
Menolong Madi 2
☀️
☀️
☀️
"Ra! akhirnya kamu sadar juga, aku khawatir tau sama kamu."kata saras seraya memeluk Rara.
"Aku gak papa ko ras, makasih ya udah mau bantuin aku."balas Rara memeluk Saras.
"Ka Rara, maafin madi ya. soalnya tadi madi sempat ngelukain kening kaka, udah gitu madi gak percaya sama omongan kaka lagi. "timpal madi dengan wajah tertunduk sedih.
"Gak papa ko madi. lagi pula seandainya tadi aku yang berada di posisi mu aku juga bakal ngelakuin itu ko."kata Rara menepuk pundak madi pelan.
"Sekarang madi ikut dengan kaka ya, karena kalau madi masih ada disini sangat tidak aman. takutnya ayah tiri mu yang katanya jahat itu, nanti bisa menemukan kamu disini."kata Rara lagi mencoba mengajak madi.
"Iya deh ka. madi akan ikut dengan ka Rara, seperti apa yang dibilang ibu tadi."balas madi.
****
"Ra, Rara..... sayang! kamu dimana nak?"teriak radit sambil mencari ke sekitar ruangan.
Radit pun mulai panik, karena ia tak mendapati anaknya berada di dalam gubug tersebut. padahal kan tadi Radit melihat rara masuk ke dalam sana, tapi anehnya ko bisa menghilang begitu saja. Radit pun mulai berlarian kesana kemari sambil mengecek setiap ruangan yang ada di dalam gubug tersebut. serta ke luar gubug pun tak luput ia telusuri, tapi nyatanya Rara tak juga di ketemukan olehnya.
"Hu..uu..uu, Rara sayang kamu dimana sih nak? jangan bikin ayah panik begini dong! asal kamu tau, ayah tuh takut banget kehilangan kamu. soalnya bunda kamu aja dulu pergi dari ayah, masa sekarang kamu mau pergi dari ayah juga. kalau kamu kenapa-napa ayah bisa gila tau." rengek Radit sambil kakinya di kepak-kepakan di tanah seperti anak kecil yang lagi nangis.
__ADS_1
"Pak Radit sudah! jangan seperti ini ah, kaya anak kecil aja tau. aku yakin Rara gak akan kenapa-kenapa ko, lagian Rara itu kan anaknya pintar, cerdik sudah gitu punya teman arwah. jadi, Rara pasti akan baik-baik saja. percaya deh sama aku."rayu kinan lalu merangkul pundak Radit dengan menampilkan senyum manisnya.
"Aduh kinan! udah aku bilang jangan senyum di depan aku, ini malah sengaja senyum lagi. udah gitu pake acara ngerangkul segala, bikin hati aku cenat cenut aja."batin radit.
Senyuman kinan pun semakin mengembang di tujukan kepada Radit, sehingga membuat Radit menjadi terpesona dengan senyuman kinan. disaat mereka saling pandang-pandangan Rara mendadak datang mengagetkan keduanya.
"Ayah! tante kinan! kalian berdua ngapain pake duduk di tanah segala. udah gitu pake acara bucin-bucinan lagi, ada anak kecil tau! sungguh tontonan yang gak bagus."oceh Rara sambil bertolak pinggang dengan bibir di manyunkan.
"Rara! "pekik Radit langsung memeluk Rara.
"Apa-apaan sih yah, lebay banget deh ah."grutu Rara melepaskan pelukan Radit.
"Kamu mah Ra, orang ayah lagi khawatir sama kamu, ini malah di bilang lebay."kata Radit.
"Emang tadi kamu kemana sih? ayah tuh tadi cariin kamu kemana-mana tau, tapi gak ketemu juga. padahal kan ayah liat tadi kamu masuk ke dalam gubug itu. eh giliran ayah masuk kamu malah gak ada, ya ayah jadi panik dong. soalnya anak ayah satu-satunya malah hilang." kata Radit lagi berkata sambil bergaya.
"Aku tuh tadi ke ruangan bawah tanah yah, ruangan bekas peninggalan jaman belanda. buat menolong madi biar bisa keluar dari sini."balas Rara sambil merangkul madi.
"Ayah! disana tuh ada banyak arwah yang gentayangan loh, emangnya ayah berani."bisik Rara pelan di telinga Radit.
"Arwah gentayangan! Iiihhh, gak jadi deh Ra lain kali aja. hari ini ayah gak bersemangat, lebih baik kita segera pulang aja."ucap Radit.
"Yakin nih gak mau cari harta Karun."ledek Rara.
"Gak lah, lagian hari juga udah mulai sore. nanti kita malah kemaleman disini lagi, kalau gak buru-buru pulang."ujar Radit.
Sebenernya nyali Radit tuh Cemen kalau udah denger yang namanya arwah, makanya pas Rara bilang ada arwah nyali dia langsung ciut dan berpura-pura untuk segera pulang.
__ADS_1
Akhirnya mereka pun segera meninggalkan gubug atau rumahnya bu yanti. soalnya benar apa yang dikatakan Radit tadi, waktu sudah mulai sore. kalau mereka gak buru-buru pulang mereka akan kemalaman di hutan itu.
