI lasmini tak sanggup mereka lawan juga. malahan mereka berdua semakin bernafsu dan menggebu-gebu melakukannya, bahkan tanpa di sadari saking terbawanya suasana kenikmatan.
__ADS_1
Hampir sedikit lagi pedang pusaka milik radit yang sudah lama sekali tak di pakai bertarung, akan merobek dan menembus surgawi kenikmatan milik kinan. kalau saja saat itu Rara tidak datang secepatnya ke sana.