
Kinan Berubah Jadi Kuyang
Happy reading gaess...🤗🤗🤗
--------------------::::::::::::::::----------------
"Ayah... jauhi dia sekarang juga!! dia adalah wanita pengabdi setan, seorang manusia jelmaan iblis yang sangat jahat."teriak rara putri semata wayang ku yang mendadak muncul.
Untung saja pergumulan mesra ku dengan Kinan belum terlalu jauh, sehingga rara tak sempat melihat pemandangan yang terlarang di hadapan matanya itu. aku pun terkejut saat mendengar teriakan rara barusan, segera mungkin aku bangkit dari tidur ku. yang posisi tubuh ku tadi sedang ditindih oleh Kinan, gadis manis karyawati baru di pabrik garment ku.
Karena aku bangun secara tiba-tiba, sontak saja membuat Kinan terjatuh dari sofa, serta wajah mulus kinan terjerembab di lantai. "Mas Radit... ko gitu sih sama Kinan."dengusnya kesal dengan hidung dan pipinya yang sudah berubah berwarna merah seperti udang rebus.
"Maa.. maaf Kinan..!! aku gak sengaja, sini aku bantu."kata ku merasa bersalah dan mencoba membantunya bangun dari lantai.
"Ayah Jangan sentuh dia lagi.!!"seru Rara lalu menarik paksa tanganku.
"Kenapa Ra? kasian tuh tante Kinan, dia jatuh gara-gara ayah. Oh iya, rara ko bisa ada disini? terus, apa maksud rara tadi bicara seperti itu tentang tante Kinan?"kata ku yang merasa heran atas ucapan Rara tadi.
Soalnya saat itu aku merasa heran dan juga kebingungan. karena gak tau dari mana muncul dan datangnya, Rara tiba-tiba saja sudah berada di dalam ruangan ku. ruangan dimana aku sedang bergumul mesra, melepaskan semua hasrat biologis ku yang sudah lama sekali tak tersalurkan. dikarenakan setelah Kamaya meninggal, aku tak berani menikah lagi apalagi mendekati dan menggoda wanita lain. karena perasaan cinta ku hanya untuk Kamaya seorang, belum bisa tergantikan dengan wanita cantik dan menggoda seperti apapun.
Di dalam sebuah ruangan kamar ukuran 3x4m², berwarna chat serba putih senada dengan perabotan yang berada di ruangan itu. selain itu ruangannya pun aneh, tanpa terlihat adanya daun pintu untuk keluar dan masuk ruangan.
"Coba sekarang ayah lihat baik-baik, buka mata ayah secara lebar. lalu perhatikan dengan seksama, perempuan iblis itu."ucap lirih Rara.
Lalu aku pun menuruti ucapan Rara barusan, dengan membuka lebar penglihatan ku, dengan cara kelopak mataku di buka dibantu jari telunjuk dan ibu jari ku. sehingga kini nampak bola mataku yang kecil(sipit) berwarna coklat kehitaman, sudah membulat sempurna.
"Ayah....!! bukan seperti itu juga kali."Rajuk rara kesal sambil mencubit pinggang ramping ku.
__ADS_1
"Aw...!! pedes Ra, sakit juga cubitan mu. persis kaya cubitan bunda mu dulu."pekik ku lalu mulai terlihat lebay, dengan meneteskan bulir bening yang tak sengaja jatuh sendiri, karena teringat tentang bayangan Kamaya di masa lalu.
"Huu... dasar ayah cengeng! baru di cubit segitu aja udah mewek, kaya si Jodi saja temen cowok di kelas baru ku."sorak Rara meledek dan menyamakan aku dengan teman cengengnya.
"Rara.. masa ayah disamain sama temen mu yang cengeng sih. kan ayah gak cengeng seperti itu juga kali Ra, tadi ayah cuma lagi teringat bunda saja."sergahku sambil nyengir ala-ala iklan Pepsodent di televisi.
"Sama aja yah, cengeng juga itu namanya. sudahlah, ayah lemparkan ini ke wanita itu. kata saras wanita itu akan berubah ke wujud aslinya, kalau dilemparkan serbuk ini."titah Rara sambil memberikan serbuk kasar berwarna kristal bening ke telapak tangan ku.
"Mas Radit, itu siapa sih? mas, jangan pernah dengarkan ucapan anak ingusan itu ya. hayo, usir saja dia. lalu kita lanjutkan lagi, kemesraan kita yang sudah tertunda."rayu manja sosok yang menyerupai Kinan, sambil menatap ke arah Radit dengan matanya yang sudah berubah menjadi berwarna merah menyala.
Tanpa sadar, saat radit menatap mata sosok yang menyerupai Kinan itu. mendadak ia seperti orang yang sedang terhipnotis saja, pandangannya perlahan mulai terlihat kosong. namun rara tak tinggal diam, ia pun segera menyadarkan ayahnya itu dari kekosongannya.
"Bangun yah, sadar..!! jangan ayah tatap matanya."ucap Rara terlihat panik, sambil ia mengguncangkan pundak ayahnya kencang. lalu Rara mengusapkan air putih di dalam botol mineral yang di bawanya ke wajah ayahnya.
