Rahasia Istriku Sayang (Ternyata Kuyang)

Rahasia Istriku Sayang (Ternyata Kuyang)
Penampakan Saras


__ADS_3

Penampakan Saras


--------------------------------


Setelah selesai mandi dan berganti pakaian, aku pun mulai beranjak ke dapur untuk memasak. mempersiapkan makan malam untuk ku dan rara putri semata wayang ku, malam ini aku ingin membuat menu makan sambal telur mata sapi.


"Rara sayang... keluar dong, jangan ngerem dikamar terus nanti bertelor loh. ayah lagi buatin makan malam nih, sambal telor mata sapi. mantap delicious deh pokonya."teriak ku masih sibuk mengaduk-aduk masakan ku.


"Iya ayah... sebentar lagi rara keluar ko. ayah selesaiin dulu aja masaknya, kalau sudah baru panggil rara lagi."sahut Rara berteriak juga lebih kencang dariku.


"Hadeuh.... dasar anak-anak ee nya gak enak."gerutu radit sambil geleng kepala.


Setelah sambal telur mata sapi ala-ala chef radit matang, aku pun mulai menatanya di atas meja makan. ku sediakan tiga piring dan tiga gelas air putih seperti biasanya, yang satu untuk ku, satu lagi untuk Rara, dan satu lagi untuk saras teman tak kasat mata Rara.


Sebenarnya aku risih sih menyediakan piring dan minum disebelah rara, karena siapa yang mau makan disana coba? Lalu kalau di fikir-fikit lagi, aku seperti orang yang gak waras aja gitu.


Setiap kali mau makan, padahal kan kita cuma tinggal di rumah berdua. tapi aku harus menyediakan piring berisikan nasi lengkap dengan lauknya, lalu menaruhnya di bangku sebelah rara. padahal kan sama sekali tak ada orang yang duduk dan makan di bangku sebelah sana.


Tapi walaupun aku suka merasa kesal dan terkesan seperti orang gak waras, aku selalu rutin melakukan itu setiap hari. itu semua hanya untuk menyenangkan Rara putri tercintaku, yang sangat aku kasihi dan aku ayangi sepenuh jiwaku.


"Rara...."ku buka pelan pintu kamar Rara tanpa mengetuknya terlebih dahulu.


Betapa terkejutnya aku, saat melihat sebuah penampakan di dalam cermin. saat itu Rara sedang duduk sambil disisir rambutnya, oleh sosok anak perempuan yang usianya seumuran dengan Rara.


Wajah anak itu pucat pasi dan banyak sekali luka goresan benda tajam di kedua belah pipinya, kedua matanya juga dipenuhi dengan luka lebam yang sudah menghitam. serta ada bekas menganga sayatan benda tajam di bagian lehernya, sehingga membuat darahnya menetes ke baju yang dikenakannya. selain itu di sekitaran tangan dan kakinya juga, banyak sekali luka bekas sundutan roko.


Anak perempuan itu menyeringai menyeramkan kepadaku, dengan mengeluarkan cairan berwarna hitam yang keluar dari mulutnya. seolah ia tahu, kalau aku sedang memperhatikan nya.


"Ayah kenapa diam aja disitu? kalau mau masuk sini, jangan di depan pintu aja. kata bunda dulu, pamali tau."kata Rara sehingga membuat ku gelagapan.


"I..ii..ya Ra, ayah cuma mau kasih tau kalau makanannya udah siap. hayo kita makan sama-sama."ajak ku masih terus


memperhatikan sosok seram anak perempuan itu di dalam cermin.


"Jangan takut ayah, saras baik ko. malahan saras tadi udah bantuin ayah loh, bebasin ayah dari tante iblis itu."kata Rara sambil berlalu menuju meja makan.


Aku pun hanya terdiam di ambang pintu sambil sesekali memperhatikan cermin. tapi disana sudah tak nampak sosok anak perempuan menyeramkan itu lagi. lalu ku tutup pintu kamar Rara dan memperhatikan rara dari belakang, yang sedang berjalan menuju meja makan.

