Rahasia Istriku Sayang (Ternyata Kuyang)

Rahasia Istriku Sayang (Ternyata Kuyang)
Tubuh Kinan Bau


__ADS_3

Tubuh Kinan Bau


🍁


🍁


🍁


"Bagus kinan, akhirnya kau kini datang juga kepadaku." ujar sosok makhluk menyeramkan hanya berupa kepala beserta organ dalamnya saja yang bergelayutan di bawah lehernya.


Sosok makhluk kepala yang selalu membawa organ dalam tubuhnya saja atau biasa di kenal dengan sebutan KUYANG. kini makhluk itu mulai mendekat ke arah kinan yang sedari tadi hanya diam dan mematung ditempatnya saja. makhluk itu menjulurkan lidahnya yang panjang dan juga berlendir hijau ke dalam mulut kinan, lidah berlendir itu mulai mengorek-ngorek mulut kinan lalu tembus ke kerongkongannya.


Kinan pun menjadi terbatuk-batuk bahkan ia sampai muntah-muntah, setelah lidah panjang dan juga berlendir milik kuyang menyeramkan itu keluar dari dalam mulut kinan.


"Aku tak akan membiarkan pengikut ku lepas begitu saja kinan, lihat saja apa yang nanti akan terjadi kepada mu. hahahaha!!" ujar sosok kuyang itu lalu pergi menghilang.


Setelah sosok kuyang itu pergi, kinan pun terjatuh ke tanah di belakang rumah Radit.


****


"Aduh pengen pipis banget, tapi aku males bangun."gumam Rara sambil mengapit kedua pahanya menahan rasa kebeletnya.


Dengan terpaksa akhirnya Rara pun keluar juga dari kamarnya menuju ke kamar mandi. dengan langkah gontai Rara pun berjalan, namun belum saja ia sampai di kamar mandi. Rara malah melihat pintu kamar kinan terbuka, lalu pintu belakang rumahnya juga ikut terbuka. Rara pun melupakan rasa ingin buang air kecilnya, ia malah berlari mengecek ke dalam kamar kinan.


"Tante... tante kinan?" ucap Rara celingukan di dalam kamar kinan.


Ternyata kinan gak ada di dalam kamarnya, setelah Rara mencari-cari disana. kini Rara pun berlari ke pintu belakang rumahnya, ternyata kinan berada disana. posisinya tengah tertidur di bawah sebuah pohon dengan bajunya yang basah berlumuran muntahan, juga terdapat lendir-lendir hijau yang berbau menyengat.


Rara pun sempat mau muntah karena mual gak kuat mencium aroma tersebut, akhirnya Rara pun berteriak-teriak memanggil ayahnya.


"Ayah... ayah... bangun yah. itu tante kinan pingsan di belakang rumah."teriak Rara sambil mengguncangkan tubuh Radit.


"Aduh Ra, berisik banget sih! ayah kan masih ngantuk tau. kalau kamu mau ke sekolah berangkat sendiri aja ya, soalnya hari ini ayah pengen tidur seharian."kata Radit menarik selimutnya hingga menutupi kepalanya.


"Ayah bangun iiihhh!! aku tuh bukan mau ke sekolah tau, lagian juga masih malem tuh baru juga jam dua."balas Rara langsung membuka selimut Radit secara paksa.

__ADS_1


"Terus kamu mau apa?"tanya Radit melihat rara dengan mata yang disipitkan.


"Tante kinan pingsan di halaman belakang yah." teriak Rara ditelinga Radit.


"Apa kinan pingsan? ko bisa!" pekik radit yang langsung duduk.


Akhirnya Radit dan Rara pun segera menuju ke halaman belakang rumahnya untuk menyadarkan kinan yang tengah pingsan.


"Owek...!! abis makan ****** tikus kali ni orang, bau banget badannya."grutu radit sambil menutup hidungnya.


"Bukan dibangunin tante kinanya, ini malah dikata-katain lagi. awas ya nanti Rara aduin loh kalau tante kinan udah sadar."ancam Rara.


"Jangan dong Ra, nanti tante kinan gak mau lagi sama ayah. lagian emang bener ko tante kinan bau kan? tuh buktinya kamu juga tutup hidung." balas Radit.


"Iya sih yah beneran bau."ujar Rara.


Dengan terpaksa Radit pun membangunkan kinan, walau kenyataannya ia merasa jijik dan mual sekali melihat kondisi kinan saat itu. tanpa menunggu waktu lama akhirnya kinan pun bangun juga dari pingsannya.


"Owek.... bau banget! owek... owek....!!" ujar kinan saat tersadar dari pingsannya.


Namun anehnya bau di seluruh tubuh dan juga mulutnya tetap tak mau hilang juga, padahal kinan sudah menghabiskan satu botol sabun cair dan satu buah odol. kinan pun merasa kebingungan dan sedih, sebenarnya apa yang telah terjadi kepada dirinya sehingga seluruh tubuhnya menjadi bau seperti sekarang ini.


