
Debaran Cinta
Maaf rieders semuanya, kalau othor jarang up tiap hari.🙏🙏 semoga kalian masih setia, untuk selalu mengikuti alur ceritanya. 🤗🤗
Selamat Membaca.....😊😊😊
--------------"""""""""""""""----------------------
******
Radit pun segera berlari mengikuti Ratna dari belakang, terlihat dari raut wajahnya yang mulai sedikit panik. sesampainya Radit di ruangan sewing, ternyata Aisya sudah melahirkan bayinya dengan selamat.
Di dalam dekapan Aisya, ada seorang anak bayi perempuan yang masih berlumuran darah yang dibalut kain perca warna warni. soalnya tadi Mbak Yeni langsung dadakan membuat nya, dari sisa sias bahan yang tak terpakai untuk membalut si jabang bayi agar tak kedinginan.
"Kau sudah melahirkan Aisya."kata Mbak Ratna dengan nafas besar saat memasuki ruangan.
"Iya Mbak Ratna."balas Aisya dengan senyuman lemas, mungkin karena lelah dan capek sehabis melahirkan anaknya dengan selamat.
"Syukurlah, kau tidak apa-apa Aisya. sabar ya, sebentar lagi ambulance datang ko."ujar Radit sembari mengusap si jabang bayi.
Lalu diiringi suara sirene dari mobil ambulance yang datang.
Wiuw...Wiuw...Wiuw....
Aisya dan bayi nya pun segera di bawa ke rumah sakit terdekat, untuk segera mendapatkan perawatan medis.
Radit juga menginstruksikan kepada para karyawati di bagian sewing, hari ini mereka semua diliburkan. sebagai imbalan, karena tadi sudah membantu Aisya melahirkan. selain itu, ruangan yang banyak dipenuhi darah juga, mau di bersihkan terlebih dahulu oleh OB. jadi kalau sudah bersih, besok bisa dipakai kembali.
"Ibu-ibu dan mbak-mbak semuanya yang ada di sini, hari ini kalian boleh pulang dan beristirahat di rumah masing-masing. terimakasih juga kalian tadi sudah membantu proses Aisya melahirkan, maka dari itu sebagai imbalannya khusus hari ini saja saya liburkan."tutur Radit dihadapan para karyawati nya.
"Yah... kirain libur seminggu gitu. ternyata cuma hari ini aja."celetuk Nani sambil nyengir.
Radit pun hanya membalas ucapan Nani tadi, dengan senyuman ramahnya.
__ADS_1
Walaupun libur sehari saja, nampak kebahagian terpancar di wajah para karyawati yang hari ini diliburkan. mereka semua pun mulai beranjak dan membubarkan diri, untuk kembali ke rumah mereka masing-masing.
Sedangkan Radit, dia pun mulai mengikuti mobil ambulance yang membawa Aisya dan bayinya, untuk menuju ke rumah sakit terdekat.
****
"Minuman segar dan makanan ku, kemana.?"Aaagggrrhhh...!! aku haus, aku lapar, Sakiiiittttt..!!"ratap Kinan sambil memegangi tenggorokan dan perutnya, lalu ia menjilati sisa darah yang berceceran di lantai pabrik bekas Aisya melahirkan tadi. dengan lidahnya yang panjang terjulur keluar menyapu setiap ceceran darah sisa melahirkan tersebut.
"Mbak..!! lagi apa ya disini..?"tegur seorang pria mengenakan setelan seragam biru, sambil membawa pelan dan ember di tangannya.
Kina pun mulai gelagapan mendengar suara teguran tersebut, sembari ia membersihkan mulutnya dari sisa sisa darah yang dijilatinya. untungnya posisi dia saat itu, sedang jongkok membelakangi orang yang menegurnya tadi. jadi orang itu tak mengetahui sama sekali, apa yang dilakukan Kinan barusan.
Kinan pun segera berbalik menghadap tomo, seorang OB yang hendak membersihkan ruangan tersebut. Kinan bisa mengetahui namanya itu, dari nametag yang tergantung panjang dilehernya.
"Emm...!! I..ini mas, saya lagi cari barang saya. kayanya jatoh disini deh, saat saya membantu mbaknya tadi melahirkan."ucapnya berbohong dan gelagapan serta sedikit kikuk.
"Oh gitu. terus udah ketemu belom barangnya mbak? apa mau saya bantu carikan saja, biar cepat ketemu gitu."usul Tomo menawarkan bantuan sambil mencoba melihat wajah Kinan yang masih saja tertunduk.
"Gak usah..!! sudah ketemu ko mas, apa yang saya cari. Hmm, kalau gitu, saya permisi dulu ya."sahut kinan kemudian meninggalkan tomo sambil tertunduk berjalan keluar.