__ADS_1


"Ayah..!! masih aja bengong disana, hayo buruan. rara udah lapar banget nih."seru Rara hingga membuat ku terkejut.


Alhasil kaki ku malah tersandung meja lemari hias yang berada di sampingku, karena aku gugup dan salah melangkah.


"Wadau..!!"pekik ku sambil memegangi jari kaki ku yang berasa nyut-nyutan.


"Dasar ayah-ayah, kelakuannya kaya bocah. makanya kalau jalan mata dipake dong, jadi kesandung kan."oceh rara persis seperti orang dewasa saja.


"Siap nona rara yang cantik. nyok kita ke meja makan."kataku sambil berjalan terpincang-pincang karena kakiku sakit.


Di saat makan pun, aku masih sibuk memperhatikan bangku kosong disebelah rara. yang sudah tersedia piring berisikan nasi dan lauknya, serta segelas air putih. aku masih penasaran sama sosok anak perempuan tadi, apakah sosok anak menyeramkan itu yang menjadi teman tak kasat mata anak ku dari dia kecil.?


"Ayah...!! kalau makan jangan ngelamun."tegur Rara membuatku malu.


Aku pun hanya membalasnya dengan nyengir kuda, lalu aku fokus mulai melahap dengan buas makanan yang ada di piringku. setelah selesai acara makan malam, aku mulai membereskan meja dan piring-piring kotor ke wastafel. kemudian aku mencucinya, serta wajan dan beberapa piring bekas masak tadi.


Sedangkan Rara ia menuju ke ruang keluarga untuk menonton tv, sambil merebahkan dirinya di atas karpet permadani bergambar panda. awalnya Rara ingin membantuku mencuci piring, tapi aku melarangnya untuk membantu.


Setelah selesai di dapur, aku pun ikut bergabung dengan rara menonton film box office kartun Madagaskar yang sedang tayang di global TV.


"Boleh ko yah. pasti ayah mau tanya tentang saras kan?"ucap rara sambil matanya masih terfokus ke televisi.


Ya, memang niatnya setelah makan malam, aku ingin menanyakan hal itu. karena sedari tadi rasa penasaran ku ini, masih terus saja bergemuruh di dadaku. ingin secepatnya aku mencari tahu tentang semua kebenarannya.


"Saras itu anak yang baik ko yah, jadi ayah gak perlu khawatir dan takut. dulu rara berkenalan dengan saras, saat dirumah kita yang dulu terbakar itu yah. saat itu....


****


#Flashback cerita rara#


Sore itu kebetulan waktu mau menjelang maghrib, tapi Rara masih asik bermain boneka barbie di halaman belakang rumahnya. lalu tiba-tiba muncul makhluk berbadan besar, dari sebuah pohon sawo yang tumbuh di pojok pagar belakang. dengan mewujud wanita menyeramkan, dengan kedua *********** yang besar dan bergelantungan di dadanya.


Sosok makhluk berwujud wanita tua dan banyak kerutan di sekitar wajahnya, mulai mendekati rara yang sedang duduk dan bermain di teras belakang rumahnya.


Makhluk itu langsung menarik tangan Rara dan membekap Rara kedalam dada besarnya. setelah itu makhluk wanita menyeramkan itu, membawa Rara ke sebuah pohon sawo yang rimbun. tapi ada sosok anak kecil perempuan langsung menghadang jalan makhluk itu.


"Lepaskan dia wa ombel.!! Jangan bawa dia, karena dia adalah teman manusia aku satu-satunya."cegah sosok arwah anak perempuan sambil membentangkan tangannya lebar di depan pohon sawo.

__ADS_1


"Hei... arwah bocil ingusan. suka-suka saya lah mau bawa siapa? lagian kamu gak bisa berteman dengan manusia, bertemanlah dengan sebangsamu saja."sergah makhluk yang mempunyai nama trend wewe gombel.


Setelah sosok anak perempuan itu, memohon dan menghiba kepada si wewe gombel. akhirnya rara di lepaskan juga dari dekapan payudara sang wewe gombel, sosok arwah anak kecil itu pun menyadarkan Rara dari pingsannya.


