Rahasia Istriku Sayang (Ternyata Kuyang)

Rahasia Istriku Sayang (Ternyata Kuyang)
Cerita Bu Yanti


__ADS_3

Cerita Bu Yanti


Flashback sosok arwah tadi.....


"Siapa kamu! kenapa kamu menghadang jalan ku?"kata sosok tadi sebelum ia meninggal.


"Hey Yanti ku tersayang, apa kabar diri mu? ternyata kamu sama saja seperti dahulu ya, tidak ada yang berubah. masih tetap cantik dan agak sedikit galak."sahut laki-laki memakai penutup wajah sambil mencolek dagu bu yanti.


"Sebenarnya kau itu siapa! katakan saja jangan kau bertele-tele seperti itu. lalu apa tujuan mu menghadang jalan ku." tegas bu yanti.


Ya, sosok arwah wanita muda yang saat itu menangis tersedu-sedu di teras ruamah Rara, dengan bentuk tubuh menyeramkan, yang tadi datang menemui Rara untuk meminta tolong menyelamatkan anaknya bernama bu yanti.


"Aku adalah barda suami mu, yanti. apa kau sudah lupa dengan ku? ataukah kau memang sengaja ingin melupakan diriku."ujar laki-laki tadi lalu membuka penutup wajahnya.


"Bang barda! benarkah kalau kau itu bang barda suamiku."ucap bu yanti pelan.


"Iya, aku ini barda suami mu yanti."kata barda sambil mengusap pipi bu yanti.


"Bukan kah abang dulu jatuh ke dalam jurang, saat di kejar-kejar oleh para warga."balas yanti tak percaya sambil mundur kebelakang.


"Maksud mu aku sudah mati gitu?" tanya barda dan bu yanti pun hanya mengangguk pelan.


"Buktinya aku masih ada disini, berdiri disini, di hadapan mu dalam keadaan sehat." ujar barda dengan senyuman menyeringai.


"Tapi mana mungkin bisa, kalau seseorang jatuh ke dalam jurang tapi masih hidup dan selamat." kata bu yanti yang masih agak takut dengan kemunculan suaminya yang tiba-tiba.


"Sudahlah tak usah kau fikirkan itu lagi! lagi pula apakah kau sudah lupa, kalau aku ini orang yang sakti mandraguna. jadi mana mungkinlah aku bisa mati konyol begitu saja. sekarang aku mau tanya gimana keadaan anak kita yan? pasti sekarang dia sudah besar kan?"tanya barda.

__ADS_1


"Sudah bang, mala sekarang sudah besar dan menjadi anak gadis yang cantik."jawab bu yanti.


Sebenarnya perasaan bu yanti saat ini, sangat tidak enak dan takut sekali akan kedatangan suaminya itu. soalnya suaminya itu dulunya adalah seorang dukun santet yang terkenal jahat dan sadis, banyak sekali orang dan warga sekitarnya, yang sudah jadi korbannya akibat ilmu hitam yang dianutnya. bahkan barda juga telah bersekutu dengan iblis, agar dia menjadi orang sakti mandraguna dan kaya raya.


Sehingga waktu itu ada suatu kejadian tragis di desa mereka, yang melibatkan satu keluarga meninggal dunia dengan cara mengenaskan, dengan kondisi perut membesar dan meletus sampai semua isinya terburai keluar.


Para warga pun langsung menuduh barda lah penyebab semua itu, sehingga membuat satu keluarga itu meninggal dunia dengan cara yang sangat mengenaskan. karena sebelumnya, ada beberapa warga desa pernah melihatnya. kalau barda pernah bersiteru dengan salah satu anggota keluarga itu, sebelum mereka semua di temukan meninggal di rumahnya, karena mempermasalahkan perkebunan sawit yang dikelola barda dan perkebunan keluarga itu.


