Rahasia Istriku Sayang (Ternyata Kuyang)

Rahasia Istriku Sayang (Ternyata Kuyang)
Arwah Bu Nina


__ADS_3

Arwah Bu Nina


Kembali lagi dengan Mas Radit....😊😊


Happy Reading....🤗🤗


Setelah selesai menjalankan sholat maghrib, aku pun langsung menyusul istri dan juga anak ku rara. yang sedari tadi sedang asik berada diruang tamu, menonton acara televisi.


"Bunda gak mau sholat dulu?" tanyaku pelan berharap dia mau mendengarkan perkataan ku.


"Udah yah." jawabnya singkat dan masih tetap matanya terfokus ke acara serial televisi.


Istri ku ini kalau diajak sholat berjamaah pasti gak mau, bahkan sholat sendiri pun aku tak pernah melihatnya. setiap kali aku tanya sudah shalat apa belum, pasti jawaban nya sudah. begitulah setiap harinya kamaya selalu terlihat begitu aneh, bahkan shalat saja susah di ajak.


Kulihat istriku lalu perlahan ku dekati dia dan duduk di samping nya, ternyata dia terlalu fokus menikmati acara televisi yang ada gambar ikan terbangnya itu. ya cerita apa lagi kalau bukan cerita ku menangis, acara yang selalu digemari para ibu-ibu rumah tangga.


Saat sedang asyik nya kami menonton televisi,


tiba-tiba saja televisi nya malah mati sendiri. perlahan-lahan lampu yang ada di ruangan pun menjadi kerlap-kerlip, seperti lampu diskotik. gak ada hujan gak ada mendung, tiba tiba saja terdengar dentuman kilat yang menyambar.


"Jedeerr..!! "sontak saja membuat putri kecil ku menjadi sangat ketakutan kala mendengarnya.


"Bunda, yaya tatut."ucap putri ku cadel yang langsung memeluk erat pinggang istriku.


"Gak usah takut sayang, kan ada bunda sama ayah disini. kamu tenang dan jangan takut, ya." kata radit mencoba menenang kan rara.


"Bilang aja jangan takut sama anaknya, eh sendirinya malah kaya begini. terus ini ngapain ayah disini? diam di ketek bunda lagi!!" kata istri ku ketus dan berusaha melapaskan aku.

__ADS_1


Tapi aku gak mau melepaskan dan malahan makin erat, ikut-ikutan rara memeluk pinggang kamaya dan berada di bawah ketiaknya.


"Hehe maaf Bun refleks, udah sih bun biarin aja ayah dibawah sini."pinta ku cengengesan.


Tak berapa lama setelah suara kilat mereda, kini terdengar suara melengking teriakan dan tawa dari perempuan. suara teriakan itu hampir saja memecahkan gendang telingaku, mata istriku pun mulai melirik kesana kemari seolah menyelidik. sementara aku semakin saja berada di bawah ketiak istriku, jujur saja saat itu aku juga merasa sangat ketakutan sekali.


Rara yang masih bergelayutan di badan istriku, membuat iya menjadi susah sekali bergerak.


"Ihh..!! ayah sama rara duduk disini dulu dong, peluk tuh rara nya yah "ucap istriku ketus menyuruh ku dan rara untuk duduk di sofa saja.


Sementara lampu diruangan televisi semakin lama semakin tambah redup saja, lalu perlahan lampu diruangan tamu pun menjadi mati hidup. kemudian terlihat dari arah jendela, seperti ada sekelebatan bayangan putih yang semakin lama semakin mendekat ke arah kami. serta diiringi juga dengan tawa cekikikan perempuan.


Hihihihihihihihi


Perlahan-lahan bayangan itu mulai menembus tembok rumah ku, aku dan rara pun langsung berlari mendekati kamaya, yang kala itu sedang berdiri menatap tajam sosok perempuan itu.


Wajah sosok perempuan itu begitu sangatlah menyeramkan. kedua matanya melotot tajam, seolah sedang mengisyaratkan dendam yang terselubung. sosok perempuan itu juga mengeluarkan bau yang sangatlah busuk, yang lebih aneh nya lagi. sosok arwah perempuan itu, dari cara berjalan nya terlihat ngangkang, tidak seperti sosok kuntilanak pada umumnya.


