Rahasia Istriku Sayang (Ternyata Kuyang)

Rahasia Istriku Sayang (Ternyata Kuyang)
Mencurigai Kamaya


__ADS_3

Mencurigai Kamaya


****


Pagi ini aku hanya bisa duduk termenung di meja makan, sambil aku memainkan garpu dan pisau roti yang ada dikedua tangan ku.


"Sial! kenapa tadi malam aku harus ketiduran sih." umpat ku dalam hati.


"Bukan nya buang air kecil kek, emang ya mata ku ini gak bisa di ajak kompromi. padahal kan, aku sudah menghabiskan dua gelas kopi tadi malam. tapi setelah kepala ku di pijat oleh kamaya aku malah ketiduran, bukan! seperti nya aku bukan ketiduran tadi malam, tapi aku kaya orang pingsan." ahh, tidak mungkin!"racau ku dalam hati, sampai tak sengaja garpu yang ada di tangan ku masuk ke lubang hidung ku.


"Aw! sakit." pekik ku dan langsung saja hidung ku mengeluarkan tetesan darah.


"Kenapa yah?" tanya istriku sambil berlarian kecil saat mendengar teriakan ku barusan.


"Gak apa-apa bun, tadi garpu nya gak sengaja ketusuk ke lubang hidung ayah." jawab ku getir sambil ngelap darah di hidung ku dengan tisue.


"Pasti ayah ngelamun kan? makanya yah, kalau lagi makan itu jangan ngelamun terus. kan jadi kayak begini? mendingan ayah cuci dulu deh darahnya, nanti biar bunda kasih obat merah yah."titah istri ku sambil berceramah panjang.


"Iya bun." aku hanya menurut saja melangkah menuju wastafel.


"Tapi bun, ayah mau tanya sesuatu." ucap ku berbalik menghentikan langkah ku.


"Tanya apa yah?" Jawab istriku datar.


"Sebenar nya, apa sih bun yang bunda olesin ke kepala ayah, pas ayah mau tidur? soalnya setiap bunda pijit kok kayak nya ayah nyenyak banget gitu tidur nya? beda banget kalau bunda gak mijitin kepala ayah, pasti ayah mau buang air kecil terus setiap malam." pertanyaan demi pertanyaan ketus pun ku lontar kan begitu saja, tanpa memikirkan perasaan kamaya.


"Hemm, tapi jangan marah ya yah kalau bunda kasih tau!" ucap istri ku sambil menggigit bibir nya yang sexy dan merah merekah itu.


"Iya bun pasti enggak kok." sahut ku antusias.


"Sebenar nya, itu sih minyak biasa yah! tapi bunda tambahin serbuk terapi, supaya orang yang di oleskan minyak itu bisa tidur nyenyak dan fikiran nya tenang." Ucap istriku gelagapan.

__ADS_1


"Oh pantas saja! walau pun aku banyak sekali pekerjaan di kantor, bahkan membuat seluruh tubuhku terasa sangat lelah sekali. tapi tidak membuat fikiran ku menjadi kacau, karena kepala ku selalu enteng seperti tidak ada beban apa pun. sungguh bodoh diriku, jika aku terus mencurigai istri ku yang perhatian ini!" gumam ku dalam hati sambil menganggukkan kepala.


"Tapi kenapa bunda lakuin itu semua?" tanya ku sedikit menyelidik.


"Karena bunda tau! ayah pasti capek sekali dan juga lelah, butuh istirahat banyak. makanya bunda lakuin itu semua, karena bunda gak mau ayah stres, hanya gara-gara masalah pekerjaan. mulai sekarang ayah tetap lah fokus aja pada pekerjaan ayah, bunda akan slalu fokus pada kesehatan ayah." Ucap istri ku berkaca kaca.


"Entah apa yang harus aku ucap kan lagi saat ini, aku sangat beruntung sekali mempunyai istri seperti kamaya. bukan hanya rasa cinta nya yang besar terhadap ku. tapi dia juga mempunyai kepedulian yang besar terhadap ku dan rara." perlahan air mata ku meluruh, ingin rasanya aku bersujud dan meminta maaf atas kecurigaan ku selama ini kepada nya.


