
Sebuah Kenyataan
Setelah mendengar semua penjelasan kamaya barusan, membuat dada ku terasa sesak sekali. serta tenggorokan ku juga terasa kering, air mata ku juga tak berhenti meluruh dari kedua pelupuk mataku. sesal dan sakit itu yang aku rasakan saat ini, aku sebenarnya sangatlah kecewa dan merasa kesal, dari awal pernikahan ternyata kamaya sudah membohongi ku.
Dulu pada saat ia ingin menikah dengan ku, dia bilang kalau dia sudah tidak perawan lagi. tapi bukan karena di perkosa melainkan dia pernah di oprasi, yang mengharuskan kehilangan sebuah keperawanan nya, SE simple itu kah alasan nya. namun walau pun dia jujur dahulu, aku akan tetap menikahinya dan berusaha membimbing nya ke jalan yang lebih baik lagi.
"Bun, kenapa masalah sebesar ini harus kamu sembunyikan dariku? ayah sayang sama bunda, apapun bentuk bunda dan bagaimana pun keadaan bunda tidak akan merubah tekad ayah untuk menikahi bunda. tapi kenapa bunda sudah buat ayah sekecewa ini."kata radit.
"Sakit Bun, menerima kenyataan ketika sudah menjalani hidup bersama selama 9 tahun bersama Bun." ucap ku sesenggukan.
Tak ada jawaban dari kamaya, hanya Isak tangis yang menderu-deru terdengar dari suara lirih nya. seketika aku pun teringat dengan kejadian tragis 7 tahun silam, saat kecelakaan terjadi dan hampir merenggut nyawa kamaya.
"Bun, bukan kah kamu sudah dinyatakan meninggal saat kecelakaan 7 tahun yang lalu?" tanya ku sambil menahan isak tangis ku.
"Jiwa bunda memang sudah mati yah, tapi raga bunda tidak bisa mati yah." Ucap kamaya yang semakin membuat ku bingung.
Kamaya kembali memasang muka datar nya, seperti tidak ada kehidupan lagi didalam dirinya
"Ilmu ini harus segera di turunkan, yah."kata kamaya menampakan sorot mata tajam.
"Di turunkan kepada siapa Bun?" aku mulai cemas dan terlihat khawatir.
"Rara!" Ucap nya datar.
"Ayah gak rela bun, jika rara harus menjadi seperti kamu." bentak ku kepada kamaya.
"Jika rara tidak boleh, maka aku harus segera mengorbankan nyawamu radit! hihihi." tukas kamaya cekikikan dan melotot tajam.
"Usia rara sudah 8 tahun, kini saat nya aku akan berpindah tempat. raga ini sudah sangat terlalu tua dan aku sudah lelah menopang raga yang renta ini." ucap kamaya menyeringai misterius.
"Ya allah! ada apa dengan kamaya? aku seperti tak mengenal nya lagi."batin radit.
"Kamaya kamu harus sadar, bun!" sambil ku mencoba mengoncang-goncangkan bahunya.
"Ayah!" seketika tubuh kamaya lemas dan pingsan jatuh ke lantai.
Ku tepuk-tepuk pipi kamaya pelan, lalu ku oles kan minyak angin di beberapa bagian tubuhnya.
__ADS_1
"Ayah bunda takut!" Ucap kamaya sambil menyambar tubuh ku dan memeluk ku.
"Sshhhutt! Bunda tenang Bun, ayah ada disini bunda takut kenapa?" tanya ku kepada kamaya.
"Sekarang, dia mengincar rara dan juga dirimu yah." ucap kamaya semakin memeluk tubuhku dengan erat.
"Dia siapa Bun?"tanyaku.
"NYI Lasmini, dia adalah ratu kuyang yang telah membantu bunda untuk menjadi kuyang yah. bunda hanya perantara tapi NYI Lasmini itulah yang sebenar nya melakukan semua itu yah. sebelum dia bisa mendapatkan tubuh baru, dia tidak akan meninggal kan tubuh bunda yah." ucapan kamaya membuat ku tersentak.
"Bun! ayah gak rela jika rara atau diriku yang harus menjadi seperti kamu, ayah gak mau dan gak ikhlas Bun."bentak ku menghempaskan pelukan kamaya dari tubuh ku.
******
"Rara, makan yuk sayang." teriak ku kepada rara.
Senang banget, rasanya sekarang bisa makan berdua dengan rara. walaupun tanpa kamaya, setidak nya aku bisa makan bersama rara.
