
Aku Tak Bisa Mengingatnya
****
"Yah! gimana, hasil ngerondanya selama satu minggu ini?" tanya istri ku sambil membawakan ku segelas susu hangat ke dalam kamar.
"Gak ada apa apa Bun, nihil." jawab ku sesekali menguap dan mengucek ngucek mata.
"Bangun gih yah, udah siang tau! emang hari ini ayah gak masuk kantor?" tanya istriku sembari duduk di samping ku dan mengelus punggung ku agar aku bangun dari pembaringan ku.
"Gak ah Bun, soalnya ngantuk banget! hari ini ayah kepengen libur dulu ah." kata ku sembari menarik selimut tebal ku kembali.
"Ya udah deh, kalau masih ngantuk mah! jadi ntar bunda aja yang ke kantor." balas istriku.
"Kok bunda yang kekantor sih! "cetus ku sambil menanggal kan selimut ku dan bersiap bangun.
"Ya! habis nya, ayah gak mau berangkat kerja sih! ya sudah jadi bunda saja yang berangkat kerja." kata istri ku sedikit kesal.
"Hehe! ya udah ayah bangun ni, mau mandi dulu terus baru berangkat kerja." ku langkah kan kaki dengan gontai menuju kamar mandi.
"Kan waktu itu udah bunda bilangin, gak usah sok-sokan ikut ngeronda segala yah. tapi ayah masih juga ngeyel, gini nih kalau gak pernah mau dengerin apa kata istri. kalau ayah gak kerja, terus siapa yang urus perusahaan?" oceh istri ku berteriak dari luar kamar.
Tuh kan radit! istrimu itu kalau udah marah serem banget, udah mirip kayak nenek lampir. "Huh, untung aja sayang." gumam ku sambil mengelus dada.
Selesai mandi, aku pun segera menuju ke meja makan. di sana istri ku, sudah menyediakan roti bakar dengan selai coklat kacang, serta teh hangat beraroma melati. OHH! sungguh harum dan membuat rileks diri ini.
Aku pun segera menyeruput teh hangat buatan istri ku yang rasanya nikmat sekali. tidak terlalu manis dan juga tidak hambar, pas mantap! aku menangkapkan jari telunjuk dan ibu jariku, lalu aku meletakan nya ke mulut ku, tanda bahwa rasa teh nya memang nikmat plus mantap.
"Yah, malam nanti masih mau ngelanjut ronda gak?" tanya istri ku sedikit terlihat masih kesal.
"Emm... kayak nya enggak ronda dulu deh bun. soalnya warga sudah sepakat buat berhenti ngeronda sementara. sebab gak ada hal yang ganjil dan juga aneh di temukan, selama satu minggu ronda bun." jawab ku panjang lebar.
"Bagus deh kalau gitu yah!"kata istri ku.
__ADS_1
"Emang kenapa Bun? apa bunda mau ikut ayah ngeronda ya? cie.. cie... yang gak bisa jauh-jauh dari ayah, kan kalau mau mesra mesraan bisa dirumah aja Bun. gak usah ikut ngeronda juga, malu tau kalau di nanti di liatin warga." kata ku sedikit menggoda kamaya.
"Ayah! apa-apaan sih, suka halu dan kepedean gitu deh, ah."sahut istri ku sambil menimpuk ku dengan lap meja yang di pegangnya.
"Bun, kok di tumpuk sih. mana bau banget lagi bun, ini lap nya." kata ku sambil menenteng lap meja yang sudah kotor itu.
"Haha, baru sebulan doang yah gak bunda cuci, gimana yah? nikmat bau nya." kata istriku terkekeh pelan sembari membereskan meja dan membawa piring-piring kotor ku ke dapur.
"Ntar sore pulang cepet ah, biar bisa sesekali bantuin kamaya masak. pasti romantis hihi." Gumam ku sambil cekikikan
****
Hari ini aku pulang lebih awal dari biasanya, saat itu aku langsung menuju ke dapur. ku lihat pintu mengarah ke dapur tak tertutup dengan rapat, mungkin kamaya lupa menguncinya.
aku pun berinisiatif untuk menjahili kamaya yang sedang memasak di sana. "sesekali kan" sambil ku tatap kecoa yang ada di tangan ku.