Barda pun dihakimi dan hendak di rajang oleh semua warga desa, soalnya warga desa geram atas perbuatannya. karena banyak warga desa yang mati secara mengenaskan juga, bahkan banyak wanita hamil dan bayi yang baru lahir menghilang dibawa makhluk kepala. itu semua terjadi disaat barda kembali lagi ke desa, setelah dulu dia pergi lama sekali tak kembali. dan kini dia kembali, mendadak barda menjadi kaya raya dan orang yang sakti mandraguna.


Untung saja posisi barda saat di bawa oleh para warga, dia sudah kehilangan semua ilmu dan kesaktiannya. makanya saat barda di serbu oleh para warga, dia tidak bisa berbuat apa-apa dan hanya diam saja. itu semua bisa terjadi, akibat barda sudah melanggar pantangannya, yaitu bersetubuh dengan istrinya sendiri.


Soalnya semenjak barda pergi dan menghilang lama tak kembali ke rumahnya. mendadak dia pulang ke rumahnya mempunyai kesaktian dan kekayaan yang melimpah. mulai saat itulah dia sama sekali tidak pernah menyentuh istrinya walau hanya dengan mencoleknya sedikit pun.


Sebenarnya saat itu yanti sangat bersedih dan selalu bertanya-tanya, kenapa suaminya itu bisa berubah menjadi dingin seperti itu. padahal dulunya itu barda adalah seorang suami yang romantis dan perhatian, malahan barda itu adalah tipe lelaki yang hiperseksual. hampir setiap hari ia selalu menyetubuhi yanti, tapi walaupun begitu barda hanya melakukan hubungan **** itu dengan istrinya saja. dia tidak pernah tertarik dengan wanita lainnya.


Yanti pun berusaha menggoda barda, agar dia bisa terpancing untuk melakukan hubungan badan lagi dengan yanti. akhirnya barda pun terpancing dan melakukan hubungan badan lagi dengan yanti. setelah itu barda pun kehilangan semua ilmu dan kesaktiannya, lalu para warga langsung menyeretnya bersama-sama untuk di arak keliling desa dan di bawa ke lapangan. untuk merajangnya bersama-sama mempertanggung jawabkan semua perbuatan jahat yang telah dia lakukan.


Namun saat di tengah-tengah perjalanan, barda bisa melepaskan diri dan langsung berlari. para warga pun segera mengejarnya, tapi sayangnya barda malah terjatuh ke dalam jurang. setelah kejadian itu, yanti pun pergi dari desanya karena warga, telah mengambil semua harta barda untuk mengganti rugi atas perbuatannya.


Makanya yanti tinggal menyendiri bersama kedua anaknya di dalam hutan, karena saat itu hanya gubuk tua itulah yang ia temukan untuk tempat berteduhnya. pada saat itu yanti hanya mempunyai satu orang anak saja, tapi selang beberapa minggu kemudian, yanti merasakan kalau dirinya itu tengah hamil. ternyata benar dugaannya, kalau yanti hamil anaknya barda.


***


Barda pun meminta kepada yanti agar mau mengantar dirinya untuk bertemu dengan anaknya. yanti pun akhirnya kembali lagi ke rumahnya, walaupun awalnya dia merasa berat hati mengantarkan barda menemui anaknya.


"Ibu ko kembali lagi! memangnya ibu gak jadi ke kampung sebelah, membeli stok bahan makanan kita yang sudah mau habis."tanya mala anak bu yanti yang paling besar.

__ADS_1


"Mala! ternyata kamu sudah besar dan menjadi gadis yang cantik. ini bapak nak! sini nak, bapak sudah kangen sekali sama kamu." ucap barda sambil merentangkan kedua tangannya.


"Ibu, dia siapa? ko dia bilang begitu, kalau dia adalah bapaknya mala. bukannya kata ibu bapak mala dulu sudah meninggal dunia ya bu. kalau begitu dia itu siapa bu? mala takut sekali bu, wajahnya sangat menakutkan."tanya mala kembali sambil memeluk ibunya.


