
Menghindari Kinan
Happy Reading....😊😊😊
****
"Astaghfirullah! apa yang telah terjadi kepada mu bu? siapa yang sudah melakukan hal sekeji ini pada dirimu. tolong....! tolong.....!"pekik pak rahmat berteriak-teriak meminta pertolongan.
Karena teriakan pak rahmat yang kencang dan terus berulang, akhirnya para warga setempat langsung berdatangan ke rumah pak rahmat. para tetangga yang datang pun sangat terkejut, melihat kondisi bu yani yang sudah terbujur kaku di belakang rumahnya. beberapa warga pun segera membantu mengurusi jenazah bu yani, yang terlihat sangat mengenaskan sekali.
"Begitulah pak radit, kronologis kematian bu yani, istrinya pak rahmat."kata pak iwan.
"Oh gitu! kasihan sekali pak rahmat, kehilangan dua orang yang di sayangi sekaligus. kira-kira siapa ya orang yang sudah kejam membunuh bu yani dan tega mengambil anaknya yang masih dalam kandungan?"gumam radit.
"Sepertinya itu semua perbuatan kuyang pak radit! pasti di sekitaran kita ini, ada orang yang menganut aliran sesat itu."bisik lirih pak iwan.
"Apa kuyang!"pekik radit sehingga membuat semua mata melirik dan tertuju kepadanya.
"Mas radit kenapa teriak sih, orang-orang jadi pada ngeliatin kita kan."grutu pak iwan.
"Maaf pak iwan, saya refleks."kata radit sambil nyengir ala iklan pepsodent.
"Ayah! hayo dong buruan, rara sebentar lagi telat nih."teriak rara dari dalam mobil.
"Iya sayang! ini juga ayah udahan ko."balas radit ikutan berteriak.
"Oh ya pak Iwan, saya permisi pergi duluan ya. soalnya saya mau mengantarkan anak saya ke sekolah dulu, setelah itu baru saya langsung ke tempat kerja."kata radit menjabat tangan pak iwan dan langsung menuju mobilnya.
Setelah berpamitan dengan pak iwan, radit pun kembali lagi melanjutkan perjalanannya menuju sekolah rara. sesampainya di sekolahan rara, bel pertanda masuk sudah berbunyi. untung saja tepat waktu, kalau tidak hari ini rara tidak bisa mengikuti pelajaran sekolah karena telat.
__ADS_1
Soalnya sekolahan rara itu peraturannya sangat ketat sekali. bagi siswa siswi yang datang terlambat tidak bisa mengikuti pelajaran,karena pintu gerbang sudah di tutup oleh pak satpam.
****
"Pagi pak radit!"sapa ketiga orang gadis muda dengan menampakan senyuman menggoda.
Ketiga orang gadis muda, yang bernama chaca, ita dan sopy itu terkenal sangat centil di pabrik. mereka bertiga sepertinya naksir kepada radit dan berusaha untuk menggodanya. mungkin karena mereka tahu, kalau radit itu seorang duda keren yang sangat mapan. makanya mereka bertiga berusaha untuk mendekati dan mencari simpatik radit. tapi sedikit pun radit tak pernah tertarik kepada mereka, atau gadis yang lainnya. karena di lubuk hatinya yang terdalam, hanya ada kamaya seorang, istri tercintanya.
"Pagi juga! kenapa kalian bertiga masih disini? bukannya sebentar lagi jam kerja akan segera di mulai."kata radit dengan tegas.
"Iya pak, ini juga kami mau masuk ko." balas mereka secara serempak dengan centilnya.
Radit pun segera masuk ke dalam kantornya, di ikuti ketiga gadis muda itu dari arah belakang untuk menuju ke ruang bagian produksi.
****
"Pak radit kemana ya? tumben banget hari ini aku gak melihat dia sama sekali."gumam kinan sambil netranya bergeliya kesana kemari.
Radit pun melangkah perlahan dan berhati-hati, saat akan berjalan keluar dari balik mesin knife. langkahnya sedikit agak di slow motion, agar derap langkah sepatunya tak terdengar keras.
