Rahasia Istriku Sayang (Ternyata Kuyang)

Rahasia Istriku Sayang (Ternyata Kuyang)
Teman Baru Rara


__ADS_3

Teman Baru Rara


Happy Reading...😊😊😊


****


Assalamualaikum Wr .Wb, telah berpulang ke rahmatullah Jarwo bin Saipullah meninggal pada jam 12:30 malam dini hari.


Terdengar suara keras dari toa masjid, yang berada di dekat ujung kompleks ini. mata ku langsung terbelalak, roti yang ada di mulut ku pun langsung jatuh dan keluar dari mulut. padahal baru saja kemarin ibu-ibu sedang menggosipkan pak jarwo, ya allah ada apa lagi.


"Bun, pak Jarwo meninggal!" ucap ku kepada kamaya yang saat itu sedang termenung di balkon rumah kami.


"Bunda udah tau yah." ucap istriku datar.


"Ayah mau ngelayat sebentar ya Bun, baru ayah pergi kerja." aku berpamitan kepada kamaya.


"Iya yah."balasnya masih seperti tadi, datar.


Entah apa yang telah terjadi pada kamaya mulai akhir-akhir ini, sikapnya sekarang sudah terlihat aneh dan begitu dingin. semua perubahannya itu mulai terlihat, semenjak hari ulang tahun putri kami rara dua minggu yang lalu.


Aku pun segera pergi ke rumah pak jarwo untuk melayat, sesampai nya aku disana. terdengar Isak tangis dari keluarga pak jarwo, terutama dari anak dan juga istri nya. aku pun mengucap kan bela sungkawa, sembari aku memberikan sebuah amplop putih. yang isinya mungkin tidak terlalu banyak, tapi insya allah cukuplah untuk membantu biaya tahlilan pak jarwo nanti.


"Buk, saya turut berdukacita ya, atas meninggal nya pak jarwo. ini ada sedikit bantuan dari saya. mohon di terima ya, semoga bermanfaat."ucap ku sambil memberikan amplop putih tersebut.


"Terimakasih, pak radit. oh ya, bu kamaya gak ikut pak."kata bu sanah sambil sesenggukan.


"Kamaya, sedang lagi gak enak badan bu. jadi dia gak bisa ikut." Ucap ku memberi penjelasan.


"Ehh, bu ibu! kematian pak jarwo itu gak wajar banget lho."gosip bu yatmi.

__ADS_1


"Iya bener banget bu! masa sih meninggal nya matanya melotot gitu ya, kayak habis di cekik gitu " Hi takut nih jadi merinding" timpal bu lila.


"Loh bukan nya dia abis gantung diri ya? jadi wajar lah kalau melotot gitu matanya."timpal bu warsih semakin antusias menggibah almarhum tanpa memikirkan perasaan bu sanah.


"Mungkin pak jarwo lagi ada masalah kali sama bu sanah, soalnya bu sanah itu kan orang nya suka nuntut yang macem-macem sama suaminya. makanya pak jarwo jadi stres, terus bunuh diri deh." ucap mereka bertiga cekikikan sambil berspekulasi atas kematian pak jarwo.


Aku yang sudah sangat risih sekali, mendengar mereka terus menggibahi almarhum. akhirnya memilih pergi dari tempat itu. lagian urusan ku juga sudah selesai, sesudah membacakan surat yasin aku pun langsung beranjak pergi.


"Maaf ibu-ibu semuanya, ada baik nya jikalau kalian semua menutup aib si mayit. bicara kan lah tentang kebaikan nya saja, jangan bicarakan tentang keburukan si mayit. karena ucapan kalian itu, bisa mempersulit mayit nantinya." ujar ku langsung berlalu pergi dari sana.


Terlihat ibu-ibu itu sedikit tidak senang dengan perkataan ku. ya sudahlah biarin saja! memang mereka itu kan ratu gosip di kompleks ini, jadi sulit walaupun di kasih tau tentang kebaikan.


****


"Ayah, tadi rara dapat teman balu loh." kata rara langsung bercerita saat ku datang.


"Teman baru di sekolah rara?" tanya ku.


"Oh ya, kok bisa dia main di halaman belakang rumah kita ra? terus setan jelek itu wujudnya kaya apa ra?" tanya ku mulai penasaran.


"Ya bisalah yah! soalnya dia itu, tinggal di atas pohon mangga dekat belakang rumah kita yah. kalau setan jelek tadi, wajahnya tua keriput, terus teteknya gede sekali yah. Hiy... jijik deh liatnya. kalau temen baru rara itu, wajahnya cantik banget yah." Jawab rara antusias.


Deg! seketika bulu kuduk ku mulai meremang, saat mendengar penuturan rara barusan. entah mengapa tengkuk ku juga mulai terasa dingin. seperti ada angin yang berhembus, padahal AC di ruangan ini sedang dalam keadaan mati.


"Siapa nama temen baru kamu, Ra?" tanya ku makin penasaran.


"Namanya, saras yah." jawab rara.


"Saras! ya sudah besok kenalin sama ayah ya." ucap ku sambil menenang kan ketegangan ku.

__ADS_1


"Sekarang aja yu yah kenalan nya, hihi. orang saras juga udah ada disini ko, tuh lagi berdiri di belakang ayah." balas rara sedikit cekikikan.


"Eng... enggak deh ra, lebih baik besok aja deh jangan sekarang ya. soalnya kan udah malem, ayah juga belom mandi tau bau acem."khilah ku agar rara tak memaksaku berkenalan dengan temanya sekarang, soalnya aku takut. hiiii....


"Saras! kamu jangan diam di belakang ayah aja dong, ayo sini!" pinta rara sambil melambai lambai kearah belakang ku.


Deg!! kali ini bukan hanya jantung ku yang terasa berdesir, tapi nyali ku di buat menciut. seketika saat ku toleh ke arah belakang ku, tidak ada siapa-siapa di belakang ku saat ini.


"Rara! lebih baik rara cepet masuk kamar dan segera tidur gih." ku usaha kan untuk berfikir sepositif mungkin. mungkin saja kali ini rara sedang berhalusinasi lagi seperti sebelumnya.


"Ayok! saras kita main di dalam kamar aku aja." ajak rara sambil tertawa kecil.


Terlihat tangan kanan rara, seperti sedang menggandeng sesuatu. tapi apa? sama sekali tak terlihat apapun di hadapan ku.


"Kamu tunggu di sini bentar ya saras, soalnya aku mau kasih tau ayah ku dulu. kalau kamu itu berniat mau bantuin aku dan ayah." kata rara terdengar samar sambil berlarian kecil kearah ku yang masih duduk di sofa ruang tamu.


"Ayah! kata saras dia mau bantuin rara dan juga ayah." kata rara bercerita di hadapan ku.


"Bantuin apa emang ra?" tanya ku santai.


"Bantuin buat mutus ilmu bunda yah."jawab rara kembali, sehingga membuat ku bingung.


"Maksudnya apa ra?"balas ku sambil menggaruk garuk kepala ku yang tidak gatal.


Terlihat rara mengangguk-anggukan kepala nya, lalu berlari lagi kearah pintu kamar nya.


"Kata saras nanti saja yah, kalau ayah sudah tau semuanya."ujar rara sedikit berteriak sambil melengos masuk ke kamar nya.


"Hii" tubuh ku seketika langsung bergidik, entah rasa takut apa yang menyergap ku saat ini. aku pun memutus kan untuk segera masuk ke dalam kamar ku, segera mandi dan setelah itu langsung menyusul kamaya yang saat itu sudah dahulu tertidur dari pada aku.

__ADS_1


****


Bersambung.....


__ADS_2