Ternyata mala anaknya barda yang dulu masih berusia lima tahun, saat barda jatuh ke dalam jurang dan dinyatakan meninggal oleh warga. kini mala sudah besar dan berubah menjadi gadis cantik yang berusia tiga belas tahun. soalnya barda sudah pergi selama delapan tahun lamanya, makanya sekarang mala sudah tidak mengenali barda lagi sebagai bapaknya.


Saat itu madi adiknya mala, dia baru saja kembali dari sumur belakang rumahnya, sehabis menuntaskan hajat besarnya. tiba-tiba saja madi terkejut dan menangis kala melihat barda ada disana, soalnya ia ketakutan kala melihat penampilan barda. soalnya pakaian serta dandanan yang di pakai oleh badra begitu sangat menyeramkan. saat itu ia mengenakan pakaian serba hitam, serta kedua matanya pun menghitam, ditambah barda juga memakai kalung seperti sebuah jari-jari tangan dan kaki.


"Ibu ada setan...!! madi takut sekali bu."tunjuk madi ke arah barda sambil menangis dan ikut-ikutan mala memeluk ibunya.


"Lancang sekali mulut mu berbicara seperti itu kepada ku! malah mengatai aku setan lagi! dasar bocah tengik gak punya sopan santun. sini kau! akan aku robek-robek mulut mu yang kurang ajar itu."maki barda dan hendak menarik madi namun bu yanti segera mencegahnya.


"Jangan bang! kasihani dia, madi itu masih anak kecil dan tak tau apa-apa. kalau abang berani menyakitinya, berati abang telah menyakiti diri abang sendiri. karena dia itu adalah darah daging abang."mohon bu yanti.


"Jangan kau mengada-ada yanti! anak ku itu cuma satu, yaitu mala seorang. kalau dia bukan anak ku, atau jangan-jangan kau itu sudah berselingkuh dariku dan menikah dengan laki-laki lain. lalu anak ini, hasil dari perbuatan mu."bentak barda dengan mata yang melotot.


"Sumpah demi tuhan bang! madi ini anak abang, darah daging abang."jelas bu yanti dengan lelehan butiran bening yang berjatuhan.


"Gak! aku itu gak pernah merasa mempunyai anak seperti dia, anak ku itu cuma mala." tegas barda sambil menggebrak pintu.


"Apakah abang sudah lupa, kejadian delapan tahun yang lalu. saat sebelum warga desa mau menghakimi abang. kalau sebelumnya kita itu sempat melakukan hubungan suami isteri. lalu sebulan kemudian setelah abang jatuh ke dalam jurang dan dinyatakan meninggal, aku malah hamil bang. hamil anak abang. yaitu anak ini bang namanya madi, sekarang dia sudah berusia delapan tahun bang."papar bu yanti sambil menggandeng madi.


"Aku gak percaya! mana mungkin aku cuma melakukannya sekali tapi kau langsung hamil. apalagi menurut keterangan dokter dulu, kau itu peranakannya jauh jadi kau itu susah hamil. bahkan dulu saja, kau itu baru bisa memberikan aku keturunan saat pernikahan kita sudah menginjak lima tahun. jadi mana mungkin dia itu anak ku! mungkin saja kau itu berselingkuh dariku atau kau malah menikah lagi, karena kau menyangka diriku itu sudah mati kan!


"Dasar memang kau wanita murahan, wanita gak setia. lebih baik kau mati saja, bersama dengan anak hasil selingkuhan mu itu." hardik barda dan langsung menyambitkan goloknya ke tubuh yanti dan madi.


Namun sayangnya, ternyata goloknya itu sama sekali tidak mengenai tubuh yanti dan madi. tapi golok itu malah mengenai perut mala yang kala itu menghadang serangan golok bapaknya, kepada ibu dan adiknya. tubuh mala yang kecil pun langsung tergeletak ke tanah dengan darah yang terus keluar dari perutnya yang robek.

__ADS_1


"Mala!" teriak bu yanti.


__ADS_2