Baru saja aku membuka sedikit pintu ke dapur, ternyata kamaya sedang sibuk memasak. dengan dandang nya yang biasa jadi tempat bubur kamaya dan rara, serta masakan untuk ku ternyata sudah siap juga. mata ku kini mulai tertuju kepada istriku, aku pun seperti sedang terhipnotis dan tak bisa bergerak sama sekali.
ku lihat kamaya seperti memandangi sesuatu benda yang ada di tangan-nya, lidah nya terlihat beberapa kali menjulur dan menetes kan air liur nya yang terus saja berjatuhan.
Mata kamaya pun kini berubah menjadi merah menyala, perlahan rambutnya yang hitam pun mulai berubah menjadi putih. wajahnya yang cantik juga mulai berubah menjadi keriput dan tua renta. kini sosok istriku yang bak bidadari pun, mulai berubah menjadi sosok nenek nenek yang sangatlah menyeramkan wujudnya.
Mata ku pun di buatnya terbelalak, melihat pemandangan itu. lalu kamaya menggendong seorang bayi, iya bayi beserta dengan ari-arinya. bayi itu tidak mengeluarkan tangisan sedikit pun, seperti sudah tidak bernyawa gitu.
Perlahan kamaya mulai mengambil pisau, lalu mulai mencincang bayi itu beserta ari-arinya yang sudah dia pisah kan. lantas ari-ari itu di masak oleh kamaya seperti masakan biasa, contoh nya di buat steak dan rendang. sedang kan tubuh bayi itu, kamaya masukan kedalam bubur yang dia masak tadi. serta darah bayi yang masih mengucur itu pun, mulai kamaya tampung di dalam sebuah gelas plastik.
"Huuueeekk"
Perut ku terasa bergemuruh, ternyata yang aku makan selama ini adalah ari-ari bayi. dan yang kamaya makan bersama rara, adalah tubuh bayi yang sudah tak bernyawa (mati).
"Ini gila, benar benar sangat gila! ternyata istriku kamaya seorang psikopath." itu lah yang terlintas di fikiran ku saat melihatnya.
Saat itu aku tak sengaja mengeluar kan suara dan menjerit, terlihat kamaya menghentikan aktivitas nya. mata merah nya lalu mendelik tajam ke arah ku, kini kamaya sudah menyadari keberadaan ku. mata itu semakin menatap ku, dengan tajam dan menyeringai misterius.
__ADS_1
Kepala ku langsung terasa pusing, pandangan ku berubah gelap. serta tubuh ku terasa sangat ringan, lalu aku pun tak sadar kan diri.
"Ayah! ayah bangun." ucap kamaya sambil menepuk nepuk pipi ku pelan.
"Ahkk" ku pegang kepala ku yang masih terasa sakit, lalu aku berusaha mengingat apa yang telah terjadi pada ku. walau sudah sangat keras aku berfikir dan mengingat nya, tetap saja aku tidak mengingat apapun yang sudah terjadi.
"Ayah, kenapa Bun? Ahk! kepala ayah sangat pusing Bun." tanya ku kepada kamaya sambil mengingat-ingat apa yang sudah terjadi.
"Kata dokter! ayah kurang darah makanya ayah pingsan tadi." jawab istriku.
"Pingsan Bun?" tanya ku terkejut.
"Iya, yah coba ayah ingat ingat dulu. tadi ayah kenapa? soal nya pas bunda habis masak, bunda nemuin ayah sudah pingsan di depan pintu dapur." Ucap kamaya bercerita.
"Saat ini yang aku hanya ingat, bahwa tadi aku ingin menjahili kamaya dengan kecoa. sehabis itu aku tak ingat sama sekali, Ah mana mungkin kalau aku bilang kalau aku ingin menjahilinya. yang ada nanti kamaya bakalan marah lagi kepada ku." gumam ku di dalam hati
"Yah! ayah! tuh kan bengong lagi."kata kamaya sambil menepuk pelan pahaku.
"Eh, gak apa-apa ko Bun! kepala ayah cuman sedikit pusing dan sakit aja." kata ku
"Ya udah makan dulu gih yah, biar tambah tenaga jadi gak lemes dan gak pusing lagi.
tuh bunda juga udah masakin daging rendang dan steak kesukaan ayah. habis itu baru ayah minum obat, terus istirahat." ujar istriku.
Entah mengapa, rasanya ada yang aneh dan ganjil saja. namun aku tak bisa mengingat nya sedikit pun, apa yang barusan terjadi.
"Ah ya sudah lah lebih baik aku makan dulu saja." gumam ku sambil menuju meja makan.
****
Bersambung.....
Salam Manis dari Mas Radit....😘😘 jangan lupa like,vote and berikan coment positifnya.
__ADS_1