Dikarenakan kinan tak kunjung juga keluar dari dalam kamar mandi, Radit pun cemas dan takut kalau kinan kenapa-kenapa. Radit pun memutuskan mengetuk pintu kamar mandi untuk memastikan keadaan kinan.


"Kinan kamu gak papa kan? jangan lama-lama di kamar mandinya, nanti kamu bisa masuk angin, soalnya ini masih malam."kata Radit.


"Iya tante kinan cepetan keluar dong, lagian Rara udah kebelet banget nih. soalnya dari tadi nahan pipis." timpal Rara sambil memegangi pahanya yang kini diapitnya.


"Saya gak mau keluar, soalnya sekarang tubuh saya bau sekali. saya takut pak Radit dan Rara nanti jijik kalau berdekatan dengan saya." sahut kinan dari dalam kamar mandi.


"Kalau Rara udah kebelet pipis ke kamar mandi ayah saja sana." titah Radit.


"Oh iya kan ada kamar mandi ayah, kenapa gak dari tadi sih." kata Rara lalu berlari.


"Memangnya apa yang sudah terjadi kinan, ko kamu tadi pingsan disana dan jadi kaya begitu." kata Radit dari luar kamar mandi.

__ADS_1


"Saya juga gak tau pak radit, saat saya tersadar saya mencium aroma tubuh saya sendiri jadi aneh begini, saya juga merasa jijik dengan diri saya sendiri." balas kinan sambil menangis di bawah cipratan air yang keluar dari shower.


"Sudahlah kinan kamu keluar ya, saya khawatir banget sama kamu tau. lagi pula saya dan Rara gak pernah jijik ko sama kamu. besok pagi saya akan antar kamu ke rumah sakit, biar kamu di periksa dan diobati oleh dokter disana." ujar Radit menempelkan telinganya di daun pintu.


Namun Radit langsung terjerembab ke dalam kamar mandi, dengan posisi jatuh menyamping saat kinan membuka pintu kamar mandinya.


"Aduh kinan.... kalau tadi mau keluar itu bilang dulu ke, apa kasih aba-aba gitu. jadi saya gak sampai jatuh begini kan."grutu radit sambil memegangi tangannya yang sakit.


"Maaf ya pak Radit, lagian pak Radit ngapain nempel di depan pintu segala." kata kinan seraya mengusap tangan Radit yang sakit.


"Ta.. tadi soalnya. sudahlah kamu cepat ganti baju ke kamar, nanti malah masuk angin lagi." khilah Radit dan kinan pun menurut.


Keesokan paginya saat Rara dan juga madi hendak mandi, ternyata sabun dan odolnya tinggal wadahnya saja isinya sudah tidak ada. alhasil pagi-pagi sekali sudah heboh dengan hilangnya sabun dan odol, padahal kan semalam kinan yang sudah menghabiskannya.


****


Setelah selesai mandi dan juga sarapan, rara pun bersiap-siap untuk berangkat ke sekolah. seperti biasanya kalau Rara tidak di antar oleh ayahnya, ia selalu menggunakan ojek online. soalnya pagi ini Radit hendak mengantar kinan ke rumah sakit untuk mengobati penyakit kinan yang aneh, secara tiba-tiba saja tubuhnya kinan mendadak jadi bau sekali. makanya Radit tidak bisa mengantarkan Rara ke sekolahnya.


Lagi pula Rara kini juga sudah beranjak dewasa, Radit juga sudah mulai mengizinkan Rara pergi ke sekolah sendiri, kemana-mana juga boleh sendiri, asalkan ia bisa menjaga diri. lagi pula Radit juga agak sedikit lega, soalnya Rara juga kan punya teman arwah yang selalu menjaga dirinya dimana pun Rara berada.


Ting... Tong.... Ting.... Tong.....


Terdengar bunyi bel rumah Radit berulang kali di pencet dari luar oleh seseorang, mbak emi pembantu rumah tangga Radit pun segera membukakan pintu rumah tanpa melihat dulu siapa orang yang datang ke rumah Radit.


Namun saat mbak emi baru saja membuka pintu rumahnya separuh, orang itu langsung menerobos masuk dan membekap mulut mbak emi dengan sebuah sapu tangan. sehingga mbak emi pun langsung pingsan dan tergeletak di dekat kursi tamu, orang itu langsung masuk ke dalam kamar madi dan membekap madi.


Madi pun juga ikutan pingsan, setelah itu madi langsung di bawa pergi oleh orang tadi.


****


Jangan lupa Vote, Like, komentar serunya serta favoritnya....👌👌


IG: amey_fitriya8


YouTube: Amey Fitriya

__ADS_1


__ADS_2