"Iya ayah sebentar!"sahut rara dari kamarnya.
"Ayo tangkap aku, ayo!" kata Rara.
"Saras, kamu jangan nge gantung disitu dong. ayo sini kejar aku, tuh kan! kamu suka males gitu gak seru ah." oceh rara yang membuat ku sudah terbiasa walau pun masih takut.
"Saras! bundaku lagi gak ada kok, jangan takut oke!" Rara mengacung kan jempol tangan nya.
"Rara mau steak gak?" tanya ku kepada rara.
"Ayah jangan makan itu, gak boleh dimakan itu yah." ucap Rara sambil membanting piring makanan di meja hingga jatuh dan pecah.
"Kenapa ra? kok di banting kan sayang itu Ra?" tanya ku kepada Rara .
"Ayah, steak itu ada belatung nya. soalnya itu bukan daging, kata saras kita gak boleh makan makanan itu." ucap Rara kepada ku.
"Astaga! kenapa makanan nya di banting." pekik kamaya yang baru saja muncul dari dapur.
"Rara!"bentak kamaya dan langsung menampar pipi mulus rara.
__ADS_1
PLAAKKK!!
"Apa? aku terkejut, kenapa kamaya setega itu sampai ia harus menampar pipi Rara.
"Sudah, mulai saat ini kamu jangan berteman dengan saras lagi. karena saras itu bukan manusia kamu faham itu, ra!" ucap kamaya tegas dan menakutkan.
Rara pun hanya menangis dan langsung berhambur kepelukan ku.
"Ayah dia itu bukan bunda!" Ucap Rara sambil menangis sesenggukan.
"Ra, itu bunda ra. mungkin bunda udah capek masak, terus masakannya malah rara banting. kan kasian bunda, dia jadih sedih Ra." ucap ku menenang kan Rara.
"Rara, sini nak maaf kan bunda ya, Ra. bunda sayang banget sama rara, tadi bunda gak sengaja maafin bunda ya Ra." ucap kamaya sambil ingin memeluk Rara.
"Gak mau! Kamu itu bukan bunda ku." tegas rara sambil berlari ke dalam kamarnya.
POV RARA.
Hari ini aku bahagia banget, selesai acara ulang tahun ku. aku di berikan hadiah oleh ayah dan bunda. ku buka satu persatu hadiah dari mereka, mulai ku buka hadiah dari ayah dulu.
Ternyata ayah memberikan ku, sebuah kalung liontin love. yang di dalam nya ada foto ayah dan bunda. bentuk nya juga sangat cantik aku sangat menyukainya, mungkin ini adalah kado yang paling indah seumur hidup ku.
Lalu aku membuka kotak dari bunda, ternyata isinya adalah kaset CD dan sebuah surat .
#Surat dari bunda#
"Ra, jika setelah ulang tahun mu sikap bunda mulai berubah aneh, jadi maafkan bunda ya ra. karena setelah kamu berusia 8 tahun nanti, diri bunda akan di kuasai oleh ilmu hitam yang selama ini bunda anut. jiwa bunda juga akan di kurung dan di sandra di alam ghaib untuk di jadikan budak belia disana. sementara itu raga bunda, akan di kuasai oleh NYI Lasmini ratu jahat yang selama ini berada dalam diri bunda."
"Ra, jaga diri baik-baik ya, menghindarlah sebisa mungkin dari bunda ya Ra. jika kamu kangen sama bunda, kamu bisa putar kaset CD ini Ra. putarlah ketika kamu sudah lulus SD,
atau SMP dan SMA. bunda sayang kamu Ra, NYI Lasmini pasti akan membujuk mu atau ayah mu, supaya kamu mau menjadi penerus dari ilmu hitam bunda dan ayahmu bisa menjadi suami abadinya di alam dia. maafin bunda ya Ra, bunda udah gak bisa lagi bersama kamu lagi." papar kamaya.
Awalnya aku tidak mengerti apa yang di tulis oleh bunda, namun semenjak kehadiran saras. dia lah yang selalu membantu ku selama ini. dan dia juga yang menjelaskan apa maksud dari bunda, saras pun sering kali di kejar oleh NYI Lasmini. bahkan ratu kuyang itu ingin melenyap kan saras juga. Iya! aku juga sudah pernah melihat nya, namun aku hanya mengiranya sebagai permainan saja! Karena aku masih belum mengerti tentang semua itu.
****
Bersambung.....
__ADS_1