"Dimana anak ku! kembalikan anak ku sekarang juga!" teriak setan perempuan itu.


"Pergi kau setan sialan!" hardik istri ku. sambil iya menunjuk kearah setan perempuan tadi dengan sorot mata istri ku yang tajam, ternyata mampu mengalahkan setan perempuan itu.


Setelah setan perempuan itu menghilang dan pergi, lampu ruangan tamu pun kembali normal dan terang kembali seperti semula. sementara sekujur tubuh rara menjadi menggigil, akibat melihat penampakan setan perempuan tadi. tak kalah dengan ku, lutut ku juga sudah goyang rasanya ingin sekali aku buang air kecil disini.


"Kalian berdua masih betah juga ya diam di ketek bunda." ledek nya sambil nyengir kuda.


"Si.. siapa juga yang betah di bawah ketek bunda lama-lama! mana bau acem banget lagi. orang tadi ayah cuma nemenin rara doang ko disitu."sergahku sambil meledeknya.

__ADS_1


"Aduhhh radit! runtuhlah sudah kejantanan mu dihadapan istri dan juga anak mu." gumam ku sambil mengetuk-ngetuk kepala ku.


"Waahh! tadi bunda hebat banget ya, bisa usir setan perempuan itu. belajar dari mana sih, bun? bisa jadi jagoan seperti itu."goda ku sambil menyenggol- nyenggol pundak nya pelan, padahal saat itu aku masih sangat ketakutan banget lihat setan yang kayak begitu.


"Sudah lah yah jangan difikirin terlalu jauh begitu. karena besok juga ayah dan rara udah bakalan lupa kok. mendingan sekarang kita balik ke kamar aja, kita langsung tidur." seru istriku sambil mengajak ku ke dalam kamar.


"Benar juga ya apa kata kamaya barusan. dari pada ntar aku halusinasi lagi kan tambah selem." eh kok jadi ngikutin kata- kata rara sih.


"Bunda, ayah! yaya tatut, yaya mau tidul di kamay ayah cama bunda aja ya." coalnya yaya gak belani tidul cendili, tatut kalau cetanya anti bayik yagi." pinta rara dengan wajah lugunya.


"Iya bun! lebih baik rara tidur di kamar kita aja, dari pada dia ntar di ganggu sama arwah nya bu nina lagi." ucap ku sedikit membela.


"Ya sudah, malam ini kita tidur bertiga aja di kamar bunda!" balas istri ku mengiyakan.


"Awass kamu ya, berani datang kesini lagi, apalagi mengganggu keluarga ku!" ucap istri ku samar namun masih terdengar jelas.


"Kenapa Bun?" tanyaku menelisik sambil aku celingak-celinguk kesana kemari.


"Gak apa apa, ko yah!" ya sudah, ayo kita masuk dan tidur. atau mau bunda panggilan lagi nih setan nya bu nina." gurau istriku terkekeh pelan.


"Jangan lah bun, itu aja rasa nya persendian ayah mau copot semua lihat yang begituan. tapi kok bunda nggak ya?" Ucap ku bertanya.


"Ngapain juga harus ditakuti, yah. lagi pula, dia juga gak bakalan berani datang kesini lagi, apalagi berani mengganggu kita sekeluarga. sudahlah ayok kita cepat tidur, nanti besok pagi malah kesiangan lagi bangunya."kata istriku lalu mematikan lampu besar di ruangan kamar dan menggantinya dengan lampu tidur yang berada di atas meja tepat disampingnya.


kami bertiga pun akhirnya malam ini tertidur lelap bersama, di sebuah ranjang kayu yang berukuran cukup lebar. untungnya saja ranjang yang kami pakai berukuran besar, jadi muat deh untuk tidur kami bertiga. untuk melepaskan penat dan juga lelah di siang hari tadi.


****

__ADS_1


Bersambung....


Jangan lupa dukungannya ya... dengan cara vote, like, and sisipkan komentar serunya.😊


__ADS_2