
Menginap Di Hotel
Happy... Happy Reading....🤗🤗🤗
****
"Hay rara sayang, gimana? ayah mu yang baik hati dan juga tampan ini, gak telat jemput kan." panggil radit saat rara berjalan di hadapan nya.
Kebetulan saat radit sampai di kawasan hutan lindung, tempat rara sedang melaksanakan tugas penelitian. eh ternyata rara masih belum juga selesai dengan pelajarannya, jadi radit harus menunggu dulu sekitar setengah jaman.
"Iya sih, emang gak telat ayah jemput nya. tapi kenapa ayah pakai sepatu dan sendal beda toko gitu sih! buruan copot-copot! ayah bikin rara malu aja ih. tuh kan temen-temen rara pada ngeliatin dan ngetawain, ayah sih."grutu rara dengan bibirnya yang dimonyongkan dan kedua tangannya dilipat didepan dadanya.
"Lah ko bisa ya, ayah pakai sandal sebelah sepatu sebelah begitu."kata radit terkejut.
Saat ia melihat kedua kakinya ternyata benar, radit malah memakai alas kaki yang berbeda. kaki kanannya memakai sepatu pantopel hitam dan kaos kaki, sedangkan kaki kirinya memakai sandal jepit merek swalao warna hijau.
"Dasar aneh ih ayah! orang ayah yang pake ko, eh ayah yang malah kebingungan sendiri. udah ah, hayo lah kita pulang. soalnya rara capek banget nih, pengen cepet rebahan."ajak rara yang duluan langsung masuk ke dalam mobil.
"Ko bisa ya, aku ini pakai sepatu dan sendal secara bersamaan begini."gumam radit sambil ia mencoba mengingat-ingat dan berjalan lalu segera masuk ke dalam mobilnya.
"Oh iya, ayah baru ingat Ra!" seru radit reflek memukul kemudinya hingga mengenai klakson mobilnya. alhasil membuat rara tersentak dan terbangun dari tidurnya yang belum pulas karena mendengar suara klakson yang sangat keras sekali memekakkan telinga.
"Iiiihhh, apaan sih ayah, ngagetin rara aja tau! tadi kan rara baru aja merem, gara-gara ayah bunyiin klakson kenceng rara jadi kaget nih. jadi gatot deh bobonya."pekik rara yang langsung mencubit pinggang radit.
__ADS_1
"Ma.. maaf Ra, ayah tadi refleks! soalnya ayah baru inget kenapa ayah bisa pakai alas kaki dua toko begini." balas radit seraya mengerutkan keningnya dan menggaruk kepalanya.
"Memang apa sebabnya, sampai ayah bisa jadi kaya begitu?"tanya rara antusias.
"Tadi itu pas di kantor, ayah kan habis shalat Dzuhur dulu ke masjid. makanya sepatunya ayah lepas dan ayah ganti pakai sendal jepit, tapi pas ayah sudah selesai shalat. baru saja ayah pake sepatu sebelah, eh inces ayah telfon. makanya ayah langsung buru-buru pergi deh, eh sampai kelupaan ternyata ayah pakai alas kaki yang salah, beda toko lagi." jelas radit sambil nyengir kuda.
"Masa sih, ayah itu buru-buru karena mau jemput rara doang. bukannya ayah itu pergi buru-buru karena ingin menghindar dari kejaran tante Kinan kan."goda rara.
DEGG! "ko rara bisa tau sih." batin radit.
"Ya rara taulah ayah. soalnya kan ada saras yang selalu ngasih tau rara, jadi kalau ayah macem-macem jangan harap ya." ancam rara.
Sebenarnya saat radit menjelaskan kepada rara, perihal ia bisa sampai salah pakai alas kaki. saras sosok arwah yang selalu saja mengikuti rara kemanapun dia pergi, memberitahunya. kalau ayah nya itu bisa sampai salah pakai alas kaki, karena ketakutan di kejar-kejar oleh Kinan, sosok perempuan cantik tapi memiliki jiwa ganda yang sangatlah menyeramkan.
"Ko ngancem gitu sih, emang ayah mau di apain kalau macem-macem? memang saras teman mu itu seorang peramal atau cenayang, jadi bisa tau apa yang ayah lakukan dan apa yang ada di fikiran ayah?" kata radit bertanya.
Ekspresi wajah radit pun seketika nampak berubah menjadi pucat dan berkeringat, seperti kaya orang yang sedang dilanda ketakutan begitu. saat mendengar celotehan rara tentang arwah dan akan dikurung di alam para arwah, padahal kan rara cuma bercanda saja.