"Pak radit! kenapa berjalan seperti itu? udah mirip kaya orang mau maling ayam aja."teriak mbak maira sambil menepuk pundak radit.
"Sssttt...!! kamu itu berisik banget sih maira! bisa kecilkan sedikit gak volume suaramu."kata radit kesal sambil memonyongkan bibirnya dan menempel kan jari telunjuknya disana.
"Iiiiya pak maaf! lagian bapak ngapain sih pake acara mindik-mindik begitu."ujar mbak maira antusias sambil berdiri tepat di hadapan radit.
"Gak usah banyak tanya deh! lebih baik kamu cepat minggir dari hadapan saya, soalnya saya harus buru-buru pergi dari sini. Oh ya maira! kalau misalnya si kinan menanyakan tentang keberadaan saya, bilang saja kalau hari ini saya tidak masuk kantor." ujar radit.
"Emang kenapa sih pak, kalau kinan tau hari ini bapak masuk? hayo...! jangan-jangan bapak ada apa-apa nih sama kinan." goda mbak maira cengengesan dan menunjuk-nunjuk radit. yang saat itu semakin ketakutan saja dan menengok terus ke arah kinan berada.
__ADS_1
"Huuss! kamu itu kalau gak tau jangan sotoy! udah awas saya mau pergi."kata radit langsung menerjang tubuh mbak maira, yang saat itu masih saja berdiri menghalangi langkah radit.
Dengan langkah yang tergesa-gesa radit pun segera meninggalkan ruangan produksi. tapi sialnya ternyata kinan malah melihat radit yang akan pergi, walaupun secara tidak jelas.
"Itu kan pak radit! kenapa dia buru-buru begitu ya? aku harus cepat samperin dia."batin kinan sambil ia berjalan cepat mengejar radit.
Namun langkah kinan tadi, langsung di halau oleh mbak maira selaku mandor disana.
"Hey kinan! kamu mau kemana? ini kan belom waktunya istirahat."cegah mbak maira.
"Saya mau ijin dulu sebentar mbak, soalnya saya ada perlu sekali sama pak radit. yang tadi sama mbak maira itu pak radit kan?"tanya kinan antusias sambil ia memandang ke arah meja.
"Pak radit hari ini gak masuk! kalau yang tadi itu pak burhan petugas mekanik baru disini. lebih baik lanjutkan kembali kerjaanmu sana! kalau misalnya kamu ada perlu sekali dengan pak radit datang saja ke rumahnya."ujar maira.
"Bener juga apa kata mbak maira! ya sudah deh, sepulang kerja nanti, saya langsung datang ke rumahnya saja."ucap kinan lalu kembali lagi ke tempat kerjanya.
"Kamu ini gimana sih maira, malah menyuruh kinan ke rumah saya. awas ya! kalau sampai dia beneran datang ke rumah saya. kamu bakalan saya skor dan gajih kamu akan saya potong."ancam radit sambil berlalu pergi.
Soalnya radit yang hendak pergi meninggalkan ruang produksi, ternyata kinan melihatnya dan langsung mengejar radit. makanya radit segera bersembunyi kembali di kolong meja sewing.
"Dasar bos aneh! udah di bantuin bukanya terimakasih, ini malah marah-marah dan pake acara ngancem segala lagi."grutu maira kesal sambil ia menarik paksa sebuah bahan pakaian setengah jadi tanpa melihat terlebih dahulu.
"Ndor! kalau situ kesal sama pak radit, gak usah pake acara narik bahan jahitan saya juga kale. jadi rusak kan hasil jahitan saya."oceh pekerja berbadan gemuk yang sedang menjahit.
"Gak papa rusak juga, tinggal buang! huh."tukas mbak maira kesal lalu pergi.
****
Bersambung.....
__ADS_1
Setelah membaca cerita ini, jangan lupa dukungannya ya readers. 🤗🤗 dengan cara like and vote, serta komentar serunya untuk menyemangati atau memberi masukan.😊😊
Salam Manis dari Mas Radit... 😘😘