****
"Sanghiyang agung Nyi Lasmini sang ratu kuyang penguasa alam kegelapan yang abadi. datanglah....!! datanglah.... !! barda abdi setia mu sedang memanggil dirimu dan telah menunggu kedatanganmu. "kata barda sambil ia membakar dupa-dupa dan menebarkan kembang tujuh rupa di dalam ruangan.
Barda pun terus saja berkomat-kamit sambil merafal mantra, serta ia mulai menyalahkan lilin-lilin kecil di dalam sebuah ruangan kamar. dia pun menebarkan bunga juga di atas ranjang besi yang ditutupi oleh kelambu. aroma dupa pun serta semerbak wangi bunga-bunga tercium menyengat di dalam ruangan kamar.
Tiba-tiba saja jendela kamar mendadak terbuka sendiri dengan begitu kencang, lalu ada sebuah pusara angin yang besar mulai masuk ke dalam kamarnya barda. pusara itu pun membentuk sesosok wanita yang sangat cantik berpakaian seperti seorang ratu. namun pakaian yang saat itu dikenakan olehnya, agak sedikit transparan dan terbuka di bagian dada dan pahanya. soalnya ratu tersebut dengan sengaja mengangkat satu kakinya ke atas ranjang besi, makanya pahanya yang mulus menjadi terlihat.
Barda pun langsung menghampiri wanita tersebut, ia pun berlutut dibawah kaki wanita itu lalu menciumi kakinya. karena barda tak tahan melihat kemolekan tubuh wanita itu, barda pun langsung menerkamnya seperti singa yang sedang kelaparan. mulai dari leher wanita itu tak luput ia jamah dengan lidah liarnya, tak hanya berhenti disitu saja. perlahan barda mendaratkan lidahnya di mulut sang wanita dan lidahnya mulai menari-nari di dalam sana. dikecupnya juga bibir seksi wanita itu berkali-kali dengan sangat buas dan liar sekali.
Si wanita cantik itu pun hanya diam saja seperti posisinya semula, walaupun saat itu ia sedang di jamah oleh barda. disaat lidah dan tangan barda mulai menjalar liar ke bagian dada si wanita. tiba-tiba wanita itu berteriak kencang.
"Cukup! hentikan nafsu binatang mu itu barda! aku datang kesini itu bukan untuk melayani mu. tapi aku justru mempunyai tugas untuk mu." bentak sang wanita tadi.
"Kenapa kau menjadi seperti itu Nyai? bukanya dari dahulu kalau ku panggil kau datang ke sini, kita pasti akan bercinta. tapi kenapa sekarang kau malah menolak ku, kemarin kan aku sudah mempersembahkan darah perawan kepadamu, jadi sekarang aku meminta imbalan ku."tegas barda sambil bertolak pinggang.
"Itu dulu saat kau masih muda. kalau sekarang kau itu sudah tua dan letoy barda, aku sudah tidak bernafsu lagi bercinta denganmu. sekarang aku sudah mendapatkan lelaki muda yang akan aku jadikan suami untuk selamanya. hahahah."sahut NYI Lasmini.
"Sungguh kejam bahasa mu NYI, setelah apa yang sudah kita lakukan selama ini. aku sudah lama sekali mengabdi denganmu dan menuruti semua keinginan mu. tapi sekarang kau malah mau membuang aku begitu saja, setelah kau menemukan laki-laki yang masih muda."ujar barda sambil mengelilingi NYI Lasmini.
"Kau itu hanya budak ku barda! jadi kalau aku sudah bilang tidak mau, kau harus terima. lagi pula selama kau mengabdi denganku, aku juga sudah memberikan mu banyak kenikmatan. selain kau bisa menikmati seluruh tubuhku, kau juga menikmati harta dan ilmu yang sudah aku berikan kepada mu. jadi kau harus ingat itu!" tegas NYI Lasmini menunjuk barda.
"Asal kau tau juga NYI, aku juga selalu menuruti apa mau mu. aku selalu mencarikan bayi, anak perawan untuk ku persembahkan padamu. jadi kita itu sama-sama membutuhkan."sahut barda.
"Jangan kau menceramahi apalagi mengaturku barda!" teriak NYI Lasmini berubah ke wujud aslinya, yaitu sosok kuyang menyeramkan.
__ADS_1
"Aku mau kau cari anak laki-laki untuk ritual ku di malam purnama ke sembilan nanti, kalau kau tak berhasil kepalamu akan kujadikan makanan algojo ku. hahahaha"ucap NYI Lasmini dan langsung menghilang dari hadapan barda.
Ternyata dulunya itu pas barda pamit pergi bertapa dan pulang-pulang dia menjadi kaya raya mempunyai banyak harta dan kekayaan yang melimpah, ternyata itu semua berasal dari NYI Lasmini. barda bersekutu dengan NYI Lasmini, bahkan saat barda sudah tidak pernah menyentuh atau menjamah istrinya lagi itu semua karena perintah dan syarat dari NYI Lasmini. agar barda hanya boleh bercinta dengan dirinya saja, kalau dia bercinta dengan istrinya lagi ilmunya otomatis langsung lenyap.