Seketika aku pun langsung tersadar, saat Rara menepuk pundak ku dan mengusapkan air putih ke wajah ku. tapi saat aku dalam ke kosongan tadi, aku sempat melihat hologram Kamaya istriku. dia juga berkata kepadaku, sama persis apa yang diucapkan Rara tadi. agar aku harus berhati-hati dan waspada, kepada kinan wanita yang kini berada tepat di hadapanku.
"Cepat lemparkan serbuk itu yah! "seru Rara memerintahkan ku saat kesadaran ku sudah pulih kembali seperti semula.
aku pun segera menuruti ucapan rara, ku lemparkan serbuk kasar itu ke tubuh Kinan.
Seketika Kinan langsung menjerit-jerit hebat, sambil meraba-raba seluruh tubuhnya. perlahan wajahnya yang cantik dan muda, mulai berubah menjadi tua renta. kulitnya yang tadinya kencang dan mulus pun, juga berubah menjadi keriput-keriput seperti nenek-nenek. rambutnya yang hitam lurus pun, berubah menjadi putih semua dan terlihat kusut acak-acakan.
Kemudian Kinan memegangi lehernya dengan kedua tangannya, sambil ia mengerang-erang kesakitan dengan matanya yang membulat.
"Aaaaaaakkkk.... Sakiiiittttt....!! mas, apa yang kau lakukan padaku? tolong aku mas, aku kesakitan mas..."racau sosok tua, jelek dan menyeramkan di hadapan ku sekarang.
Perlahan tapi pasti, Kinan pun mulai menggerak-gerakkan lehernya ke kanan dan juga ke kiri. lalu...."KRETEKKK....!! seperti terdengar tulang rahangnya patah, setelah itu di susul dengan suara...."GEBLUG...!! tubuh Kinan yang sudah tanpa kepala terjatuh ke lantai, kini hanya tinggal kepala beserta seluruh anggota organ tubuhnya saja, yang melayang layang tanpa adanya tubuh yang menopangnya.
__ADS_1
Wajahnya yang kini sudah berubah tua, keriput, serta menyeramkan, langsung menatap tajam ke arah ku dan juga Rara. terlihat lidahnya yang panjang bercabang seperti lidah ular, mulai melata-lata kesana kemari. selain itu, lidahnya juga mengeluarkan kuah lendir yang menjijikan, berwarna hijau kental seperti nanah. lidah itu mulai ia julurkan mendekati ku dan Rara, yang sedang menatapnya takut dan menjijikan.
"Mas Radit....aku sayang kamu mas... kenapa kamu tega kepada ku."ucap lirih suara sosok itu, perlahan lidahnya mulai mendekati diriku.
"Jangan mendekat!! dasar makhluk aneh dan menyeramkan, udah gitu menjijikan lagi. Iyuuuhh....!! lendir mu itu loh, bikin aku mual saja. pasti kamu jarang sikat gigi kan? makanya mulut dan lidah mu itu kotor."ujar Radit bergidik geli, sambil kedua telapak tangannya di arahkan ke depan seolah sedang menyetop makhluk itu agar tak mendekatinya.
Namun sosok itu tak memperdulikan ucapan Radit barusan, lantas sosok itu langsung membelit tubuh Radit dengan ususnya yang terburai dan berbau anyir, lalu perlahan mulai menjilati Radit dengan lidahnya yang bercabang bercampur kuah lendir hijau.
"Aaaaaaakkkk....!!!"teriak Radit saat wajahnya disapu oleh lidah menjijikan makhluk itu.
*****
"HUH....HUH...HUH...!!"Radit pun tersadar sambil menghembuskan nafas besar, kini dia sudah terbangun dari tidurnya dengan keringat yang bercucuran deras dari keningnya.
"Astaghfirullah....!! serem amat mimpiku tadi ya? tapi ko rasanya kaya beneran aja."gumam Radit sambil terduduk di sofa.
lalu radit pun segera beranjak dari sofa, untuk menuju kamar mandi membersihkan diri. tapi sebelum Radit menuju bilik kamar mandi, dia menghidupkan lampu ruangan tamunya terlebih dahulu. dikarenakan lampu masih gelap, belum ada orang yang menghidupkan. kini di jam dinding bergambar burung elang juga sudah menunjukan waktu jam 20:00, ternyata tadi saat Radit pulang kerja dan langsung tertidur, ternyata ia sudah tidur selama 3 jam lamanya.
"Iiihhh, Jijik sekali diri ku ini. makhluk itu tadi sudah menggerayangi tubuh ku, bahkan aku tadi malah menikmatinya. Iiiyuuuhhh...!!"grutu Radit sambil menggosok-gosok tubuhnya dengan spon jaring berwarna oranye.
"Tapi.... kenapa Kinan bisa berubah menjadi kuyang? apakah ia menganut ilmu sesat seperti Kamaya dulu. "Aaaahhh....masa iya sih. tadi kan aku cuma bermimpi saja."batin Radit meracau dan berdebat sendiri, sambil ia bermandikan percikan air yang keluar dari shower nya.
****
Bersambung......
Hai... Hai.... rieders semuanya....maaf ya jarang sekali up, tapi otor berharap kalian masih tetap setiap mengikuti alur ceritanya..😊😊😊
__ADS_1
Jangan lupa ya kasih dukungan buat othor agar makin semangat lanjutin ceritanya, dengan cara: rate, vote, like and komentar serunya...🤗