Rahasia Istriku Sayang (Ternyata Kuyang)

Rahasia Istriku Sayang (Ternyata Kuyang)
Melahirkan


__ADS_3

Melahirkan


"Saraaasss...aku pulang!!"ucap Rara sedikit berterik saat memasuki kamarnya.


Kemudian ku intip Rara dikamar nya, ia sedang mengobrol asik tapi lawan bicaranya sama sekali aku tidak melihatnya. hampir setiap hari Rara selalu saja begitu berkelakuan aneh, padahal sekarang kan usianya sudah mulai menginjak remaja, bukan bocah kecil lagi.


"Rara...!! ayah mau kembali ke pabrik lagi ya, soalnya masih banyak kerjaan. kalau kamu mau makan, tuh ayah udah siapin ayam geprek kesukaan mu di atas meja."ucapku secara tiba hingga menghentikan ocehan Rara.


Kebetulan kalau soal menyiapkan makanan untuk kami berdua, selalu aku yang menyempatkan untuk membuatnya sendiri. sebelum berangkat aku juga tadi membuatkan Rara makan siang dulu, yaitu ayam geprek sambal matah kesukaan nya.


Untungnya aku sudah membuat ayamnya tadi pagi, sebelum aku berangkat ke kantor dan mengantar Rara ke sekolah. aku taruh saja di dalam lemari pendingin, agar saat nanti terasa sudah lapar langsung bisa digoreng. kalau sambal matahnya aku buat secara dadakan, aku sekarang sudah sedikit banyak belajar jadi koki yang handal untuk Rara, itu semua semenjak tak ada Kamaya lagi disisiku.


Tak terasa mataku langsung meneteskan butiran butiran kecil kristal bening dari kedua netraku, saat aku membuat ayam geprek tadi.


Karena di rumahku kan aku gak pakai asisten rumah tangga, hanya memperkejakan tetangga sebelah rumah ku untuk mengurus dan membantu membersihkan rumahku saja. itupun hanya saat dipagi hari saja, saat aku dan Rara sudah tak ada lagi dirumah.


"Ah ayam geprek, nyami..!!"ucap Rara langsung berlari ke meja makan dan bersiap menyantap hidangan ayam geprek yang masih hangat.


"Kamu hati-hati ya Ra, dirumah. Ingat..!! kalau ada orang yang gak dikenal datang, jangan bukakan pintu."pesanku pada Rara sambil mengecup kepalanya.


"Yang harus hati-hati itu ayah, jangan sembarang dekat sama orang yang baru dikenal."kata Rara yang membuat ku bingung.


"Kamu ini Ra, udah kaya orang tua aja kalau bicara. emang tau dari mana ayah habis berkenalan dengan orang?"tanyaku antusias.


"Kata Saras..!! katanya ayah harus hati-hati sama orang itu, dia punya rencana jahat kepada ayah dan aku."jawabnya sambil terus menyantap nikmat makanannya.


Aku pun langsung tertegun mendengar ucapan Rara barusan. aku berfikir, apa iya Kinan gadis yang polos dan kalem itu, sejahat yang saras teman tak kasat mata Rara bilang.


"Aaahh..!! masa iya aku harus percaya sama omongan yang tak jelas wujud yang memberitahunya." sergahku langsung menepis semua ke khawatiran yang muncul.


"Ya sudah ayah berangkat dulu ya, jangan lupa kunci pintunya." ucapku lalu Rara menyalimku aku meninggalkan nya sendiri di meja makan.


****

__ADS_1


Setelah satu jam aku mengendarai mobilku, akhirnya aku sampai juga di area pabrik ku. kebetulan tadi dijalan sangat padat merayap, alhasil waktu kembali ke pabrik memakan waktu lama sekali. padahal jarak dari rumahku ke pabrik hanya sekitar 30 menitan saja.


Aku pun langsung mengecek ke bagian sewing, untuk memastikan pekerjaan karyawan dan karyawati yang baru saja mulai bekerja hari ini. termasuk salah satunya Kinan dia juga sedang sibuk, di bagian finishing quality control (pengecekan). sengaja ku tempatkan dia dibagian ini, karena pengalamannya di industri garment belum sejauh mata memandang.


Tahap akhir atau finishing meliputi quality control (pengecekan), final pada pakaian yang sudah jadi dan proses pengepakan sesuai permaintaan buyer. Pada pakaian yang tidak lolos atau cacat produksi, apabila masih bisa diperbaiki maka dilakukan proses perbaikan. sedangkan yang tidak bisa diperbaiki dikelompokan ke produk reject, Produk reject ini tergantung dari buyer ada yang dibolehkan beredar ada yang harus dimusnahkan.


"Aduh..!! ko mules ya perut ku, apa iya aku mau melahirkan? tapi kan kandungan ku baru saja usia 7 bulanan."gumam Aisya sambil memegangi perutnya yang sudah sangat besar.