****
Bugggs... "Aw...!! aduuh...sakit...,"pekik Kinan saat menabrak tubuh seseorang.
"Kamu gak papa..?"tanya sosok yang ditabraknya tadi.
Kinan pun mulai memberanikan diri melihat sosok tersebut, sambil mengangkat pelan wajahnya yang tertutupi rambut panjang nya.
"Pak... pak Radit..!! sa..saya gak papa ko pa. oh ya, saya permisi dulu, kebelet soalnya."ucapnya tanpa memandang ke arah Radit, lalu bangkit dan berlari menuju toilet.
Soalnya, setelah Radit mengantarkan dan mengurus perawatan Aisya di rumah sakit terdekat. ia pun segera kembali lagi ke pabriknya, untuk memeriksa ruangan sewing apa sudah dibersihkan oleh tomo atau belum.
Tapi saat menuju ke ruangan sewing, ia malah bertabrakan dengan Kinan yang sedang terlihat terburu-buru kayanya.
__ADS_1
"Gadis yang aneh."gumam Radit sambil menggelengkan kepalanya." eh sebentar deh, tadi kayanya mulut dia banyak darah, pakaian nya juga. kenapa ya dia?"gumam Radit kembali.
****
"Ayah pulang...!! Rara sayang... putriku tercinta, where are you princess dady..?"ucapku saat tiba di dalam rumah, lalu duduk di sofa.
Hari ini hari yang sangat melelahkan sekali bagi diriku, selain pekerjaan yang sangat banyak. aku tadi juga di sibukan dengan salah satu karyawati ku yang melahirkan di pabrik, oh ingin rasanya badan ini direlaksasi agar tenang.
Perlahan lahan tanpa terasa pandangan ku mulai melemah, mataku terasa berat dan perlahan mulai meredup dan terpejam. aku tertidur lelap tepat di sofa ruang tamu ku, lambat laun aku mulai memasuki dunia mimpi.
Saat ku membuka mata di dalam dunia mimpi, aku masih tetap tertidur di sofa. tapi kali ini dengan ruangan yang berbeda, terlihat banyak taburan bunga berada dimana mana, serta tercium juga aroma terapi wangi lavender.
Aku pun mulai bangkit dari tidur ku, kemudian berputar-putar di tempat ku berdiri saja. sambil ku memperhatikan seisi ruangan yang tak begitu luas ukurannya, soalnya aku merasa bingung sekali."sebenarnya aku dimana?". Saat kebingungan melandaku, tiba-tiba saja muncul seorang gadis cantik, berkulit bersih, dengan rambutnya yang panjang tegerai.
Gadis itu perlahan mulai menghampiri ku, lalu mengajak ku untuk kembali duduk di sofa. tangannya yang lembut dan rambutnya yang wangi sekali, mulai menyentuh kulit dan Indra penciuman ku. apalagi saat ini, gadis itu hanya mengenakan dress seatas lutus saja berwarna putih bersih. yang bikin aku makin bergetar dan sesekali menelan Saliva ku, pakain yang dia kenakan itu sangat transparan sekali, sehingga terlihat dengan jelas gunung kembar dan hutan rimba di balik kabut putih yang menyelimutinya.
"Si.. si..apa kamu? se.. sebenarnya aku dimana?"tanyaku dengan terbata-bata.
Karena posisi ku pada saat itu sedang di bawah badan gadis cantik itu, makanya suara yang ku keluarkan terputus putus efek grogi. Dadaku juga mulai gemetaran, seperti orang yang sedang merasakan Debaran Cinta.
"Aku Kinan mas!! hari ini aku ingin membuat mas merasakan rileks dan tenang, jadi mas cukup diam saja dan jangan banyak tanya, ya."jawabnya lirih dan manja ditelinga ku.
"Degg...!!Kinan...."batin ku.
Secara penampilan Kinan di hadapan ku ini, terlihat cantik, manis dan menggoda. tapi kalau Kinan karyawati ku, terlihat cantik juga sih, tapi biasa biasa aja penampilannya. "apa iya, yang bersamaku ini beneran Kinan karyawati ku?" batinku masih mempertanyakan.
"Iya mas Radit, aku memang Kinan karyawati mu. sudahlah kita nikmati saja hari ini, aku akan membuat mu rileks mas."ucap Kinan lalu mulai beringas menciumi Radit mulai dari bibir, leher dan berlanjut ke bawah.
Radit yang memang sudah lama sekali, tidak merasakan sentuhan lembut dari seorang wanita. diapun hanya pasrah saja menerima setiap sentuhan lembut perlakuan dari Kinan.
*****
Bersambung......
__ADS_1
Jangan lupa dukungan nya ok..!! dengan cara vote, like and komentar serunya...🤗🤗🤗