"Kamu ciapa? mahyuk menyeyamkan tadi temana?"tanya Rara sedikit ketakutan.


"Kamu tenang aja ya, gak usah takut lagi. soalnya makhluk menyeramkan itu sudah pergi jauh ko." oh ya, namaku saras. kamu siapa?"ucap sosok arwah anak perempuan itu sambil mengulurkan tangannya yang terlihat pucat dan dingin.


"Namaku Rara."balas Rara menjabat uluran tangan sosok arwah itu.


Akhirnya atas kejadian itu, rara pun mulai berteman dengan saras. karena saat itu bundanya mulai berubah sifatnya, sehingga membuat rara merasa kesepian. bahkan saras jugalah yang memberitahu kalau bundanya dulu, bukan bunda aslinya makanya berubah sifatnya.


Saras juga selalu menjaga Rara dari para makhluk tak kasat mata, yang berusaha mengganggu atau mau menculiknya. karena sebenarnya Rara itu anak indigo, tapi sayangnya kemampuan mata batinnya waktu itu belum terbuka semua.


Awalnya Rara tidak mengetahui kalau saras itu adalah sesosok arwah, tapi lama kelamaan rara akhirnya mengetahui juga tentang kenyataan saras, bahkan wujud asli saras yang menyeramkan.


Karena dulu saras adalah penghuni asli rumah yang rara tempati, setelah ibunya saras masuk rumah sakit jiwa. rumah itu terbengkalai tak terurus, akhirnya dijual oleh pamannya saras, yang ternyata bersahabat dengan ayahnya rara.


Saat itu ibunya saras sedang prustasi, karena di tinggalkan oleh ayahnya saras pergi bersama wanita lain. setelah kepergian ayahnya, ibunya saras mulai berubah sifat dan kelakuannya. setiap hari ibunya saras suka minum-minuman keras, bahkan mulai merokok.


Waktu itu kebetulan ayahnya saras pulang ke rumah, tapi bukan untuk kembali lagi ke ibunya. melainkan memberikan sebuah surat cerai mentalak ibunya. seketika ibunya saras langsung marah-marah gak jelas, setelah kepergian ayahnya.


Saat itu saras berniat mau menenangkan ibunya, tapi karena ibunya sedang kalut dan terpengaruh minuman keras. akhirnya saras malah menjadi korban. Kakinya dan tangannya di sundut roko yang sedang di hisapnya berkali-kali, lalu kedua mata saras di tinjunya juga. bukan itu saja kesadisan yang dilakukan oleh ibunya saras, kedua pipi lembut saras di gores pisau belati yang diambil nya dari lemari.


Saras pun menghiba dan menangis, meminta dilepaskan dari siksaan ibunya. karena ibunya sudah kesetanan, ibunya itu tak menghiraukan ratapan saras tadi. malah ibunya semakin sadis meluapkan ke kesalannya itu kepada saras, ibunya menyayatkan pisau belati yang dipegangnya itu ke leher saras. seketika darah pun langsung mengucur deras, dari leher saras yang terlihat menganga.


Saras pun langsung meregang nyawa di hadapan ibunya, melihat saras yang sudah tergeletak tak bernyawa dan bersimbah darah. ibunya langsung tersadar dan menangis, sambil meratapi kematian saras ditangannya sendiri.


Soalnya ibunya saras itu ternyata bukan ibu kandungnya, saras adalah anak dari suaminya. tapi saat suaminya selingkuh dan meninggalkan nya dengan wanita lain, saras malah ditinggalkan kepadanya. makanya ibunya itu melampiaskan kekesalannya kepada saras, karena saras kan darah daging dari suaminya.


Setelah kejadian itu ibunya saras gila, karena sudah membunuh anak yang ia sudah besarkan dari kecil. walaupun itu bukan anak kandungnya sendiri.


Sedangkan saras bergentayangan dirumahnya, rumah yang ditempati Rara.


****


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2