Perkembangan janin usia kehamilan 7 bulan, dimulai ketika kehamilan Anda berusia 29 minggu dan berakhir di usia 32 minggu. Dalam masa kehamilan ini, berat janin 7 bulan, sudah sekitar 900-1800 gram karena lemak mulai tersimpan pada tubuhnya.


"Aaahh, sakit...!!"erang Aisya sambil memegangi kursi yang diduduki nya.


"Kenapa kamu Aisya? kamu mau ngelahirin apa gimana?"tanya Bu yani khawatir sambil membantu mengusap usap perut Aisya.


"Aku gak tau Bu, soalnya kehamilan ku baru juga menginjak 7 bulan. "jawab Aisya masih terus mengerang kesakitan dengan bulir bulir sebesar biji jagung mulai berjatuhan dari kening merembet ke seluruh tubuhnya.


Sebenarnya Radit sudah memberikan izin cuti hamil kepada Aisya, agar dia bisa rileks menunggu saat kelahiran anaknya tiba nanti. namun Aisya menolak izin cuti hamil sekarang, dengan beralasan bosan di rumah sendirian. lagian kandungan nya juga baru menginjak tujuh bulan, katanya seperti itu. sebenarnya Aisya berencana cuti hamil sebulan lagi, saat usia kandungan nya sudah berumur 8 bulan.


Tapi hari ini dia malah merasakan kontraksi hebat, seperti orang yang hendak melahirkan. beberapa karyawan perempuan lainnya yang sedang bekerja, mereka juga berhenti sesaat membantu Aisya yang merasakan sakit.


"Iya bener may, aisya harus cepat dibawa ke rumah sakit. bisa bahaya kalau terlambat, hayu aku bantuin."sahut Nani sambil membantu memapah Aisya di sebelah kiri Maya.


Namun saat Aisya di papah Maya dan Nani, untuk segera keluar menuju rumah sakit. tiba tiba saja cairan bening langsung jatuh keluar dari area sensitif Aisya, padahal mereka baru berjalan beberapa langkah saja.


"Astaghfirullah, gimana ini Nan? air ketubannya udah pecah, Aisya beneran mau ngelahirin ini."pekik Maya mulai panik.


"Sebentar aku cari kain dulu dan cari pak Radit, kita bantu Aisya melahirkan disini saja."ujar Bu Ratna yang melihatnya lalu berlari kencang ke arah keluar ruangan.


soalnya saat ini kami Sadang berada di:


Ruang Proses Cutting


Ruang ini tempat berlangsungnya proses pembuatan sample dan pembuatan pola, Untuk meningkatkan efisiensi waktu. maka pengaturan peralatan proses pada ruang ini disusun berdasarkan urutan pekerjaan.

__ADS_1


Urutan pekerjaan pada proses cutting yaitu:


1) tahap pembuatan marker (marking),


2) tahap spreading dan cutting,


3) tahap numbering dan bundling, dan


4) tahap fusing.


Bu Ratna selaku mandor disitu pun langsung segera berlari keluar, untuk memanggil pak Radit selaku pimpinan perusahaan. beberapa karyawati lainnya sedang membantu Aisya, melakukan proses persalinan apa adanya di dalam pabrik tersebut.


****


Di ruangan lain, Radit sedang melihat sesekali mengajarkan karyawati baru cara dibagian quality control. kebetulan posisi nya kini Radit, sedang berhadapan dengan Kinan. karyawati yang baru saja ia terima bekerja hari ini, karena sebagai ucapan rasa bersalahnya hampir menabraknya tadi saat di jalan.


"Gimana Kinan, kamu sudah bisa?"tanya Radit saat menghampiri Kinan.


"Bisa pak belajar sedikit-sedikit."jawabnya sambil tangannya terus mengecek bagian jahitan-jahitan yang tidak sesuai.


"Pak Radit..!! darurat pak, itu Aisya..."ucap Bu ratna dengan nafas yang tersengal-sengal.


"Kenapa Aisya? rileks Ratna, santai...tarik nafas dalam....buang pelan..."kata Radit sambil mengajari Bu Ratna senam pernafasan.


"Aisya udah pecah ketuban pak, kayanya dia mau ngelahirin sekarang."ucap Ratna saat ia sudah merasa tenang.


"Kenapa gak langsung di bawa ke klinik pabrik saja sih, biar aisya ngelahirin di sana. kan disana juga ada dokter Fani, dokter kandungan."balas Radit yang mulai panik lalu mengambil handphone dan mulai menelfon.


"Gak keburu pak, Aisya udah gak kuat berjalan. lagian disana kan kami cewe semua."timpal Bu Ratna saat Radit selesai menelfon.


"Ya sudah kita tengok Aisya sekarang, saya sudah telfon pihak rumah sakit terdekat sebentar lagi menuju kesini."ujar Radit lalu berlari menuju tempat Aisya berada.


"Hhmm, darah dan daging segar."batin Kinan sambil lidahnya melet ke kanan ke kiri.

__ADS_1


****


Bersambung.....


__ADS_2