
Menolong Madi
Hai semuanya, Mas Radit sudah kembali nih maaf ya kalau kelamaan kembalinya..😊🙏
Happy Reading....😊😊😊
****
Setelah menempuh perjalanan yang lumayan panjang dan juga melelahkan, akhirnya Rara, Radit dan juga kinan pun sampai juga di sebuah gubug tua yang agak sedikit doyong ke samping. lebih tepatnya itu adalah rumahnya Bu yanti, sosok arwah korban pembunuhan suaminya sendiri yang menganut ilmu hitam.
Rara pun segera masuk kedalam gubug tua tersebut, tanpa menunggu aba-aba dari ayahnya terlebih dahulu. karena ia sangat khawatir dengan keadaan anaknya bu yanti. soalnya saat mendengar penuturan bu yanti waktu itu, hati Rara merasa sedih dan terenyuh. makanya ia mau menolong anaknya bu yanti.
"Ini anak maen nyelonong boy aja! baru juga ayahnya mau bicara, udah main ngacir aja." oceh Radit sambil bertolak pinggang.
"Biarin aja sih pak radit, namanya juga masih anak-anak." sahut kinan seraya memegang pundak Radit dan tersenyum manis.
"Haduuhh kinan, kalau mau senyum itu jangan terlalu manis sih. nanti kamu bisa bikin aku jadi diabetes tau."gumam Radit sambil berjalan.
"Pak Radit aneh ih, masa iya gara-gara senyum aku bapak bisa diabetes."balas kini sambil menghela nafas dan berjalan disamping Radit.
"Ya bisalah! karena senyuman kamu itu banyak mengandung gula kinan. malahan sampai bikin hati aku cenat cenut gak karuan."batin radit sambil ia senyum-senyum sendiri.
"Pak Radit! ko gak dijawab sih. sekarang malah senyum-senyum sendiri lagi."ucap kinan.
"Sudahlah gak usah dibahas, lebih baik kita susul Rara masuk ke gubug itu."elak Radit.
Kinan pun langsung terdiam tak membahas perkataan itu lagi, mereka berdua pun segera masuk ke dalam gubug tua itu untuk menyusul Rara yang sudah terlebih dahulu masuk.
"Selamet..." batin radit sambil mengusap dadanya.
Tak bisa dipungkiri lagi, kini bunga-bunga cinta sepertinya mulai tumbuh di hati Radit. setelah sekian tahun hatinya tertutup untuk wanita lain. kini semenjak kehadiran kinan, hati Radit mulai merasakan kembali yang namanya cinta. tetapi Radit itu masih gengsian untuk mengutarakan semua perasaannya. karena kan waktu kinan masih dikuasai oleh NYI Lasmini, Radit sempat mengatai kinan jelek dan menjijikan saat akan di dekati oleh kinan. makanya ia sekarang malu kalau ternyata, sekarang dia malah jatuh hati kepada orang yang dikatakan jelek dan jijik itu.
"Kemana ya anaknya bu yanti, ko gak ada di mana-mana. padahal aku sudah mencarinya di sekeliling rumah ini."guamam Rara.
__ADS_1
"Ra! anak bu yanti ada di dalam sumur tua." seru saras yang muncul secara tiba-tiba.
"Saras! kamu bikin aku jantungan aja tau."oceh Rara sambil mencubit kecil tangan saras.
"Maaf Ra... tapi sakit juga cubitan kamu "sahut saras sambil mengusap-usap tangannya.
"Sumur tua! tapi aku sama sekali tidak melihat ada sumur disekitar sini ras."Rara heran netranya juga bergeliya mencari kesana kemari.
"Ya gak bakalan kelihatan lah, orang sumurnya tertutup oleh pohon ilalang tinggi itu."tunjuk saras ke arah pohon-pohon ilalang.
Rara pun segera menghampiri pohon-pohon ilalang yang tumbuh sangat tinggi itu. lalu ia mengambil sebuah pisau kecil dari ranselnya yang sengaja ia bawa buat berjaga-jaga, kalau saja ada hal yang membutuhkan alat tajam itu.
Pisau itu pun ia gunakan untuk membabat pohon ilalang itu, agar ia bisa melewatinya. sebuah sumur tua yang nyaris tidak kelihatan seperti sebuah sumur pun sudah nampak di hadapannya. sumur itu di tutupi oleh sebuah penutup dari besi, lalu diatasnya di tutupi juga dengan dedaunan dan ranting kayu.
Rara pun menyingkirkan daun dan ranting kayu yang berada diatasnya, setelah itu Rara baru membuka penutup besinya. lalu terlihat sebuah lubang yang sepertinya cukup dalam. soalnya saat Rara melemparkan sebuah batu kecil, lama sekali terdengar batu itu terjatuh ke dasar sana. selain itu terlihat juga ada sebuah tangga besi, mungkin saja tangga itu menghubungkan sampai ke dasar sumur tersebut.
Dengan langkah sedikit agak berhati-hati, Rara pun mulai menuruni anak tangga besi tersebut. akhirnya Rara pun sampai juga di dasar sumur tua itu. namun di dalam sana ternyata terdapat sebuah lorong panjang, tanpa berfikir lama Rara pun langsung mengikuti lorong tersebut.
"Buggss! sebuah batu mendarat di pelipis Rara, darah segar pun mulai mengalir.