Ku peluk erat tubuh istri ku, lalu ku usap lembut kepala nya dan ku cium mesra kening nya. untuk saat ini aku ingin memberikan dia kehangatan dan kenyamanan kepada wanita di hadapan ku ini, wanita yang selalu perduli dan sayang kepadaku, wanita bak sosok malaikat.


"Bun, tanpa mu aku tak bisa apa apa! ayah hanya mementingkan kepentingan ayah sendiri, tapi bunda selalu saja mementingkan kesehatan dan kehidupan ayah. ku raih kedua tangan nya lalu kucium dengan mesra.


"Yah! janji ya? apapun yang terjadi, ayah akan selalu bersama bunda." ucap istri ku sembari mengeluar kan bulir bulir air mata.


"Ayah janji, apapun yang terjadi ayah akan slalu jagain bunda dan rara, itu janji ayah." sambil ku letakan tangan ku di atas ubun-ubun kamaya.


*****


"Rame kenapa yah?"tanya istriku datar.


"Itu di kompleks sebelah, ada kejadian heboh ibu-ibu hamil meninggal saat melahirkan. udah gitu anaknya juga hilang, bun. kematian ibu itu persis seperti kematian bu nina dan bu kinar waktu itu bun." Ucap ku lagi.


"Kapan kejadian nya yah?"tanya istriku selidik.


"Tadi malam Bun." jawab ku lagi.


"Terus ayah tau dari mana?" tanya istriku.


"Tadi pagi pas mau berangkat kerja, ayah gak sengaja lewat sana bun. biasa lah bun jiwa kepo ayah terpanggil, makanya ayah berhenti dulu disana." ucap ku lagi sambil tersenyum.


"Ayah itu suka kebiasaan! lain kali jangan gitu lagi yah, malu maluin tau, masa laki laki kok tukang gosip." ucap istri ku terkekeh pelan.

__ADS_1


"Gak apa apa, dong bun! kan sekali kali otak juga butuh berita, buat di cerna. masa iya isinya cuma kerjaan kantor semua." balas ku.


Sementara itu, kamaya cuma bisa geleng geleng kepala melihat tingkah laku ku.


"Oh, iya bun! nanti ayah mau ikut ngeronda ya?" pinta ku pada kamaya.


"Ronda! kapan yah? sa.. sama siapa ayah ngerondanya?" tanya istriku terbata bata.


"Loh bunda kenapa, ko jadi panik begitu? takut ya sendirian di rumah? atau takut ayah di culik sama tante-tante bohay." ucapku meledek sambil cengengesan.


"Kan ada rara yang nemenin, bun! nanti bunda di kamar rara aja dulu, paling juga jam satuan ayah sudah pulang ke rumah. gak lama kok ayah pergi rondanya, tenang aja ntar juga bunda dapat jatah." ucap ku terkekeh pelan.


"Dih! ayah, suka kebiasaan deh. udah gitu suka ke pedean sendiri." ucap istri ku kesal.


"Gak apa apa dong Bun, kepedean sama istri sendiri. lagian bunda juga sayang sama ayah kan?." Ucap ku sambil mencubit hidung nya.


"Ayah!" ucap kamaya kesal.


"Emang nanti malam, yang ngeronda banyak ya yah?" tanya istri ku menelisik.


"Banyak bun! di kompleks sebelah juga sama, sekarang mulai ngadain ronda keliling komplek. apalagi katanya sih, warga juga mau naburin dadak padi gitu bun." beber ku panjang lebar.


"Dadak padi yah? Ke...kenapa harus naburin dadak padi yah?" tanya istri ku terhenyak.


"Gak tau juga deh Bun! kata warga sih, mereka mulai curiga bahwa ada orang yang menganut ilmu hitam semacam kuyang di kompleks kita ini bun!" kata ku lagi.


Isteri ku hanya terdiam saja, sesekali menggigit bibir bawah nya dan mengerutkan alisnya. tanpa berkata apa-apa lagi, istri kamaya pun langsung melengos ke dalam kamar nya.


"Bun ayah gak di cium dulu!" kataku sedikit berteriak namun kamaya tak bergeming.


****

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2