"Jangan gitu dong sayang, masa sama ayahnya sendiri tega begitu sih." balas radit.
"Makanya ayah kenalan dulu yuk sama saras. biar nanti ayah bisa di jagain dari kejaran NYI Lasmini, atau ayah bisa dikasih tau oleh saras gimana caranya menghabisi NYI Lasmini." ujar rara sambil ia menarik tangan radit.
"Apa! teman arwah rara itu bisa tau tentang NYI Lasmini juga. berarti memang benar ya, kalau saras itu adalah arwah penasaran yang sangat sakti dan bisa membantu ku suatu hari nanti. seperti apa yang di katakan kamaya waktu itu, agar aku meminta bantuan kepada teman rara untuk menghabisi si ratu kuyang itu."batin radit sambil kepalanya manggut-manggut.
__ADS_1
"Ayah! kenapa sih malah manggut-manggut begitu, sebenarnya mau kenalan gak nih sama saras. kalau gak, ya udah hayo ih kita berangkat, ngapain sih dari tadi masih diam aja disini." ujar rara sambil menepuk pundak ku, sehingga menyadarkan aku dari lamunan.
"I..iiyaa princez rara yang cerewet, yuk kita let's go. kalau kenalan nya nanti aja deh, kalau ayah sudah kuat. yuk berangkat...."balas radit yang langsung melajukan mobilnya.
Malam ini radit memutuskan untuk menginap sementara di hotel, soalnya ia masih merasa takut kalau kinan beneran datang ke rumahnya. awalnya sih rara menolak tegas ajakan radit untuk menginap di hotel malam ini, soalnya rara merasa gak betah dan gak nyaman kalau tidur bukan di kamarnya sendiri, tapi karena permemohon ala radit yang lebay dan alay sambil merayu, akhirnya rara pun luluh juga.
****
TILULILULIT.... TILULILULIT....
Telefon genggam radit beberapa kali berbunyi, namun karena ia sangat mengantuk jadi tak di hiraukan nya suara nada dering telepon nya yang terdengar semakin nyaring dan berulang.
"Hadeuh...! siapa sih ah, malam-malam begini telefon." gerutu radit kesal dan akhirnya di angkat juga panggilan telepon itu, karena ia merasa terganggu sekali dengan suaranya.
"Hallo radit sayang....Mmmuaach! kamu pergi kemana sih ganteng, aku cari-cari kamu loh dari tadi siang. soalnya aku kangen bingits nih, kek..kek...kek...."Ucap suara di sambungan telepon radit, diiringi dengan suara tawa yang membuat bulu kuduk langsung berdiri.
"Si...siapa ya? ma..mau cari radit ya? orangnya gak ada tuh lagi pergi ke pulau kapuk. lagian suara anda juga gak kedengaran tuh, mungkin anda salah sambung deh. telefon lagi nanti aja ya, kalau suaranya udah jelas dan udah nyambung. daahh..!!"kata radit berbohong dan langsung menutup sambungan teleponnya.
"Kurang ajar kau radit! beraninya kamu sengaja ber pura-pura tidak mengenali suara aku dan langsung memutuskan sambungan telepon ku. kau tunggu saja radit yang ganteng, apa yang akan aku lakukan padamu nanti. hehehehe." kata kinan sambil terkekeh yang saat itu raganya sedang di rasuki oleh NYI Lasmini.
Ya, seseorang yang menelfon radit tadi adalah Kinan, tapi saat itu raga kinan sedang dikuasai oleh NYI Lasmini sang ratu kuyang.
"Hey Kinan! kamu harus segera mendapatkan hatinya radit dan menikah dengannya, sebelum waktu purnama ke tujuh nanti tiba. aku akan beri kamu waktu satu bulan lagi, agar kamu bisa segera melaksanakan tugsmu itu. kalau kau tak berhasil juga, nyawa ibu dan adik mu yang akan jadi taruhannya. karena aku tidak suka sekali kegagalan."ancam NYI Lasmini.
__ADS_1
"Tolong NYI, jangan libatkan ibu dan adik ku. mereka tidak tahu apa-apa, yang membuat perjanjian dengan mu hanya aku. jadi aku yang akan menanggung nya sendiri." mohon Kinan.
Tapi sayang, saat itu NYI Lasmini sudah keluar dari tubuh Kinan. sebenarnya Kinan sudah tidak sanggup menuruti semua perintah NYI Lasmini, tapi apalah daya ia tak mampu melawan NYI Lasmini si ratu kuyang di dunia kegelapan.