Untung saja batu yang tadi mengenai pelipis Rara berukuran lumayan kecil, kalau saja besar mungkin hal buruk akan terjadi kepadanya.
"Rara kamu tidak apa-apa kan?"ucap saras khawatir dan mencoba menghentikan darah yang mengalir di pelipisnya.
"Aaww! sakit Ras."Rara memegang keningnya.
"Nakal juga ya anaknya bu yanti, liat saja aku kasih pelajaran dia, karena membuat kamu jadi luka kaya gini." kata saras dengan ketus.
"Oh, jadi yang di dalam sana anaknya bu yanti. lagian aku gak papa ko Ras. kamu gak boleh kaya gitu ih, namanya juga kan anak kecil. mungkin saja dia lagi ketakutan."ujar Rara lalu mendekati kembali pintu kamar tersebut.
"Hati-hati Ra, takutnya kamu bakalan kena lebih parah dari ini."kata saras.
"Hey kamu madi kan, tenang saja aku bukan orang jahat ko. namaku Rara, aku disuruh ibu mu agar menolong mu keluar dari sini."teriak Rara mencoba berbicara dengan madi.
__ADS_1
Maklum saja madi menjadi brutal seperti itu, soalnya kan kejadian tragis sempat terlihat di depan matanya. Kaka dan ibunya meninggal secara sadis dihadapannya, setelah kejadian itu barda berusaha mencari madi. soalnya ia ingin membunuh dan menjadikan madi sebagai tumbal kesaktian ilmu hitamnya.
Untungnya saja madi mempunyai tempat aman untuk ia bersembunyi dari incaran barda, yaitu sebuah sumur tua peninggalan jaman Belanda. sepertinya sumur tua itu dulunya juga tempat persembunyian para pekerja rakyat Indonesia, di saat akan di habisi oleh bangsa Belanda.
Madi menemukan sumur tua itu, saat dirinya bermain bola bersama mala. waktu itu bola yang ditendang oleh mala malah terlempar jauh melewati pohon ilalang. karena madi sangat sayang kepada bolanya, akhirnya ia nekat mengambil bola tersebut. padahal ibunya sudah memperingatkan agar dirinya tidak boleh pergi sampai melewati pohon ilalang itu, soalnya menurut cerita ibunya. disana terdapat seekor ular besar dan binatang melata lainnya.
Ternyata cerita ibunya mungkin hanya karangan saja, agar anak-anak nya tidak main terlalu jauh. soalnya saat madi melewati pohon ilalang itu yang ia dapati hanya sebuah sumur tua, dari situlah madi seringkali bersembunyi sembunyi agar bisa mencari tahu tentang sumur tua itu. dan ternyata sumur tua itu memiliki sebuah ruangan rahasia, makanya mulai saat itu madi menjadikan sumur tua itu tempat rahasianya. sampai kejadian tragis itu terjadi, madi hanya bisa bersembunyi di dalam sumur tua itu.
"Pergi dari sini! kalau kau berani masuk ke dalam sini, lihat saja kau akan celaka!"ancam madi dengan menimpukan batu ke pintu kamar tersebut yang terbuat dari besi.
"Madi aku datang kesini hanya ingin menolong mu dari incaran bapak tirimu yang jahat itu. kalau kau tak percaya padaku, kau bisa lihat sendiri, disini juga ada ibu mu."ucap Rara.
"Ibu...!! "ujar madi kegirangan dan langsung berlari membuka pintu kamar tersebut.
Dan benar saja bu yanti sudah berdiri di depan kamar tersebut. itu semua karena separuh energi Rara juga dibantu kekuatan saras, agar bu yanti bisa terlihat oleh madi.
"Ibu...."ucap madi yang langsung memeluk ibunya sambil menangis.
"Madi anak ku sayang, sekarang kita itu sudah berbeda alam. ibu datang kesini hanya ingin memberitahu mu, setelah ini kamu harus ikut dengan ka Rara ya. dia itu orang baik ko, ka Rara juga akan membantu madi supaya tidak dijahati oleh suami ibu, si barda."ucap bu yanti.
"Madi pengen nya sama ibu aja, madi takut sendirian Bu."rengek madi.
"Aaagggrrhh! "Bu yanti Rara sudah gak kuat lagi."pekik Rara memegangi dadanya.
"Ibu harus cepat pergi nak! soalnya kasihan ka Rara energi nya hampir habis karena menolong ibu agar ibu bisa dilihat oleh kamu. pokonya kamu harus dengerin ibu ya nak, kamu harus ikut ka Rara. ibu sayang kamu nak." Bu yanti pun menghilang dan Rara terjatuh ke tanah tak sadarkan diri.
Sepertinya energi Rara terhisap banyak, akibat memaksakan dirinya menjadi penghubung bu yanti, agar bisa dilihat dan di pegang oleh madi.
"Ra bangun ra! "ucap saras ketakutan karena Rara tak kunjung sadar.
"Ka Rara bangun! maafkan madi tadi sudah salah sangka kepada Kaka, bahkan sempat menyakiti Kaka, tolong bangun ya ka."ucap madi dengan linangan air mata.
Saras pun mengerahkan sisa kekuatannya untuk menyadarkan Rara, soalnya tadi kekuatan nya juga sudah terhisap separuh akibat membantu bu yanti. akhirnya Rara pun mulai sadarkan diri, lalu perlahan membuka kedua matanya dengan mengerjap-ngerjapkannya.
__ADS_1